Into the art di Musée National d’Art Moderne

Hari minggu pertama setiap bulan di Perancis merupakan hari keramat untuk saya. Pasalnya sebagian besar museum dan monumen digratiskan untuk masuk. What a chance!😀  Bulan kemarin saya sudah memanfaatkannya untuk menjelajah Louvre, meskipun belum puas. Berhubung hari itu saya sedang agak tidak enak badan *curhat , saya berniat jalan-jalan ke museum yang tak jauh dari tempat tinggal kami di Paris. Suami saya lalu mengajak saya berkunjung ke Centre Pompidou yang berada di dekat Les Halles. Nama tempat ini diambil dari nama mantan presiden Perancis yang juga penggagas tempat ini, Georges Pompidou. Di dalam bangunan centre Pompidou yang unik dan futuristik ini terdapat perpustakaan, toko buku, ruang workshop, ruang-ruang pameran seni dan sebuah museum yang dikenal sebagai Musée National d’Art Moderne. Dalam bahasa Indonesia artinya museum seni moderen nasional. Wah kok tiba-tiba into the art? Selama saya tinggal di kota Jogja yang berkesenian, terkadang saya suka menyambangi berbagai macam pameran seni. Dari artjog sampai bienalle. Walaupun saya ga ngerti seni, tapi kalau pas saya menemukan karya seni yang bisa saya mengerti dan pahami serta bikin happy rasanya seperti menemukan jarum dalam tumpukan jerami😀. Hari itu saya merasa kangen nonton karya seni dan siapa tau saya akan melihat dan menemukan sesuatu yang bisa saya pahami di museum ini. Katanya seni adalah bahasa universal, jadi saya penasaran juga dengan karya-karya mereka yang berbeda budaya dengan saya.

Lets go inside centre Pompidou

Lets go inside centre Pompidou

Centre Pompidou hari minggu itu ramai pengunjung. Bahkan banyak orang tua yang membawa anak-anaknya ke sana. Wah kecil-kecil sudah diajak melihat karya seni🙂 . Museum ini terletak di lantai 4 dan 5 gedung ini. Untuk menuju ke sana saya dan suami saya melewati eskalator-eskalator yang tampak futuristik karena eskalatornya terletak di luar gedung berbalut tabung kaca tembus pandang. Dari lorong-lorong tabung ini ternyata pemandangan kota Paris terlihat sangat indah. Kami bisa melihat menara Eiffel sekaligus puncak Montmartre.  Kata suami saya di puncak centre Pompidou ini terdapat sebuah cafe dan restoran mewah dengan pemandangan kota Paris yang luas dan menyeluruh. Pengen sih ke sana, ah tapi mahal🙂.

Menara Eiffel dilihat dari centre Pompidou

Menara Eiffel dilihat dari centre Pompidou

Panorama Montmartre dari centre Pompidou

Panorama Montmartre dari centre Pompidou

Lorong tabung kaca di centre Pompidou yang futuristik

Lorong tabung kaca di centre Pompidou yang futuristik

Menurut website resmi dari centre Pompidou, ada lebih dari 100.000 koleksi seni yang pernah dipajang di sini sejak museum ini pindah ke gedung ini pada tahun 1977. Awalnya museum ini didirikan pada tahun 1937 di bawah Musée du Luxembourg. Museum ini adalah museum dengan karya-karya kontemporer terbanyak ke dua di dunia setelah museum seni kontemporer yang ada di New York. Karya seni modern dan kontemporer yang ada di museum ini berwujud lukisan, patung, gambar, foto, film, new media, desain dan karya arsitektur. Tak hanya seniman-seniman Eropa saja yang karyanya disajikan di sini, seniman-seniman dari benua lain juga diundang untuk memperlihatkan karyanya. Dari seluruh dunia lah🙂. Lantai 4 museum ini berisi karya-karya seni kontemporer dari tahun 1960 dan di lantai 5 isinya karya-karya seni moderen dari tahun 1905. Seniman-seniman terkenal yang karyanya pernah dipajang di sini adalah Pablo Picasso, Henry Matisse, Andy Warhol, Richard Hamilton, dan lain-lain. Saya cuma pernah mendengar nama Pablo Picasso dan Andy Warhol saja😀.

Tanda buka dari berbagai bahasa

Tanda buka dari berbagai bahasa

Ruangan lukisan kontemporer

Ruangan lukisan kontemporer

Kami kemudian memasuki ruangan demi ruangan di sana. Space yang luas dengan gelaran karya seni yang banyak membuat para pecinta seni betah berlama-lama di sini. Rasanya seperti ada di dalam labirin seni. Tampak tak berbeda jauh dengan pameran-pameran besar yang pernah saya kunjungi di Jogja🙂. Wih Jogja hebat dunk ya? Selain karya-karya seni statis, terdapat pula seni-seni interaktif, sehingga pengunjung museum ini bisa turut serta berkesenian. Seperti karya seni berbentuk sebuah ruangan bercat hijau dengan kapur dimana-mana yang boleh dicoret di mana saja. Anak-anak kecil tampak enjoy mencoret-coret di sini. Well seperti biasa, meskipun saya lebih sering tidak mengerti makna karya-karya seni ini, saya mencoba bisa menikmati apa yang ada😛. Mungkin karena ada banyak warna di ruangan ini, setidaknya membuat mata saya segar🙂.  Btw anyway busway sejujurnya sih saya lebih suka karya seni yang memang maknanya jelas atau representasinya jelas. Seperti karya-karya seni jaman dahulu yang lebih mengandalkan skill seniman itu sendiri. Modern art buat saya susah dimengerti. Kadang malah saya ga ngerti kenapa yang dipajang itu disebut seni. Well apalah saya cuma orang yang tak mengerti seni.

Karya-karya yang menarik buat saya pribadi di museum ini sih ada beberapa. Yang pertama adalah sebuah kursi remake yang terbuat dari senapan angin. Rasanya seperti lego terbuat dari besi-besi yang disusun kembali meskipun tetap terkesan horror. Yang ke dua adalah jejeran bola dunia yang di berbagai sisinya dipenuhi lakban coklat tak beraturan disertai dengan foto-foto perang di bawahnya. Mungkin bisa diartikan bahwa perang hanya membuat bumi rusak beserta manusia-manusia penghuninya. Mungkin senimannya ingin memberikan pesan perdamaian bagi mereka yang menlintas di depan karyanya. Yang lainnya well saya malah ga ngerti😦 . Saya lebih bisa menikmati karya-karya patung michelangelo yang dipajang di Louvre.

Pengunjung boleh ikut corat-coret di ruangan ini

Pengunjung boleh ikut corat-coret di ruangan ini

Kursi yang terbuat dari senapan angin

Kursi yang terbuat dari senapan angin

Make love not war?

Make love not war, or the earth will destroy

Lingkaran dari besar ke kecil

Lingkaran dari besar ke kecil

Salib dalam balutan lakban merah dan putih

Salib dalam balutan lakban merah dan putih

Paris tak hanya kota fashion, Paris juga kota seni klasik dan kontemporer. Museum ini hanyalah salah satu dari berpuluh museum tentang seni yang ada di kota ini. Dan tetap saja meskipun saya sering tidak mengerti, saya tetap ingin berkunjung ke museum-museum seni yang lain. Itung-itung menambah wawasan atau mungkin menambah inspirasi untuk proses kreatif personal saya😀.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s