I lost my heart in Prague #6 : Vyšehrad

The other cold morning in Prague. Ya iyalah dingin, namanya juga pas winter, what do you expect? 😀 . Sebagai wanita tropis, meskipun saya sudah dua kali mengalami winter di benua Eropa, rasanya tetap saja ga rela kalau kedinginan. Jam 8.30 pagi, kami sudah berada di sebuah kawasan bernama Vyšehrad. Mengapa kami memilih untuk ke tempat ini? Karena menurut video youtube dari honest prague guide, kawasan cantik ini masih sepi dari pengunjung. Sangat jauh berbeda dengan Prague Castle yang super ramai, meskipun sama-sama disebut sebagai castle di kota Praha. Jadi kota Praha sebenarnya memiliki dua castle. Tetapi castle asli di dalam kawasan benteng Vyšehrad, sudah hancur lebur karena perang. Walaupun begitu, tetep dunk, ada yang bisa dinikmati dan dipelajari oleh para traveler ketika berkunjung ke tempat ini.
p1110722

Early morning in Vysehrad

Kami memang datang terlalu pagi. Museum-museum yang bisa dikunjungi menggunakan Prague card, semuanya belum buka. Lha terus ngapain? Sight seeing donk! Vyšehrad yang letaknya lebih tinggi dari kawasan sekitarnya, membuat pengunjung bisa menikmati pemandangan alam dan pemandangan kota Praha dari atas. Ada beberapa view point yang bisa disambangi. Kalau bingung, tinggal cek saja peta kawasan Vyšehrad yang terdapat di pintu-pintu masuk dan di sudut-sudut taman. Atau kalau ga asal jalan saja ke ujung tebing, pasti nemu spot untuk melihat pemandangan yang keren 😀 . Kami berdua lalu mengunjungi beberapa view point tersebut sambil menunggu museumnya buka. And guess what? Pemandangan dari tempat ini ternyata breathtaking banget! Cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota Praha yang full turis 😛 .
p1110732

Taman di dalam komplek benteng Vysehrad. Sepi di pagi hari.

p1110735

A path to the view of Prague

p1110736

Sungai Vlatava dilihat dari view point Vysehrad

p1110738

Foto dulu mumpung sepi dan pemandanganya cantik

p1110749

Benteng di ujung tebing

p1110771

It looks like fairy tale land

p1110777

Prague Castle dilihat dari Vysehrad

Di dalam kawasan Vyšehrad terdapat 4 museum dan galeri yang bisa dikunjungi secara gratis dengan Prague card. Kalau ga punya Prague card, tarif masuk antar museumnya lumayan terjangkau untuk para traveler. Jauh lebih murah dari tiket Prague Castle tentunya :). Museum pertama yang kami datangi adalah Gothic Cellar atau Gotiky Sklep, yang terletak di bawah tanah, tak jauh dari view point. Museum kecil ini berisi benda-benda peninggalan dan artefak-artefak yang ditemukan di Vyšehrad, seperti aneka gerabah, hiasan dinding, bahkan sarkofagus. Menurut beberapa keterangan yang terpampang di museum ini, kawasan Vyšehrad masih diteliti lebih lanjut oleh para arkeolog Ceko. Tentu saja sejarah tentang benteng dan kastil ini juga dipaparkan di dalam museum ini. Nama Vyšehrad sendiri dalam bahasa Ceko, artinya upper castle. Konon benteng dan kastil ini didirikan pada abad ke 10. Di dalam komplek ini, dulunya juga terdapat sebuah katedral bernama St Martin, tetapi telah hancur karena berbagai peristiwa. Katedral tersebut kini digantikan dengan gereja baru bernama gereja St Peter & St Paul yang berarsitektur gotik. Selain katedral, di kawasan ini terdapat sebuah kapel yang konon adalah bangunan tertua se kota Praha. Nama kapel ini adalah St Rotunda. Sayangnya, kami luput ga ke kapel ini 😦 .
p1110754

Pintu masuk gothic cellar

Selain paparan sejarah dan arkeologi tentang Vyšehrad , ada hal lain yang menarik. Terdapat sebuah legenda tentang asal mula kota Praha, yang konon bermula dari seorang putri bohemia yang tinggal pertama kali di  Vyšehrad. Putri tersebut bernama Libuse. Cerita dan legenda tersebut konon dituturkan sejak dari abad ke 7 dari mulut ke mulut.  Menurut legenda, putri Libuse yang memiliki kekuatan dapat melihat masa depan ini, adalah seorang putri dari dinasti Premslyd. Dinasti cikal bakal masyarakat Ceko. Menurut ramalan sang putri, di tempat ia berada yaitu di tanah Praha dahulu kala, akan bediri sebuah kota yang besar dan kemahsyuranya sampai menyentuh langit. Ramalan sang putri memang benar, karena kota Praha sekarang sangat ramai dan menjadi destinasi impian para traveler, termasuk saya 🙂 . Patung dan lukisan tentang putri Libuse bisa dijumpai di beberapa sudut kota ini seperti di taman Vyšehrad dan di karlova street.
p1110756

Di dalam lorong gothic cellar

Dari Gothic Cellar, kami mampir sebentar ke Vyšehrad gallery. Galeri ini merupakan sebuah galeri mini yang menampilkan karya seni rupa seniman-seniman muda Ceko. Kami lalu berjalan-jalan di sekitar gereja St Peter & St Paul. Tadinya sih pengen masuk gerejanya juga, tetapi karena harus bayar tiket lagi, kami ga jadi masuk. I wonder why in Prague we should pay ticket to go inside the church or synagouge ? Kenapa ya? Berbeda dengan di Perancis tempat saya tinggal, mau masuk katedral besar sekalipun gratis, kecuali kalau memang mau naik menaranya atau ke ruang bawah tanahnya. Saya jadi ingat bedanya Bali dan Jogja juga, di Bali ke pantai ga perlu bayar tiket, pantai milik semua. Tetapi kalau di Jogja mau ke pantai, wisatawan harus membayar karcis retribusi. Mungkin maksudnya sama kali yaa, untuk menambah pendapatan dari retribusi :).
p1110788

Gereja St Peter & St Paul

Kami kemudian lanjut sight seeing di kuburan, yang letaknya tepat di samping gereja. Yak kuburan! Eh tapi jangan salah lho, kuburan di Vyšehrad ini merupakan komplek makam eksklusif bagi orang-orang Praha. Kalau di Paris seperti kuburan Pere Lachaise lah. Di pemakaman ini terdapat pusara-pusara ilmuwan, seniman, sastrawan, dan orang-orang terkenal lainnya bagi masyarakat Ceko. Di antaranya adalah Antonin Dvorak, Jan Neruda, dan Alphonse Mucha. Saya sendiri sebenarnya ga kenal satupun nama-nama tersebut. Tetapi pemakaman ini unik karena kebanyakan pusaranya memiliki desain dan bentuk tersendiri. Selain itu, terkadang para peziarah dan orang-orang yang ditinggalkan almarhum, meletakkan benda-benda unik di pusara-pusara mereka. Tak cuma rangkaian bunga saja, tetapi bisa boneka, lilin, foto atau karya seni dari gerabah. Di pemakaman ini juga terdapat lorong beratap yang menaungi pusara-pusara, menjadikanya seperti sebuah koridor yang terlihat indah. Indah pas siang hari, mungkin malam harinya terlihat seram kali yaa 😀 .
p1110802

Koridor di pemakaman Vysehrad

Saya dan suami saya lalu menuju ke 2 museum lainnya yang ternyata nyambung satu sama lainnya, yaitu Vyšehrad brick gate dan Vyšehrad case mate. Di kedua tempat ini pengunjung ga bisa asal masuk, harus menunggu tur yang diadakan setiap satu jam sekali. Untung saja kami tak perlu menanti lama dan kebetulan tur di jam tersebut berbahasa Inggris. Mas-mas guide yang mengantar kami menyambut semua pengunjung dengan ramah. Rombongan kami siang itu hanya 12 orang. Tur dibagi menjadi 2 sesi yaitu tur visual di dalam ruang multi media yang menerangkan tentang sejarah kota Praha dan tur ke ruang case mate. Sesi pertama, pengunjung hanya perlu duduk untuk menyaksikan cerita tentang pembangunan benteng dan kastil di kota Praha, serta kejadian-kejadian yang meyertainnya. Di ruangan tersebut terdapat sebuah peta dan maket kota Praha yang dibuat sangat menarik untuk ditonton. Well, ternyata di kota ini banyak sekali benteng dan tembok-tembok pemisah antara kota dan dunia luar saat itu. Menurut saya kota ini terlihat sangat over protected pada jaman dahulu kala 🙂 . Sesi ke dua, kami dibawa menyusuri lorong panjang di dalam bangunan tembok benteng. Kata mas guidenya sih, lorong ini panjangnya beberapa kilometer, tapi kami hanya menyusuri 5% nya saja. Di ujung lorong terdapat case mate tempat penyimpanan sebagian patung asli dari Charles Bridge. Setiap patung memiliki kisahnya tersendiri.
p1110728

The brick gate

p1110811

The 3 D presentation of Prague city history

p1110817

The Case Mate

Eniwei, karena saya dari Indonesia dan mas guidenya pernah ke Indonesia, ia menanyai saya tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengapa untuk orang Indonesia pertanyaan sudah menikah atau belum itu penting ditanyakan? Bahkan setelah bertanya namamu siapa.  Hayoo kenapa hayooo?
p1110823

Benteng Vysehrad dari atas

p1110827

Sisi lain kota Praha dilihat dari benteng Vysehrad. Karena kota ini konturnya berbukit-bukit, sampai ada jalan raya yang dibangun lebih tinggi dari bangunan apartemen 🙂

 
Iklan

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

2 responses to “I lost my heart in Prague #6 : Vyšehrad

  1. seru kak mengetahui asal muasal kota Praha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s