Tentang gagal traveling ke Milan

p1050775

Pagi ini saya tertunduk lesu di depan desk check in bandara Charles de Gaulle, Paris. Pasalnya petugas check in maskapai Easyjet tidak memperbolehkan saya terbang keluar Perancis dengan visa long stay (long sejour) dan surat pengajuan ijin tinggal yang saya miliki. Awalnya, saya berani mereservasi tiket ini karena ketika saya memperpanjang surat tersebut di kantor perfektur Paris, petugasnya bilang saya bisa traveling ke wilayah schengen. Dan ga cuma satu petugas saja , tetapi beberapa petugas saya tanyai mereka menjawab bisa. Saya kepedean donk ya. Saking pedenya saya ga googling lebih detail tentang informasi tersebut. Teman-teman Indonesia saya di Paris juga banyak yang tidak tahu aturan tersebut. Eh tapi teman saya di Paris juga ga banyak sih 😛 . 

Nah saya baru menemukan jawabannya di website ini. Jadi pemegang visa long stay Perancis dengan pengajuan ijin tinggal untuk pertama kalinya dilarang keluar Perancis sampai mereka mendapatkan kartu tinggal. Recepise atau surat sementara tidak bisa digunakan di luar wilayah Perancis. 

Memang sih, batas antara negara-negara schengen itu ga ada passport controlnya. Tetapi terkadang ada random check dan kalau ketahuan akibatnya bisa fatal.  Bisa-bisa ijin tinggal kita tidak dikabulkan dan terpaksa pulang ke Indonesia serta mengulang semua proses dari awal. Saat ini batas-batas antara negara schengen sedang diperketat, random check ada di mana-mana.

Pagi tadi juga, saya langsung menghubungi teman-teman saya di Milan untuk membatalkan janji ketemuan makan pizza dan ngapuccino cantik. Teman-teman asal Indonesia juga. Salah satu teman saya malah bilang kalau pas pengajuan ijin tinggal di Italia, memang petugas di sana memberi peringatan untuk tidak keluar dari Italia. Meskipun demikian ada juga beberapa orang yang nekad bepergian di area schengen, dengan cara check in online tanpa drop bagasi atau bepergian dengan kendaraan darat. Memang sih jarang ketahuan, tetapi kalau aturannya seperti ini sebaiknya jangan disepelekan dan dilanggar.

Sekilas info juga, jika mengajukan visa long stay ke negara Eropa barat seperti Perancis dan Italia, sebaiknya pilih penerbangan langsung atau yang transit di negara-negara non schengen, tanpa keluar bandara yang tujuannya ke negara yang dituju langsung. Jangan pilih penerbangan yang mendarat di negara schengen yang lain, lalu transit dan masuk lewat sana. Contohnya jika visa long staynya ke Perancis, pilih penerbangan ke Perancis yang transit di Dubai, Turki atau yang lain, jangan transit di Amsterdam, karena visa long stay Perancis tidak valid di Amsterdam.

Eniwei, saya dan suami saya langsung mengcancel semua reservasi dan tiket pesawat. Untung saja masih bisa direfund, meskipun tiket penerbangan yang cuma 5 euro ga bisa direfund 😛 . Yea, that is why we wanted to travel there, tiket promonya murah bingit. Itenerary saya untuk menjelajahi Milan, Como dan Aosta tertunda untuk sementara. Mari kita menjelajahi negeri berlambang ayam jago ini dulu. 

Iklan

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

2 responses to “Tentang gagal traveling ke Milan

  1. Traveling memang tdk selalu enak kok, tapi pasti ada hikmahnya. Mungkin ada waktu lain ke Milan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s