Ghent, a one day random walk

P1070734

Pemandangan kota Ghent dari kastil Gravensteen

Langit Belgia hari itu tertutup awan mendung, hujan pun turun rintik-rintik menambah dinginnya udara. Meskpiun demikian saya dan suami saya tetap bersemangat untuk jalan-jalan di kota Ghent. Kalau untuk jalan-jalan sih saya selalu semangat😀. Seperti kunjungan kami di kota Bruges, kali ini kami hanya random walk muter-muter saja.  Ghent adalah kota terbesar di wilayah flanders timur, Belgia. Kota ini terkenal sebagai kota pelajar yang siswanya tak hanya dari Belgia saja tetapi dari seluruh penjuru dunia. Termasuk dari Indonesia juga. Kota yang katanya sudah dihuni manusia sejak jaman batu ini memiliki jejeran koleksi bangunan medieval dengan gaya vintage yang menawan. Gaya vintage ala Belgia yang bangunan atapnya terlihat mengerucut dari depan. Kota yang juga terkenal karena kunjungan wisatanya ini menawarkan berbagai macam atraksi seperti museum, kastil, gereja, kanal dengan boat trip dan aneka ragam festival yang dirayakan setiap tahunnya. Tentu saja tidak cukup kalau ingin mendatangi tempat-tempat tersebut seharian penuh. Kami hanya sempat berkunjung ke kastil Gravensteen saja. Sebuah kastil dari abad pertengahan yang berdiri di tengah-tengah kota Ghent. Selain itu kota Ghent juga merupakan kota pusat kuliner di Belgia. Kota ini terkenal dengan roti bagel, coklat praline, permen cuberdon, stoverij, trappist, waterzooi dan makanan ala vegetarian. Katanya sih kota ini memiliki restoran vegetarian terbanyak di Belgia karena penduduknya banyak yang vegetarian.

P1070684

Di dalam tram di Ghent. Transportasi umum yang sangat nyaman

Untuk menuju ke kota ini dari kota-kota lain di Eropa tergolong mudah. Kereta api dan bus selalu available dari Brussel, Antwerp, Lille, Paris atau Amsterdam. Jadwal kereta apinya bisa dicek di website ini. Akomodasi di kota ini meskipun tidak banyak pilihan hostel tetapi ada banyak kamar atau bed yang bisa disewa melalu airbnb. Waktu saya iseng cek sih hanya ada kurang dari 10 hostel di Ghent. Saya juga iseng ngecek hotel di kota ini, pilihannya banyak tetapi harganya bikin mangap, mahal-mahal banget per malamnya. Untung saja saya tinggalnya di rumah mertua *eh. Transportasi umum untuk berkeliling kota ini sangat mudah. Ada 5 jalur tram dan 6 jalur bus dalam kota. Tarifnya sekali naik adalah 3,5 euro. Lebih mahal kalau dibandingkan dengan tarif kereta bawah tanah di Paris. Sebagai kota sepeda di Belgia, hampir seluruh penduduknya lebih suka naik sepeda daripada naik kendaraan lain. Kalau kata wikipedia sih kota ini mempunyai jalur sepeda terpanjang di seluruh Eropa. Sewaktu saya jalan kaki di sekitar stasiun, saya sangat takjub dengan lautan sepeda yang diparkir di sana. Buanyaak banget! Ini pertama kali saya melihat lautan sepeda seperti ini. Menyewa sepeda di Ghent tergolong mudah, traveler bisa menyewa sepeda di stasiun atau bisa dicek di sini.  Wow! jadi Ghent ini udah penduduknya banyak yang vegetarian, mereka juga hemat energi dengan menggunakan sepeda. Sounds so green and eco🙂. Suami saya sebagai orang yang dulu sering bolos kuliah dan main ke kota ini punya pendapat lain. Ia bilang sampah sepeda di kota ini juga menimbulkan masalah tersendiri. Wah ternyata ada sampah sepeda juga ya. Coba kalau bisa dikiloin mending buat saya aja sepeda bekasnya😀. Anyway pesepeda di kota ini merupakan pengendara yang paling dihormati di jalan. Salut deh!

P1070680

lautan sepeda di Ghent

Selepas dari kastil Gravensteen, di siang hari yang hujan itu kami hanya nongkrong duduk-duduk berpayung ria di pinggir kanal sambil mengamati para wisatawan naik boat dan para mahasiswa setempat bermain kanoe. Wah asyiknya bisa bermain kanoe di sungai dekat rumah. Saya jadi teringat selokan mataram yang ada di Jogja, kalau saja dari dulu sudah tertata dengan baik dengan jembatan yang lebih tinggi pasti bisa banget buat boat trip atau bermain kanoe. Suami saya lalu mengajak saya menengok dari luar sebuah komplek beguinage yang saat itu sudah tutup. Beguinage adalah bangunan bekas biara yang termasuk dalam UNESCO world heritage site. Selain di Bruges, di kota ini juga banyak bekas biara-biara dengan arsitektur yang tampak cantik tetapi humble. Tak jauh dari komplek tersebut terdapat satu jalan dengan deretan toko coklat dan permen. Suami saya membelikan saya permen cuberdon atau sering juga disebut noses karena bentuknya mirip hidung😀. Permen kuno ini terbuat dari sirup, gula dan raspberry. Rasanya sungguh sangat manis sekali. Yang jelas sangat tidak baik untuk yang punya gejala diabetes. Kami lalu jalan-jalan lagi keliling kota sambil ngemil permen ini. Selama jalan kaki di kota ini saya merasakan satu hal yang berbeda. Setiap kali kami mau menyeberang kendaraan selalu berhenti dahulu mempersilahkan kami menyeberang. Bahkan ketika kami masih ancang-ancang nyeberang pun mereka rela berhenti dahulu demi pejalan kaki. Oh how sweeet❤ . Saya terharu karena di Indonesia jarang banget diginiin. Terkadang malah ga nekat ga bisa nyebrang-nyebrang. Anyway karena ini dalam rangka random walk, saya rasa foto-foto bisa lebih berbicara daripada tulisan saya. So once again enjoy what i took from my pocket camera😀 .
P1070781

Salah satu Beguinage yang ada di kota Ghent

P1070685

Salah satu sudut kota Ghent dengan tram dan haltenya

P1070687

kanal dan deretan bangunan-bangunan vintage di kota Ghent

P1070692

Nongkrong di pinggir kanal sambil piknik merupakan hal yang biasa dilakukan oleh mahasiswa di Ghent

P1070782

Sudut lain kanal di kota Ghent

P1070784

Aneka permen ala Ghent

P1070787

Saya mencoba cuberdon, permen hidung yang sangat maniisss

P1070791

City centre di Ghent dengan parkiran sepedanya

P1070794

The other view of Ghent dengan menara belfort

P1070800

Gedung belfort dan gedung teater schowburg

P1070812

Patung pangeran Albert di sebuah taman di Ghent

P1070814

The other side of canal in Ghent

P1070821

Salah satu gedung dari abad pertengahan di kota Ghent

Tinggalkan komentar

5 Juni 2015 · 18:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s