Catatan perjalanan ke Fakfak #2 : Kokas photo highlights

Distrik Kokas merupakan salah satu distrik saksi sejarah perang dunia ke dua saat pendudukan Jepang di Indonesia. Peninggalan perang di distrik ini masih bisa ditemukan di tengah perkampungan, seperti halnya di distrik babo di kabupaten teluk Bintuni. Peninggalan-peninggalan perang di sini berupa sebuah goa Jepang tempat persembunyian para tentara Jepang yang letaknya berada pas di pinggir jalan utama distrik ini. Selain itu meriam-meriam perang juga bisa dijumpai di beberapa sudut distrik ini. Distrik ini merupakan home base pasukan Jepang ketika perang pasifik selain di distrik Babo pada tahun 1944. Pada tahun itu pula kokas dibombardir oleh tentara Amerika dengan bom dan serangan udara, berdasarkan link dari pacificwrecks.com , silahkan dicek!! Wow! Yang jelas saya amazed sekali dengan rentetan peristiwa sejarah yang pernah terjadi di distrik Kokas yang sekarang suasananya sangat adem ayem ini. Tak disangka tempat ini adalah wilayah bekas perang, yang catatan sejarahnya bahkan tidak pernah sampai ke pelajaran sejarah SD atau SMP saya waktu dulu. Saya heran, kenapa tidak pernah dibahas ya? Sama seperti sejarah perang dunia ke dua yang terjadi di distrik Babo, tidak pernah dibahas di pelajaran sejarah waktu saya sekolah dulu. Yang saya ingat saya hanya disuruh menghafalkan tanggal peristiwa trikora saja😀 . Sampai catatan saya ini turun, saya belum mendapatkan referensi yang lengkap tentang sejarah perang pasifik di distrik Kokas.

Selain peninggalan sejarah PD 2, distrik ini juga mempunyai situs arkeologi tapurarang yang berada di kampung andamata. Sayang saya tidak sempat ke sana karena tim saya ditugaskan ke kampung lain yang tidak kalah serunya. Selama saya tinggal satu minggu di distrik ini, saya dan tim penelitian saya tinggal di rumah negara bersama bapak distrik setempat. Apa yang dikatakan pakdhe, pak sopir taksi kami ternyata memang benar, pak distrik kokas tidak menjaga jarak dengan masyarakatnya. Bahkan ia bisa asyik mengobrol bersama kami yang masih muda-muda ini tentang apa saja🙂 .  Saya selama satu minggu hanya berkeliling kampung ke kampung saja melakukan tugas wawancara penelitian. Disela-sela perkerjaan ini, saya selalu menyempatkan diri mengambil gambar suasana atau pemandangan di distrik Kokas. Berikut ini merupakan photo highlights saya selama di Kokas.

Meriam tokyo maruseko yang diletakkan di pertigaan pelabuhan kokas, salah satu peninggalan perang pasifik milik Jepang

Meriam tokyo maruseko yang diletakkan di pertigaan pelabuhan kokas, salah satu peninggalan perang pasifik milik Jepang

Salah satu peralatan perang yang ditinggalkan begitu saja di dekat kantor distrik kokas. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan laut dan perkampungan di distrik kokas.

Salah satu peralatan perang yang ditinggalkan begitu saja di dekat kantor distrik kokas. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan laut dan perkampungan di distrik kokas.

Bukit pakis nan cantik di tengah distrik kokas. Di dalam perut bukit inilah goa jepang dengan 4 pintu berada.

Bukit pakis nan cantik di tengah distrik kokas. Di dalam perut bukit inilah goa jepang dengan 4 pintu berada.

Tidak semua kampung di distrik kokas bisa ditempuh dengan jalan darat. Masyarakat menggunakan sampan kecil untuk menuju ke pusat distrik.

Tidak semua kampung di distrik kokas bisa ditempuh dengan jalan darat. Masyarakat menggunakan sampan kecil untuk menuju ke pusat distrik.

seorang anak nelayan menjual hasil tangkapan ayahnya berupa ikan lema. Satu ikat ikan ini hanya Rp 15.000.

seorang anak nelayan menjual hasil tangkapan ayahnya berupa ikan lema. Satu ikat ikan ini hanya Rp 15.000.

suasana sore di depan rumah negara, tempat saya tinggal sementara

suasana sore di depan rumah negara, tempat saya tinggal sementara

Distrik kokas dari atas bukit

Distrik kokas dari atas bukit

longboat dari distrik arguni dan kampung-kampung pulau sedang bersandar ke pusat distrik

longboat dari distrik arguni dan kampung-kampung pulau sedang bersandar ke pusat distrik

sore hari di jetty pasar kokas, tempat yang menyenangkan untuk memancing atau sekedar nongkrong sambil mengamati perahu-perahu lalu lalang.

sore hari di jetty pasar kokas, tempat yang menyenangkan untuk memancing atau sekedar nongkrong sambil mengamati perahu-perahu lalu lalang.

matahari tenggelam di balik bukit di distrik kokas

matahari tenggelam di balik bukit di distrik kokas

suasana senja di pelabuhan utama kokas

suasana senja di pelabuhan utama kokas

Distrik kokas yang berada sekitar 50 km dari kota Fakfak, bisa ditempuh dengan kendaraan umum (taksi) dari pasar atau terminal tumburuni dengan ongkos Rp 35.000 per orang. Kendaraan umum ini tersedia sampai sekitar jam 6 sore. Tersedia 2 penginapan (belum ada namanya) di distrik ini yang per kamar per malamnya bertarif Rp 250.000. Untuk mengelilingi kepualauan atau mengunjungi tapurarang bisa menyewa long boat dari masyarakat seharga Rp 400.000 sampai Rp 500.000. Perahu bisa muat sampai 10 orang.

5 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

5 responses to “Catatan perjalanan ke Fakfak #2 : Kokas photo highlights

  1. “Menurut pak sekretaris kampung, lobster adalah makanan biasa di pulau ini” Glek! Kalau di jakarta, seekor bisa ratusan ribu atau bahkan jutaan nih :O

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s