Summer in Germany #1 : Esslingen Am Neckar, my first German’s town

IMG_1636

Pernah posting wishlist pengen ke Jerman 🙂

Saya mempunyai seorang teman dekat, sebut saja Mawar. Kami bertemu dan berkenalan ketika sama-sama kuliah di UGM. Ia adalah mahasiswa dari Jerman yang mengikuti program pertukaraan pelajar di Yogyakarta. Sejak saat itu, ia jatuh cinta dengan Indonesia dan sering banget mengunjungi Indonesia beberapa tahun sekali. Setiap kali ia ke Jogja, kami selalu jalan bareng serta nongkrong bareng. Saya sangat senang menjadi travel guidenya dan memperkenalkan budaya saya kepadanya. Yang jelas dia lebih sering mengunjungi saya, tetapi saya belum pernah sekalipun mengunjungi dia di Jerman. Bahkan sewaktu pertama kali liburan ke Eropa pun, saya ga sempat ke Jerman *teman durhaka *teman macam apa saya ini 😦 . Sebenarnya sih saya sudah bercita-cita dari dulu pengen jalan-jalan ke Jerman, ditambah lagi Mawar juga beberapa kali memberi saya buku tentang Jerman, tapi saya belum menemukan waktu yang pas. Akhirnya setelah bertahun-tahun berlalu dan kami bahkan sudah berkeluarga, di tahun 2017 ini saya ke Jerman. Khusus untuk mengunjunginya. Ia kini tinggal di suatu kota kecil tak jauh dari kota Stuttgart. Berbekal tiket murah dari air france, saya dan suami saya terbang ke Stuttgart.
P1140681-001

Menunggu dijemput Mawar di depan bangunan iconic di kota kecil Esslingen am Neckar. Di sebelah kiri terdapat gereja protestan gotik dengan dua menara unik.

Kota ini bernama Esslingen Am Neckar. Jaraknya dari bandara internasional Suttgart hanya 16 km saja. Malah lebih dekat ke Esslingen daripada ke pusat kota Suttgart. Kami naik bus no 122 menuju ke pusat kota kecil ini. Sampai di kota nan cantik dan kalem ini kami dijemput Mawar di depan salah satu bangunan tua iconic di pinggir sungai. Melihat dia menjemput kami, rasanya ga percaya. Zaman dahulu ketika kuliah, saya selalu nyeletuk di depannya ” I will visit Germany someday”  atau ” I hope I can visit you back one day” . Rasanya waktu itu semuanya hanya celetukan belaka. Ga terbayang buat saya mahasiswa budget pas-pasan bisa jalan-jalan sampai ke Jerman. Ternyata dari celetukan dan keinginan tersebut , saya ada di sini sekarang. “Selamat datang di Jerman ! ” , Mawar menyambut kami hangat dengan bahasa Indonesia yang lancar. Yaa, ia adalah teman asing saya dengan bahasa Indonesia yang paling lancar jaya.
P1140684

Tower kuno di pinggir sungai neckar ini adalah toko es krim dan apartemen

Siang yang cerah itu juga, kami diajak jalan-jalan keliling Esslingen Am Neckar.  Kota yang berada di lembah sungai Neckar dan dikelilingi perbukitan. Saya dan suami lumayan terkejut juga karena di perbukitan tersebut dipenuhi perkebunan anggur nan hijau dan tertata rapi. Ternyata pemirsa, di Jerman ada wine region juga. Kami pikir Jerman itu bir region semua 😀 *yap stereotyping . Kami lalu diantar Mawar keliling kota. Kali ini dialah yang menjadi guide kami. Ia kemudian bercerita sedikit tentang kota yang sejarahnya dimulai dari zaman neolitikum ini. Konon katanya kota ini sangat berjaya menjadi kota perdagangan pada abad pertengahan. Pada zaman ini pula banyak dibangun bengunan-bangunan dengan arsitektur khas Swabia, campuran batu dan kayu. Sejak saat itu, masyarakatnya pun selalu menjaga kelestarian dan keaslian bangunan-bangunan warisan leluhur tersebut. Sampai sekarang, di Esslingen masih banyak berdiri kokoh bangunan-bangunan unik dari era medieval ini. Dari mulai gedung walikota, restoran, hotel, toko-toko sampai bangunan-bangunan apartemen hampir seluruhnya masih seperti berabad-abad yang lalu. Yang jelas, berada di sini serasa seperti sedang di negeri dongeng kecil ala beauty and the beast. Perasaan yang saya rasakan sebelumnya, ketika berada di kota Colmar, Perancis.
P1140704

Ketemu pawai di Esslingen

P1140735

Komplek market square di Esslingen

Mawar kemudian mengajak kami mampir untuk masuk ke sebuah gereja unik dengan dua menara yang terhubung dengan jembatan. Gereja ini bernama Stadtkirche St. Dionys. Sebuah gereja tua protestan bergaya gotik yang dibangun dari abad pertengahan. Di tempat inilah ia melaksanakan upacara pernikahan secara agama beberapa tahun yang lalu. Sebagai pengunjung, siang itu kami hanya bisa masuk ke ruangan utama gereja saja karena ke dua menaranya sedang direnovasi. Tak jauh dari gereja ini, Mawar juga menunjukkan sebuah bangunan kuno bercat merah yang merupakan town hall kota ini. Ia melaksanakan upacara pernikahannya secara sipil di bangunan cantik ini. Wah rasanya seperti menikah di negeri dongeng 🙂 . Kami kemudian berkeliling kota lebih jauh melewati jalan-jalan dan gang-gang kecil di kota ini. Mawar menunjukkan beberapa tempat lain tempat ia biasa berbelanja dan membeli es krim. Melihat kedai es krim yang tampak enak ini kami ikut-ikutan mengantri bersama pengunjung lain. Harga es krim di kota ini tentu saja jauh lebih murah daripada di Paris 🙂 . Kami kemudian duduk-duduk di taman kota sambil menghabiskan es krim. Taman kota tempat mawar dan keluarganya biasa menghabiskan waktu untuk piknik atau sekedar bersantai.
P1140694

Di dalam gereja protestan gotik di Esslingen

P1140698

Old town hall Esslingen yang cantik

P1140723

Taman kota Esslingen

P1140730

Sudut unik kota Esslingen dengan bendungan dan sungai serta apartemen yang dibangun di atasnya

Dari taman kota bernama Merkel park ini terlihatlah bangunan seperti benteng di atas bukit. Mawar kemudian mengajak kami ke atas sana. Saya dan suami lumayan ngos-ngosan untuk mendaki ke atas, tapi Mawar tampaknya sudah biasa 🙂 . Mawar kemudian bercerita bahwa benteng di atas bukit ini bernama Esslingen burg atau biasa disebut Esslingen castle. Selain sebagai destinasi wisata di kota ini, benteng ini biasanya dimanfaatkan untuk menggelar pertunjukan musik, seni atau screening film ala layar tancap. Benteng atau kastil yang dibangun sekitar abad ke 12 ini lebih difungsikan sebagai tembok pelindung kota daripada sebagai rumah bangsawan kerajaan saat itu. Benteng ini memiliki beberapa tower di sudut-sudutnya yang bisa dikunjungi pada saat-saat tertentu. Sayangnya pas kami ke sana, tower-towernya sedang ditutup untuk umum. Betewe eniwei buswe, kesan pertama saya sebagai penggemar kastil eropah, kastil di Jerman desainnya agak berbeda dari negara-negara lain yang pernah saya kunjungi. Hanya saja saya belum bisa mendeskripsikan perbedaannya. Mawar lalu menunjukkan sebuah lorong panjang dengan pemandangan perkebunan anggur membentang dan pusat kota Esslingen di bawah. It was a very beatiful view! Kami kemudian menghabiskan sore itu  di komplek kastil sampai waktu makan malam tiba.
P1140779

Tower besar di Esslingen burg

P1140763

Vineyards dan kota Esslingen dari atas kastil

Bersambung yaaaah….
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Lazy day in Val de Seine, pantai jadi-jadian di danau ga jauh dari Paris

Hai pemirsa semua apa kabar? Saya harap anda semua baik-baik saja, ga kepanasan seperti saya 😀 . Musim panas di benua eropa rasanya bisa lebih panas daripada di Indonesia karena kelembaban udaranya kurang 😦 . Eniwei, masih ingatkah anda tentang postingan saya musim panas tahun lalu tentang pantai jadi-jadian di tengah kota Paris ? Dalam postingan tersebut saya berjanji untuk menulis pantai jadi-jadian lain yang berada di danau di sekitar Paris. Oleh karena itu summer tahun ini saya berniat mantai di salah satu danau di sekitar Paris. Sebelumnya saya mengunjungi office du tourisme Paris (pusat informasi wisata), untuk mencari buklet dan buku petunjuk gratisan tentang pantai-pantai ini. Nah danau-danau yang disulap menjadi pantai dan arena watersport lainnya ini dalam bahasa perancis dinamakan base de loisir atau ile de loisir. Saya dan suami agak bingung juga memilih salah satu dari puluhan lokasinya karena semuanya menarik. Yang jelas semua base de loisir dalam buku pentunjuk tersebut diperuntukkan untuk keluarga dan bukan nude beach! Jadi, ada juga lokasi-lokasi danau pantai jadi-jadian yang diperuntukkan untuk para nudist, tertarik ? 😀
IMG_8121

Val de seine, salah satu pantai jadi-jadian di pinggir danau ga jauh dari Paris

Di suatu hari minggu yang tampak cerah ceria, kami memutuskan untuk mengunjungi salah satu ile de loisir yang menurut kami pengunjungnya ga terlalu banyak. Soalnya kalau kami memilih lokasi yang populer takutnya kami bakal seperti cendol di tempat tersebut 😀 . Kami naik kereta transilien J dari stasiun kereta api St Lazare, jurusan Mantes la Jolie lalu turun di stasiun Vernouillet verneuil. Di kota kecil Verneuil-sur-Seine yang letaknya 35 dari Paris ini, kami mengisi perut dahulu supaya ga kelaparan di lokasi danau. Takutnya di lokasi danau ini ga ada kantin yang menyediakan makanan besar. Kami kemudian berjalan kaki sekitar 2 km untuk menuju ile de loisir du Val de seine. Kebanyakan pengunjung ile de loisir ini menggunakan mobil untuk menuju ke lokasi, sepertinya cuma kami saja yang benar-benar jalan kaki ke sana 😀 . Eniwei, ile de loisir ini masuknya ga gratisan jadi masing-masing orang harus membayar 5 euro.
IMG_8072

Makan besar sebelum berenang, penting ini! 😀

Sampai di dalam area ile de loisir du Val de seine kami menggelar sarung pantai dan ubo rampenya di atas pasir putih. Seperti pengunjung yang lain, kami bersikap seperti layaknya di pantai 😀 😀 😀 . Berjemur lalu berenang lalu balik lagi berjemur 😀 , anggap aja seperti di Hawaii :D. Danau ini boleh untuk berenang sampai batas tertentu. Airnya sih ga bening-bening amat dan merupakan tampungan sungai la seine dengan dasar danau yang berlumpur. Tapi orang-orang pada cuek aja berenang di situ dan ga takut kena gatel-gatel. Seperti layaknya pantai beneran, di danau ini ada banyak petugas life guard berkostum merah yang punya pos seperti di serial baywatch. Kalau ada pengunjung yang berenang terlalu jauh mereka akan meniup peluit kencang-kencang. Fasilitas ile de loisir ini ternyata lumayan juga, seperti kafe, arena bermain anak, area barbecue, area kemping dan area bermain perahu dayung serta sepeda air. Ternyata pengunjung yang membawa mobil-mobil tadi mereka benar-benar total membawa perlengkapan bbq dan tenda sementara yang didirikan di sekitar danau.
IMG_8086

Area barbecue di pinggir danau lengkap dengan outdoor meja dan kursi makan

Seharian itu selain berkeliling area wisata ile de loisir, membeli es jus di kafe, yaaa kami hanya bermalas-malasan saja. Jadi saya ga mungkin donk mendeskripsikan kemalasan kami di postingan ini 😛 . Saya posting lebih banyak foto-fotonya saja yaaa 😀 . Next summer, kalau ga ke pantai beneran yaa kami akan mengunjungi ile de loisir alias pantai jadi-jadian yang lain di sekitar kota Paris. Happy summer guys!!!
IMG_8140

Area bermain anak di Val de seine

IMG_8137

Mixed berry juice anyone?

IMG_8087

Two happy lazy feet in Val de Seine

IMG_8101

Nyobain berenang di danaunya yang lumayan dalam juga

IMG_8149

Walaupun pantainya jadi-jadian tetep asyik buat berenang dan bermalas-malasan

IMG_8116

Next summer, mari mantai lagi 🙂

Ingin berkunjung ke Ile de loisirs/Base de loisir ? Silahkan cek website berikut ini (French only)http://www.ilesdeloisirs.iledefrance.fr/iles-de-loisirs

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri