Cerita dari Cambodia #3 : Bayon

Lewat tengah hari di komplek candi-candi Angkor, saya dan suami saya meninggalkan Angkor Wat membelah hutan ke utara sejauh 3,6 km dengan tuktuk menuju ke Angkor Thom. Angkor Thom dalam bahasa Khmer berarti great city. Komplek Angkor Thom jauh lebih luas daripada Angkor Wat. Luasnya mencapai 9 km persegi. Seperti di Angkor Wat, Angkor Thom juga dikelilingi kanal dengan 4 akses pintu gerbang dengan jembatan dan gapura yang terlihat sangat epic dan megah. Bagaikan gerbang masuk ke kerajaan antah berantah dalam dunia persilatan🙂. Ada 4 wajah besar yang terukir di masing-masing pintu gerbang. Karena siang itu pengunjung sedang banyak-banyaknya, maka tuktuk kami harus mengantri untuk masuk ke dalam gerbang. Pak Sela, sopir tuktuk kami meminta kami turun supaya kami bisa mengambil foto dari jembatan dan dari atas gerbang. Jembatan dan gerbang masuk Angkor Thom ini desain dan gayanya seperti candi Bayon. Candi pertama yang akan kami sambangi di komplek Angkor Thom. Salah satu candi yang ingin sekali saya datangi di dunia ini🙂.

kanal yang mengelilingi Angkor Thom

Kanal yang mengelilingi Angkor Thom

Gerbang selatan komplek Angkor Thom

Gerbang selatan komplek Angkor Thom

jembatan dan kanal di Angkor Thom

Jembatan dan kanal di Angkor Thom

Pak Sela, supir tuktuk kami kemudian menurunkan kami di depan candi Bayon yang siang itu ramai pengunjung. Selain Angkor Wat, Bayon merupakan destinasi utama ke 2 para turis di komplek candi-candi Angkor. Prasat Bayon letaknya pas ditengah-tengah komplek Angkor Thom. Usia candi ini lebih muda daripada Angkor Wat, dibangun di akhir Dinasti Khmer pada abad ke 12 oleh raja Jayawarman VII. Seorang raja yang terkenal suka membangun candi di jamannya. Prasat Bayon merupakan candi Buddha yang terbuat dari batu hitam seperti di candi Borobudur. Saya jadi penasaran, darimana ya mereka mendapatkan batu hitam sebanyak ini ya? Di wilayah Cambodia kan tidak ada gunung berapi. Hanya ada satu danau vulkanik saja. Jangan-jangan mereka mengimportnya dari kerajaan lain? Begitu masuk ke Prasat Bayon, kami disambut oleh 200 wajah besar tersenyum yang diukir di menara-menara candi. Pahatan wajah-wajah inilah yang membuat Prasat Bayon unik dan berbeda dari candi-candi yang lain. Menurut buku Ancient Angkor, pahatan wajah-wajah ini adalah Lokesvara atau Avalokitesvara yang merupakan gambaran dari sifat welas asih sang Buddha. Salah satu simbol dari Buddha aliran Mahayana.

Prasat Bayon, Angkor Thom

Prasat Bayon, Angkor Thom

Prasat Bayon tampak dari depan

Prasat Bayon tampak dari depan

Wajah Lokesvara di candi Bayon

Wajah Lokesvara di candi Bayon

Kami mengelilingi candi ini dari sudut ke sudut. Meskipun terbuat dari batu-batu keras dan berat, para pembangunnya berhasil membuat koridor-koridor dan ruangan-ruangan di dalamnya. Bahkan terdapat pula beberapa ruangan yang mempunyai lubang ke bawah tanah. Hmm tempat apakah ini? Penuh misteri! Jangan-jangan ada ruangan bawah tanah yang dirahasiakan🙂 . Entah bagaimana caranya, konstruksi candi ini seperti menyusun puzzle dari batu-batu. Sungguh menakjubkan! Manusia jaman sekarang belum tentu bisa menyamai konstruksi bangunan yang seperti ini. Apakah mereka mendapatkan bantuan dari alien? Tampaknya saya sudah kebanyakan nonton acara ancient alien😀 . Selain konstruksinya yang terlihat rumit, di candi ini juga terdapat relief-relief yang terukir di dinding-dinding batu. Relief-relief ini menggambarkan cerita dari mitologi-mitologi Hindhu. Mengapa di candi Mahayana Buddha ada relief Hindhu? Karena setelah raja Jayawarman VII wafat, yang meneruskan pembangunannya adalah Jayawarman VIII yang bergama Hindhu. Di dalam beberapa ruangan di candi Bayon ini terdapat batu lingga dan yoni, lambang kesuburuan manusia, seperti di candi-candi yang ada di Indonesia.  Di sudut-sudut ruangan lain terdapat patung-patung Buddha yang masih aktif sebagai tempat beribadah.

Relief di dinding candi Bayon

Relief di dinding candi Bayon

Salah satu lorong di dalam candi Bayon

Salah satu lorong di dalam candi Bayon

Lingga dan yoni di candi Bayon

Lingga dan yoni di candi Bayon

Setelah menyusuri ruangan-ruangan di dalam candi Bayon, kami menyusuri bagian-bagian lain yang terbuka. Terdapat 37 menara di candi ini. Menara utama terletak di tengah-tengah dengan tinggi sekitar 43 meter. Di menara utama ini terdapat beberapa ruangan bertingkat dengan ukiran 4 wajah Lokesvara di ujung paling atas. Kami lalu mengelilingi beberapa teras terbuka yang ada di candi ini sambil mengambil gambar untuk kenang-kenangan sebagai tanda misi saya datang ke candi ini telah terpenuhi🙂 .Semakin siang ternyata semakin banyak pengunjung di candi Bayon. Setelah puas berkeliling Prasat Bayon kami lalu melanjutkan candi hopping di Angkor Thom dengan berjalan kaki. Saya yakin masih banyak candi-candi lain yang juga keren, megah dan mempesona untuk dikunjungi di Siem Reap hari itu.

Menuju ke teras atas candi Bayon

Menuju ke teras atas candi Bayon

Teras atas candi Bayon

Teras atas candi Bayon

Menara utama Prasat Bayon

Menara utama Prasat Bayon

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

One response to “Cerita dari Cambodia #3 : Bayon

  1. Ping-balik: Cerita dari Cambodia #4 : Temple hopping hari pertama di Siem Reap | Kelanakecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s