Runaway to Annecy #5 : The Food

Hmmm Food! Makanan! Kadang ini juga alasan saya pengen jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri. Kadang lidah kita perlu petualangan juga. Meskipun menurut saya sih makanan paling enak dan top markotop tetep makanan Indonesia. Eniwei, mumpung lagi di Annecy, saya dan suami saya lagi niat banget pengen mencoba kuliner khas Haute-Savoie yang ada di kota ini. Region Haute-Savoie ini terkenal akan keju raclette, sosis ala pegunungan dan daging-daging asap ala pegunungan. Yang jelas makanan khas di sini begitu berat dan berlemak menurut saya. Membayangkannya saja, berat badan saya berasa sudah naik beberapa kilo 😀 . Suami saya bilang, makanan masyarakat di sini terkesan berat karena region ini terdiri dari pegunungan yang sebagian besar suhunya memang benar-benar dingin. Jadi  mereka perlu lemak dan energi lebih untuk menghalau dinginnya udara.
p1120199

Annecy

Sebagai traveler ngirit, kami ga selalu makan di restoran. Biasanya kalau jalan-jalan dengan total 5 hari seperti ini, kami dua kali makan di restoran saja untuk sekali makan siang dan sekali makan malam. Selebihnya ya beli sandwich murah meriah lalu dimakan di dalam hotel , di taman atau di pinggir jalan. Di kota ini banyak sandwich ala savoyard dengan potongan keju raclette dingin. Untuk minum, kami lebih ngirit lagi. Kami sekali membeli air mineral botolan lalu direfill pakai tap water. Apalagi di Annecy, tap waternya seger banget, karena langsung bersumber dari dasar danau yang kaya akan mineral. Tap water di sini, beda banget deh sama tap water di Paris tempat kami tinggal. Saking segernya sampai saya nampung air beberapa botol lalu saya bawa pulang ke Paris 😀 .
p1120107

Air minum dari danau Annecy yang kaya akan mineral

Makan siang pertama kali di kota ini bertempat di restoran Lilas Rose yang berada di sebuah gang kecil di pinggir kanal. Kami waktu itu random saja ketika memilih ke restoran ini. Ternyata restoran ini salah satu restoran tua favorit di Annecy. Karena bukan high season, kami langsung mendapatkan tempat untuk berdua tanpa harus mengantri. Restoran ini menyajikan aneka masakan tradisional khas Haute-Savoie seperti Filets de Perche, Raclette, Fondue, aneka bebakaran khas region ini, dan pizza. Yang jelas list di dalam menunya buanyaak banget, sampai bingung milihnya. Pizza di restoran ini, adalah salah satu menu yang merupakan menu fusion atau akulturasi budaya antara Perancis dan Italia. Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya, region ini pernah dibawah kekuasaan Italia pada abad ke 19. Jadi, hasil percampuran budaya yang saya temukan adalah savoyard pizza. Pizza dengan keju raclette bukan mozarella!
p1120102

Restoran Lilas Rose

Tentu saja saya penasaran dengan savoyard pizza ini. Saya kemudian memesan satu menu savoyard pizza seharga 12 euro. Suami saya memesan menu ayam panggang ala daerah ini seharga 9 euro. Menurut kami harga makanan ala restoran di Lilas Rose, masih lumayan terjangkau. Apalagi kalau minumnya tap water kan gratis-gratis saja 😀 . Pas pizzanya tersaji di hadapan saya, saya lumayan shock juga karena ukurannya gedhe bisa untuk 4 orang. And I have to face this alone!!  Ini pertama kali saya makan pizza dengan keju raclette , salah satu keju terberat, terasin dan terkuat aromanya. Kalau ga suka keju yang aromanya kuat, mending jangan coba banyak-banyak. Bakalan eneg banget apalagi untuk orang asia yang jarang makan seperti ini. Untungnya restoran ini juga menyajikan minyak cabe yang menurut saya cukup pedas. Jadi keenegan keju raclettenya agak tertutup dengan pedasnya cabe. Meskipun sedkit eneg, menurut saya pizza ini enak dan lezat. Nendang dan sangat berbeda dengan pizza khas Italia.
img_5738

Pizza Savoyard di restoran Lilas Rose

P1120100.JPG

Keju raclette dan alat pemanasnya

Makan malam hari ke dua di Annecy, kami sudah membuking tempat untuk berdua di sebuah restoran legendaris bernama Le Freti. Restoran ini berdiri sejak tahun 1974 dengan menu andalan aneka fondue dan raclette khas Haute Savoie. Dari review di trip advisor, di saat high season, sulit sekali untuk membuking tempat di restoran ini. Fondue apaan sih? Fondue adalah lelehan keju panas yang biasanya dimakan dengan potongan roti baguette atau aneka daging. Berlemak maksimal lah makanan ini! Kalau raclette adalah adalah sajian keju yang dilelehkan dengan mesin pemanas khusus di atas sandwich yang terdiri dari roti dan sosis.
p1120344

Restoran Le Freti, restoranya di lantai 2

Fondue andalan restoran ini adalah fondue saint marcelin yang disajikan dengan kentang. Saya ternyata ga kapok makan keju raclette ala savoyard. Jadi saya memesan fondue savoyard. Suami saya memesan fondue dengan jamur. Harga fondue di restoran ini rata-rata 15 sampai 19 euro per porsi. Eniwei, sebenarnya fondue yang merupakan makanan khas ala pegunungan Perancis ini juga bisa dibeli di restoran-restoran di Paris. Tetapi kami malah belum pernah mencoba fondue di Paris. Jadi sekarang kami langsung mencobanya di daerah asalnya. Ketika disajikan, fondue pesanan kami disajikan di atas kompor khusus dengan panci khusus pula. Fondue yang kami pesan cukup sederhana, hanya lelehan keju dan potongan roti, tanpa topping daging-dagingan. Meskipun begitu, karena rasa kejunya kuat dan menohok, makanan ini tetep tergolong makanan super berat. Menurut saya sih, sajian ini enak dan lezat. Worth to try deh!!
p1120331

Fondue!!Bon appetit!!

p1120335

Fondue savoyard dengan lelehan keju panas

 

Iklan

14 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

14 responses to “Runaway to Annecy #5 : The Food

  1. kak Pizza Savoyard kelihatan enak banget kak

  2. Fonduenya meleleh gitu ya! Pas di Paris beberapa kali lewat di depan cafe yang jual fondue, emang wangi bener. Mau mampir udah senewen duluan kalau harganya mahal 😦

    • Sebenernya, kalau pede bisa beli satu buat berdua 😀 , soalnya kalau buat satu orang porsinya terlalu besar. Di Paris harga fonduenya emang lebih mahal daripada di Annecy.

  3. Yang fondue ini lucu. Di resto resto Jakarta sudah mulai banyak yang buat menu fondue sebagai dessert

  4. Wow.. kejunyaaa! Semoga suatu hari bisa mampir dan menikmati langsung di negara asalnya 🙂

  5. ngeces banget lihat pizza-nya … apalagi kejunya khas .. ngga kebayang deh rasanya … ajib pastinya. order pakai gojek bisa ga ya … 😀

  6. wih enak banget itu pizzanya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s