Things to do in the city of Surakarta ala kelanakecil

Gerbang alun-alun kota Solo

Gerbang alun-alun kota Solo

Saya baru sadar! Sudah sering bolak-balik ke kota Solo tapi malah ga pernah posting satupun soal kota ini. Saya pergi ke Solo biasanya dengan tujuan jalan-jalan, cari makan, belanja batik, nemenin teman kulakan barang atau sekedar kangen pengen naik kereta api🙂 . Kota Solo memang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya di Yogyakarta, hanya 63 km dan bisa ditempuh dengan kereta api pramex yang tersedia dari pagi sampai malam hari. Waktu tempuh naik kereta inipun tergolong cepat hanya sekitar 1 jam saja. Saya memang paling sering ke solo naik pramex, kemudian untuk muter-muter kota saya menggunakan bus trans batik atau dengan becak. Atau kadang saya cuma jalan kaki saja, karena pedestrian di kota Solo nyaman untuk pejalan kaki. Kota Solo sering dibanding-bandingkan dengan kota Jogja karena sama-sama mempunyai keraton dan pasar tradisional yang begitu populer. Menurut saya sih Solo dan Jogja bisa saja dibandingkan secara positif tetapi tetap saja mempunyai keunikannya masing-masing. So? tempat-tempat mana saja yang menjadi destinasi favorit saya di Solo ? Ini dia list nya!

Patung Brigjend Slamet Riyadi kota Solo

Patung Brigjend Slamet Riyadi kota Solo

Pedestrian di kota Solo yang tampak menyenangkan untuk berjalan kaki

Pedestrian di kota Solo yang tampak menyenangkan untuk berjalan kaki

1. Keraton Kasunanan Surakarta

Keraton ini didirikan pada tahun 1744 oleh Susuhunan Pakubuwana ke 2. Terletak di jantung kota Surakarta keraton ini sampai saat ini masih difungsikan sebagai tempat tinggal raja dan tempat perayaan-perayaan acara kerajaan. Keraton Kasunanan Surakarta terbagi menjadi dua, yaitu bagian museum yang berisi barang-barang peninggalan kerajaan dan kereta-kereta kencana. Bagian lainnya merupakan bagian utama yaitu tempat bangsal sri maganti dan bangsal maligi berada. Untuk memasuki bagian utama, pengunjung diharuskan berpakaian rapi dan melepas alas kaki. Di halaman utama keraton ini mirip dengan halaman keraton Yogyakarta Hadiningrat, karena terdapat banyak pohon sawo. Pelatarannya juga dipenuhi pasir hitam yang konon diangkut dari pantai selatan. Jika keraton Yogyakarta bernuansa hijau, keraton Surakarta mengusung warna biru sebagai warna utamanya. Tiket untuk memasuki komplek keraton Kasunanan Surakarta adalah Rp 10.000 per orang.

Meriam raksasa yang berada di depan pagelaran Keraton

Meriam raksasa yang berada di depan pagelaran Keraton

Bagian depan keraton Surakarta

Bagian depan keraton Surakarta

Saya sedang berada di bagian dalam keraton Surakarta yang banyak pohon sawonya

Saya sedang berada di bagian dalam keraton Surakarta yang banyak pohon sawonya

Para prajurit keraton  berpakaian adat lengkap

Para prajurit keraton berpakaian adat lengkap

2. Puro Mangkunegaran Surakarta

Jika Yogyakarta punya Puro Pakualaman , di Surakarta ada Puro Mangkunegaran. Letak Puro ini tidak jauh dari keraton Surakarta yaitu di Jl Ronggowarsito. Waktu saya kemari, saya jalan kaki santai dari keraton Kasunanan ke Puro Mangkunegaran. Puro ini merupakan pusat pemerintahan kadipaten Mangkunegara pada zaman sebelum Indonesia merdeka. Puro ini didirikan oleh Mangkunegara 1 pada tahun 1757. Di dalam komplek Puro Mangkunegaran ini terdapat bangunan-bangunan yang sama fungsinya seperti bangunan keraton. Untuk memasuki komplek Puro dan museumnya pengunjung diharuskan didampingi oleh seorang guide. Biayanya Rp 50.000 per sekali kunjung. Di halaman Puro ini terdapat satu pendopo besar yang warna utamanya adalah hijau muda. Bangunan di belakang pendopo yang merupakan museum juga berwarna hijau muda. Ketika masuk dalam komplek pendopo dan museum, pengunjung diharuskan melepas alas kaki dan menentengnya menggunakan tas plastik yang telah disediakan. Pengunjung tidak diperkenankan mengambil gambar di dalam museum. Di samping museum ini terdapat taman keluarga dan ruangan-ruangan keluarga dengan perabot-perabot bergaya eropa.

Bangsal utama di Puro Mangkunegaran

Bangsal utama di Puro Mangkunegaran

Sebuah ruangan pertemuan di dalam Puro Mangkunegaran

Sebuah ruangan pertemuan di dalam Puro Mangkunegaran

3. Museum Radya Pustaka

Museum yang terletak di pinggir jalan utama kota Surakarta, Jl Slamet Riyadi ini adalah salah satu museum tertua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1890. Tiket masuk ke museum ini Rp 5000. Meskipun beberapa tahun yang lalu ada beberapa arca berharga yang hilang dari museum ini, koleksi-koleksi di dalamnya cukup lengkap dan menawan. Saya paling suka dengan koleksi-koleksi wayang kulit dan koleksi-koleksi keris di museum ini. Ada sebuah keris yang ukuranya tidak biasa dipajang di museum ini. Selain itu museum ini juga menyimpan buku-buku kuno yang ditulis oleh raja-raja dan sastrawan pada masa kerajaan dulu. Di tengah-tengah museum ini terdapat koleksi gamelan lengkap yang dimainkan pada waktu-waktu tertentu. Pada saat saya ke sana gamelannya sedang dimainkan, jadi rasanya pas banget menjelajahi museum yang sarat sejarah budaya jawa tengah sambil mendengarkan tembang-tembang dari gamelan.

Ruangan gamelan beserta seniman-seniman gamelan di dalam Museum Radya Pustaka

Ruangan gamelan beserta seniman-seniman gamelan di dalam Museum Radya Pustaka

4. Museum  Batik Danar Hadi

Ini merupakan museum favorit saya! Koleksi-koleksi batiknya benar-benar membuat saya terpana! Dari batik kuno hingga batik modern berbagai macam gaya ada di museum ini. Berbagai teknik membatik juga pewarnaan batik ditunjukkan di sini. Saya malah baru tahu tempat ini tahun 2014. Sebelumnya saya bolak-balik ke kota Solo belum pernah mampir ke mari😦 . Well saran saya sih kalau pas ke Kota Solo, jangan sampai anda melewatkan museum ini. Koleksi-koleksinya benar-benar menawan. Selama tur di dalam museum ini, pengunjung akan disediakan guide dan tidak diperkenankan untuk mengambil gambar.  Museum ini juga terletak di jalan utama kota Surakarta, Jl Slamet Riyadi. Biaya tiket untuk masuk ke museum ini adalah Rp 25.000 per orang.

Pintu masuk museum batik Danar Hadi Solo

Pintu masuk museum batik Danar Hadi Solo

5. Pasar antik Triwindu

Nah kalau pasar ini saya sudah tahu dari dulu, tapi baru sempat ke sana ketika mengantarkan seorang teman berburu barang antik. Pasar yang terletak di Jl Diponegoro ini letaknya tidak jauh dari Puro Mangkunegaran. Pasar ini merupakan pasar barang antik terbesar se-Jawa bagian tengah. Koleksi-koleksi barang antik apa saja yang di jual di pasar ini? Banyak! Dari mulai pakaian ala simbah-simbah, perhiasan kuno, gambar-gambar jadul, jam dinding, wayang-wayang kuno , piring-piring lawas sampai klintingan sapi juga ada di sini. Di lantai 2 pasar ini banyak barang-barang retro seperti televisi dari tahun 80, megaphone, radio kuno bahkan motor-motor antik. Jika tidak berburu barang antikpun, pasar ini sangat fotogenic untuk difoto.

Lantai 1 pasar antik Triwindu

Lantai 1 pasar antik Triwindu

Televisi-televisi jadul di pasar Triwindu

Televisi-televisi jadul di pasar Triwindu

Koleksi retro di lantai 2 pasar antik Triwindu

Koleksi retro di lantai 2 pasar antik Triwindu

6. Kampung Laweyan

Salah satu misi yang biasanya saya emban ketika ke kota Solo adalah berburu batik🙂 . Selain berburu batik di pasar Klewer dan PGS, saya juga suka mengunjungi kampung batik Laweyan. Letaknya memang agak jauh dari pusat kota Solo. Untuk menuju ke sana biasanya saya menggunakan becak,dengan tarif Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Di kampung ini ada puluhan toko-toko batik berjejeran di jalan utama sampai masuk ke gang-gang kecil. Aneka macam batik dari batik cap dan tulis diproduksi di kampung ini. Bahkan ada beberapa toko batik unik yang memiliki desain batik khas mereka sendiri. Selain menjadi kampung batik, di Laweyan juga masih terdapat rumah-rumah kuno yang bentuknya masih asli seperti sedia kala.

Ibu-ibu sedang membatik di kampung Laweyan

Ibu-ibu sedang membatik di kampung Laweyan

Salah satu rumah kuno di kampung Laweyan

Salah satu rumah kuno di kampung Laweyan

7. Mencicipi Serabi Notosuman

Makanan khas Solo yang tak pernah saya lewatkan ketika berkunjung kemari adalah serabi Notosuman. Asli serabi ini memang dari daerah Notosuman tak jauh dari pasar klewer. Tetapi penjual serabi Notosuman ada di mana-mana di sepanjang JL Slamet Riyadi. Jadi sembari jalan-jalan di kota Solo, biasanya saya mampir membeli serabi-serabi ini secara random dan langsung saya makan di jalan😀 . Harga serabi ini cukup terjangkau yaitu Rp 2000 per buah. Topping serabi ini ada beberapa macam yaitu coklat, pisang, pandan, nangka dan original.

Serabi Notosuman khas kota Solo

Serabi Notosuman khas kota Solo

8. Sarapan pagi di Timlo Sastro , Pasar Gedhe Solo

Ga harus sarapan pagi juga sih, karena warung yang berdiri sejak tahun 1952 ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore. Timlo Sastro merupakan racikan timlo klasik ala Solo yang terdiri dari irisan ati ampela ayam, sosis solo, dan telur bebek. Satu porsi timlo komplit harganya Rp 19.000 dan nasi Rp 5000. Kuah timlonya segar dengan nasi yang ditaburi bawang merah goreng. Mangkok timlonya luamyan gedhe untuk satu porsi🙂. Warung ini terletak persis di sebelah timur pasar gedhe Solo.

P1100279-001

Semangkuk timlo sastro yang endesss

9. Makan siang di Kusuma Sari Solo

Solo memang mempunyai sajian kuliner beraneka ragam, ada lontong cabuk, tahu acar, tengkleng, nasi liwet, selat solo dan masih banyak lagi. Favorit saya adalah selat solo. Dan tempat makan favorit saya adalah sebuah restoran jadul bernama Kusuma Sari yang juga berada di Jl Slamet Riyadi. Biasanya saya memesan satu porsi selat solo, satu kroket, satu risoles, satu es kelapa muda dan satu es krim. Hmm banyak amat yah? Selat solo di restoran ini rasanya juga jadul dan khas, lezat sekali🙂. Harga makanan di Kusuma Sari juga terjangkau untuk sekelas restoran. Selain selat solo ada banyak pilihan makanan yang tersedia di restoran ini, seperti bistik klasik, bistik galantin, sup galantin dan sup pengantin yang banyak disajikan di pesta pernikahan adat Solo.

Sajian lezat khas Kusuma Sari Solo

Sajian lezat khas Kusuma Sari Solo

take a look closer! selat Solo ala Kusuma Sari

take a look closer! selat Solo ala Kusuma Sari

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

2 responses to “Things to do in the city of Surakarta ala kelanakecil

  1. saya ke solo beberapa kali tapi karena urusan pekerjaan … ga sempet pelesiran begini … banyak tempat yang menarik ya … apalagi asar loak … saya suka yang jadul2 .. he he
    pengen family trip ke sini ah …

    • Eh malah baru kebaca komennya. Iya ke Solo paling enak emang sekeluarga karena jarak masing-masing tempat dekat-dekat. Belanja batik juga sekalian sekeluarga😀 . Pasar antiknya emang top markotop dan menurutku harganya ga mahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s