Paris foody experience di restoran Buillon Chartier

Makanan apa yang paling pengen anda makan saat berada di Perancis? Ratatouille? foie gras? confit de canard? crepes? atau escargot? Saya sih kalau bisa pengen nyobain semuanya🙂 . Tapi yang paling saya pengeni dari banyak kepengenan saya adalah escargot. Saya sangat menyukai makanan jenis kerang-kerangan dan keong-keongan dari sate keong sampai kupang. Rasanya kenyal-kenyal gimana😀 . Bekicot ala Perancis ini tentu saja patut saya coba. Siang hari itu kebetulan saya dan suami saya diundang makan oleh seorang teman di sebuah restoran yang terkenal di kota Paris. Namanya Buillon Chartier. Saking terkenalnya, di saat-saat tertentu pengunjung harus antri untuk bisa makan di sana. Ngantri ga cuma di depan restoran saja, tapi sampai ke jalan. Wih seenak apa sih restoran ini?  Karena kami takut tidak kebagian tempat atau harus mengantri lama, kami sudah berada di sana sebelum makan siang. Kami langsung mendapatkan tempat duduk untuk 4 orang saat itu juga.

Restoran Chartier yang berada di Rue du Faubourgh Montmartre no 7, Paris

Restoran Chartier yang berada di Rue du Faubourgh Montmartre no 7, Paris

Senangnya begitu tiba tidak harus mengantri dulu

Senangnya begitu tiba tidak harus mengantri dulu

Buillon Chartier termasuk restoran tertua yang ada di kota Paris. Didirikan pada tahun 1896 oleh kakak beradik Camille dan Frederic Chartier. Bangunan tempat restoran ini adalah bekas stasiun kereta api kuno yang merupakan salah satu cagar budaya di kota Paris. Well makan di restoran yang bangunannya cagar budaya? Sepertinya akan menjadi pengalaman yang unik untuk saya. Begitu masuk ke restoran ini, tampak sudah banyak pengunjung di dalamnya. Arsitektur dan desain ruangan di dalam restoran ini tampak antik dengan langit-langit dan jendela yang benar-benar masih seperti bentuk stasiun kereta api kuno. Lampu-lampu hiasnya menjuntai dengan cantik dari langit-langit. Restoran yang terdiri dari 2 lantai ini menurut saya sangat luas dan meja serta kursi makannya banyak. Walaupun banyak tetap saja selalu penuh. Para pelayan restoran ini mengenakan busana khusus seperti pelayan-pelayan jaman dahulu dengan celemek yang panjang dan dasi kupu-kupu. Pada jaman dahulu ketika restoran ini baru dibuka, awalnya menu yang ada di restoran ini diperuntukkan untuk para pekerja menengah ke bawah. Saat ini sebenarnya restoran ini standar harganya masih lebih terjangkau daripada retoran-restoran lain yang ada di kota Paris. Mungkin karena dikategorikan sebagai “brasserie” bukan “restaurant” kelas michelin yang benar-benar fine dining. Oleh karena itu tidak perlu berpakaian terlalu formal ketika makan di sini. Kalau di Indonesia restoran ini seperti restoran ayam suharti di Jogja atau restoran kusuma sari di Solo, yang lokal dan kasual tetapi rasanya sangat otentik khas tradisional. Jadi kalau ingin mencoba kuliner tradisional Perancis dengan resep yang sudah turun-temurun bertahun-tahun, silahkan mencoba di restoran ini.

Suasana di dalam restoran Chartier

Suasana di dalam restoran Chartier

Jika pengunjung restoran ini hanya sendirian, berdua atau bertiga maka ia akan ditempatkan satu meja dengan pengunjung lain, karena meja paling kecil yang tersedia minimal adalah untuk 4 orang. Menu restoran ini tertulis di selembar kertas besar. Meskipun kasual, di restoran ini juga terdapat urutan menu seperti di fine dining ala Perancis. Ada aperitif, minuman beralkohol, appetizer, main course dan juga dessert. Minuman beralkohol yang tersedia di sini adalah minuman tradisional Perancis seperti wine dan champagne. Saya kemudian memesan escargot sebagai appetizer, pulet fermier roti frites sebagai main course dan dame blanche meringuee sebagai dessert. Dan juga segelas air putih untuk minuman. Air putih di restoran ini tidak dipungut biaya🙂. Pesanan kami datang satu per satu mulai dari appetizer. Saya sangat excited untuk mencicipi escargot pertama kali. Escargot yang disajikan di restoran ini menggunakan saus pesto yang segar. Menu ini disajikan dengan piring dan alat khusus untuk mengambil daging di dalamnya. Saya kemudian diajari bagaimana cara makan escargot di sana oleh suami saya tercinta🙂. Escargotnya enak pemirsa! Setelah appetizer habis dimakan, main course kami langsung disajikan. Saya langsung shock! karena ternyata menu ayam panggang dan kentang yang saya pesan porsinya gedhe banget! Karena sayang jika tidak dihabiskan maka ya saya bungkus saja diam-diam untuk dibawa pulang😛. Ayam panggang khas Perancis ini juga lezat karena dimasak dengan butter tradisional. Dessert yang saya pesan juga enak, creamy tetapi tidak terlalu manis.

Escargot ala Buillon Chartier, looks yummy?

Escargot ala Buillon Chartier, looks yummy?

Cara memakan escargot

Cara memakan escargot

Main course saya yang porsinya super besar

Main course saya yang porsinya super besar

dame blanche meringuée

dame blanche meringuée

Setelah selesai makan, karena restoran ini bukan benar-benar fine dining, pengunjung tidak bisa nongkrong lama-lama di sini. Kecuali kalau pesan makanan terus sih🙂. Saya merasa sangat senang dan puas bisa makan di tempat ini dengan cita rasa tradisional khas Perancis. Meskipun lidah saya belum terbiasa membedakan antara makanan khas Perancis dan khas Eropa yang lain. Kapan-kapan kalau punya uang boleh deh makan di sini lagi😀, saya masih penasaran dengan confit de canardnya. Buat pecinta kuliner ala Perancis yang sedang berada di Paris, restoran ini patut dicoba, apalagi pas lagi lapar-laparnya karena porsinya besar🙂.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s