Catatan perjalanan ke Fakfak #6 : Waterboom Patipi Pasir

Tak henti-hentinya saya ingin bercerita lagi tentang kampung Patipi Pasir. Yak tentu saja 3 minggu tinggal di sana membuat saya punya stock cerita yang lumayan banyak😀 . Kali ini ceritanya adalah tentang orang dewasa yang tidak bisa berenang VS anak-anak kecil yang mahir berenang.

kakak-kakak berlife jacket dan adik-adik yang pandai berenang

kakak-kakak berlife jacket dan adik-adik yang pandai berenang

Biasanya sepulang dari bertugas di kampung-kampung, kalau tidak capek kami duduk-duduk di pantai mengamati anak-anak patipi pasir yang berenang di pantai. Jika air surut mereka bermain bola, tetapi jika air pasang mereka berenang di Pantai. Dari balita sampai anak-anak SD berenang bersama-sama di pantai tanpa bantuan apapaun. Pernah pada suatu hari saya ikutan nyebur bareng mereka ketika air pasang. Ternyata pas air pasang, di tepian saja airnya bisa setinggi dada orang dewasa. Saya dan teman-teman yang ingin bermain air kemudian mengambil life jacket dan mengenakannya karena takut tenggelam. Ya kami adalah kakak-kakak dari Jawa yang tidak bisa berenang. Bahkan salah satu dari kami takut sekali mengambang di air walaupun sudah mengenakan life jacket. Kasihan banget ya kami😦 , kalah telak dari anak-anak ini yang kecil-kecil saja sudah berani berenang di air yang dalam.

underwater happiness, credits to pandu

underwater happiness, credits to pandu

Sebagai negara bahari yang memiliki nenek moyang pelaut, seharusnya cucu-cucunya memang pandai berenang. Meskipun tinggal jauh dari laut, tetap harus belajar berenang. Hal inilah yang saya sesalkan sekarang. Saya hanya sedikit saja bisa berenang dan banyak teman saya yang lain tidak bisa berenang sama sekali. Saya sih berandai-andai supaya pelajaran berenang bisa masuk di kurikulum sekolah di Indonesia seperti di Eropa. Bisa berenang kan juga salah satu syarat survival di bumi kita yang 70% nya air ini. Menurut loe? Nah sekarang saya udah tuwir, semoga belum telat-telat amat lah kalau mau belajar beneran. Saya juga berandai-andai , seandainya saja ketrampilan mereka berenang dan loncat indah ini bisa diasah , mungkin mereka bisa jadi atlet professional yang ikut olimpiade🙂.

More water splash!! credits to Pandu

More water splash!! credits to Pandu

After all we are happy here :) .Photo credits to Pandu

After all we are happy here🙂 .Photo credits to Pandu

Sore hari yang cerah itu kemudian dihabiskan dengan bermain bersama. Biarlah saja si kakak-kakak ini bermain dengan adek-adek dengan mengenakan  life jacket. Yang penting kami senang sekali berada di sini menikmati air laut patipi pasir. Menikmati senyum-senyum ceria anak-anak Papua. Iri juga terkadang sama mereka, sudah bisa berenang, punya waterboom sendiri lagi di pantai patipi pasir. Waterboom alami yang bisa mereka kunjungi setiap sore🙂

5 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

5 responses to “Catatan perjalanan ke Fakfak #6 : Waterboom Patipi Pasir

  1. Selagi ada waktu mari latihan renang jangan malu karena usia. Aku pun gak mahir tapi sekedar bisa sih bisa😀

  2. anak-anaknya ikutan mandi, lucu lihatnya

  3. anak2 kecil ini memang diajar oleh alam …. hebat
    saya yang bisa berenang kalau berenang di pantai tetap aja kederrr ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s