City Escape to Buda&Pest #2 : Hungry in Hungary day 1

Suara keroncongan terdengar dari perut kami berdua dan waktu sudah menunjukkan jam 8.30 malam. Kami sangat lapar, dan malam itu juga kami ingin makan makanan tradisional Hunggaria. Saya kemudian membuka travel note saya. Sebelum berangkat ke Budapest, saya sempat googling tentang makanan tradisional dan tempat makan murah di Budapest.  Kami kemudian memilih tempat makan yang paling dekat dari apartemen sewaan kami, meskipun kami harus berjalan kaki sejauh 1,2 km menuju restoran tersebut. Malam itu kami belum memfungsikan Budapest Card , jadi kami belum bisa menggunakannya sebagai transport pass secara gratis.
IMG_7541

Restoran tradisional Karcsi Vendéglő tampak depan

Kami menuju ke restoran bernama  Karcsi Vendéglő. Entah bagaimana cara baca nama restoran ini. Kesan pertama saya terhadap bahasa Hunggaria adalah sulit dan tak mudah dicerna 😀 . Restoran yang beralamat di Jokai u 20, Budapest ini tutup jam 10, jadi kami masih punya waktu di sana sampai jam 10 malam. Tampak luar restoran ini sama seperti restoran-restoran yang ada di kota ini. Begitu masuk, rasanya saya sedang ada di rumah makan padang atau rumah makan ayam bu siapa gitu 😀 . Mengapa? Karena kursi, meja dan interiornya mirip sama rumah makan yang ada di Indonesia 😀 . Restoran ini masuk daftar restoran yang ada di situs trip advisor, jadi menunya memiliki keterangan dalam bahasa inggris. Kalau ga ada keterangan dalam bahasa inggris sepertinya pengunjung yang tak bisa berbahasa Hunggaria bakal puyeng 😀 .
IMG_7539

Daftar menu restoran di Budapest dan harganya selalu dipasang di depan restoran

Sudah pernah tahu makanan bernama gulas ? Bukan permen gula asem lho! Gulas adalah makanan tradisional ala Republik Ceko dan Hunggaria. Tetapi masing-masing negara mempunyai ciri khas gulasnya sendiri-sendiri. Gulas yang ada di Hunggaria kebanyakan berbentuk sup dengan kuah kaldu sapi encer berwarna merah dan biasanya disajikan dengan roti tawar khas Hunggaria. Gulas di restorang ini harganya cukup murah yaitu 510 huf untuk ukuran kecil. Harganya ga sampai 2 euro per mangkok kecil! Dan pengunjung restoran boleh mengambil potongan roti sesuka hati secara gratis. Jadi kalau lagi traveling hemat ke Hunggaria dan pengen makan makanan tradisional, silahkan makan gulas 😀 .
IMG_7534

Mirip yaa kayak di Indonesia 😀

Kami sendiri ga pesan gulas di restoran ini. Kami ingin mencoba menu lain. Saya tertarik dengan sup ikan kuah paprika bernama halászlé. Dan suami saya mencoba menu gorengan daging yang disajikan dengan kroket ala Hunggaria, yang ia sendiri sudah lupa namanya 😦 . Saya akan membahas makanan saya sendiri daripada makanan suami hehehe. Yang jelas hampir 99% menu yang ada di restoran ini adalah masakan asli khas negara ini. Jadi kalau niat pengen nyobain makanan khas negara ini, yaa silahkan tunjuk dan coba-coba. Kami berdua juga memesan 2 gelas bir dreher, yang harganya lebih murah dari air mineral 😀 . Dreher adalah merk bir asli dan kebanggaan masyarakat Hunggaria 🍻.
IMG_7533

Pesan gelas kecil, tapi dapat yang gedhe

Pas sop ikannya disajikan, perut saya semakin tak kuasa menahan lapar. Kami langsung menyantap makanan yang telah kami pesan. Sop ikan tradisional yang saya pesan, rasanya kok mirip sama sop ikan di Indonesia yaa? Saya kemudian membayangkan menyantapnya dengan papeda. Serius deh! bakalan enak banget dimakan sama papeda 😋. Cita rasa sop halászlé adalah berbumbu agak pedas tetapi ga ada kesan eneg yang biasanya selalu muncul ketika makan makanan eropa. Sepertinya sop ini juga enak dimakan pakai nasi 😀 . Konon katanya sih sop ini adalah sop terpedas di negara ini. Tapi kalau buat saya sih pedasnya biasa aja, alias masih bisa ditambahin sambal lagi 😀 . Ikan yang digunakan di dalam sop ini bermacam-macam, tetapi biasanya adalah ikan tawar yang ditangkap dari sungai Danube atau sungai Tisza. Yang jelas kami cukup puas dengan makanan yang kami pesan di restoran tradisional ini.
IMG_7535-001

Sop ikan dan rotinya

Oya aturan membayar tagihan restoran di Hunggaria, sama seperti di Republik Ceko. Harga makanan yang tertera belum termasuk pajak dan service. Jika di dalam nota/bill tidak ada biaya service, maka customer harus meninggalkan tips untuk pelayan restoran kurang lebih 10% dari harga yang dibayar. Welcome to other country with tipping! 😀 . Be a good tipping guest please 🙂 .
Iklan

13 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

13 responses to “City Escape to Buda&Pest #2 : Hungry in Hungary day 1

  1. Hungry baca postingannya mbak, hahhah

  2. Wah..g kyk di indo..no tipping

    • Iya tiap negara punya aturan beda soal tipping 🙂 , kalau di Hungary atau Ceko, ga ngetip bisa ditagih 😀 kecuali kalau makannya di fast food restaurant sih aman aja.

  3. kak penasaran ama sop ikannya kak

  4. Ahhaaha mbak bisa makan papeda juga kh? Btw sup ikan nya ya ampun menggugah selera *langsung lirik jam dan ternyata buka puasa masih lama* 😀

  5. Ping-balik: Itenerary & travel summary : Budapest, Hunggary 4 days 3 night | Kelanakecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s