Cerita dari Cambodia #9 : Blusukan pasar tradisional di kota Phnom Penh

Selamat pagi Phnom Penh!

Selamat pagi Phnom Penh!

Jam 6 pagi tepat, bus giant ibis yang kami tumpangi sampai di pelataran night market kota Phnom Penh. Lalu saya dan suami saya bingung harus ngapain sepagi ini di kota ini? Rasanya sih pengen mandi dan tidur sebelum menjelajah lagi, tapi kami baru boleh check in di rumah host air bnb kami jam 12 siang. Kami lalu menitipkan barang-barang bagasi kami di agen bus dan mencari sarapan. Siapa tau kami mendapatkan ilham setelah kenyang. Kami melihat ada ibu-ibu pedagang makanan di pinggir sungai tonle sap. Pembelinya mengantri walaupun dagangannya terlihat sederhana. Kamipun ikut mengantri. Harganya sangat murah hanya 5000 riel untuk dua porsi. Rekor makanan termurah yang pernah kami makan selama di Cambodia. Saya baru tau kalau makanan ini namanya num banh chok setelah googling. Num banh chok adalah sajian mie putih khas Cambodia dengan campuran aneka sayuran dibubuhi kuah kuning seperti kari. Sayuran campurannya adalah batang bunga teratai, jantung pisang dengan daun-daunan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Yang jelas rasanya enak dan segar apalagi kalau pedas😀.

Sarapan ditemani pemandangan sungai tonle sap

Sarapan ditemani pemandangan sungai tonle sap

Ibu-ibu pedagang num banh chok

Ibu-ibu pedagang num banh chok

Setelah kenyang makan num banh cok akhirnya pikiran kami tercerahkan. Kami akan jelajah ke pasar-pasar tradisional yang ada di kota Phom Penh. Kami ingin melihat masyarakat setempat berinteraksi di pasar dan kami juga penasaran dengan barang-barang, sayur-mayur, buah-buahan yang diperjual-belikan di sana. Selama kami di Siem Reap, kami hanya jelajah pasar oleh-oleh saja yang memang diperuntukkan untuk wisatawan. Ada dua pasar tradisional tak jauh dari pelataran night market yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, yaitu phsar kandal dan phsar thmey. Phsar? wah ternyata bahasanya mirip dengan bahasa Indonesia. Sepertinya kata phsar dan pasar sama-sama berakar dari bahasa sansekerta.

Keramaian di dalam phsar kandal

Keramaian di dalam phsar kandal

Kami melangkahkan kaki ke phsar kandal terlebih dahulu. Pasar ini benar-benar sangat tradisional dengan banyak pedagang berjejer-jejer tak teratur bahkan di pinggir jalan, hampir mirip dengan suasana pasar-pasar tradisional di Indonesia. Meskipun harus berbecek-becek ria, kami sangat senang berada di sini. Ketika kami sampai, pasar ini sedang ramai-ramainya. Sayur mayur yang banyak dijual di pasar ini adalah batang teratai, biji teratai, okra, jantung pisang, daun kemangi, kecipir, dan banyak daun-daunan yang belum pernah saya lihat sebelumya. Saya jadi penasaran dengan batang teratai ini, bisa dimasak apa saja ya? Sayuran yang diasamkan juga banyak dijual di sini seperti sawi asam, bayam asam dan daun pepaya asam. Ikan-ikan yang dijual di pasar ini kebanyakan adalah ikan sungai atau ikan danau dari Tonle Sap, mungkin karena kota Phnom Penh jauh dari laut, maka ikan laut agak jarang dijual di sini. Ikan-ikan danau ini bentuknya besar-besar dan dagingnya banyak. Jenis-jenis ikannya berbeda tidak seperti ikan-ikan air tawar yang dijual di pasar-pasar di Jawa. Entah apa itu😀. Selain ikan di pasar ini juga banyak penjual daging kodok. Hmm sepertinya banyak makanan khas Cambodia yang terbuat dari daging kodok nih. Apa ya? Penjual daging-dagingan di pasar ini menjual daging ayam, daging babi dan daging sapi. Biasanya yang menjual daging sapi adalah ibu-ibu berjilbab, yang sering disebut sebagai orang Champa muslim. Melihat segarnya bahan-bahan makanan di pasar ini membuat saya seketika itu pengen memasak😀. Pembeli dan penjual di pasar ini meskipun sama-sama orang lokal, juga bertransaksi menggunakan 2 mata uang, riel dan dollar. Riel biasanya digunakan untuk membeli barang-barang yang harganya murah dan di bawah 1 dollar.

Ikan-ikan sungai dijual di atas loyang besar di phsar kandal

Ikan-ikan sungai dijual di atas loyang besar di phsar kandal

Kepiting sungai dan danau juga banyak dijual di phsar kandal

Kepiting sungai dan danau juga banyak dijual di phsar kandal

Pedagang ikan sungai dan danau dengan ukuran yang cukup besar

Pedagang ikan sungai dan danau dengan ukuran yang cukup besar

Penjual daging kodok di phsar kandal

Penjual daging kodok di phsar kandal

Batang teratai

Batang teratai

Saya dan suami saya lalu berjalan kaki sekitar 1,1 km ke arah barat menuju ke central market atau phsar thmey. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang bersih, rapi dan cantik di kota Phnom Penh. Central market ini berdiri pada tahun 1937 dan desainnya dibuat oleh beberapa arsitek dari Perancis. Merupakan pasar terbesar di asia pada saat awal berdiri. Pada saat perang dunia ke 2, pasar ini pernah rusak berat tetapi kemudian direnovasi kembali. Berbeda dengan pasar kandal, barang-barang yang dijual di sini selain bahan makanan juga pakaian, alat-alat rumah tangga, bunga, kosmetik dan perhiasan. Bagian buah-buahan di pasar ini terlihat lebih lengkap dari pada di pasar sebelumnya. Banyak buah-buahan yang baru saya lihat saat itu juga. Di central market ini juga banyak dijual oleh-oleh khas Kamboja dari mulai kaos, gantungan kunci dan aneka macam kerajinan. Wisatawan atau pelancong yang mengunjungi Phnom Penh biasanya menyempatkan diri untuk muter-muter di pasar ini karena ada satu bagian pasar yang menjual aneka makanan tradisional. Seperti food court tapi makanan tradisional semua. Saya sih sempat tegoda untuk makan lagi di sini tapi, ah ya sudahlah lihat-lihat saja😀. Di pasar ini juga terdapat bagian yang menjual aneka sea food dan aneka ikan kering. Ikan-ikan kering yang dijual bentuknya agak berbeda dari yang ada di Indonesia. Saya jadi penasaran yang dikeringkan ikan apa saja ya? Ah saya dari tadi cuma penasaran terus! Pengen tau ini dan itu😀. Seandainya saja saya bisa bahasa Khmer saya pasti sudah banyak bertanya kepada para pedagang. Karena hari sudah beranjak siang, maka penjelajahan pasar kami sudahi dulu sampai di sini😀. Kota Phnom Penh lumayan panas juga kami tak sabar ingin mandi di rumah host airbnb kami.

Phsar thmey

Phsar thmey

Bagian dalam central market Phnom Penh

Bagian dalam central market Phnom Penh

aneka sea food yang dijual di phsar  thmey

aneka sea food yang dijual di phsar thmey

Aneka ikan kering

Aneka ikan kering

Pusat jajan di phsar thmey

Pusat jajan di phsar thmey

 

8 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

8 responses to “Cerita dari Cambodia #9 : Blusukan pasar tradisional di kota Phnom Penh

  1. duh kebayang dipasar saat pagi gitu… pasti bahasa Khmernya nyaring terdengar di kuping ya… hihihi…

  2. banyak jenis makanan yang aneh2 ya .. ga lazim di Indonesia .. seruu

  3. disana lumrah ya kak makan kodok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s