Gravensteen, my first medieval castle experience

P1070706

kastil Gravensteen di kota Ghent

Once upon a time ada seorang prince charming yang suka mengajak jalan-jalan istrinya. Mereka berkelana keliling dunia ke berbagai benua. Pada suatu hari sampailah mereka ke sebuah kota bernama Ghent di Belgia. Si pangeran kemudian membawa isitrinya masuk ke dalam sebuah kastil bernama kastil Gravensteen. Kastil dari jaman medieval yang berada di tengah-tengah kota Ghent. Meskipun ia seorang pangeran , tetap saja ia harus membayar tiket per orang bersama dengan istrinya. Ehh? Wah diragukan nih kepangeranannya! Dan sepertinya saya juga meragukan diri sendiri kalau harus bercerita layaknya dongeng fairy tale😀. Anyway, we are in castle Gravensteen! Kastil pertama bergaya Eropa dari jaman pertengahan yang saya masuki. Finally! Kami merogoh kocek 10 euro per tiket per orang untuk bisa menjelajah di dalamnya. Lumayan mahal juga untuk kantong Indonesia. Eh kantong Indonesia yang mana dulu dink. Kastil ini merupakan salah satu atraksi utama yang ada di kota ini. Saya dan pangeran saya, eh suami saya kemudian menjelajahi hampir setiap sudut kastil yang bangunannya dikelilingi oleh kanal ini. Waktu baru masuk pintu gerbangnya saja saya sudah ngerasa excited, rasanya saya seperti terserap ke dalam scene game of thrones.

P1070711

Sebuah ruangan di dalam kastil yang kini disulap menjadi ruangan meeting

Kastil batu ini dibangun oleh Fillips of Alsasse, seorang Count of Flanders pada tahun 1157. Pada abad ke 19 , bangunan ini sempat masuk ke dalam daftar yang akan dihancurkan oleh pemerintah setempat. Ouh! untung saja ga jadi. Malah pada tahun 1885, pemerintah kota Ghent mulai merenovasi sesuai dengan bangunan aslinya. Pemerintah kota kemudian mengisi kastil ini dengan museum yang berisi tentang barang dan benda dari abad pertengahan. Suami saya bilang beberapa tahun yang lalu ada demo yang dilakukan oleh para mahasiswa, mereka kemudian menduduki kastil ini seperti layaknya menduduki benteng pertahanan. Demo yang kemudian menghebohkan Belgia. Entah mengapa demonya menduduki kastil, kok ga menduduki parlemen aja sih? Anyway meskipun pengunjung sudah disediakan jalur dan petunjuk arah untuk mengelilingi kastil ini, kami bisa saja nyasar dengan gampangnya di sini. Rasanya seperti masuk labirin batu dengan banyak pintu dengan aura kekunoannya😀. Ruang pamer pertama di kastil ini berisi alat-alat perang dari abad pertengahan seperti pedang, tameng, baju zirah, helm, belati dan lain-lain. Koleksi pedangnya bermacam-macam dari yang pendek ke panjang. Pedang terpanjangnya bahkan lebih panjang dari tinggi badan saya. Wih jadi ksatrianya segedhe apa nih? Bagaimana caranya supaya mereka bisa menggunakan pedang sepanjang itu?

P1070716

Ruang pamer yang berisi baju dan alat perang

P1070721

Pedangnya lebih tinggi daripada saya

P1070725

Tangga di dalam kastil

Kami kemudian menyusuri lorong-lorong sempit dan tangga memutar sampai ke atas kastil. Dari sini pemandangan kota Ghent terlihat secara menyeluruh, meskipun tidak terlalu tinggi. Bangunan-bangunan vintage ala kota ini terlihat cantik dengan menara-menara gereja yang menjulang di antara gedung-gedung. Saya senang sekali berada di sini sekedar untuk mendapatkan view kota dari atas , sayangnya cuaca sedang tidak baik jadi kami harus segera masuk ke bangunan kastil lagi. Ruang pamer ke dua di kastil ini berisi barang-barang untuk menyiksa tahanan dari abad pertengahan. Isinya apa saja? Hiiiy serem semua deh! Dari alat untuk memotong leher yang disebut dengan guillotine, iron mask, besi panas, borgol besi dan lain-lain. Di ruangan ini juga ditunjukkan berbagai macam penyiksaan yang sering dilakukan di abad pertengahan lengkap dengan model boneka dan lukisan-lukisannya. Well, jujur saya ga suka berlama-lama di sini, mengingatkan saya akan adegan-adegan kejam di game of thrones. Yea I know the cruelty of medieval generation and before was real. Dan mungkin butuh 1000 tahun lebih untuk mengubah cara menangani tahanan dengan lebih humanis. Saya ga bisa ngebayangin kalau misalnya harus time travel ke jaman dulu, dan bertemu dengan hal-hal kejam ini. Bisa-bisa saya jantungan mendadak atau depresi. Berbahagialah kita yang hidup di jaman-jaman yang lebih tenang dan humanis. Yea meskipun di beberapa belahan bumi ini juga masih ada yang barbar sampai sekarang.

P1070734

Kota Ghent dilihat dari atas Gravensteen

P1070739

Pertama kalinya saya melihat alat pemotong leher😦

P1070746

Iron mask

Bagian lain kastil ini ternyata masih luas juga. Kami masih memasuki lorong-lorong dan menaiki tangga berputar sampai ke atas lagi. Di sebuah ruangan yang langit-langitnya mirip seperti gereja gothik, seorang bapak sengaja duduk santai sambil meladeni pengunjung untuk berfoto dengannya. Ia mengenakan baju zirah lengkap dengan helm dan pedang. Ia duduk di sebuah kursi replika di bawah lambang-lambang daerah Flanders. Saya tak mau kalah dengan pengunjung yang lain untuk berfoto dengan ksatria ini😀 . Kata suami saya biasanya setahun sekali di kastil seperti ini , diadakan acara festival medieval. Pengunjung atau peserta diwajibkan datang dengan pakaian ala abad pertengahan, seperti yang dikenakan bapak ksatria ini. Yang perempuan juga mengenakan gaun-gaun jadul atau berdandan ala ksatria perempuan. Wiih, sepertinya seru ya? Kalau ada kesempatan pengen deh ikut😀. Hmm tapi jadi apa saya yah? Kami kemudian berjalan kaki mengikuti jalur yang mengelilingi kastil ini. Dari sini kami bisa melihat jendela-jendela kastil yang berjejeran. Di ujung-ujung bangunan Gravensteen terdapat menara-menara melingkar yang berfungi sebagai tangga dan tempat pengintaian. Kami lalu sampai di sebuah pelataran yang berada di atas kastil. Di balik pelataran ini terdapat sebuah bangunan yang konon berfungsi sebagai dressing room. Di sebelahnya terdapat sebuah toilet kuno. Suami saya kemudian menunjukkan bagaimana toilet itu berfungsi *eeihh. Ternyata dari jaman medieval saja toilet orang-orang eropa memang sudah toilet duduk. Mereka pernah punya sejarah toilet jongkok ga ya?😀

P1070759

Foto dengan bapak ksatria flanders

P1070764

Jalan berputar di atas kastil

P1070770

Salah satu pelataran di atas Kastil Gravensteen

Ruangan-ruangan luas lain yang ada di kastil ini dibiarkan kosong begitu saja. Jaman dahulu fungsinya sebagai ball room, ruang makan dan ruang rapat. Suami saya kemudian mengajak saya ke sebuah ruangan di bawah tanah yang tampak dingin dan seram. Katanya sih fungsi ruangan ini dulunya sebagai gudang penyimpan bahan makanan, kayu dan dapur kotor. Penjelajahan kami di kastil Gravensteen kemudian berakhir di ruangan itu. Di kastil ini juga terdapat sebuah toko souvenir yang terletak sebelum jalan keluar. Dari magnet, kaos, gantungan kunci sampai pedang-pedangan dijual di toko ini. Kami sih ga beli apa-apa, karena emang ga pernah beli souvenir😀. Anyway, my first medieval castle experience was fun, as I expected. Can’t wait for the other castles experiences in Europe.

P1070776

Ballroom di dalam kastil

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s