Trip to Compiegne #2 : Palais de Compiegne, satu istana tiga museum

Bagian depan istana Compiegne

Bagian depan istana Compiegne

Host kami selama di kota Compiegne, Mr P dengan senang hati mengantarkan kami dengan mobil sampai ke gerbang Palais de Compiegne atau Chateau de Compiegne. Tujuan utama wisata di kota ini. Berbeda dengan saat kami di Chateau de Versailles, kami ga ngirit-irit amat di sini😛. Sudah jauh-jauh ke sini kalau masih ngirit juga kebangetan😀. Kami membeli tiket masuk agar bisa menjelajahi ruangan demi ruangan di dalam istana ini. Tiket masuk untuk dewasa di atas 26 tahun adalah 7,5 euro per orang sudah termasuk pass ke tiga museum yang ada di sana. So jika umur kami di bawah 26 tahun kami digratiskan untuk masuk *ketauan udah tua*. Seperti kebanyakan museum di seluruh Perancis, pada hari minggu pertama setiap bulan siapa saja digratiskan masuk tanpa terkecuali. Tarif tiketnya memang jauh lebih murah daripada tiket masuk ke Chateau de Versailles. Siang itu lumayan banyak turis yang datang ke istana ini. Kalau dari bahasanya sih mereka dari Perancis sendiri, dari Jerman dan dari Belanda. Saya tidak bertemu satupun turis Asia selama di sini.

Bagian tengah istana Compiegne

Bagian tengah istana Compiegne

istana Compiegne dilihat dari taman

istana Compiegne dilihat dari taman

Ketiga museum yang ada di istana ini adalah The Grand Apartement, museum of the second empire and the empress serta museum mobil dan kereta nasional. Kami berniat untuk menjelajahi semuanya. Untuk museum the second empire and the empress, pengunjung tidak bisa asal masuk. Setiap hari terdapat guided tour pada jam-jam tertentu. Karena kami datang jam 1 siang maka kami mengambil tour yang jam 4 sore. Jadi kami bisa mengunjungi The Grand Apartments terlebih dahulu. Untuk melengkapi penjelajahan kami di istana ini , kami menyewa sebuah audio guide seharga 2 euro. Kami juga mengambil beberapa pamflet gratis yang tersedia di sana.

Tangga menuju The Grand Apartment

Tangga menuju The Grand Apartment

Menurut keterangan dari audio guide, istana ini dibangun oleh raja Louis XV pada abad ke 17. Sebelum istana ini dibangun, di tempat berdirinya istana ini sudah menjadi villa kerajaan sejak abad ke 14 untuk lokasi liburan musim panas bagi raja-raja sebelumnya. Mereka sangat suka ke Compiegne karena hutannya yang hijau, asri dan menantang untuk berburu. Sampai saat ini sebagian hutan Compiegne masih terjaga dengan baik tidak jauh dari istana. Selain istana yang megah di lokasi ini juga terdapat taman yang sangat luas seperti di istana Versailles. Rasanya waktu itu kami juga pengen menjelajahi tamannya, sayang waktu kami tidak cukup. Pada saat Perancis berganti dinasti menjadi kekaisaran di bawah Napoleon I, istana ini juga beralih pemilik. Napoleon I menambahkan dekorasi-dekorasi yang indah dan berbeda pada setiap ruangan di istana ini. Istana ini menjadi salah satu istana paling mewah dan mempesona di Eropa di bawah kekaisaran Napoleon III. Istana Compiegne juga dikenal dengan sebutan imperial palace karena istana ini dianggap sebagai rumah utama kekaisaran Perancis masa itu.

Ruangan bermain game untuk kaisar, keluarga dan para bangsawan

Ruangan bermain game untuk kaisar, keluarga dan para bangsawan

Kami kemudian menjelajahi istana ini dari ruangan ke ruangan. Katanya sih dekorasi ruangan istana ini lebih sederhana dari Versailles. Meskipun demikian setiap ruangan yang saya lewati cuma bikin saya melongo karena kemewahannya. Yang namanya kaisar dan bangsawan, ruangan di rumahnya tentu tak hanya ruang tamu, ruang makan, dapur dan ruang tidur saja. Di istana ini terdapat ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai salon, ruang bermain game, perpustakaan dengan banyak buku, ruang dansa, ruang menjahit dan menyulam, ruang minum teh, ruang bercengkerama, ruang pijat, ruang lukisan dan masih banyak lagi. Ruang-ruang tidur keluarga kaisar di istana ini desainnya sangat mewah dan penuh dengan ornamen-ornaman mahal. Kira-kira kalau tidur di sini, mimpinya soal apa ya?😀 .Semua keterangan dari ruang ke ruang lengkap terekam di dalam audio guide. Termasuk karya-karya seni seperti patung dan lukisan yang ada di sana juga diterangkan siapa senimannya. Setiap ruangan juga memiliki desainer dan penggagasnya masing-masing.

Ruangan tidur yang mulia permaisuri kaisar yang sangat mewah

Ruangan tidur yang mulia permaisuri kaisar yang sangat mewah

Perpustakaan pribadi Napoleon III

Perpustakaan pribadi Napoleon III

salah satu ballroom istana

salah satu ballroom istana

Setelah 2 jam lebih berkeliling Grand Apartment, saatnya kami untuk mengikuti guided tour di museum of the second empire and the empress. Letak museum ini berada di bagian lain istana Compiegne. Ada 10 peserta yang mengikuti tour ini. Semuanya orang Perancis, hanya kami berdua yang bukan orang Perancis dan hanya saya sendiri yang dari Asia. Tour ini dipimpin oleh seorang ibu guide paruh baya dengan bahasa Perancis. Karena saya tidak mengerti bahasa Perancis, saya meminta suami saya untuk menerjemahkan. Museum ini jauh lebih kecil dari Grand Apartment, tetapi koleksinya sangat berbeda. Museum ini berisi tentang ruangan dan barang-barang pribadi Napoleon III , puteri-puteri dan keluarganya dari kecil sampai dewasa. Ibu guide tak hanya bercerita tentang cerita dibalik barang-barang tersebut tetapi juga hubungan-hubungan percintaan yang terjadi di dalam keluarga kaisar saat itu. Menarik untuk diketahui. Untung saja saat itu suami saya bisa menerjemahkan dengan lancar🙂.

Koleksi baju dan aksesoris Napoleon III ketika masih kecil

Koleksi baju dan aksesoris Napoleon III ketika masih kecil

Museum terakhir yang kami jelajahi sore itu adalah museum kendaraan nasional yang berisi sepeda-sepeda, kereta kuda dan mobil-mobil kuno. Museum ini berada di bagian belakang istana Compiegne. Dulunya bagian ini merupakan dapur besar untuk keluarga kekaisaran. Ketika kami masuk museum ini waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Museum ini tutup pada jam 7 malam, sehingga kami hanya punya waktu satu jam untuk jalan-jalan di dalamnya. Koleksi museum ini ternyata banyak sekali! saya benar-benar amazed melihatnya. Sepeda-sepeda tua yang ada di sini tak hanya sepeda biasa saja tetapi juga sepeda-sepeda modifikasi dengan roda-roda yang tak sama antara depan dan belakang. Koleksi mobil-mobil kunonya kebanyakan adalah mobil-mobil mahal di jamannya, terlihat antik dan artistik desainnya. Memang orang-orang jaman dahulu selalu memikirkan bagaimana supaya kendaraan itu terlihat indah dan mempunyai nilai seni. Koleksi kereta-keretanya, ternyata tak hanya kereta kuda, tetapi ada juga kereta salju, kereta dorong bahkan kereta atau trolley bayi kuno. Beberapa koleksinya ternyata tak hanya dari Perancis tetapi juga dari negara-negara lain seperti Cina dan Indonesia. Widiih ada miniatur kereta dari keraton Cirebon juga di sini🙂 .

Koleksi mobil-mobil kuno nan antik

Koleksi mobil-mobil kuno nan antik

Koleksi sepeda-sepeda kuno

Koleksi sepeda-sepeda kuno

Kereta Cinderella for real??? :)

Kereta Cinderella for real???🙂

Koleksi kereta-kereta salju

Koleksi kereta-kereta salju

Miniatur kereta paksi dari kesultanan Cirebon

Miniatur kereta paksi dari kesultanan Cirebon

Sepertinya sore itu kami adalah pengunjung terakhir museum kendaraan nasional ini. Seorang petugas kemudian mempersilahkan kami untuk keluar karena akan tutup. Tampaknya kami tertalu betah berlama-lama walaupun suasana di dalam agak seram🙂. Sore itu akhirnya petualangan kami di istana Compiegne berakhir sudah. Well I’m impressed by this experience and I want more. I want more palace! I want more castle and I want more museum🙂.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s