Chilling in Bratislava #2 : Slovak pub, tempat wisata kulinernya Slovakia

P1130886

Slovak pub

Setiap kami berada di negara yang baru kami injak, kami selalu penasaran, orang-orang di negara ini makanannya apa sih? Terutama makanan khas dan makanan tradisional mereka. Seperti biasanya kami mencari referensi dari travel blog dan situs traveling seperti trip advisor. Kami lalu menemukan nama slovak pub, which is so obvious! Ini tempat dengan simpelnya dikasih nama Slovak pub gitu ? pub nya orang-orang Slovakia ? Nah, dari review yang kami baca sebelum berkunjung, Slovak pub ini sangat touristy , tetapi karena ga banyak turis asing di kota Bratislava, pub ini termasuk yang recommended untuk disambangi. Selain turis, masyarakat lokal juga kerap menyambangi pub ini untuk menghabiskan sore dan malam mereka. Jadi pub ini adalah pub bareng-barengnya turis dan masyarakat lokal 😀 .Slovak pub ini berlokasi di Obchodná 613/62 , di pusat kota Bratislava. Dari apartemen yang kami sewa, letak Slovak pub hanya 10 menit jalan kaki.

P1130907

Lorong di dalam Slovak pub

Kesan pertama kali menginjakkan kaki di pub ini, adalah interiornya yang cukup unik. Ala-ala zaman medieval gitu deh. Pub ini memperoleh peringkat ke 23 dari 100 pub terbaik di dunia, oleh Lonely Planet. Perolehan ini dipajang di lorong masuk pub. Di lobi utama pub ini terdapat toko souvenir mini yang menjual aneka pernak-pernik Bratislava dan Slovak pub sendiri. Meskipun pengunjung pub ini banyak, karena ruangan-ruangan di dalamnya banyak juga, pengunjung pasti kebagian tempat. Pub ini gedhe dan luas banget! Sepertinya ini pertama kalinya kami mengunjungi pub seluas ini. Suasana di dalam pub ini juga terlihat cozy, membuat pengunjung betah duduk berlama-lama. Kami berdua lalu disambut oleh mas-mas waiter dan dipersilahkan duduk di ruangan bertema Basnicka izba, yang artinya The poet’s room dalam bahasa Inggris. Di dinding ruangan ini tertulis puisi-puisi dalam bahasa Slovak. Kami langsung disodori buku menu. Di dalam buku menu ga cuma tertulis menu makanan dan minuman saja lho, tetapi sejarah tentang pub dan penjelasan tentang ruangan-ruangan uniknya. Di buku menu tersebut juga dijelaskan mengapa bir dari pub ini adalah salah satu bir terbaik dan terenak di Slovakia. Eniwei, Slovakia juga salah satu beer country di Eropa, jadi kadang harga birnya lebih murah daripada air mineral botol 😀 .
P1130904

Salah satu ruangan di dalam pub

P1130895

Toast!!!

Menu makanan di pub ini sebenernya buanyak banget. Tetapi sesuai dengan niat kami dari awal untuk mencoba kuliner tradisional ala Slovakia, kami memilih untuk makan halušky. Halušky adalah dumpling yang terbuat dari kentang. Nah seperti yang pernah saya tulis di postingan tentang dumpling ketika saya makan Hunggaria, ternyata ga cuma negara-negara Asia dan Italia saja yang punya dumpling. Hunggaria dan Slovakia juga punya dumpling. Nah katanya negara-negara di Eropa timur juga punya dumpling nya masing-masing. Jadi harus dicobain satu-satu pas ke sana nih :D. Di Slovak pub ini, menu halušky nya bermacam-macam. Kami sampai bingung mau pilih yang mana. Kami akhirnya memesan halušky dengan topping keju kambing dan sosis. Harga satu menu halušky di pub ini 5-6 euro per porsi besar. Jauh lebih murah daripada menu main course di restoran di Paris 😀 . Kami juga memesan minum segelas bir dan cider khas Slovak pub.
P1130903

halušky

 

Sewaktu halušky nya tersaji di meja kami, awalnya saya sempat ragu, apakah saya akan doyan atau tidak, karena tampilannya terlihat eneg dan berlemak banget. Berbeda dengan suami saya yang justru seneng banget makanan eneg-eneg. Sepiring dumpling milik saya disajikan dengan susu kambing dan keju kambing! Porsinya besar lagi! Kebayang ga enegnya? Saya benar-benar takut ga bisa menghabiskan. Setelah saya mencicipi sesendok, ternyata oke juga. Atau mungkin karena lapar ya? 😀 Hanya saja okenya halušky bagi saya, bukan menjadi makanan yang akan sering-sering saya makan atau makanan yang akan saya rindukan. Mungkin makanan seperti ini cocoknya dimakan saat puncak musim dingin untuk menghangatkan tubuh. Setidaknya malam itu, saya udah pernah nyobain halušky, lidah dan mulut saya mendapatkan pengalaman baru dari negara ini. Setelah makan halušky, kami juga memesan dessert ala Slovakia. Berupa kue yang terbuat dari poppy seed. Saya sendiri sejujurnya malah ga tau poppy seed itu bentuk dan rasanya kayak apa. Jangan-jangan biji bunga opium lagi ? 😀 . Nama kue ini adalah makovnik , dan rasanya enak dan manis. Kue ini juga merupakan mahkluk baru untuk lidah saya. Kami berdua bersantai cukup lama di dalam pub sambil pelan-pelan menghabiskan minuman ala Slovakia. Toast!! Our first chilling day in this city went so chilly!
IMG_7652

Makovnik yang terbuat dari poppy seed

Website resmi Slovak pub : http://www.slovakpub.sk/en/#about-us

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Chilling in Bratislava #1 : Mengapa Bratislava ?

Bratislava, Slovakia memang jarang menjadi destinasi impian traveler-traveler Indonesia dan dunia. Setidaknya menurut saya pribadi, saya belum pernah sekalipun mendengar atau mengetahui kalau salah seorang teman atau kenalan ngebet banget pengen ke Bratislava. Biasanya mereka selalu menyebutkan kota atau negara lain seperti Paris, Roma, Praha, Mekah, Nepal, Peru atau yang lainnya. Malah mungkin ada yang ga tau, Bratislava emang ibu kota negara mana ? Walaupun demikian, karena letak Bratislava yang strategis dan ga jauh dari kota-kota terkenal lain seperti Wina, Praha dan Budapest, para eurotriper biasanya akan mampir sejenak di kota ini. Itung-itung pernah menginjakkan kaki di negara bernama Slovakia. Buat mereka yang lagi ngetrip ke Wina, Austria, karena jarak kota ini hanya 60 km, biasanya mereka memasukkan Bratislava di itenerary day tripnya. Jadi hanya beberapa jam saja menginjakkan kaki di Slovakia lalu kembali lagi ke Austria. Eniwei Wina dan Bratislava adalah dua ibu kota negara yang paling dekat di dunia.
P1130874-001

Welcome to Slovakia

Kalau saya pribadi nih, entah mengapa saya terngiang-ngiang tentang Bratislava gara-gara sebuah film. Film ini saya tonton waktu saya masih kuliah. Judulnya Eurotrip. Cerita film ini emang lucu-lucu gimanaa, apalagi pas adegan di bawah ini.
Yak! Gara-gara adegan di atas, saya jadi keingetan terus soal Bratislava 😀 . I know I’m weird 😀 . Jadi pas kami ada kesempatan ke Bratislava, ya udah lah sekalian aja ke kota ini. Apalagi setelah kami ngecek kalau tiket terbang dengan ryan air dari kota ini untuk balik Ke Paris harganya cuma 25 euro. Langsung deh kami buking tiket pulang lewat Bratislava, daripada lewat Budapest.
P1130876

Hlavna Stanica, stasiun kereta api Bratislava

Begitu turun dari kereta api, saya deg-degan, jangan-jangan Bratislava benar-benar seperti di adegan film itu. Stasiun kereta Bratislava terlihat 70’s , sepertinya bangunan peninggalan dari zaman komunis dahulu, dan belum direnovasi sampai sekarang. Kesan pertama menginjakkan kaki di Slovakia adalah suasananya yang sangat berbeda dari Hunggaria. Entah bagaimana mendeskripsikan perbedaanya, yang jelas rasanya beda. Ya iyalah beda negara beda suasana 😀 . Untuk menuju ke pusat kota Bratislava dari Hlavna Stanica (stasiun),banyak tersedia jalur bus dan jalur tram.  Tapi karena apartemen yang kami sewa lewat airbnb bisa ditempuh dengan jalan kaki, maka kami jalan kaki saja sambil menyesuaikan diri dengan suasana di sini. Suasana sore itu begitu sepi dan begitu krik-krik. Mungkin karena hari minggu, orang-orang kota ini memilih untuk istirahat di rumah. Seperti di Perancis, toko-toko dan sebagian besar restoran juga tutup pada hari minggu, menambah krik-kriknya suasana sore itu.
P1130878

Pusat kota Bratislava yang lagi ga ramai karena hari minggu

Kami mengambil kunci apartemen di sebuah kafe kecil tak jauh dari lokasi. Gaya bangunan apartemennya dari luar mirip seperti apartemen yang digambarkan di klip di atas, hanya saja jauh lebih bersih dan ga kumuh. Begitu kami masuk ke apartemen sewaan kami, rasanya kami pengen membawa pulang apartemenya ke Paris *eh. Pemiliknya mendesain ruangan-ruangannya secara minimalis dengan pernak-pernik ala traveler. Pemiliknya juga menyiapkan welcome note dan aneka petunjuk wisata Bratislava dan Slovakia. Kami menyewa apartemen studio ini dengan harga 30 euro per malamnya. Kami akan tidur di sini selama 2 malam. Oyaa, kami kembali lagi ke negara bermata uang euro, jadi kami ga perlu susah-susah nuker duit lagi 😀 . Sore itu juga kami siap untuk kejutan-kejutan yang ada di kota ini. Yang jelas, perjalanan dari stasiun ke apartemen sendiri sudah memberi bukti kalau Bratislava tidak seperti yang digambarkan dalam film Eurotrip.
P1130885

Apartemen nyaman di Bratislava

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri