Backpacking to Strasbourg & Colmar #3 : Jalan-jalan keliling kota Strasbourg

Setelah 2 jam yang menegangkan di dalam kereta, sampailah kami di kota Strasbourg. Kota yang menjadi tuan rumah parlemennya Uni Eropa. Kota ini juga merupakan ibu kota dari propinsi Alsace yang terletak di Perancis bagian timur, dan berbatasan langsung dengan negara Jerman. Nama Strasbourg sendiri terdengar lebih ke Jerman daripada Perancis. Sejarah tentang kota yang katanya sudah ada sejak tahun 1300 SM ini, ternyata cukup panjang dan unik. Eh, tapi ceritanya nanti aja ya pas saya cerita tentang museum sejarah kota Strasbourg. Untuk menuju ke kota yang jaraknya sekitar 500 km dari Paris ini, bisa ditempuh dengan kereta cepat TGV atau dengan bus. Tetapi malah ga ada pesawat langsung dari Paris ke kota ini. Mungkin karena jaraknya masih dianggap dekat jika harus ditempuh dengan udara. Hmm ya iya kali yaa, ditempuh dengan TGV saja dua jam langsung sampai, dan tanpa proses ribet check in seperti di bandara. Untuk reservasi tiket kereta cepat bisa klik di website ini. Jika ingin pergi dengan bus, sebagai opsi yang paling murah, akan memakan waktu 6-8 jam perjalanan. Agen bus yang recomended adalah eurolines atau ouibus.

IMG_0309

Souvenir shop di kota Strasbourg, displaynya lucu banget!

Waktu itu jarum jam masih menunjukkan pukul 10 pagi. Terlalu awal untuk kami check in di hotel yang sudah kami buking sebelumnya. Kami menitipkan barang bawaan kami di hotel terlebih dahulu kemudian langsung jalan-jalan keliling kota Strasbourg. Sebagai salah satu kota tujuan utama di Perancis, pilihan menginap di kota ini banyak banget! Tinggal pilih dari berbagai website buking hotel, hostel dan airbnb. Mau lewat couchsurfing juga bisa, karena di kota ini terdapat ratusan host yang available. Kami memilih tinggal di hotel karena kami pengen mencoba menginap di aparthotel. Cek di postingan saya sebelumnya ya🙂.

IMG_0218

Grand rue Strasbourg, salah satu jalan utama di kota ini

Untuk mengelilingi kota ini paling enak ya jalan kaki! Dari satu tempat ke tempat lain tidak terlalu jauh. Dan view kotanya memang enak dinikmati sambil berjalan kaki. Jadi mendingan siapkan alat tempur berupa sepatu atau sandal yang nyaman untuk berjalan kaki. Saran saya mendingan hindari high heels, karena sebagian jalan di kota ini masih terbuat dari susunan batu yang terkadang permukaanya tidak terlalu rata. Selain jalan kaki, bisa juga keliling kota ini dengan menggunakan sepeda yang bisa disewa di berbagai sudut kota ini. Namanya velhop Strasbourg. Informasi lebih lengkapnya bisa dibuka di website ini. Cuma menurut saya parkirnya agak riweh dan ada beberapa bagian yang hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki. Transportasi umum yang tersedia di kota ini adalah bus dan tram, jadi sesekali kalau capek bisa naik transportasi umum ini. Tarifnya 1,40 euro per tiket. Jika ingin mengelilingi kota Strasbourg lewat sungai, tersedia boat batorama untuk turis dengan tarif 12,50 euro. Durasinya 1 jam 15 menit. Dermaganya berada di Le Petite France. Untuk lebih jelasnya silahkan klik di website ini.
IMG_0186

Boat batorama yang melintasi Le Petite France

Lokasi pertama random walk kami pagi itu adalah Barrage Vauban, karena lokasinya hanya 5 menit jalan kaki dari hotel. Bangunan ini merupakan jembatan, sekaligus dam dan benteng pertahanan yang didesain dan dibangun oleh Vauban pada tahun 1686 M ampai tahun 1700 M. Vauban merupakan seorang insinyur militer yang bekerja di bawah perintah Louis XIV. Benteng yang memiliki 3 menara ini masih berdiri dengan gagah. Saat ini Barrage Vauban difungsikan sebagai pedestrian, tempat piknik dan tempat bermain kanoe. Selain berjalan di dalam terowongan, pengunjung juga bisa naik ke atas jembatan untuk mendapatkan view le petit france yang terletak di seberangnya. Tidak perlu membeli tiket untuk menjelajahi jembatan dan terowongan di dalamnya.

IMG_0106

3 menara di Barrage Vauban

IMG_0155

Anak-anak sekolah sedang bermain kanoe di Barrage Vauban

IMG_0167

Narsis dulu, sambil melihat view dari atas Barrage Vauban

Lokasi ke dua random walk kami adalah Le Petite France yang berada di sebelah timur Barrage Vauban. Nama area ini lucu juga ya Le Petite France tapi letaknya di dalam negara Perancis. Le Petite France merupakan sebuah area yang masuk ke dalam Unesco Heritage Site sejak tahun 1988. Pada zaman dahulu kala, area ini merupakan perumahan bagi para nelayan, penyamak kulit dan penggiling gandum. Rumah-rumah tua yang bergaya ala Alsatian atau Alsace ini, kini telah berubah menjadi toko-toko cinderamata, cafe, restoran dan hotel. Idealnya sih nginep di area Le Petit France ini supaya lebih menyatu dengan suasana ala Alsatian. Tetapi hotel-hotel di area ini rate harganya mahal banget bo! Nah menurut saya paling tepat mengunjungi Le Petit France saat musim semi atau musim panas karena bunga-bunga warna warni pas bermekaran di mana-mana. Di dalam area Le Petit France ini terdapat sebuah jembatan putar yang bisa dibuka dan ditutup serta sebuah dam kuno yang permukaan airnya bisa disesuaikan saat ada boat yang akan melintas.

IMG_0184

Salah satu sudut Le Petite France

IMG_0312

Rumah-rumah ala Alsatian yang berjejer-jejer sepanjang Le Petite France

IMG_0304

Gimana ya rasanya tinggal di rumah ala Alsatian? Sepertinya terlihat cozy

Kebetulan pas kami jalan-jalan di Le Petite France pas jam makan siang. Jadi kami memutuskan untuk makan di sana. Karena kami adalah backpacker yang berusaha ngirit, kami googling tentang tempat makan paling terjangkau di area ini, tetapi masih bercita rasa Alsatian. Rata-rata harga menu lengkap dari appetizer sampai dessert di berbagai restoran di Le Petit France adalah 25 euro ke atas. Kalau pengen makan ngirit-ngirit banget, bisa juga membeli kebab atau burger seharga 6,5 euro di kedai-kedai yang berada di grand rue. Setelah googling akhirnya kami memutuskan untuk makan di academie de la bierre. Di tempat ini harga satu set menu mulai dari 13 euro dari appetizer sampai dessert. Kami memesan 2 set menu dengan tarte flambe sebagai main coursenya. Tarte Flambe adalah makanan khas Alsatian yang bentuknya mirip seperti pizza. Pas tarte flambenya datang, porsinya gedhe banget! Yang jelas, makan di sini bakal kenyang banget deh! Kalau menurut saya sih, buat perut orang Indonesia satu set menu aja cukup buat dimakan 2 orang.

IMG_0206

Makan di sini yuk!

IMG_0210

Tarte Flambe

Random walk kami pun berlanjut dengan perut yang kekenyangan. Kali ini kami berjalan melintasi grand rue yang penuh dengan kedai, toko-toko dan restoran. Banyak terlihat anak muda nongkrong di sepanjang jalan yang masih tersusun dari batu ini. Mengapa banyak anak muda di Strasbourg? Karena kota ini juga merupakan kota pelajar dengan berbagai sekolah tinggi di Perancis bagian timur. Kami berjalan kaki pelan-pelan sampai ke Place Guttenberg, lalu menyeberang ke area Place de la Cathedrale. Di lokasi inilah katedral Strasbourg yang terkenal ini berada. Salah satu katedral dengan menara tunggal tertinggi di Perancis. Bahkan menaranya pernah menjadi yang tertinggi di dunia sampai tahun 1874. Awalnya kami ingin naik ke menara hari itu, tetapi karena loketnya sedang tutup , maka kami menghabiskan waktu di dalam katedral Strasbourg yang berarsitektur gotik dan sangat indah. Gereja dengan tinggi 142 meter ini selesai dibangun pada tahun 1439 M.  Yang menarik untuk saya di dalam katedral ini adalah sebuah jam astronomi kuno dari tahun 1838. Jam astronomi ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Di sekitar gereja ini terdapat banyak bangunan bersejarah, museum, cafe, restoran dan toko-toko souvenir khas Alsatian yang bisa dikunjungi. Rencananya sih kami akan melanjutkan jalan-jalan kami ke museum-museum esok hari. Di pelataran sekitar katedral ini saat musim dingin sebelum hari raya natal, terdapat sebuah christmas market. Salah satu christmas market terbesar dan terkenal di Perancis.
IMG_0237

Jalan menuju ke katedral Strasbourg

IMG_0245

Bagian dalam katedral Strasbourg

IMG_0253

Jam astronomi di dalam katedral Strasbourg

Karena sudah agak sorean dan kami ingin beristirahat siang itu, random walk kami lanjutkan sekalian menuju hotel. Kami memutuskan untuk berjalan kaki di sepinggir sungai agar bisa melihat sisi lain dari kota Strasbourg. Di pinggir sungai ini terdapat banyak tempat duduk, jadi bisa dimanfaatkan buat piknik atau makan siang. Sepanjang sungai ini juga terdapat banyak cafe, restoran dan bangunan-bangunan dengan arsitektur Alsatian. Menurut saya penataan kotanya keren banget! Arsitektur kuno menyatu dengan modernitas warganya. Dan setiap melihat kota yang tertata rapi seperti ini dengan sungai yang bersih, rasanya pengen banget di Indonesia bisa seperti ini.
IMG_0265

Jalan kaki di pinggir sungai Strasbourg juga asyik

Recommended official website before visiting Strasbourg :

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

2 responses to “Backpacking to Strasbourg & Colmar #3 : Jalan-jalan keliling kota Strasbourg

  1. bonekanya kok lucu2 banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s