Museum kereta api Ambarawa, menengok sejarah masa lalu perkereta-apian di Indonesia

P1090901

Selamat datang di museum kereta api Ambarawa

Dahulu waktu saya kelas 6 SD, saya pernah ikut kegiatan study tour sekolah. Waktu itu salah satu destinasinya adalah museum kereta api Ambarawa. Saya ingat lokomotif-lokomotif kuno yang ada di museum ini membuat saya takjub karena koleksinya begitu banyak. Kebetulan beberapa hari yang lalu dua orang teman saya mengajak road trip ke Ambarawa dengan motor dari Jogja. Saya mengiyakan karena saya kan emang suka piknik😀 , apalagi kalau nginepnya bisa gratis *eh. Kami berangkat hari sabtu, menginap semalam di Ungaran dan mengunjungi museum ini hari minggu pagi-pagi sekali. Mengapa harus hari minggu dan pagi-pagi sekali? Karena selain menjelajahi museum ini, kami juga ingin mencoba naik kereta wisata yang hanya tersedia hari minggu saja. Tiket kereta wisata ini juga cepat habis, oleh karenanya kami harus berlomba-lomba dengan pengunjung lain supaya kebagian tiket. Perjalanan kereta ini akan saya ceritakan di postingan terpisah.

P1090893

Stasiun kereta api Ambarawa

Museum kereta api Ambarawa sebenarnya adalah stasiun kuno Ambarawa yang dirombak menjadi ruang pamer perkereta-apian. Museum ini didirikan pada tahun 1976 tetapi stasiunnya telah berdiri dari tahun 1873. Salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia. Keberadaan stasiun ini tak bisa dipisahkan dari pendudukan Belanda di Ambarawa atas perintah raja Willem I . Ambarawa merupakan kota militer Belanda saat itu. Museum ini merupakan salah satu museum kereta api di Indonesia selain di Sawahlunto dan di Lawang Sewu, Semarang. Museum ini juga merupakan museum kereta api terbesar se-Indonesia. Kami merogoh kocek Rp 10.000 per orang untuk bisa masuk ke dalamnya. Begitu melangkahkan kaki ke dalam, tentu saja museum ini telah berubah drastis dibandingkan jaman SD saya dulu.

P1090947

Hitchhike kereta???

Kami mengelilingi museum ini dari bagian paling timur. Bangunan paling timur dari stasiun ini adalah sebuah stasiun kecil untuk memarkir dan memperbaiki kereta-kereta diesel kuno. Seperti sebuah stasiun untuk bengkel kereta api. Salah satu kereta diesel inilah yang akan kami naiki untuk kereta wisata. Di sebelah selatan bangunan ini terdapat jejeran alat-alat kuno untuk membuat rel kereta api. Mesin-mesin besi tua yang masih tampak kokoh. Ternyata jaman dulu teknologi perkereta apian kita lumayan canggih juga ya🙂. Melintang dari timur ke barat dari stasiun bengkel ini terdapat jejeran lokomotif-lokomotif uap kuno yang dipajang sesuai tahun pembuatannya. Lokomotif yang tertua dari tahun 1800-an. Tua banget ga sih? Kebanyakan lokomotif uap ini adalah made in Jerman dan Belanda. Saya tidak bisa membayangkan ketika orang-orang jaman dahulu kala harus mengumpulkan banyak kayu bakar untuk bahan bakar kereta. Ribet banget ya? Bagian dalam lokomotif-lokomotif uap ini bagaikan mesin steam punk yang ada di cerita-cerita khayalan😀. Sebagai penerang jalan, loko-loko kuno ini masih menggunakan lentera di kiri dan kanan lokomotif. 3 dari 21 koleksi mesin uap di museum ini masih berfungsi dengan baik. Di sebelah jejeran loko kuno terdapat deretan gerbong-gerbong penumpang kuno yang masih terbuat dari kayu. Bahkan tempat duduknya juga masih terbuat dari kayu. Coba bayangkan naik kereta ini dari Jogja ke Jakarta?😀

P1090912

Lokomotif diesel tua yang dulu aktif digunakan

P1090909

Mesin pembuat rel kereta api

P1090924

Salah satu koleksi lokomotif uap kuno

P1090935

Mesin uap di dalam kereta api

Tepat di bagian tengah komplek museum ini terdapat meja putar kereta. Fungsinya sebagai jembatan antar rel kereta api. Kami kemudian melangkah kembali ke bangunan utama stasiun Ambarawa yang arsitekturnya begitu vintage. Rasanya seperti berada di stasiun dalam film Harry Potter *eh. Jangan-jangan di sini juga ada peron 9 3/4 ?😀 .Di dalam stasiun ini terdapat ruang-ruang pamer aneka peralatan perkereta-apian seperti mesin pencetak tiket kuno , mesin press tiket, dan aneka alat-alat komunikasi kuno. Di dalam stasiun ini juga terdapat ruang tunggu VIP yang dulu digunakan Belanda. Dilihat dari desainnya, sepertinya cuma orang-orang tertentu yang boleh masuk ke ruangan ini. Ruang pamer selanjutnya berada di sebelah utara bangunan stasiun, di dalam ruang pamer ini terdapat foto-foto dan cerita tentang perombakan museum ini menjadi lebih baik lagi. Ternyata PT KAI saat itu bekerja sama dengan ahli sejarah dan ahli perkereta-apian dari Belanda demi keakuratan data. Salut deh!  Di dalam ruangan ini juga dipamerkan aneka karcis kereta api, lentera-lentera kuno dan alat-alat rambu kereta dari masa ke masa. Saya jadi ingat waktu saya kecil saya pernah menggunakan karcis kereta hijau berukuran kecil dan tebal. Di sebelah barat bagunan utama stasiun Ambarawa, terdapat bagunan-bangunan stasiun kecil dan pos rel kereta yang berjejeran. Stasiun-stasiun jadul ini dipindahkan dari beberapa daerah di Jawa. Bagunan-bangunannya sangat sederhana, dan masih terbuat dari kayu.

P1090905

Meja putar untuk rel

P1090895

Stasiun Ambarawa dulunya dinamakan stasiun Willem I

P1090938

mesin pencetak tiket kuno

Jpeg

tiket jadul

Jpeg

Lentera-lentera yang digunakan di stasiun sebelum ada listrik

P1090943

stasiun kecil dan pos jaga kereta jadul yang masih terbuat dari kayu

Sebelum keluar dari museum ini para pengunjung museum disuguhkan sebuah timeline sejarah perkereta-apian di Indonesia di sebuah lorong panjang. Seluruh keterangannya terdiri dari dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Dari timeline ini, saya baru tahu kalau gagasan dibangunnya rel dan kereta api di Indonesia dimulai sejak tahun 1840. Sudah sangat lama ternyata. Indonesia juga sudah mengganti lokomotif-lokomotif uap tua ke lokomotif diesel pada tahun 1953. Jadi begitu keluar mesin diesel kereta, Indonesia juga ikut-ikutan update🙂. Timeline sejarah ini berakhir pada tahun 2015 dan masih akan terus diupdate lagi ketika muncul kebijakan baru atau kereta-kereta api model baru di Indonesia. Kami sangat puas dan senang telah menyempatkan waktu untuk mengunjungi museum ini. Yang jelas buat para penggemar perkereta-apian dan penggemar sejarah transportasi, mengunjungi museum ini is a must yaa🙂 . Full of knowledge, history and full of vintage stuff🙂 .

Jpeg

Lorong timeline sejarah perkereta-apian di Indonesia

Museum kereta api Ambarawa on the map :

3 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

3 responses to “Museum kereta api Ambarawa, menengok sejarah masa lalu perkereta-apian di Indonesia

  1. Pernah naik kereta model begini, tapi di solo ngga di ambarawa.😀

  2. Ping-balik: Berkereta wisata dari Ambarawa ke Tuntang PP | Kelanakecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s