Runaway to Annecy #4 : The city, the canal and the castle

p1120184

Annecy dari atas danau

Re-bonjour Annecy! Musim hujan di Perancis seperti pada bulan februari ini, ada untung dan tidaknya. Untungnya ya ga banyak turis yang berkunjung di tempat-tempat wisata dan biaya hotel jadi lebih murah. Jalanan jadi lebih lengang dan tidak harus antri untuk reservasi restoran favorit di Annecy. Tidak untungnya ya mendung terus dan hujan terus. Hasil jepretan kamera menjadi kurang maksimal karena obyek terlihat kurang cahaya sinar matahari. Selama beberapa hari di Annecy, prakiraan cuaca memberitakan bahwa akan mendung dan hujan setiap hari sampai kami pulang. Buset ini mendung dan hujan pilih kasih banget sih? Mengapa begini saat kami di sini? 😦 *lebay. Hari ke tiga di kota ini, merupakan hari dengan prakiraan cuaca hujan tanpa ada cerah sekali pun. Paling enak saat hujan sebenarnya ya guling-guling di atas kasur hotel sambil nonton TV. Tapi masa kami sedesperate itu? 😀 . Dengan persenjataan berupa payung yang muat untuk berdua, kami jalan-jalan di dalam kota sesuai dengan rencana semula. Lagian hujan di Perancis ga segalak hujan di Indonesia.
p1120029

La Porte Saint-Claire Annecy

Begitu kami melangkah keluar hotel, ternyata sedang ada pasar tradisional di sepanjang jalan-jalan utama kota tua Annecy. Meskipun hujan, para pedagang dan penduduk kota tak enggan ke pasar untuk berjualan dan membeli kebutuhan sehari-hari mereka. Para pedagang ini menjual aneka sayur-mayur, buah-buahan, daging, makanan, alat dapur, sampai pakaian. Mirip lah sama pasar yang ada di Indonesia 🙂 . Yang membedakan ya ciri khasnya saja, seperti pedagang khusus yang menjual keju-kejuan lokal dari pegunungan, aneka sossis asli dari pegunungan dan jajanan pasar berupa kue dan roti khas Haute Savoie. Duh, rasanya sih pengen jajan kue-kuenya. Sayangnya kami sudah kenyang maksimal karena baru saja sarapan.
p1120224

Pasar kaget tradisional di kota Annecy

Kemarin, sewaktu mampir di Office du Tourisme Annecy, kami diberi pamflet dan peta tentang sejarah kota Annecy lengkap dengan 4 itenerary jalan kaki mengelilingi kota ini. Kota tua Annecy yang berada tepat di pinggir danau, ternyata tak terlalu luas. Jadi beberapa jam berjalan kaki di dalamnya sudah cukup. Kami bermaksud random walk sambil membaca keterangan dan sejarah tentang kota ini. Annecy adalah ibukota departemen Haute-Savoie, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Swiss dan Italia. Sejarah kota ini  dimulai dari jaman dahulu kala, pada masa kekaisaran Romawi. Dulunya pada abad ke 10 wilayah Annecy dikuasai oleh Count of Geneva (Swiss), kemudian sempat juga di bawah kekuasaan King of Sardinia (Italia) pada tahun 1822 , lalu menjadi wilayah Perancis pada tahun 1860. Sejarahnya mirip dengan wilayah Alsace di Perancis Timur yang pernah berpindah negara dari Jerman ke Perancis. Wilayah-wilayah seperti ini biasanya mempunyai ciri khas unik berupa akulturasi budaya pada arsitektur bangunan dan makanan. Let’s find out what it is!
p1120106

Jalanan di dalam kota tua Annecy

Sejauh dari apa yang telah saya jelajahi, setiap daerah di Perancis ciri khas bangunan kota tuanya berbeda satu dengan yang lain. Kota tua Annecy, gaya bangunannya sangat berbeda dengan kota tua yang ada di Colmar. Apakah bangunan-bangunan di kota ini sedikit banyak terpengaruh arsitektur ala Italia? Sayangnya saya belum pernah ke Italia, jadi tidak bisa membandingkannya sekarang. Yang jelas, gedung-gedung apartemen tua di kota ini tampak artistik dan berwarna-warni. Sebagian gedung masih ada yang terbuat dari batu-batu limestone bercampur semen, dan dibiarkan seperti sedia kala. Kami berjalan ke mana saja, tak harus mengikuti itenerary yang ada di peta. Kadang menyusuri kanal-kanal dan sungai Le Thiou yang membelah beberapa sudut kota ini. Atau menyusuri jalanan batu di antara gedung-gedung tuanya. Yang menurut saya menarik di kota ini adalah tempat-tempat tampungan air kuno, atau air mancur yang dulunya memang berfungsi sebagai tempat mengambil air minum untuk warga kota. Tentu saja sumber airnya diambil dari danau Annecy sendiri.
p1120199

Bangunan berwarna-warni di pinggir kanal Le Thiou, Annecy

p1120194

Sudut lain di pinggir kanal

p1120107

Salah satu water fountain di Annecy

Tempat-tempat utama yang biasa dikunjungi oleh wisatawan sembari random walk di kota ini adalah gereja-gereja, katedral, Palais de l’isle dan Chateau d’Annecy. Sayangnya Palais de l’isle yang menjadi icon kota ini sedang direnovasi besar-besaran selama setahun ini. Jadi sementara bangunan ini ditutup untuk umum. Benar-benar ditutup pakai terpal putih sampai atap-atapnya 😀 .Palais de l’isle merupakan bangunan peninggalan dari abad pertengahan di bawah Count of Geneva yang letaknya di sebuah delta di tengah kota Annecy. Dulunya istana kecil yang terbuat dari susunan batu ini berfungsi sebagai gedung pemerintahan, gedung dewan dan penjara.
p1120099

Palais De L’Isle yang sedang di renovasi

Kami berdua kemudian mengunjungi Chateau D’Annecy atau kastil Annecy yang dulunya merupakan rumahnya Count of Geneva. Karena kebetulan hari minggu, kunjungan digratiskan untuk semua wisatawan. Kastil yang dibangun dari abad ke 12 ini , temboknya juga terbuat dari campuran limestone dan semen, jadi terkesan kuno banget. Kastil ini merupakan rumah bagi 2 museum dan event-event kesenian yang digelar di kota ini. Museum pertama yang bisa dijelajahi adalah Alpine Popular Art Museum. Museum yang berada di ruangan-ruangan utama kastil ini menampilkan karya seni berupa seni patung, lukisan, foto bahkan seni instalasi kontemporer yang dihasilkan oleh seniman-seniman dari Haute Savoie. Salah satu ruangan pamer di kastil ini juga didedikasikan untuk Gabriel Loppe, seorang pelukis dan fotografer yang pernah tinggal di Annecy. Ia banyak mengambil obyek foto di danau Annecy dan pegunungan Alpen.
p1120235

Gerbang Chateau D’Annecy

Ekspektasi saya sebelum memasuki kastil ini, sebenarnya sih ingin melihat interior, benda seni dan furniture kuno yang asli peninggalan pemilik kastil ini. Atau paling tidak sejarah dan cerita detil tentang orang-orang yang pernah mendiami kastil ini. Tetapi ternyata peninggalan dari Count of Genava di kastil ini tidak banyak yang tersisa. Kastil ini bahkan dulunya pernah terbengkalai selama bertahun-tahun sampai akhirnya pemerintah setempat mengambil alih dan menjadikanya museum. Meskipun demikian pengunjung bisa membaca timeline singkat tentang keluarga dan penguasa yang pernah menjadi pemilik bangunan ini dan timeline singkat tentang perkembangan arsitektur kastil ini.
p1120280

Di halaman dalam Chateau D’Annecy

Museum ke dua di kastil ini adalah Alpine lakes regional observatory. Museum ini berisi tentang banyak hal yang berhubungan  dengan danau Annecy. Seperti  ruangan khusus aquarium yang memamerkan ikan-ikan yang hidup di danau Annecy, ruangan yang menerangkan keadaan geografis dan biologis danau Annecy, sampai ruangan pamer tentang alat-alat untuk mencari ikan di danau ini. Satu hal yang mengejutkan, di salah satu ruangan ini dipamerkan tulang-tulang separuh manusia separuh ikan yang konon ditemukan di tepi danau ini. Ada manusia ikan yang ditemukan di danau Annecy ? Ada putri dan putra duyung? Ternyata susunan tulang-tulang ini merupakan buatan salah seorang seniman yang merasa iri dengan danau lain. Ia iri karena danau Annecy tidak memiliki urband legend atau legenda yang bisa diceritakan kepada masyarakat seperti di danau Lochness. Hmm ada-ada saja yaa.
p1120294

Tulang manusia ikan

Perjalanan kami menyusuri kota, kanal dan kastil hari itu berakhir di teras kastil ini. Dari sini kami bisa melihat pemandangan kota dari atas, karena lokasi kastil jauh lebih tinggi dari bangunan-bangunan lain. Danau Annecy dan pegunungan Alpen yang tertutup kabut tebal akibat hujan juga terlihat melankolis dari teras ini. Its rainy day, but we still enjoy it. Rainy day can be a beautiful day too, isn’t it?
p1120270

Grey day from Chateau D’Annecy

p1120245

Kota Annecy dilihat dari dalam kastil

Iklan

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

2 responses to “Runaway to Annecy #4 : The city, the canal and the castle

  1. Cantik banget kotanya 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s