Backpacking to Strasbourg & Colmar #6 : Bermain di museum mainan Colmar

Rencana kami untuk mengunjungi kastil Haut Koenigsbourg di Selestat gagal total😦 . Kami telah mencari cara bagaimana untuk menuju ke kastil ini dengan kendaraan umum di internet. Cara satu-satunya hanya dengan shuttle bus yang tersedia setiap jam di depan stasiun Selestat, yang kebetulan libur seminggu ini. Dari sepanjang tahun kenapa harus pas kami di sini sih?😦 hiks . Hari ke dua ini kami lumayan bingung mau ngapain di kota Colmar. Karena kalau hanya untuk muter-muter kota saja tanpa mengunjungi museum-museum, sehari saja ternyata sudah cukup. Pagi itu kami mengunjungi centre of tourism kota Colmar yang letaknya tak jauh dari hotel. Ada banyak brosur-brosur tentang aneka tempat di luar kota Colmar yang bisa dikunjungi, sayangnya kami harus menyewa kendaraan pribadi jika ingin ke sana. Kami juga bertanya tentang museum pass yang mungkin tersedia jika kami ingin museum hopping di kota ini. Sayangnya tidak ada museum pass di Colmar. Kami harus membeli tiket museum satu per satu jika ingin museum hopping di Colmar.

IMG_0844

Day 2 in Colmar

FYI di kota Colmar ada 6 museum yaitu Musee d’Unterlinden, Musee Bartholdi, Musee d’Histoire naturelle & ethnographie, Musee du jouet & des petits trains, Musee des Usines Municipales dan Musee Hansi. Tarif untuk masuk ke museum-museum ini berbeda-beda, sekitar 6 sampai – 10 euro. Yep! Namanya juga di Eropa, tarif masuk museum lumayan berat di ongkos😛 . Karena keterbatasan dana *hedeuh , kami hanya bisa memilih satu museum saja untuk dikunjungi. Sewaktu di kota Strasbourg beberapa hari yang lalu kami sudah museum hopping dengan tema sejarah, seni dan arkeologi, kali ini kami ingin mengunjungi museum yang berbeda. Pilihan kami jatuh pada Musee du jouet & des petits trains yang dalam bahasa Indonesia artinya museum mainan dan kereta api mainan. Di Indonesia sendiri saya pernah mengunjungi museum mini kolong tangga, tentang mainan dan permainan anak tradisional yang terletak di komplek Taman Budaya Yogyakarta. Tetapi tentu saja museum mainan yang ada di Colmar ini bakalan jauh berbeda dan menarik untuk dikunjungi.
IMG_0889

Tampak depan museum mainan Colmar

Museum mainan dan kereta mainan di kota Colmar ini bertarif 6 euro per orang. Cukup terjangkau dibandingkan dengan tarif museum kebanyakan. Beberapa menit setelah museum ini buka, kami langsung membeli tiket dan masuk ke dalamnya. Hmmm rasanya kami balik menjadi anak-anak lagi. Inner child kami tiba-tiba bangkit. But, iya kan? Untuk menikmati museum ini memang paling pas kalau kita memposisikan diri sebagai anak-anak😀. Petualangan kami diawali dengan memasukkan koin 20 sen ke mesin jukebox kuno lengkap dengan marionettenya. Sebagai anak-anak yang tumbuh di Jogja dan ga pernah lihat jukebox dengan marionette, saya merasa excited!
IMG_0848

Teddy bears!!

Aneka jenis mainan dipamerkan di dalam museum yang terdiri dari 3 lantai ini. Mulai dari koleksi teddy bear, robot-robotan, permainan konsol, mobil-mobilan dan masih banyak lagi. Koleksi permainan kreatif mulai dari lego koleksi paling awal sampai paling akhir dapat dilihat dibalik kotak kaca. Saya malah baru tahu kalau lego itu sudah ada dari tahun 40-an😀. Saya jadi ingat dulu pernah punya satu set permainan lego yang dibelikan oleh paman saya yang bekerja di Amerika dan itu satu-satunya lego yang saya punya karena orang tua saya ga sanggup kalau harus membeli mainan bermerk. Berbeda dengan suami saya yang koleksi legonya berjibun dan masih awet sampai sekarang. Well emang sih, anak-anak yang lahir tahun 80-an seperti saya dan suami saya tumbuh dengan permainan yang  berbeda, antara Jawa dan Belgia. Di negara-negara Eropa, lego menjadi mainan yang bisa dibeli dari kalangan manapun. Sedangngkan di Indonesia, hanya yang mampu saja yang bisa bermain lego. Meskipun sebagai anak-anak Jawa, tanpa lego pun yaa saya tetap bisa bermain dengan media apa saja🙂 .
IMG_0852

Koleksi lego lawas yang tetap menarik

Lantai satu museum ini juga menyediakan arena bermain bersama untuk anak-anak sampai orang dewasa, dari mulai carrousel yang bisa ditumpangi sampai permainan puzzle, monopoli, ular tangga, catur, halma, mahyong, sudoku dan permainan adu otak lainnya. Karena sudah niat berlama-lama di museum ini maka kami mencoba berbagai permainan tersebut berdua sampai bingung dan sampai puas😀 . Koleksi gundam dan robot-robotan di museum ini juga lumayan lengkap dan diimport dari Jepang langsung . Eniwei, saya pribadi sih ga menganggap gundam sebagai mainan anak-anak, karena lebih banyak orang dewasa yang tergila-gila dengan robot-robot mahal ini.
IMG_0859

Museum mainan Colmar, tampak dalam

Lantai 2 museum ini menampilkan ilustrasi kamar anak-anak dari beberapa era. Era 1930-1950 adalah yang paling menarik buat saya. Era kakek dan nenek saya. Ternyata jaman segitu di negara ini mainannya udah macem-macem. Nah kalau kakek dan nenek saya jaman dahulu mainannya seperti apa ya? Kayaknya bakalan seru kalau di Indonesia juga ada museum mainan yang lengkap dengan koleksi permainan tradisional dari seluruh penjuru nusantara. Selain ilustrasi kamar anak, di lantai ini juga terdapat koleksi permainan konsol yang bisa kita mainkan langsung seperti nitendo, sega dan play station. Sebagai penyuka game tetris, kami cukup lama duduk-duduk di sini sampai permainan selesai. Ketika sedang asyik melihat aneka game konsol, petugas museum memanggil para pengunjung untuk masuk ke sebuah ruangan. Kamipun masuk ke dalamnya. Ruangan ini berbentuk teater kecil dengan tempat duduk berderet-deret. Setelah semua pengunjung museum masuk, petugas museum kemudian mematikan lampu dan voila! Ternyata kami disuguhi sebuah konser musik klasik yang dimainkan oleh marionette selama beberapa menit. Meskipun marionettenya kelihatan serem, saya sih cukup menikmati🙂 . Masih di lantai yang sama, kami bisa menikmati timeline boneka anak-anak, mulai yang masih terbuat dari porcelain sampai plastik. Selain itu ada juga timeline aneka boneka barbie dari yang paling jadul sampai yang paling baru.
IMG_0857

Ilustrasi permainan anak modern di tahun 1930-1950

IMG_0850

Aneka permainan konsol kuno

IMG_0866

Pengunjung museum bisa bernostalgia dengan aneka permainan konsol sampai puas

IMG_0878

Pertunjukan musik marionette

IMG_0858

Koleksi boneka porcelain, buat saya sih sedikit creepy😀

Lantai paling atas museum ini menampilkan aneka kereta api mainan lengkap dengan miniatur bangunan-bangunan pendukungnya seperti stasiun, pertokoan, rumah-rumah dan lain-lain. Bahkan ada satu miniatur kota yang dibuat panjang banget lengkap dengan landscape pegunungan dan hutan. Saya yang jarang melihat model miniatur seperti ini merasa terkesima. Nah kalau mainan yang seperti ini sih sebenarnya bukan milik anak-anak saja. Kata suami saya, di Eropa banyak orang-orang dewasa sampai kakek-nenek yang terobsesi untuk membuat model miniatur seperti ini. Mereka bahkan tak segan untuk mengeluarkan banyak uang demi koleksinya. Memang sih terkadang mainan itu ga cuma sekedar mainan untuk anak-anak, orang dewasa pun bisa menikmati aneka mainan dan permainan tersebut sebagai sarana hiburan dan pelepas penat. Seperti yang kami lakukan di museum ini sekarang. Menikmati mainan sebagai hiburan dan pelepas penat sambil nostalgia ke masa kecil dahulu😀 .
IMG_0886

Miniatur kereta lengkap dengan landscapenya

 

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

One response to “Backpacking to Strasbourg & Colmar #6 : Bermain di museum mainan Colmar

  1. Ping-balik: Melancong ke kastil Haut Koenigsbourg di pegunungan Alsace | Kelanakecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s