Random walk in Paris : Suatu pagi di pasar Bastille

Mendung dan hujan rintik-rintik menggantung di kota Paris pagi itu. Tapi tak menyurutkan orang-orang untuk berjalan-jalan di luar rumah. Seperti yang saya dan suami saya lakukan juga. Jalan-jalan ke luar rumah menuju pasar Bastille. Meskipun sudah tinggal hampir dua bulan di Paris, baru kali ini saya diajak jalan-jalan ke pasar tradisional. Karena niatnya memang jalan-jalan, kami benar-benar berjalan kaki sejauh 2 km dari tempat tinggal kami. Pasar tradisional Bastille atau dalam bahasa Perancis disebut marche Bastille ini terletak di seberang Place de la Bastille di jalan Boulevard Richard Lenoir. Untuk menuju ke kawasan Bastille ini juga tersedia jalur metro di line 1, lalu berhenti di stasiun Bastille. Nama Bastille sendiri tak asing di telinga saya karena waktu SMA saya pernah mendapatkan pelajaran sejarah dunia, salah satunya tentang revolusi Perancis. Di kawasan Bastille ini pada tahun 1700-an, terdapat sebuah penjara terbesar di Perancis. Penjara tersebut runtuh saat terjadinya revolusi. Pada tahun 1792 dibangunglah sebuah tugu peringatan yang bisa kita lihat sampai saat ini.

Place de la Bastille

Place de la Bastille

tenda-tenda dipasang memanjang di pasar Bastille

tenda-tenda dipasang memanjang di pasar Bastille

Pasar tradisional Bastille ini entah sejak kapan digelar, konon kata teman suami saya sih sudah ratusan tahun. Pasar ini merupakan pasar dengan tenda-tenda tidak permanen yang didirikan setiap hari kamis dan minggu saja. Jadi pada hari-hari lain tempat ini merupakan lapangan dan taman kosong untuk berolahraga atau sekedar jalan-jalan. Pasar ini buka di pagi hari sekitar jam 9 pagi. Meskipun bukan pasar terbesar dan utama di kota Paris, pasar ini tetap banyak pengunjungnya. Apa saja yang dijual di pasar ini ? Bermacam-macam, ada sayur mayur, buah-buahan, daging, ayam, ikan, sea food, telur, aneka keju, makanan jadi, bunga-bunga segar, pakaian dan aneka macam kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kata suami saya sih harga sayuran, buah dan daging di pasar ini jauh lebih murah daripada di supermarket. Kalau ingin lebih murah lagi, berbelanjalah sekitar jam 1 siang ketika pasar ini akan tutup. Menjelang tutup biasanya para pedangang ingin barang daganganya habis. Buah yang harga normalnya 3 euro bisa menjadi 1 euro saja per kilo menjelang pasar tutup.

cesnut!

walnut!

Aneka macam kebutuhan mandi juga dijual di sini

Aneka macam kebutuhan mandi juga dijual di sini

Salah satu stand sayur mayur

Salah satu stand sayur mayur

Para pedagang pasar ini kebanyakan merupakan petani-petani dan peternak lokal dari luar Paris. Mereka biasanya berjualan setiap hari tetapi berpindah-pindah tempat dengan mobil-mobil mini van. Tergantung tempat mana yang lagi pasaran🙂 . Wih kayak di jawa saja pakai pasaran. Hanya saja pasaran di Perancis tetap menggunakan hari, kan ga ada weton😀. Para pengunjung pasar ini sebagian besar membawa trolleynya masing-masing. Trolleynya lucu-lucu, sampai ada yang motifnya bunga-bunga seperti keluaran Cath Kidston. Kami juga membawa trolley sendiri dari rumah, supaya menghemat pemakaian kantong plastik. Semua sayur dan buah yang kami beli langsung masuk ke trolley, kecuali yang basah-basah seperti olive oil yang diasamkan dan daging-dagingan.

Stand aneka pakaian

Stand aneka pakaian

aneka biji-bijian dan buah-buahan yang diasamkan

aneka biji-bijian dan buah-buahan yang diasamkan

Melihat pasar tradisional di benua lain merupakan pengalaman yang tak terlupakan untuk saya🙂 . Bagaimana tidak, meskipun ada beberapa sayuran dan buah yang sama-sama ada di pasar di Indonesia, banyak sekali perbedaanya. Yang namanya daun pre atau loncang saja di pasar ini bentuknya gedhe-gedhe banget, dan aromanya sedikit berbeda. Hmm sebutanya dalam bahasa Inggris apa yah? Meskipun gedhe-gedhe, terkadang saya juga tetap mencampurkan ini di dalam semangkuk mie instant saya🙂. Sayuran kol yang di Indonesia biasanya hanya ada satu macam, di pasar ini ada 3 macam. Yang melegakan sebagai orang Asia adalah di pasar ini juga banyak dijual cabe-cabean yang pedas-pedas. Ga khawatir lagi kalau mau nyambel😀. Aneka macam ikan dan sea food di pasar ini membuat saya penasaran, karena banyak yang baru saya lihat saat itu. Stand keju merupakan stand tersendiri yang wajib dan selalu ada di setiap pasar di Perancis. Keju tidak mungkin bisa dipisahkan dari menu makanan mereka sehari-hari. Seperti suami saya, bisa sakaw kalau sehari saja tidak ngemil keju😛. Sebagai istri dari warga benua eropa tentu saja saya harus banyak belajar supaya saya ga kena vegetable shock, fruit shock dan food shock🙂. Saya harus belajar lebih banyak lagi tentang aneka sayur-mayur, buah dan bahan makanan lain yang biasa dikonsumsi di benua Eropa. Dan tentu saja masih banyak pasar-pasar di Paris yang harus saya jelajahi. Semangat!

Sejenis jeruk :)

Sejenis jeruk🙂

Loncang raksasa :P

Loncang raksasa😛

Hayo yang ini apa?

Hayo yang ini apa?

asparagus nan segar

asparagus nan segar

aneka macam sea food, bisa dimasak apa aja ini?

aneka macam sea food, bisa dimasak apa aja ini?

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s