Escape to Vergies, desa kecil di daerah Picardie

Suami saya mempunyai seorang teman yang tinggal di daerah pedesaan Perancis. Sebut saja dengan mr C. Ia mengundang kami untuk menginap di rumahnya yang berjarak 178 km dari kota Paris. Lumayan jauh juga kan?  Jujur, saat itu saya memang lagi bunek dan capek melihat kesibukan kota. Mendapat tawaran seperti ini tentu saja saya senang sekali. Sebelum berangkat menuju ke desa mr C, suami saya bilang kepada saya bahwa rumahnya benar-benar di desa, mungkin akan terasa lebih desa daripada desa-desa di Indonesia. Saya jadi penasaran dunk, beberapa kali jalan-jalan di Eropa, belum pernah sekalipun ke tempat yang benar-benar desa, jauh dari kota kecil apalagi kota besar. Suami saya sendiri belum pernah ke rumah mr C, ia hanya tahu dari cerita-cerita mr C. Untuk menuju ke desanya mr C, kami menggunakan kereta intercites dari stasiun gare du nord menuju ke kota Amiens. Kota Amiens adalah kota besar paling dekat dengan desa mr C. Sampai di Amiens kami dijemput oleh mr C dengan mobil. Saya pikir jarak desanya mr C masih sekitar 20-30 km dari Amiens. Ternyata dari Amiens saja masih 50 km.

IMG_1211

On the way ke rumah mr C, it feels like in the middle of nowhere

Sepanjang perjalanan dari stasiun Amiens menuju ke desanya mr C, pemandangan ladang gandum, ladang colza dan areal pertanian membentang luas seperti tak berbatas dan berbukit-bukit. Sesekali kami juga melewati kawasan hutan yang penuh dengan tanda rusa dilingkari merah. Ternyata hewan-hewan ini masih hidup liar di hutan-hutan ini. Sebelum menuju ke rumahnya mr C, ia mengajak kami singgah untuk berbelanja di sebuah kota kecil berjarak 9 km dari rumahnya. Namanya daerah Airaines. Ia bilang kota kecil paling dekat dari rumahnya ya hanya kota ini. Kalau ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari, ia harus memacu mobilnya sampai ke sini karena di desanya tidak ada kios atau toko. Selain menjadi petani, mr C juga bekerja sebagai guru SD di kota ini. Dalam bayangan saya 9 km ke kios atau toko terdekat? Buset ini mah jauh banget! Lebih jauh daripada kios di daerah perkampungan di Papua Barat yang pernah saya sambangi dulu.
IMG_1129

Sampai di desa Vergies

Setelah membelah areal pertanian yang luas, sampailah kami di rumah mr C di desa Vergies. Desa yang warganya hanya sekitar 300 orang saja. Rumahnya adalah sebuah rumah pedesaan tua yang sangat besar dan luas dengan halaman super luas pula. Rumahnya mirip seperti sebuah chateau kecil di tengah daerah pertanian, jauh dari tetangga. Tetangga terdekat dari rumahnya masih sekitar 2 km. Mr C tinggal sendirian di rumah ini. Saya ga bisa membayangkan kalau ada sesuatu yang terjadi , kalau teriak-teriak, tetangga bakalan bisa dengar ga ya? Mr C bilang daerah desanya ini sangat aman dari tindak kejahatan, jadi ia merasa biasa saja tinggal di sini sendirian. Ia bilang mungkin suatu saat nanti ia ingin membuka resort di rumahnya untuk orang-orang yang ingin melarikan diri ke desa. Wah kami bisa jadi tester nih😀 .
IMG_1075

Rumah mr C dengan halaman yang sangat luas

Halaman belakang rumah mr C sebenarnya penuh dengan tanaman buah-buahan mulai dari cherry, apel, anggur dan berries. Sayang, pas kami datang pas ga musim buah, jadi saya cuma bisa menatap pohon-pohon ini sambil berharap bisa main lagi ke sini😀 . Mr c juga mempunyai 4 kuda poni yang ia pelihara di halaman samping yang juga super luas. Sebenarnya kuda-kuda ini milik temannya, tetapi entah mengapa temannya malah tidak mengambil kembali poni-poni lucu ini. Sebelumnya saya sih sudah pernah melihat kuda poni, tetapi belum pernah berinteraksi dengan poni sedekat ini. Ketika saya dan suami saya mendekati pintu kandang, keempat kuda ini mendatangi kami sambil memberi kode kalau ingin dibelai. Wiiih lucu dan cute banget! rasanya pengen saya bawa pulang😀 .
IMG_1088

Its a lot of fruits trees in the background!

IMG_1086

Piknik di halaman belakang

IMG_1081

Kuda-kuda poni yang cebol dan lucu

IMG_1093

Elus-elus si poni❤

Kami tinggal di rumah mr C selama 3 hari 2 malam. Selama 3 hari di Vergies, kami jalan-jalan keliling areal pertanian, hutan-hutan lokal dan perumahan di pedesaan. Suasananya memang jauh berbeda daripada desa di Indonesia. Rasanya kok malah lebih sepi di sini ya? Lahan-lahan pertanian yang ada di desa ini berupa lahan gandum, lahan colza, lahan kentang dan tanaman sayur-sayuran. Masing-masing lahan luasnya luasss banget. Mr c dengan senang hati selalu menemani kami berjalan-jalan sambil menerangkan tentang tanaman-tanaman pertanian di sana. Kami jadi banyak belajar dan jadi tahu yang mana tanaman gandum untuk roti dan yang mana untuk bir. Yang menarik ketika kami melintasi ladang gandum ini, adalah bunga-bunga berwarna oranye yang tumbuh di sela-selanya. Malah jadinya seperti padang bunga yang sangat indah. Dan ini pertama kalinya saya melihat padang bunga seluas ini🙂 . Gasp! so beautiful! Meskipun bunga-bunga ini sebenarnya adalah gulma bagi tanaman-tanaman gandum. Kata mr C sih, bunga oranye ini namanya kokoriko. Hmm saya jadi ingat, ternyata bunga ini yang dipakai sebagai ikon parfum kenzo. Jujur, gara-gara nemu padang bunga secantik ini, saya jadi narsis abis pengen foto-foto terus di sini😀.
IMG_1032

Ladang gandum hijau untuk membuat roti

IMG_1035

Ladang gandum kuning untuk bahan dasar bir

IMG_1229

Padang bunga kokoriko

Sesekali ketika kami melintasi areal pertanian ini, kami juga melihat kelinci-kelinci liar yang berloncatan kemudian menghilang dan bersembunyi. Kelinci-kelinci liar seperti ini adalah pemandangan biasa di pedesaan Perancis. Tak ada seorangpun yang berminat menangkap untuk dijadikan makanan atau dipelihara. Wih kalau di Indonesia pasti udah ditangkap terus dipelihara. Hutan-hutan lokal di sekitar desa Vergies ini juga masih terlihat alami dan liar. Kami sempat trekking sepanjang pagi melintasi hutan bersama mr C. Ia bilang kalau beruntung , kami bisa spotting bambi, rusa kecil yang memiliki totol-totol putih di bulunya. Sayangnya kami ga seberuntung itu sih😀 . Selain bambi di hutan-hutan ini juga banyak terdapat babi hutan. Biasanya babi-babi hutan ini banyak yang merusak tanaman petani ketika malam hari. Ehmm kalau babi hutan mendingan saya ga mau spotting deh, takut diseruduk😛 .
IMG_1103

Mr C & my hubby sedang ngobrol sama kuda😛

IMG_1113

Narsis pas trekking di hutan😀

Selama menginap di Vergies yang suasananya super tenang ini, rasanya pikiran kami jadi segar kembali. Udaranya yang super bersih juga membuat paru-paru kami yang biasa tinggal di kota menjadi semakin ringan untuk bernafas. Mr c juga menjadi tuan rumah yang sangat welcome dengan hospitalitynya. Merci beacoup mr C ! Ia bilang kami bisa datang kapan saja terutama saat musim buah😀 . So, let see yah, will we going back here soon?

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s