Menyambangi Musee de la Contrefaçon dan cerita tentang barang-barang palsu

Saya memfavoritkan sebuah situs, yang selalu mereferensikan tempat-tempat unik dan aneh untuk dikunjungi di mana saja asal masih di bumi🙂 . Hayoo situs apakah ini? Coba tebak pemirsa😛 . Dari situs ini, saya kemudian pengen menyambangi sebuah museum yang isinya tentang barang-barang palsu, KW atau imitasi di kota Paris.  Nama museumnya Musee de la contrefaçon.  Contrefaçon sendiri dalam bahasa Perancis ya artinya palsu. Museum ini letaknya di Rue de la Faisanderie no 16. Stasiun metro terdekat dengan museum ini adalah stasiun porte dauphine di jalur 2 atau stasiun avenue foch di jalur RER C. Museum ini terkesan tertutup dari luar. Jadi pengunjung harus memencet bel terlebih dahulu supaya pintunya terbuka🙂 . Tarif untuk masuk ke museum ini 6 euro, jauh lebih murah dari tarif museum kebanyakan di kota Paris.
Museum kecil ini sebenarnya mempunyai konsep sederhana tetapi menohok😀. Terutama buat mereka yang suka memakai barang palsu dan KW. Koleksi barang-barangnya ratusan terdiri dari barang-barang asli dan palsu yang didisplay bersama. Ada tas LV palsu dijejerkan dengan yang asli. Parfum channel palsu dijejerkan dengan yang asli. Kondom durex asli dan palsu. Buset kondom aja dipalsu yaa? Windows asli dengan windows palsu. Obat-obatan dan kosmetik asli dijejerkan dengan yang palsu. Serem ga sih? Aih jadi ingat kasus vaksin palsu yang kemarin lagi trending pula! Setrika asli dan palsu dan masih banyak barang-barang palsu lainnya. Di bagian ke dua museum ini menampilkan karya-karya seni imitasi yang juga banyak dipalsu untuk tujuan tertentu. Biasanya orang-orang yang membeli dan memajang lukisan imitasi palsu ini memang sengaja menampilkan bahwa ini palsu😀 .Terkadang karya-karya seni imitasi ini sengaja dipasang di museum untuk menggantikan yang asli supaya tidak dicuri. Konon katanya lukisan Monalisa yang di museum Louvre pun bukan yang asli yang dipajang, melainkan imitasinya. Bagian ke tiga atau terakhir museum ini menjabarkan tentang sejarah pemalsuan barang seiiring dengan majunya industri barang-barang di Eropa, hukum-hukum tentang pemalsuan barang dan pelanggaran hak cipta serta lembaga-lembaga penjaminan barang asli di Eropa. Bagian ke tiga museum ini sifatnya lebih mengedukasi pengunjung supaya tidak memakai barang palsu di Uni Eropa. It’s definitely againts the law to use fake stuff in EU man! Menurut saya kampanye anti barang palsu memang lebih menarik dan mengena ketika disampaikan dengan cara yang edukatif seperti di museum ini. Kalau ada museum seperti ini di Indonesia kira-kira ngefek ga?
IMG_2401

Tumpukan sepatu palsu di Museum Contrefacon

IMG_2409

atas : tas LV asli, bawah : tas LV palsu

IMG_2425

Ruangan karya seni imitasi

IMG_2419

Penampakan ruangan perbandingan barang asli dan palsu di Museum Contrefacon, Paris

Saya jadi ingat sesuatu. Sebagai penyuka dunia traveling, saya join beberapa grup di media sosial seperti backpacker dunia, backpacker international atau couchsurfing indonesia. Saya sih cuma silent reader dan ga pernah posting😀. Terkadang saya membaca postingan tentang barang-barang traveler yang disita pas mereka menginjakkan kaki di  bandara tujuan. Terutama di negara-negara maju seperti Perancis, Belanda, Jerman atau Inggris. Barang yang disita oleh polisi atau petugas bandara kebanyakan berupa tas, sepatu, perhiasan atau barang-barang lain yang KW aka tidak original. Untung cuma disita doank, kalau sampai dihukum karena pakai barang KW gimana tuh? Terkadang saya bertanya-tanya juga sih, ini orang-orang pada sadar ga sih kalau barang KW se super-super apapun tetep aja barang palsu ? Kebiasaan memakai barang KW di Indonesia yang ga akan dipermasalahkan oleh siapapun, bisa jadi bahaya ketika kita berada di tempat lain yang mempunyai undang-undang jelas tentang pemakaian barang bermerk palsu. Terutama barang-barang branded yang kelasnya luxurious seperti Hermes, Louis Vuitton, Chanel, YSL dan lain-lain . Barang-barang KW super inipun harganya terkadang tetep muahaal walaupun jauh lebih murah dibandingkan dengan harga barang yang asli😛 . Kalau saya pribadi sih, pas jalan-jalan ke luar negeri, lebih baik cari aman saja, pakailah barang-barang asli sesuai dengan kemampuan. Barang KWnya disimpen di Indonesia dulu😛 .
IMG_2408

Kosmetik MAC asli (kiri) dan palsu (kanan)

IMG_2437

Kondom durex palsu! Oh no!!

Saya sendiri bukanya 100% bersih dari dosa menggunakan barang palsu😛 . Saya pernah membeli sandal havainas palsu di Siem Reap karena emang pas butuh sandal jepit, dan ga tau kalau mau beli yang ga palsu di mana. Yang jelas sandalnya udah dibuang sekarang😀. Dan jaman-jaman dahulu dikala saya ga sadar barang palsu, saya pernah membeli sepatu adidas palsu, celana levis palsu, pakai windows palsu atau beli dvd bajakan. Well to be honest, sadar ga sadar barang-barang palsu ini ada di mana-mana di negara Indonesia kita tercinta. Udah bagaikan virus yang ga tau kapan bisa hilang karena udah terlalu mengakar. Memakai barang palsu itu ya biasa aja. Rasanya ga ada dosa apapun. Pas pertama kali terbang ke Eropa bersama suami saya. Ia bertanya kepada saya, apakah saya punya barang palsu atau tidak. Ia sempat memperingatkan saya untuk meninggalkan barang-barang palsu saya di Indonesia. Untung saja pas udah nikah sama suami saya, saya udah lama ga punya barang palsu lagi. Saya lebih suka membeli barang asli walaupun ga bermerk dan lebih suka menggunakan uang saya untuk jalan-jalan daripada beli barang😀 .
IMG_2411

Tas Longchamp yang juga banyak dipalsukan

Lalu apakah barang-barang palsu ini sama sekali ga beredar di EU terutama di Perancis ? Ga juga men! Masih ada, tetapi dijual agak sembunyi-sembunyi supaya kalau ada razia mereka bisa lari dengan mudah. Kalau penasaran dengan orang-orang yang berjualan barang-barang palsu di sekitar Paris, coba saja kunjungi daerah Porte de Clignancourt😀 . Penjual barang-barang palsu terutama barang luxurious palsu akan mendekati anda sambil memperlihatkan koleksinya dari dalam tas. Mereka tidak buka lapak karena akan terlihat jelas oleh polisi.
More info about this museum :

8 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

8 responses to “Menyambangi Musee de la Contrefaçon dan cerita tentang barang-barang palsu

  1. Teman saya pernah disita tas nya. Gue lupa merknya. Itu jg kejadian pas doi lagi ke eropa travelling. Emang ya, mereka sangat menghargai karya org. Salut!!

  2. Wah tulisan yg sangat menarik.. Untung saya gak doyan tas mewah, abisnya mahal banget😝 Mending duitnya dipake berkelana.. Gak doyan barang palsu juga.. Sukanya yg nyaman dipakai dengan segala keasliannya biarpun gak bermerek atau bukan merek terkenal..

  3. mungkin salah satu museum terbesar barang palsu ada di Indonesia dong … kalau teman beli barang bermerek .. kadang suka di tanya . ini asli atau palsu .. asli dooongg .. asli mangdu .. wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s