Random walk in Paris : Sabtu pagi di pasar antik Porte de Vanves dan Le Marche du Livre Ancien et d’Occasion de Paris

Koleksi buku kuno di fela market porte de vanves

Koleksi buku kuno di flea market porte de vanves

Salah satu kegiatan weekend saya di kota Yogyakarta tercinta adalah mengunjungi pasar kaget minggu pagi yang berada di sepanjang jalan lembah UGM. Walaupun saya cuma windows shopping dan jajan cilok, cireng, tempura, es krim pot, klapertaart saja, rasanya menyenangkan juga jalan kaki sambil melihat barang-barang unik yang dijual. Itung-itung membakar kalori dan mencari keringat lalu menambah kalori lagi😀 . Saya beberapa kali mengajak suami saya ke sunmor dan ia menyukainya walaupun harus sauna dan berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Saya penasaran, di kota sebesar Paris ada ga sih pasar kaget seperti itu setiap seminggu sekali ? Suami saya kemudian mengajak saya ke salah satu yang buka setiap hari sabtu. Tapi pasar weekend ini isinya barang bekas dan barang antik semua, yang dikenal dengan sebutan marché aux puces atau flea market.

Marché aux puces - Porte de Vanves #1

Marché aux puces – Porte de Vanves #1

Kami menaiki metro atau kereta bawah tanah sampai ke stasiun Porte de Vanves yang berada di jalur 13. Tak jauh berjalan dari stasiun sampailah kami di hiruk pikuk keramaian flea market Porte de Vanves. Flea market ini membentang di trotoar sepanjang jalan avenue Georges Lafenestre. Pasar antik ini buka pagi-pagi sekali sekitar jam 7 pagi sampai tengah hari. Barang-barang loak , bekas dan antik segala kondisi dijual di sini. Dari buku-buku tua, karpet, lukisan kuno, alat makan dari perak, perhiasan, parfum, pakaian, dan apa saja yang masih bisa dijual dan menarik dijual di sini. Sampai ada stand khusus yang menjual bungkus kertas makanan dari berbagai bakery dan restoran, entah baru atau bekas😀. Kebanyakan adalah barang-barang asli Eropa, tapi banyak juga topeng-topeng bergaya Asia, pahatan dari Afrika dan barang-barang dari negara-negara eksotis. Penjual barang-barang antik ini tak hanya orang-orang dari kota Paris saja, banyak juga yang melaju dengan mobil box dari kota-kota tak jauh dari Paris. Siapa saja yang datang paling pagi akan mendapatkan tempat yang paling strategis. Harga barang-barang ini bervariasi dari mulai 1 euro sampai ratusan euro.

Keramaian penjual dan pembeli di Marché aux puces - Porte de Vanves

Keramaian penjual dan pembeli di Marché aux puces – Porte de Vanves

Aneka alat makan dari perak dan perunggu dijual di sini

Aneka alat makan dari perak dan perunggu dijual di sini

Stand khusus yang menjual kertas bungkus makanan

Stand khusus yang menjual kertas bungkus makanan

Mainkan pionmu!

Mainkan pionmu!

Saya yang baru pertama kali melihat flea market di Eropa, merasa takjub. Mungkin karena saya belum pernah melihat barang-barang vintage bergaya Eropa sebanyak ini sebelumnya. Rasanya saya ingin menemukan hocrux saya di sini😀 . Saya sebenarnya bukan penggemar berat barang-barang antik dan vintage, tapi melihat barang-barang ini digelar dengan aura kekunoannya rasanya pengen juga menghias rumah dengan barang-barang antik dan unik ini. Kami berjalan dari ujung ke ujung sambil sesekali mengambil foto. Beberapa penjual barang antik tak hanya menjual barangnya begitu saja, ada yang mengkreasikannya menjadi barang yang lebih bermanfaat. Contohnya seperti kumpulan stempel kuno yang berubah menjadi tempelan dinding atau piringan hitam kuno yang menjadi wadah serbaguna. Pasar ini begitu penuh dengan pengunjung yang merupakan warga Paris sendiri dan juga para turis asing. Tampak beberapa turis asing membawa kamera DSLR mereka dan sibuk mengambil foto sana sini. Tentu saja pasar ini merupakan obyek menarik bagi para fotografer.

Aneka kancing vintage pun ada di sini

Aneka kancing vintage pun ada di sini

Aneka peta kuno seharga 10 euro

Aneka peta kuno seharga 10 euro

Pernak-pernik rumah tangga berupa piring, gelas dan lain-lain di flea market porte de vanves

Pernak-pernik rumah tangga berupa piring, gelas dan lain-lain di flea market porte de vanves

Lukisan-lukisan kuno

Lukisan-lukisan kuno

Koleksi piringan hitam dan piringan hitam yang sudah menjadi wadah serbaguna

Koleksi piringan hitam dan piringan hitam yang sudah menjadi wadah serbaguna

Begitu sampai di ujung flea market yang penuh dengan food truck alias penjual makanan dari mobil, suami saya mengajak saya ke sebuah taman tak jauh dari situ untuk beristirahat. Namanya Parc Georges Brassens. Ternyata di taman ini terdapat sebuah pasar buku antik yang belum diketahui suami saya. Pasar buku antik ini hanya buka di hari sabtu dan minggu saja. Dalam bahasa perancis nama pasar ini adalah Le Marche du Livre Ancien et d’Occasion de Paris. Sekalian saja kami jalan-jalan di dalamnya. Pasar ini ternyata cukup luas dan banyak standnya. Hampir semua buku yang dijual berbahasa Perancis. Well kalau berbahasa Inggris mungkin saya sudah tergiur ingin membeli beberapa buku. Apalagi kalau harganya murah😀 . Bahasa Perancis saya masih terlalu novice sih. Koleksi-koleksi buku yang dijual tak hanya buku-buku kuno tetapi aneka komik seperti Asterix & Obelix juga komik Tintin. Saya jadi ingat sewaktu kecil saya pernah mempunyai beberapa komik Tintin yang sekarang hilang entah ke mana😦. Kalau saya seorang kolektor komik Tintin sejati, saya pasti sudah gila dan ingin mengkoleksi yang berbahasa Perancis juga ketika berada di sini. Selain komik buku-buku dongen dan cerita untuk anak-anak juga dengan mudah ditemukan di sini.

Toko buku lama di taman Georges Brassens

Toko buku lama di taman Georges Brassens

Salah satu stand yang menjual aneka buku

Salah satu stand yang menjual aneka buku

Pasar bukunya lumayan luas pemirsa!

Pasar bukunya lumayan luas pemirsa!

Kota Paris ternyata tak henti-hentinya memberikan kejutan tempat-tempat yang menarik untuk disambangi terutama di akhir pekan. Walaupun sekedar window shopping dan melihat-lihat sambil mupeng pengen beli😀. Suami saya bilang pasar antik akhir pekan di Porte de Vanves ini bukan yang terbesar di kota ini, masih ada pasar-pasar antik lain yang akan ia tunjukkan kepada saya. Well saya semakin penasaran dunk. Jadi kita tunggu saja edisi selanjutnya di pasar-pasar antik yang lain🙂 . A bientot!!!

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s