Jalan-jalan ke Sluis , sebuah kota wisata di Belanda selatan

P1070407

Sebuah desa di pinggir kota Sluis

Kota kecil Sluis, tujuan utama saya dan suami saya bersepeda melintasi batas negara antara Belgia dan Belanda. Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya jaraknya cuma 30 km bolak-balik dari kota Maldegem di Belgia, rumah suami saya. Waktu kecil suami saya sering sekali dibawa ke kota ini oleh ayahnya untuk membeli mainan lego. Buset beli mainan aja lintas negara ? Katanya sih lebih murah dan lengkap di sana. Suami saya kemudian ingin mengajak saya nostalgia di kota ini sambil jalan-jalan dan mencari makan siang. Kami sampai di kota ini jam 11 siang. Kami langsung memarkir sepeda di pinggiran kota. Ada banyak tempat parkir sepeda yang disediakan di sini. Awalnya saya pikir kota ini hanyalah sebuah kota kecil biasa yang sepi. Saya bahkan tidak pernah mendengar namanya sama sekali sebelumnya. Ternyata kota ini merupakan salah satu kota wisata di Belanda selatan. Kebanyakan turisnya berasal dari Inggris, karena ada kapal ferry langsung yang menyeberang dari daratan Britania Raya itu. Turis-turis Inggris ini biasanya selain mengunjungi Sluis juga mengunjungi kota Bruges di Belgia. Selain itu banyak pula turis lokal Belanda dan Belgia yang jalan-jalan di Sluis.

P1070364

Parkir sepeda dulu

Kota yang berdiri sejak tahun 1290 ini terkenal dengan sebuah peristiwa yang dinamakan battle of Sluys. Sebuah peristiwa perang armada laut antara Inggris dan Perancis yang mengawali perang ratusan tahun di daratan Eropa pada tahun 1340. Konon katanya banyak sekali korban perang yang meninggal di daerah ini. Perang tersebut dimenangkan oleh Inggris meskipun armadanya lebih sedikit. Suami saya bilang pada jaman dahulu kala kota ini permukaanya di bawah air laut sehingga terkadang dengan mudah bisa ditemukan fossil-fossil renik laut di sekitar kota. Nah kalau soal kota-kota di  Belanda yang berada di bawah permukaan laut saya sih sering dengar. Tapi ga nyangka juga ternyata pas di sini rasanya ga kayak di bawah permukaan laut *eh. Mungkin saya harus melihat damnya dahulu baru percaya saya sedang di bawah permukaan laut🙂.

P1070369

Layar informasi interaktif di kota Sluis

Kami di kota ini hanya berencana untuk random walk saja, melihat dan merasakan suasana. Sebelum jalan-jalan kami melihat layar informasi yang di pasang di gerbang kota. Layar informasinya touch screen dan interaktif. Wah canggih juga ya kota kecil punya layar informasi seperti ini. Menurut informasi dari situ di kota ini ada 2 museum yaitu Belfort Sluis dan Oudheidkundige Verzameling Sluis-Aardenburg. Sayang kami tidak sempat untuk masuk ke sana.  Sepanjang downtown ada banyak toko oleh-oleh yang menjual keju khas Belanda, coklat, aneka renda dan aneka pernak-pernik khas Belanda. Pernak-pernik sepatu kayunya lucu-lucu dari yang sangat mini sampai yang besar-besar. Kata suami saya keju Belanda terkenal paling enak dibandingkan dengan keju Belgia. Makanya banyak orang Belgia datang ke Belanda cuma untuk membeli keju. Di sudut kota ini juga terdapat sebuah kanal lebar tempat untuk bermain kanoe dan perahu.

P1070397

Downtown Sluis, Belfort museum

P1070399

Salah satu sudut kota Sluis

P1070404

Mengintip salah satu toko keju di Sluis

P1070385

Aneka pernak-pernik sepatu kayu ala Belanda

P1070406

Satu-satunya windmill kuno di Sluis

Menurut layar informasi juga,ada banyak restoran di kota ini dan salah duanya adalah restoran berkelas michelin yaitu La Trinite dan Dell’arte. Tentu saja kami sangat menghindari restoran michelin karena tak ramah untuk kantong😀. Kami lalu memilih tempat makan siang di restoran Gasten de Molen. Satu-satunya tempat yang mempunyai windmill kuno di kota Sluis. Eh! akhirnya itulah windmill pertama yang saya lihat di Belanda🙂. Kami memesan satu paket makanan seharga 25 euro per orang, yang terdiri dari appetizer berupa kroket khas Belanda, steak sapi sebagai main coursenya, dua gelas wine lokal dan es krim sundae sebagai dessertnya. Akhirnya kesampaian juga keinginan saya makan kroket beneran di Belanda. Rasanya benar-benar enak karena olahan kentangnya sangat lembut  diberi taburan udang-udang kecil.

P1070376

Kroket! yummy

P1070378

Main course di Gasten de Molen, Sluis

Setelah jalan-jalan di downtown Sluis, kami mengambil sepeda dan memutuskan untuk mengitari Sluis dengan sepeda. Ada sebuah jalur khusus sepeda yang  terkenal bagi para biker. Jalur ini berada di lingkar luar kota, mengitari benteng atau dam kuno yang melindungi kota ini dari banjir dan air laut. Di ujung jalur sepeda ini terdapat sebuah bangunan kuno bernama westpoort of brugespoort. Bangunan ini dahulu fungsinya sebagai pintu dam untuk mengontrol keluar masuknya air. Tak heran memang kalau teknologi bendungan dan dam ala Belanda itu sudah sangat canggih. Di abad pertengahan saja mereka sudah punya pintu air yang seperti ini. Di sekitar pintu dam kuno ini banyak sekali bekas-bekas kulit kerang berserakan yang merupakan renik-renik laut ketika kawasan ini masih terendam air laut. Kami lalu mengayuh sepeda kami kembali mengitari dam, ada beberapa sungai kecil di sana. Uniknya jembatan-jembatan di sungai-sungai ini masih terbuat dari kayu dan bisa dibuka tutup. Setelah puas bersepeda di kota ini, sebelum hari terlalu sore kami memutuskan untuk kembali lagi ke Belgia. Mengunjungi kota kecil di Belanda seperti ini, menjadi sebuah surprise kecil tersendiri untuk saya. Ternyata kota wisata di Belanda tak hanya berpusat di kota-kota besar saja.

P1070430

Westpoort of Brugespoort

P1070428

Sungai kecil dengan jembatan kayunya

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s