Karena mengubah nama di paspor itu almost impossible

“If you have intention to travel the world or to move to other country or to get international documents, it is important to manage carefully your national documents first, synchronize your name with your passport before you leave abroad” @kelanakecil

*edisi curhat dan sharing

1068982

Source dari static.inilah.com

Belakangan ini saya sibuk. Sibuk berkutat dengan dokumen-dokumen dan id-id saya pribadi dari mulai akta kelahiran, surat nikah sampai ijazah sekolah. Sempet agak stress juga karena harus bersabar menyelesaikan satu per satu proses birokrasi perubahan nama saya yang ada di dokumen-dokumen tersebut. Saya sampai ga bisa pergi piknik jauh-jauh dari Jogja *lebay*😀.

Lho kok bisa?

Jadi ceritanya waktu saya lahir dulu nama saya panjang sampai 4 kata. Kata terakhir dalam nama saya saja terdiri dari 13 huruf. 4 kata inilah yang tercantum pada akta kelahiran saya.  Sebagai orang Jawa pada umumnya, saya tidak memiliki nama keluarga di dalam nama saya. Ketika saya memiliki KTP nama terakhir saya hanya disingkat satu huruf depan saja. Mungkin karena terlalu panjang jadi disingkat sama petugas KTP setempat. Ketika saya memiliki E-KTP, nama saya hanya terdiri dari 3 kata saja, kata terakhir hilang entah ke mana. Berbeda dengan ijazah saya dari TK sampai kuliah, mengikuti nama di akte kelahiran, semua ditulis lengkap. Tahun 2009 , saya baru membuat paspor untuk pertama kalinya. Saya mengumpulkan semua syarat yang diminta oleh imigrasi , dari mulai KTP, akte kelahiran dan ijazah terakhir. Pas paspor saya terbit nama saya hanya terdiri dari 3 kata saja. Nama terakhir saya hilang mengikuti KTP. Saya baru sadar ketika saya sudah menggunakan paspor tersebut untuk bekerja ke Malaysia. Karena tiket dan akomodasi semua diurus oleh kantor, saya baru tau kalau kata terakhir dalam 3 kata nama saya tersebut dijadikan sebagai “family name” ketika memesan tiket pesawat dan lain-lain.

Sampai sekarang saya sudah memperpanjang paspor 2 kali. Saya sudah menggunakan paspor tersebut ke berbagai negara buat jalan-jalan. Sebenarnya nama di paspor saya tidak jadi masalah selama saya berdomisili di Indonesia atau menikah dengan orang Indonesia. Nah berhubung saya menikah dengan orang asing dan akan tinggal bersama dia di luar negeri, seluruh dokumen atas nama saya, namanya harus singkron. Nah karena nama di surat menikah saya sama seperti KTP dan paspor, saya memilih merubah nama di akta kelahiran saya, yang terdiri dari 4 kata. Meskipun untuk memproses ini saya harus sidang ke pengadilan negeri setempat. Sidangnya benar-benar seperti pas jadi terdakwa kasus yang ada di televisi😀. Setelah hasil sidang keluar, saya kemudian memperbaiki dokumen akta kelahiran saya dan ijazah-ijazah dari SD sampai kuliah. Saya tidak mendapatkan akta kelahiran baru dengan 3 kata, tetapi sebuah surat keterangan bahwa nama saya telah berubah dibalik akta kelahiran saya. Nama di ijazah-ijazah saya juga tak bisa diubah, tetapi saya mendapatkan surat keterangan dari masing-masing institusi kalau nama saya berubah menjadi 3 kata.

Oya, saya mau sharing hal penting soal paspor. Menurut riset agak-agak mendalam yang telah saya lakukan , berupa googling, membaca beberapa blog dan bertanya kepada teman-teman yang bernasib sama, merubah nama di paspor itu almost impposible! Bisa saja dirubah dengan satu syarat yaitu paspornya belum pernah dipakai keluar negeri. Atau terjadi keajaiban di kantor imigrasi🙂. Kalau menurut informasi yang saya tahu ketentuan mengubah nama di paspor masih simpang siur. Saya sendiri merasa menyerah sebelum berjuang di kantor imigrasi *lemah!*, karena selain sudah sering saya pakai ke luar negeri, saya juga pernah mengajukan visa dengan paspor tersebut. Seorang teman saya sebut saja G, nama baptisnya sampai hilang ketika paspornya jadi. Padahal nama baptisnya yang juga sesuai di KTP dan akta kelahiranya tersebut terletak di depan sendiri. Entah kenapa bisa hilang? . Ketika ia ke imigrasi untuk bertanya soal perubahan nama, petugas imigrasi bilang hal itu tidak mungkin dilakukan karena ia sudah menggunakan paspor tersebut keluar negeri dan namanya sudah terecord secara internasional. Nah G terpaksa kehilangan nama baptis kesayangannya dan terpaksa mengajukan perubahan nama akta kelahiran di pengadilan juga.

Kasus lain juga terjadi kepada teman-teman saya yang hanya memiliki nama yang terdiri dari satu kata. Biasanya imigrasi menambahkan nama belakang ayahnya di paspornya. Contohnya jika namanya hanya Sutami dan memiliki nama ayah Sutomo, maka oleh imigrasi namanya menjadi Sutami Sutomo. Nah kalau Sutami berniat tinggal atau menikah di luar negeri maka ia juga harus mengubah akta kelahirannya menjadi Sutami Sutomo juga. Tapi karena Sutomo bisa dianggap sebagai family name *ya iyalah nama bapaknya, maka ketika mencantumkan family atau last name di visa dan lain-lain Sutomo bisa menjadi nama family yang shahih. Nah kalau saya sebenarnya ga punya family name, nama terakhir saya akhirnya saya jadikan last name, meskipun terdengar aneh. Beruntunglah orang Batak, Papua atau suku-suku yang lain yang terbiasa punya nama fam atau marga. Karena di luar negeri ga punya family name itu kok dianggap aneh banget. Seperti tanpa asal usul *fyuuuuh. Anyway yang saya dengar lagi, tapi saya belum riset sih, kalau mau haji atau umroh ke tanah suci nama di paspor harus terdiri dari 3 kata, kalau cuma 2 pun sampai harus ditambahi nama ayah juga. Bener ga nih? CMIIW.

Nah curhatan saya ini sampai udah saya sebar ke mana-mana di kalangan teman-teman saya. Aiiih curhat kok malah sebar-sebar? Alasan saya sih simpel supaya mereka tidak terkena masalah yang sama dengan saya dan contoh-contoh di atas. Saya sampai berpesan kepada teman-teman saya yang hamil terutama orang Jawa kalau memberi nama anak jangan panjang-panjang, idealnya 3 kata saja, dan kata terakhir kalau bisa family name dari nama ayah supaya kalau suatu saat nanti going abroad family namenya sudah tidak dipertanyakan lagi. Contohnya nama Azalea Kirana Prasetyo atau Mahesa Pradana Sugiarto, nama terakhir diambil dari nama bapaknya. Gitu aja sih. Barangkali teman-teman punya pengalaman serupa silahkan berbagi melalui comment di bawah yaa🙂.

 

12 Komentar

Filed under Miscelaneus, Travel Stuff and Tips

12 responses to “Karena mengubah nama di paspor itu almost impossible

  1. nama saya hanya satu suku kata, di pasporpun hanya satu suku kata, pas ajuin visa ke eropa di kedutaan italy gak jadi masalah, tapi begitu menginjakkan kaki disana masalah bertubi2 muncul gegara nama hanya satu suku kata, mau daftar ijin tinggal, lapor diri ke ktr polisi setempat, ke capil setempat semua menjadi masalah karena nama hanya satu suku kata, hufffft, akhir ya minta tolong KBRI di Roma untuk buatin surat resmi jika mengurus birokrasi di italy dan mereka menanyakan nama belakang saya maka nama depan dan belakang di double, jadi sama nama depan dan belakangnya😀

    • Waaaaoow , malah baru tau di paspor bisa satu kata ya? baru sadar kalau nama belakang itu penting ternyata setelah berada di luar negeri. Yang penting setelah berjuang gitu sekarang ga masalah kan? Jadi pelajaran aja sih buat nanti kalau ngasih nama anak hehehe

  2. Oh ini yg pernah kamu bilang itu Nda.. Baru ngeh kalo kamu punya nama 4 kata. Setauku juga Harumi Citra Adinda aja. Hehe

    Kalo mau umroh emang harus 3 kata. Karena aku cuman 2 kata, nama bapak ditambahkan. Kalo udah punya paspor, nama kita plus tambahan nama bapak ditulis di halaman endorsement aja.

    Nah, kalo yg baru punya paspor karena mau umroh/haji, bagi yg namanya cuman 2 kata, nama bapak ikut ditulis. Jadi nama paspor sama KTP jadi beda. Padahal kalo ngerubah nama di paspor is impossible.. Trus gimana dong? Malah gantian nanya deh aku.

    Btw ndanda mau pindah ke Perancis? Home is where hubby is kok Nda.. 😍

    • Complicated ya jadinya Anna, nah karena aku juga clueless, mending ditanyakan ke imigrasi langsung aja, tadi temanku ada yang bilang kalau pas masa-masa ganti paspor bisa. Emang ketentuannya belum jelas sih. Ada yang ditolak mentah-mentah juga temanku. Anyway selama Anna ga pindah keluar negeri kayaknya ga masalah kok nama paspor beda sama akte, kalau buat jalan-jalan mah gapapa hehehe. Iyaa Anna doakan lancar yaaa, coming to hubby!😀

  3. Salam kenal mbak,
    Setau saya family name itu sama dengan last name, berapa banyakpun kata dalam nama. Tidak harus nama keluarga. Nama saya hanya 2 kata (first/given name dan last/family name). Jika punya middle name bisa disebutkan tapi jika tidak punya dikosongkan. Untuk yang hanya memiliki 1 kata dalam namanya maka itu dianggap sebagai last name/family name. Jadi first namenya adalah F.N.U (first name unknown). Misal ; Sugiyanto FNU. Itu kalo di Amerika. Tapi beda negara beda sistem mungkin.

    • Salam kenal juga mas, memang mas kalau ga ketahuan last name yang bukan nama keluarga aman aja kok dijadikan family name. Iya memang mas, beda negara beda sistem, ini teman-teman yang komentar malah pengalamannya macem-macem soal nama. Ya namanya juga belum ada aturan yang baku sih ya soal nama🙂

  4. Aku jg ganti akte lahir pas mau ngajuain visa US karena salah huruf haha. Ngurus dokumen2 ini deh yg bikin serem

  5. Pernah kerja di travel agent jadi pernah tahu susahnya si pemilik nama panjang urus namanya hehehe. Saran buat orang tua masa kini agar anaknya nggak diberi nama panjang-panjang biar nggak kesusahan bikin paspor kelak😛. (Oh ya mbak, sori ingin ralat kata kerja “merubah” yg ditulis di artikel ini harusnya mengubah, ntar dikira menjadi rubah kalo tetap “merubah” hehehe. Thxs-pembaca yg peduli)

  6. Hmmmm, informasi yang menarik nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s