Berkereta wisata dari Ambarawa ke Tuntang PP

Selamat hari minggu Indonesia! Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya dan 2 travelmates saya bela-belain datang pagi-pagi ke stasiun Ambarawa demi tiket wisata kereta jurusan Ambarawa – Tuntang. Jam 8 pagi kami sudah sampai di stasiun ini. Begitu masuk komplek museum kereta api Ambarawa, kami sampai harus balap lari melawan beberapa ibu-ibu yang juga ingin membeli tiket. It was silly, but it happened!😀. Untung saja tanpa harus mengantri lama kami mendapatkan tiket kereta wisata ini. Harganya Rp 50.000 per orang. Bentuk tiketnya sama seperti tiket kereta api biasa. Begitu kami melangkah muter-muter museum sambil menunggu jadwal keberangkatan, yang ngantri tiket udah banyak banget😀. Kuota penumpang per berangkat sepertinya hanya 60 orang saja. Jadwal kereta wisata Ambarawa – Tuntang ini hanya ada 3 kali saja setiap hari minggu yaitu jam 10.00, 12.00 dan 14.00. Sebenarnya dan sesungguhnya kami bermaksud mengikuti tour kereta api uap Ambarawa-Bedono PP. Tapi tour dengan kereta uap ini sudah tidak tersedia lagi, kecuali kami membuking satu kereta full yang harganya jutaan rupiah. Mahal ya? Karena kayu khusus yang digunakan untuk kereta uap ini juga mahal banget.

P1090957

Hore! keretanya datang!

IMG-20160111-WA0040

Sempet narsis di dalam kereta

Para penumpang kereta wisata Ambarawa – Tuntang ini menunggu di stasiun Ambarawa layaknya menunggu kereta biasa. Jam 10 tepat, kereta dengan 2 gerbong kayu yang ditarik lokomotif diesel tua ini tiba menjemput kami semua. Lokomotif diesel ini adalah keluaran tahun 1953, merupakan salah satu loko diesel pertama di Indonesia. Kecepatan lokomotif ini maksimum 100 km/jam. Lumayan cepat juga ya? Gerbong kayu tuanya berisi tempat duduk penumpang yang juga masih terbuat dari kayu. Serasa naik kereta di jaman 40-an. Karena tanpa nomor, para penumpang berebut untuk mendapatkan tempat duduk. Meskipun demikian, semua penumpang tetap kebagian tempat duduk. Sebagian besar penumpang pagi itu adalah keluarga dengan anak-anak dan ibu-ibu paruh baya yang sengaja datang dari Semarang. Ibu-ibu jaman sekarang memang suka piknik tampaknya😀. Kereta bergerak pelan meninggalkan stasiun Ambarawa. Kecepatannya hanya sekitar 30 km/ jam supaya para penumpang bisa menikmati perjalanan dengan nyaman sambil memandangi pemandangan di luar jendela. 30 menit kemudian kami tiba di stasiun Tuntang. Sebuah stasiun kecil nan cantik yang juga dirombak menjadi sebuah museum kecil. Kami berhenti sekitar 10 menit sambil menunggu lokomotif untuk berbalik arah.
P1090965

Memandangi persawahan dari jendela kereta

P1090996

Stasiun Tuntang yang mini, vintage dan cantik

So what’s special about this journey? Selama perjalanan kami melintasi area persawahan hijau nan menyejukkan mata di sekitar kota Ambarawa. Dan the main attractionnya adalah rawa pening! Kereta ini melintasi pinggiran rawa pening yang di beberapa bagian seolah-olah kereta ini berada di tengah-tengah rawa. Kok relnya ga tenggelam ya? Entahlah🙂 .  Kereta wisata yang melewati pinggiran danau seperti ini hanya ada 2 di Indonesia yaitu di Ambarawa dan di danau Singkarak, Sumatera Barat. Rawa pening adalah sebuah danau dengan luas mencapai 2670 hektar. Danau ini merupakan cekungan terendah lereng gunung Telomoyo dan gunung Ungaran. Oleh karena itu jika cuaca cerah view rawa pening dengan background gunung Telomoyo terlihat indah sekali. Sayang pagi itu cuaca agak mendung. Dari dalam kereta, kami bisa melihat rawa luas penuh dengan tanaman air sekaligus para nelayan yang bersampan mencari ikan di sana. Kayaknya asyik juga nih main perahu sambil mancing di rawa ini. Rawa pening memang menjadi salah satu spot memancing andalan di Jawa Tengah. Kata teman saya yang hobi mancing sih, para pemancing bisa menyewa perahu di pinggiran rawa ini. Ikan-ikan penghuni rawa ini adalah ikan melem, gabus, nila dan lele. Anyway, konon katanya sih rawa ini terbentuk karena sebuah legenda tentang buaya putih. Rawa ini juga disakralkan oleh orang-orang tertentu yang ingin mencari wangsit🙂 . Semoga dengan lewat sini saya dapat wangsit juga😀. Selama perjalanan tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil banyak foto. Jarang-jarang dapat view seperti ini😀 . Kapan-kapan semoga kami bisa berkereta di pinggir danau Singkarak juga deh. Amin.
P1090981

Perahu-perahu tak bertuan di pinggir rawa pening

P1090982

Enceng gondok merupakan tanaman yang tumbuh subur di rawa pening

P1100005

Pos-pos pemancingan dan persewaan perahu di rawa pening

P1090984

Seorang bapak nelayan yang mengarungi rawa penuh dengan tumbuhan air

P1100011

The other view of rawa pening

9 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

9 responses to “Berkereta wisata dari Ambarawa ke Tuntang PP

  1. perjalanan yang kelihatannya sederhana, naik kereta, tapi menarik ya naik lokomotif lama

  2. Bagus ya rawanya.. Udah lama pengen ke sini tapi belum kesampaian..

  3. penasaran saya pengen naik KA wisata ini … tapi pengennya sih yang kereta uap … tapi mahal banget ya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s