Trip to Compiegne #3 : Pierrefonds, kota mini nan menawan

Bonjour Compiegne! Hari ke dua di kota Compiegne kami check out pagi-pagi dari rumah Mr P, host airbnb kami. Pagi itu kami berniat mengunjungi sebuah kota kecil yang jaraknya hanya 14,5 km dari Compiegne, kota bernama Pierrefonds. Kota ini belum tercatat di dalam buku Lonely Planet. Jadi termasuk kota yang road less traveled di Eropa. Hore! saatnya blusukan di Perancis🙂 . Untuk menuju Pierrefonds ternyata hanya ada 2 jadwal bis jam 9 pagi dan jam 3.30 sore.  Pemberhentian bis atau terminal antar kota dari Compiegne ke kota-kota kecil di sekitarnya berada di halaman stasiun Compiegne. Jadi transportasi antar kotanya lumayan terintegrasi lah walaupun jadwal bisnya terbatas. Selain menggunakan bis, alternatif transportasi ke Pierrefonds adalah menggunakan sepeda sewaan yang juga tersedia di stasiun Compiegne. Jam 9 tepat bisnya sudah berangkat. Hari itu penumpang di dalam bis hanya 3 orang. Padahal bisnya besar banget. Tarifnya 2 euro per trip. Bis yang kami tumpangi kemudian membelah hutan Compiegne ke arah tenggara. Sepanjang jalan antar 2 kota ini hanya hutan semua. Di kiri dan kanan jalan terdapat banyak rambu lalu lintas bergambar rusa. Pengemudi kendaraan harus hati-hati supaya tidak menabrak rusa yang sedang menyeberang.

welcome to Pierrefonds!

welcome to Pierrefonds!

Narsis dulu sebelum mengelilingi kastil :D

Narsis dulu sebelum mengelilingi kastil😀

Sampai di Perrefonds, suasana kota begitu hening, tenang dan damai. Kalau di Indonesia kota sekecil dan sesepi ini mah disebut desa. Hmm agak susah memang mentranslate town dari bahasa Inggris ke Indonesia. Any idea? Hari itu kami bermaksud mengunjungi sebuah kastil di kota kecil ini. Berbeda dengan Imperial Palace di kota Compiegne, kastil di Pierrefonds usianya jauh lebih tua dan dibangun pada abad pertengahan. Kastil eropa jaman dulu seperti yang pernah saya lihat di dongeng-dongeng barat. Rasanya saya pengen berkhayal dibawa pangeran tampan berkeliling kastil😀. Pangerannya ya suami saya sendiri aja, siapa lagi?😀 . Kami berjalan-jalan mengelilingi kastil yang sangat luas ini. Kastil ini awalnya dibangun pada tahun 1393 oleh Louis I de Valois, Duke of Orleans saat terjadi perang ratusan tahun di daratan Eropa. Kastil yang memang didesain seperti benteng perang ini mempunyai sejarah yang panjang hingga akhirnya dibeli oleh Napoleon I pada tahun 1810. Setelah revolusi Perancis, Napoleon III merenovasi kastil ini secara besar-besaran. Kami berjalan sampai ke booth tiket yang terletak di samping kastil. Saya sangat excited untuk bisa masuk ke dalam. Ternyata oh ternyata kami berdua baru sadar kalau hari itu adalah hari senin :((. Hampir semua kastil dan museum tutup di hari senin di seluruh Perancis, termasuk kastil ini. Oh no! Ya sudahlah kami menikmati bangunan ini dari luar saja. Pantes saja bis hari itu sepi  banget dan kota juga terlihat sepi dari wisatawan. Menurut wikipedia kastil ini pernah beberapa kali menjadi lokasi syuting film. Salah satunya adalah The Man in The Iron Mask yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio. Wiih mas Leo, kita pernah beberapa kali berada di tempat yang sama❤.

Kastil Pierrefonds yang seperti di fairy tale ala film-film Disney :)

Kastil Pierrefonds yang seperti di fairy tale ala film-film Disney🙂

Untuk menghabiskan waktu sampai sore menunggu jadwal bis kembali ke Compiegne, kami berjalan-jalan di sekitar kastil dan kota. Di bagian bawah kastil terdapat beberapa alat perang kuno trebuchet atau pelontar yang pernah saya lihat di game Age of Empire. Melihat ini dengan latar belakang kastil besar, rasanya beneran seperti kembali ke jaman pertengahan dan membuat saya pengen main Age of Empire lagi *eh. Dari halaman kastil, view kota kecil Pierrefonds tampak sangat indah menyejukkan mata. Gereja, sekolah dan rumah-rumah banyak yang masih mempertahankan arsitektur kunonya. Di tengah kota terdapat danau yang lumayan luas. Kami kemudian berjalan berkeliling danau ini. Di sudut-sudut danau terdapat stable untuk kuda dan peternakan sapi, pertama kalinya saya melihat ini di Eropa🙂 . Kami juga melewati mata air dan pemandian kuno yang dulunya dipakai masyarakat ketika mereka belum mempunyai tempat mandi sendiri. Di pinggir danau juga terdapat stasiun kereta api kuno yang dulu pernah menjadi stasiun yang aktif untuk transportasi masyarakat. Entah mengapa sekarang tak berfungsi lagi, apa karena sudah jarang sekali yang memakai kereta ya? Kalau ada kereta wisata kuno antar kota di sini sepertinya menarik juga untuk wisata. Dari jalan-jalan keliling kota ini, kami jadi tahu kalau kota Piereefonds ternyata merupakan salah satu kota dengan banyak rumah dan panti untuk para lanjut usia. Suasana yang begitu tenang dan sejuk memang sangat cocok untuk mereka. Kami kemudian hanya duduk-duduk di rerumputan pinggir danau sambil merepih alam, menikmati suasana hening yang jarang sekali kami rasakan di kota Paris.

Alat pelontar ala jaman pertengahan

Alat pelontar ala jaman pertengahan

Pemandangan kota dari atas

Pemandangan kota dari atas

Stable kuda yang luas

Stable kuda yang luas

Mata air dan pemandian kuno di Pierrefonds

Mata air dan pemandian kuno di Pierrefonds

Stasiun kereta api tua di Pierrefonds

Stasiun kereta api tua di Pierrefonds

Pusat kota kecil ini terdiri dari bangunan kantor administrasi kota,kantor pos, satu bakery, satu supermarket kecil, satu pom bensin mini, beberapa toko kecil dan sedikit restaurant. Kebayang ga kalau tinggal di sini? Jumlah penduduknya paling hanya 3000 orang. Jadi kalau ke mana-mana pasti lu lagi lu lagi😀. Ada sekitar 3 hotel di kota ini yang memang diperuntukkan untuk travelers. Awalnya sih kami ingin menginap di sini daripada di Compiegne. Tapi karena hotelnya mahal dan waktu itu belum ada airbnb di sana, lebih baik menginap di Compiegne. Bis kembali ke Compiegne kemudian datang jam 4 tepat di depan kantor administrasi kota, hanya kami berdua yang menaikinya. Tadi kami sempat ragu, kalau kami ketinggalan bis terpaksa hitchike deh untuk mengejar kereta kembali ke Paris. Pengalaman berkunjung ke kota kecil seperti ini ternyata bisa merefreshkan body and soul kami dari hiruk pikuk kota😀. Pastinya masih banyak kota-kota kecil lain yang menarik untuk melarikan diri dari Paris. Can’t wait to experience that!

Pusat kota Pierrefonds

Pusat kota Pierrefonds

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s