How do I finance my travel #1 : Keliling Indonesia gratis, bahkan dibayar ala asisten peneliti lapangan

Catatan ini adalah tentang pekerjaan saya ketika tinggal di Indonesia. Saya pengen nostalgia sedikit dengan menuliskannya di sini. Catatan tentang obsesi traveling saya yang besar namun dengan dana yang terbatas😀 . Background saya sendiri dari keluarga sederhana. Saya bisa jalan-jalan ke mana-mana ya setelah saya bekerja dan menabung. Sebagian besar postingan-postingan keliling Indonesia yang saya tulis di blog ini ya karena pekerjaan saya. Mungkin ada yang tertarik untuk bekerja seperti saya ?

Kampung adat senaru, salah satu kampung tradisional di Lombok Utara

Waktu saya penelitian di Senaru, Lombok Utara tahun 2013

Awalnya di tahun 2009, saya resign dari sebuah perusahaan di Malaysia karena saya gampang bosan kerja di balik meja. Seorang teman kemudian menyarankan saya mendaftar sebagai asisten peneliti lapangan di sebuah lembaga penelitian di UGM. Universitas tempat saya belajar juga. Pekerjaan tersebut freelance dengan kontrak terbatas. Teman saya, dulunya juga berprofesi sama dengan saya. Setelah sekali ke lapangan, waktu itu di Bondowoso dan Probolinggo, saya kecanduan! Saya begitu menikmati pekerjaan saya karena saya bertemu dengan orang-orang baru setiap hari dan menjelajahi tempat-tempat baru setiap hari. Meskipun Bondowoso dan Probolinggo letaknya tak jauh dan masih di pulau Jawa, pengalaman perbedaan budaya yang saya dapatkan sangatlah menarik.

Morning at bromo, view from cemoro lawang

Awal saya ikut penelitian di Probolinggo, bisa ke Bromo gratis dan melihat view seperti ini🙂

Asisten peneliti lapangan? Mungkin profesi seperti ini tak sefamiliar profesi-profesi yang lain, karena di Indonesia sendiri baru mulai marak setelah tahun 1997. Tugas kami sebagai asisten peneliti lapangan tergantung kepada tema penelitian yang dilakukan. Biasanya kami melakukan survei dengan kuesioner, melakukan indepth interview, melaksanakan FGD, mengambil data sekunder, melakukan pemetaan sosial, mengambil foto dan lain-lain. Ada pula yang tugasnya mengedit dan mengimput data wawancara. Untuk mengumpulkan data kami dikirim ke seluruh penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Terkadang kami lebih banyak bertugas di pedesaan dan daerah-daerah pedalaman.

narsis di depan kantor bupati

Narsis di depan kantor bupati sumbawa besar ketika off duty

Yang jelas semua cerita perjalanan saya ada di blog ini😀 . Semua daerah yang pernah saya kunjungi berkesan untuk saya, tetapi yang paling saya sukai adalah ketika berada di Flores dan Papua Barat. Hampir semua pulau besar di Indonesia sudah saya injak, kecuali Kalimantan. Semoga kapan-kapan saya bisa jalan-jalan ke Kalimantan deh🙂 . Karena waktu itu saya masih perawan, dan emang pengennya traveling terus. Gaji saya sebagai asisten peneliti lapangan saya tabung untuk traveling juga. Kadang saya traveling di Indonesia kadang juga backpacking ke luar negeri.

Saya di rumah adat gendang di Ruteng Pu'u

Saya di rumah adat gendang di Ruteng Pu’u, Flores

Pekerjaan semacam ini, untuk orang-orang yang kecanduan jalan dan traveling seperti saya, cukup mengasyikkan dan tentu saja memberi sejuta pengalaman. Apalagi untuk mereka yang suka jalan-jalan tapi ga punya tabungan untuk jalan-jalan. Traveling dan dibayar , seems too good to be true! But wait, menurut saya hanya orang-orang tertentu saja yang benar-benar bisa tahan dan enjoy menjadi asisten peneliti lapangan. Orang-orang seperti apakah? Saya buat daftarnya di bawah ini😀 :

  1. Biasanya lembaga penelitian mensyaratkan background pendidikan tertentu untuk bisa ikut dalam penelitian mereka. Kebanyakan untuk mereka yang masih kuliah atau lulusan D3/S1 semua jurusan. Tetapi semua tergantung project penelitian dan lembaganya.
  2. Orang yang jujur. Serius ini! Kalau ga jujur, bakalan ketahuan. Kunci utama menjadi asisten peneliti lapangan adalah kejujuran.
  3. Mereka yang benar-benar suka traveling. Ask yourself , kamu beneran suka traveling atau cuma ikut-ikutan suka traveling? Beneran suka traveling atau suka foto-foto doank ?😀
  4. Mandiri dan tidak manja.
  5. Mereka yang bisa bertahan hidup dan siap ditempatkan di mana saja. Benar-benar siap ditempatkan di daerah-daerah pelosok minim fasilitas. Terkadang di daerah tanpa lampu, tanpa air bersih dan tanpa kamar mandi. Medan yang ditempuh juga kadang bermacam-macam, bisa berbukit-bukit dan berlumpur. Are you ready to live like this?
    Saya jadi terbiasa mencuci dengan air sungai coklat :)

    Saya jadi terbiasa mencuci dengan air sungai coklat karena tidak ada air tawar bersih🙂

    DSC05895

    Jalan antar kecamatan di papua masih banyak yang seperti ini, sudah siap?

  6. Mereka yang berpikiran terbuka, cepat beradaptasi dan mau belajar tentang budaya asing. Kalau saklek dan berpikiran tertutup, mending ga usah daftar deh. Nanti bisa shock melihat budaya yang sangat berbeda dari budayamu sehari-hari meskipun masih di Indonesia.

    If you reject the food, ignore the customs, fear the religion and avoid the people, you might better stay at home. -James Michener-

    If you reject the food, ignore the customs, fear the religion and avoid the people, you might better stay at home. -James Michener-

  7. Mereka yang siap bekerja keras sampai tengah malam bahkan harus bangun pagi-pagi demi target pekerjaan. Ya, target pekerjaannya banyak lho! Tapi jangan khawatir, ada hari liburnya juga. Dan terkadang di sela-sela bekerja, kita bisa mengunjungi tempat-tempat yang indah.
  8. Mereka yang bisa bekerja di dalam tim dan mudah bekerja teamwork. Kalau egois dan individualistik, bakalan ga tahan sendiri di dalam tim tersebut.

    tim utara

    Saya dan teman-teman satu tim saya turun dari Susi Air di Bintuni, Papua Barat

Dari list di atas apakah kamu banget? Dan kamu siap bekerja seperti itu ? Kalau iya, rajin-rajinlah membuka dan mengecek lowongan di website di bawah ini :

Di Indonesia sendiri, sebenarnya ada banyak lembaga-lembaga penelitian. Tetapi semua itu akan diketahui setelah berkecimpung di dalam dunia asisten peneliti lapangan. Intinya semua dari pengalaman dan networking. Website-website dari lembaga penelitian di atas terkadang mengumumkan lowongan terbuka bahkan untuk new comer sekalipun. Are you interested ?

A journey of a thousand miles must begin with a single step. -Lao Tzu

A journey of a thousand miles must begin with a single step. -Lao Tzu

4 Komentar

Filed under Keliling Indonesia, Travel Stuff and Tips

4 responses to “How do I finance my travel #1 : Keliling Indonesia gratis, bahkan dibayar ala asisten peneliti lapangan

  1. Saya juga kerja di Pusat Studi di UGM mbak, tapi ditempatkan sebagai Admin Jurnal hehehhe. Teman-temanku yg admin proyek sering ke Luar Jawa untuk melakukan proyeknya. Banyakan di Indonesia Timur🙂

  2. memang enak sambil kerja gratis liburan,. . yg aku rasain cuma jadi kurang bebas buat explore semau kita aja,… hehe jd tetep harus spend my money buat ngerasain jalan-jalan yg dirancang sendiri dan itu beda serius!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s