Catatan Perjalanan ke Fakfak #11 : Mengintip pasar Tumburuni

Pasar di pulau, propinsi atau negara manapun  adalah destinasi wajib untuk saya, karena pasar adalah salah satu cerminan budaya masyarakat setempat. Mumpung saya sedang transit beberapa hari di kota Fakfak menunggu penerbangan kembali ke pulau Jawa, setiap hari saya menyempatkan diri untuk ke Pasar Tumburuni. Tambaruni atau Tumburuni adalah pasar terbesar di kabupaten Fakfak. Letaknya di tengah kota Fakfak dan hampir semua angkutan umum dari penjuru Fakfak menuju ke pasar ini.

Tomat, pare dan cabe sangat mudah ditemukan di pasar ini

Tomat, pare dan cabe sangat mudah ditemukan di pasar ini

Saya setiap hari ke pasar ini untuk mencari jajanan, oleh-oleh atau hanya sekedar melihat-lihat keunikan dan perbedaan dengan pasar yang ada di Jogja. Pasar yang terdiri dari 3 lantai ini menjual kebutuhan pokok dan makanan di lantai dasar. Kebutuhan sandang , alat tulis dan lain-lain di lantai 2 dan 3. Kalau menurut saya lantai 2 dan 3 pasar ini sama saja dengan pasar-pasar di Jawa hanya saja harganya lebih mahal karena sebagian barangnya diimpor dari Jawa. Sayur mayur dipasar ini dijual dengan sistem tumpuk dan ikat. Cabai,pare,terong, tomat atau bunga pepaya dijual satu tumpuk dan biasanya harganya Rp 5000 per tumpuknya. Sayur mayur seperti kangkung,daun singkong, bayam , sawi dijual per ikat dan harganya juga Rp 5000. Dengan sistem tumpuk dan ikat inilah barang dagangan pedagang pasar Tumburuni jadi kelihatan rapi dan tertata.
Salah satu pasar yang dagangannya paling rapi dan tertata yang pernah saya kunjungi :)

Salah satu pasar yang dagangannya paling rapi dan tertata yang pernah saya kunjungi🙂

Selain sayur mayur dan buah, di lantai 1 pasar ini juga menjual aneka buah pinang yang kering dan yang masih buah serta sirih dan kapur. Salah satu komoditas yang paling laku dijual karena hampir semua ibu-ibu dan bapak-bapak asli Fakfak ketagihan makan sirih pinang. Mereka bisa mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli pinang dan ubo rampenya daripada untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari🙂.
ikan cakalang asap khas papua

ikan cakalang asap khas papua

Di pasar ini juga banyak pedagang yang menjual ikan asap khas papua. Biasanya terbuat dari ikan cakalang dan harganya menyesuaikan dari besar kecilnya ikan. Ikan yang kecil dijual dengan harga Rp 5000 saja. Murah kan? Beberapa rekan penelitian saya membeli ikan asap ini untuk oleh-oleh. Ikan-ikan segar, aneka hasil laut dijual berderet di kios-kios di sebelah timur pasar Tumburuni. Harganya jauh lebih murah dibandingkan beli di Jawa. Pernah suatu hari saya menjumpai ibu-ibu menjual kerang darah yang ukurannya besar-besar satu tumpuknya dijual Rp 10.000 saja. Kerang satu tumpuk ini kalau ditimbang kira-kira 2kg. Tanpa pikir panjang saya langsung membeli 3 tumpuk dan memasaknya di rumah host saya. Saya masih tidak percaya kalau harga kerang darah semurah ini di kota Fakfak.
kerang darah dan keong yang juga dijual per tumpuk

kerang darah dan keong yang juga dijual per tumpuk

Pasar ikan dan aneka sea food di depan Tumburuni

Pasar ikan dan aneka sea food di depan Tumburuni

dari ikan pari, ikan kakap, ikan kerapu dan lain-lain ada di sini

dari ikan pari, ikan kakap, ikan kerapu dan lain-lain ada di sini

Jika sore hari, saya biasanya nongkrong di sini bersama teman-teman sambil mengamati muda-mudi Fakfak yang juga suka nongkrong di sini. Para penjual jajanan pasar biasanya mulai ramai pada sore hari, dari es pisang ijo, asida sampai bakso tusuk yang terbuat dari ikan tengiri dan daging rusa ada di sini. Favorit saya adalah pentol ikan tengiri yang digoreng dengan telur dan diberi bumbu kacang. Enak pemirsa!!

4 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

4 responses to “Catatan Perjalanan ke Fakfak #11 : Mengintip pasar Tumburuni

  1. melihat barang-barang dijual di bawah beralas plastik, saya jadi teringat waktu di Bhaktapur, Nepal. Hanya saja disana seperti masuk terowongan waktu karena bangunannya pun kuno banget…

  2. sayur mayur banyak yang di improt dari jawa ya … jadi mahal
    makan banyak ikan2 laut aja …. ngiler lihat foto ikan cakalang … apalagi harganya murce begitu …

    • Cuma sayur tertentu kok yang diimport dari Jawa kayak kentang, kubis, selada. Kalau kangkung, bayam, sawi, terong, pare, cabe , tomat, daun singkong banyak yang tanam di Papua. Ikan di sana emang melimpaah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s