Menjelajahi taman Versailles

Siang hari di awal musim semi yang cerah, saya dan suami saya tercinta berada di stasiun ST Michel Notre Dame untuk menaiki kereta RER C jurusan Versailles. Kami ingin berkunjung ke taman Versailles yang terkenal itu. Yah kami akan menjelajahi taman Versailles, bukan Chateau de Versailles karena kami tidak punya budget untuk membeli tiket masuk ke sana😀 *lagi kere. Well paling tidak bisa melihat penampakan Chateau de Versailles dari luar dahulu lah. Tidak seperti kereta metro di kota Paris, kereta RER biasanya datang tiap 20 menit sekali. Tarif untuk kereta RER C sampai stasiun Versailles adalah 4.20 euro. Anyway tidak semua kereta RER C menuju ke Versailles, jadi penumpang harus benar-benar mantengin monitor informasi supaya tidak salah masuk kereta. Kereta RER C ke Versailles ini adalah kereta bertingkat 2. Sebagai orang ndeso yang baru pertama kali naik kereta bertingkat, begitu kereta sampai saya langsung memilih tempat duduk di tingkat atas😀. Melihat pemandangan di luar kereta dari tingkat atas terasa lebih leluasa.

Versailles Garden

Versailles Garden

Tidak sampai 1 jam sampailah kami di stasiun terakhir yaitu gare de Versailles Chateau Rive Gauche. Dari stasiun ini kami tinggal menyeberang dan berjalan kaki kurang lebih 8 menit ke arah barat sampai ke gerbang emas Chateau de Versailles. Pintu masuk taman ini ada di sebelah utara gerbang emas. Awalnya saya pikir untuk masuk ke taman Versailles pengunjung harus membayar tiket. Ternyata tidak. Wah enak dunk jadi penduduk kota Versailles, bisa piknik, olahraga atau main di taman ini setiap hari secara gratis *iri. Sejarah taman ini tentu saja tidak bisa dipisahkan dari berdirinya bangunan Chateau de Versailles yang pada awalnya dibangun dibawah pemerintahan Louis XIII. Taman yang perlahan-lahan ditata mulai tahun 1632 ini luasnya mencapai 800 hektar. Men! luas banget men, ini adalah taman terluas pertama yang pernah saya kunjungi dalam hidup saya. Baru beberapa langkah menyusuri taman ini saja saya sudah merasa takjub. Kapan sih saya ga merasa gumun atau takjub ?😛 .

Memasuki komplek Chateau Versailles dan Versailles Garden

Memasuki komplek Chateau Versailles dan Versailles Garden

Gerbang emas istana Versailles

Gerbang emas istana Versailles

Pemandangan pertama yang saya lihat begitu memasuki taman adalah sebuah tatanan rumput yang didesain sedemikian rupa agar terlihat artistik. Pohon-pohon di sekitar bangunan Chateau juga terlihat sangat terawat dengan bentuk meruncing ke atas. Menurut yang saya baca dari wikipedia desainer atau arsitek taman ini ada 4 orang yaitu Andre Le Notre, Charles Le Brun, Louis Le Vau dan Jules Hardouin Mansart. Para desainer ini mulai menata taman di bawah pesanan Louis XIV . Mengarsiteki taman seluas 800 hektar tentu saja adalah prestasi yang luar biasa.Taman ini menjadi bagian UNESCO world heritage list pada tahun 1979.

Taman Versailles yang begitu artistik dan cantik

Taman Versailles yang begitu artistik dan cantik

Sebuah patung di Bassin du Nord

Sebuah patung di Bassin du Nord

Supaya tidak tersesat kami mengamati dan menghafalkan peta taman Versailles yang terpampang di beberapa sudut taman. Peta dalam bentuk cetak bisa didapatkan secara gratis di pusat informasi turis. Tapi kami tadi lupa mengambilnya. Dari keterangan yang ada di peta, ada 50 kolam dan air mancur serta 22 taman-taman kecil dengan desain berbeda-beda tersebar di komplek Versailles. Saking luasnya kami sampai bingung mau ke mana. Akhirnya kami berjalan kaki menuju ke arah kanal buatan yang panjangannya mencapai 5 km. Sebelum kanal terdapat sebuah kolam dengan air mancur berbentuk patung dewa Apollo. Salah satu patung karya Charles Le Brun yang terkesan begitu mewah. Kanal Versailles siang itu begitu ramai dengan orang piknik dan berjemur mencari kehangatan sinar matahari. Selain itu beberapa orang juga dengan asyiknya bermain perahu menyusuri kanal. Wah ternyata bisa berperahu juga di kanal ini. Sayang harga sewa perahunya agak mahal, jadi kami tak jadi mencoba hari itu🙂.

air mancur dengan patung dewa Apollo

air mancur dengan patung dewa Apollo

berperahu di kana Versailles

berperahu di kanal Versailles

Pepohonan yang tersusun rapi di taman Versailles

Pepohonan yang tersusun rapi di taman Versailles

Dari kanal kami berjalan membelah pepohonan, menuju ke Grand Trianon, tempat Louis XIV menepi dari hiruk pikuk kesibukan istana. Tak jauh dari Grand Trianon terdapat sebuah bangunan bernama Petit Trianon yang merupakan kediaman pribadi Marie Antoinette. Untuk memasuki komplek bangunan-bangunan ini, pengunjung harus membayar extra tiket. Karena masih dalam rangka piknik gratisan maka kami hanya lewat di depannya saja🙂 . Kami kembali menyusuri kanal ke arah selatan sambil sesekali duduk di pinggir kanal untuk istirahat. Bebek-bebek dan angsa-angsa liar tampak asyik bermain di kanal dengan bebasnya tanpa takut akan diburu manusia.

Grand Trianon di Versailles

Grand Trianon di Versailles

Bersantai di pinggir kanal sambil mengamati bebek :)

Bersantai di pinggir kanal sambil mengamati bebek🙂

Kami lalu menyambangi sebagian dari ke 22 taman kecil yang ada di sana. Mulai dari Bosquet De La Collonade sampai ke taman Orangerie. Kesan borjuis dan mewah tampak dari desain masing-masing taman. Seperti di Bosquet De La Collonade, di tengah taman ini terdapat pilar-pilar melingkar dengan patung karya pematung ternama saat itu. Salah satu taman yang paling menarik menurut saya adalah Salle De Balle, yang merupakan taman dengan air terjun tingkat buatan dengan aksen emas. Sayangnya air terjun buatan ini hanya menyala di saat musim panas saja, ketika taman ini dipadatati oleh para turis. Patung-patung hasil karya para seniman terkemuka di susut-sudut taman ini juga banyak yang ditutupi dengan terpal untuk menjaga keawetannya sepanjang musim dingin. Berjalan dari taman ke taman membuat saya membayangkan para bangsawan Perancis kala itu berjalan begitu anggun sambil menikmati karya seni di taman ini. Konon katanya menurut tayangan dokumenter yang saya tonton kemarin, dahulu para bangsawan selain berpesta juga menikmati tari-tarian dan aneka pertunjukan di taman-taman ini.  Mereka juga belajar melukis atau menyulam bersama sambil menikmati teh dan makanan mahal.

Bosquet de la Collonade

Bosquet de la Collonade

Salle de Balle

Salle de Balle

Mengamati kemegahan Chateau Versailles dari luar

Mengamati kemegahan Chateau Versailles dari luar

Tangga terlebar yang pernah saya lewati ada di Versailles

Tangga terlebar yang pernah saya lewati ada di Versailles

Taman Orangerie

Taman Orangerie

Penjelajahan saya dan suami saya sore hari itu kemudian berakhir di taman orangerie yang sangat cantik! Sambil mengelilingi taman, kami juga menikmati keindahan arsitektur Chateau Versailles dari luar, sambil berharap semoga nanti kami punya duit buat beli tiket untuk masuk ke dalam😀. Semoga!

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s