Exploring Paris : Catacomb Paris, selamat datang di kerajaan orang mati!

“ArrêteC’est ici l’empire de la Mort”   Sebuah tulisan terukir di sebuah pintu masuk ruangan bawah tanah Catacomb, Paris. Tulisan yang berarti stop! di sini adalah kerajaan orang mati.
P1070906

Selamat datang!

Dari berbagai tempat yang ingin saya kunjungi di kota Paris, Catacomb adalah yang nomer satu. Melebihi hasrat saya untuk melihat menara Eiffel atau ke museum Louvre. I know I’m weird!  Saya tertarik untuk menyambangi tempat ini karena sebuah artikel yang pernah saya baca di majalah National Geographic pada tahun 2011. Reaksi saya setelah membaca artikel itu adalah sebuah pertanyaan, kok ada yaa ruang bawah tanah seluas itu terpendam di bawah kota besar, sebesar Paris? Sungguh super misterius!! Tak hanya itu, rasa penasaran saya bertambah lagi setelah menonton sebuah film berjudul As above so below yang juga bersetting di Catacomb Paris. Film horror ini seakan menguatkan misteri-misteri yang terpendam di bawah tanah hiruk pikuk kota seribu cahaya ini. Saya sendiri sebenarnya bukan fans film horror dan tempat-tempat horor, tetapi selama ini saya jarang banget menemukan kawasan atau labirin bawah tanah buatan manusia di Indonesia. Ruang bawah tanah buatan manusia yang pernah saya kunjungi hanya beberapa saja seperti Goa Jepang di Bukittinggi atau Masjid Sumur Gemuling di Jogja. Jadi labirin bawah tanah luas dan panjang seperti ini, menjadi destinasi baru untuk saya.
Catacomb Paris ini baru dibuka kembali untuk umum pada tahun 2009 karena insiden-insiden yang pernah terjadi di dalamnya. Konon katanya banyak orang hilang dan tersesat di dalam karena masuk secara ilegal. Awalnya saya agak takut juga, kalau saya tiba-tiba nyasar saya harus bagaimana? Katanya juga, sinyal telepon selular tak tembus di dalamnya. Mau teriak sekencang apapun, tak ada yang akan mendengar karena suara kita hanya akan terserap atau terpantul di dinding-dindingnya. Jadi sebenarnya kenapa ada ruang bawah tanah bergua-gua dan berliku-liku di bawah kota ini? Kalau menurut wikipedia sih Catacomb dulunya merupakan bekas tambang kuno yang dibangun di bawah kota Paris bagian selatan. Tempat ini kemudian berubah menjadi kuburan tempat penyimpanan tulang benulang lebih dari 6 juta jasad pada sekitar tahun 1786. Secara bertahap, tulang benulang dan tengkorak-tengkorak dipindahkan dari berbagai kuburan di kota Paris karena kuburan-kuburan tersebut mulai penuh dan sesak. Salah satu bekas kuburan tersebut ternyata letaknya cuma beberapa langkah dari apartemen kami. Hiyyy, semoga kami aman-aman saja tinggal di sini.
P1070877

Antrian panjang untuk membeli tiket dan masuk ke Catacomb, Paris

Saya dan suami , mengunjungi Catacomb bersama-sama karena meskipun sudah tinggal lama di kota ini, ia belum pernah ke sana. Kami berangkat jam 10 pagi. Sampai di sana ternyata pengunjung mengantri panjang, jadi kami juga turut mengantri selama satu setengah jam di bawah terik matahari. Kami masing-masing membeli tiket senilai 10 euro per orang. Seperti halnya di menara Eiffel, sepanjang tahun tidak ada hari gratisan untuk masuk ke Catacomb. Jadi yaa mau ga mau, saya yang pecinta gratisan ini harus membayar 😀 . Setelah mendapatkan tiket, pengunjung tak serta-merta masuk berbanyak orang. Pengunjung harus antri satu per satu untuk menuruni tangga yang lumayan sempit. Selain sempit juga dalam. Entah berapa jumlah anak tangganya, tapi benar-benar dalam. Sedalam gedung tingkat 5. Orang-orang yang punya fobia ruangan sempit ga dianjurkan untuk berpetualang di dalam Catacomb. Saya saja, begitu melangkah di tangga-tangga ini rasanya pengap dan bau tanah sangat menyengat.
P1070903

Lorong menurun di dalam Catacomb, Paris

Area wisata Catacomb yang dibuka untuk umum hanya sepanjang 2 km saja, selebihnya yang masih luas dan panjang jelas-jelas tertutup untuk umum. Catacomb dibagi menjadi beberapa bagian. Terdapat sebuah bagian yang dirombak seperti ruangan museum yang menjelaskan tentang sejarah catacombs serta sejarah geologi Paris dan sekitarnya. Jadi mengunjungi catacomb tak hanya melihat yang seram-seram saja, tapi juga menambah wawasan tentang kota Paris pada jaman dahulu kala. Bagian selanjutnya adalah lorong-lorong panjang yang bermuara pada ruangan yang berisi ukir-ukiran relief berbentuk gedung-gedung kuno. Salah satu yang terkenal adalah sculpture Port Mahon yang dibuat pada tahun 1777 sampai 1782. Selain ruangan relief, tak jauh dari situ juga terdapat sumur yang sampai saat ini airnya masih banyak dan masih bisa digunakan. Sumur yang menurut saya terkesan misterius juga, sumur di dalam tanah gitu lho! Ruangan selanjutnya dipenuhi dengan fosil-fosil renik laut yang menjelaskan bahwa berjuta-juta tahun yang lalu, Paris berada di tepi pantai tropis.
P1070893

Salah satu relief gedung di dalam Catacomb

P1070899

Sumur misterius di Catacomb

P1070904

Penemuan fosil renik laut di bawah tanah kotaParis

Setelah menyusuri labirin lain yang juga panjang dan penuh dengan tanda larangan, sampailah kami di pintu dengan tulisan yang saya sematkan di pembuka tulisan ini. Selamat datang di kerajaan orang mati! Kami melangkah masuk dengan pelan. Perasaan saya sih agak ga enak dan kulit saya merinding disko. Bagaimana tidak, isi ruangan-ruangan ini yaa tengkorak dan tulang-benulang orang mati semua. Tumpukan tengkorak dan tulang-benulang ini disusun sedemikian rupa agar terlihat rapi dan presentable. Tapi yaa tetep saja, they were alive before. Kalau mereka jadi hantu atau arwah, bagaimana perasaan mereka yaa, melihat bekas jasad mereka dipajang di sini ditonton orang hidup, seperti saya? Menurut saya sih, orang-orang Eropa seperti di Perancis ini, tak terlalu tabu dan takut dengan yang sudah mati, makanya jasad-jasad ini dipindahkan secara masal begitu saja di sini. Kalau di Jawa pasti ceritanya lain. Pasti sebagian besar orang akan takut untuk memindahkan kuburan. Untuk memindahkan satu jasad saja, orang Jawa akan melakukan ritual dulu berdasarkan agama dan adat setempat supaya tidak kualat.
P1070917

Tumpukan tulang benulang dan tengkorak

Menyambangi catacomb membuat saya dan suami saya berdiskusi sambil melihat jejeran tengkorak-tengkorak. Kami berdiskusi soal kehidupan setelah mati, hantu dan hal-hal supranatural lainnya. Suami saya walau bagaimanapun tetep ga percaya hantu. Berbeda sekali dengan saya. Sebanyak apapun pengalaman supranatural yang saya ceritakan kepadanya, ia tetap tak percaya dan malah menertawakan saya *deuh. Saya jadi penasaran dengan orang-orang yang bekerja sebagai penjaga di sini, mereka apa pernah mengalami pengalaman supranatural? Bagaimana perasaan mereka melihat tumpukan tulang dan tengkorak setiap hari? Sayang, bahasa Perancis saya masih nol besar jadi takut salah ngomong 😀 .
P1070919

Tersusun rapi

Eniwei, di antara tumpukan tulang-benulang ini terdapat tulang dan tengkorak orang-orang terkenal Perancis di masa lalu seperti Francois Rebelais, Charles Perault, Simon Vouet dan lain-lain. Saat revolusi Perancis, jasad-jasad yang mati langsung dimasukkan ke Catacomb. Beberapa jasad terkenal yang langsung dikirim ke tempat ini adalah Madame Elisabeth, Danton dan Robespiere. Kami menyusuri ruangan-ruangan penuh dengan tulang tiada henti. Tengkorak-tengkoraknya banyak yang disusun seperti tanda salib, sebagai simbol katolik yang masih kental pada masa jasad-jasad ini dipindahkan. Simbol-simbol salib terbuat dari semen juga tersebar di mana-mana. Mungkin supaya hantu-hantunya damai di alam baka sana dan tidak menghantui yang masih hidup. Para pengunjung boleh mengambil foto di dalam catacomb, tetapi tidak diperkenankan memakai flash. Pengunjung juga harus mematuhi peraturan untuk tidak keluar dari jalur wisata, karena kalau tersesat bakalan susah ketemunya.
P1070933

Salah satu ruangan misterius dengan pilar

Setelah satu setengah jam berada di dalam, rasanya sudah cukup. Kami lalu keluar kembali melihat langit biru. Di pintu keluar terdapat toko souvenir bertemakan tengkorak-tengkorak. Toko souvenir yang menarik, sayang harganya mahal-mahal, hehehe. Catacomb hanyalah satu contoh bagaimana orang Eropa memperlakukan tengkorak dan tulang-benulang. Masih banyak tempat lainnya seperti gereja tengkorak di republik Ceko dan di Milan, Italia. Ruang bawah tanah misterius ini juga tak hanya di Paris, katanya sih hampir seluruh kota kuno punya tempat seperti ini. Hanya saja tak semua dijadikan tempat wisata. Yang jelas, berkunjung ke Catacomb tidak membuat saya kapok, kalau memang ada wisata bawah tanah lainnya, saya akan mengunjunginya jika ada kesempatan.
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s