Mencicipi moules-frites, makanan khas Belgia di kota Bruges

Meskipun jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 sore di kota Bruges, langit belum menunjukkan kegelapannya. Wuih kayak apa aja menunjukkan kegelapan ? Emangnye Lord Voldemort?😀 Anyway yang jelas senja di Bruges tampak indah sekali sore itu.  Saya tak merasa capek sama sekali setelah jalan-jalan berjam-jam di kota ini. Random walk di kota kanal hari itu akhirnya berakhir pada sebuah restoran di boulevard sand. Kami memilih restaurant ini secara random saja, karena hampir semua restoran di Bruges menyediakan menu khas kota ini yaitu moules-frites. Awalnya saya, suami dan bapak mertua saya ingin makan di restoran bernama Poules Moules. Sebuah restoran yang katanya punya moules-frites paling enak se-kota Bruges. Tapi karena restoran ini sedang full oleh pengunjung dan reservasi maka kami tidak jadi makan di sana.

P1070514

Jejeran restoran di boulevard sand, Bruges

Hmm makanan seperti apakah moules-frites ini? Bahan dasarnya adalah kerang biru yang sering disebut sebagai mussel. Kerang ini dikukus dan dibumbui sesuai selera dan disajikan dengan kentang goreng. Eh, makan kerang kukus dengan kentang goreng? Kok kayaknya aneh deh. Kentang goreng memang sudah seperti nasi buat masyarakat Belgia, selalu mendampingi aneka main course. Mussel sendiri mudah didapatkan di daerah pesisir pantai di Belgia. Kata suami saya sih mussel itu jaman dulunya merupakan makanan untuk orang miskin. Ketika mereka tidak bisa membeli daging atau ikan, mereka tinggal mengais mussel ini di pesisir dengan tangan.  Namun lama kelamaan karena mussel ini bisa dimasak dengan aneka rasa, beberapa restoran di Bruges kemudian mencantumkan menu ini dan menjadi populer. Tak hanya di negara asalnya, makanan ini juga populer di Perancis dan eropa utara. Kata suami saya juga, di pesisir pantai Belgia barat, saat ini banyak nelayan yang mencari mussel dengan jaring khusus.
P1070675

Satu porsi moules-frites dengan kentang goreng

Menu moules-frites biasanya dimasak dan disajikan dengan beberapa rasa. Ada marinated moules yang bumbu utamanya adalah wine putih dan bawang bombay, moules natural yang hanya dikukus dengan butter dan seledri, creamy moules yang disajikan dengan sour cream , lemon mustard moules, moules with garlic dan masih banyak lagi. Waktu saya melihat menunya saja saya sampai bingung. Kisaran harga satu porsi moules-frites di Bruges adalah 20 euro -25 euro. Mahal sih memang, tapi ternyata satu porsi isinya banyak sekali. Kalau di Indonesia satu porsi sudah bisa dimakan untuk 4 orang dengan nasi putih😀. Perkiraan saya mussel yang dimasak sampai 1 kg per porsi. Saya memilih menu marinated moules. Ketika disajikan masakan ini ditempatkan di sebuah panci alumunium. Menurut saya bentuk kerang mussel ini seperti kerang hijau tetapi dagingnya lebih tebal. Rasanya enak tetapi tidak berbumbu tajam dan kurang asin. Hehe nasib orang Asia, rasanya pengen nambahin garam dan merica lagi🙂. Dan sambel!😀 Saya agak berpayah ria untuk menghabiskan satu pancinya berlomba dengan bapak mertua saya🙂 . Tapi lama-kelamaan habis juga😀.

P1070672-001

Take a look closer, tampaknya saya bisa deh masak ini sendiri :) 

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s