Tag Archives: agrowisata

Nikmatnya ngopi di gunung, di kedai kopi menoreh Pak Rohmat

Perbukitan menoreh yang berada di barat kota Jogja tak hanya terkenal akan kebun tehnya. Tetapi juga kebun lain seperti cengkeh, kakao, salak, durian dan kopi. Kalau berburu durian di menoreh di daerah kalibawang saya sih sudah sering :D. Berburu salak? Kapan-kapan yaa :). Hasil dari blogwalking minggu kemarin, saya pengen banget menikmati secangkir kopi asli dari menoreh di sebuah kafe lokal yang terletak di dusun madigondo, desa sidoharjo, kecamatan samigaluh. Namanya kedai kopi Pak Rohmat yang tentunya dipunyai oleh Pak Rohmat. Meskipun mendung dan hujan di perjalanan, saya dan adik saya tetep kekeuh pengen ngopi di sana :). Kami sampai di lokasi setelah 1 jam perjalanan dari kota Jogja dengan motor. Lokasi kedai kopi ini tidak jauh dari obyek wisata air terjun perawan sidoharjo dan puncak suroloyo yang merupakan salah satu puncak tertinggi di menoreh.

P1100071

Sugeng rawuh di kedai kopi pak Rohmat

Sampai di kedai, kami langsung disambut hangat dan disalami oleh Pak Rohmat. Kami lalu memilih tempat duduk dengan view hutan hijau yang ada di belakang kedai ini. Viewnya ajib dan ijo banget!! Cocok buat melepas penat setelah berhari-hari suntuk dengan kehidupan kota yang macet dan bising. Cocok juga buat bersihin paru-paru :). Anyway ada 3 jenis kopi yang tertulis di menu yaitu robusta, arabika dan kopi lanang. Karena saya ga suka kopi yang asam saya memesan secangkir kopi robusta dan adik saya memesan secangkir arabika. Kopinya disajikan dengan aneka cemilan seperti kacang rebus, tahu goreng, ketela rebus dan gebleg. Pernah makan gebleg? Gebleg adalah makanan khas Kulon Progo yang terbuat dari ketela. Teksturnya kenyal dan liat banget. Selain kopi di kedai ini juga menyediakan minuman teh asli menoreh. Sambil minum kopi, kami diminta untuk mengisi buku tamu oleh Pak Rohmat. Ternyata pengunjung kedai kopi ini tak hanya dari Jogja saja tetapi dari luar kota dan luar negeri. Beberapa media telah meliput kedai kopi ini, makanya sekarang kedainya rame banyak pengunjung. Pak Rohmat siang itu tidak bisa lama-lama ngobrol dengan kami karena harus arisan trah. Obrolan pun dilanjutkan dengan Bu Rohmat yang ga ikut arisan :).

P1100062

Kopi dan cemilan pesanan saya

P1100067-001

Kopinya dirawat dengan cinta ❤

Apa yang spesial dan otentik dari kedai kopi ini? Kalau cerita dari Bu Rohmat sejak jaman nenek moyangnya dulu orang-orang di perbukitan menoreh sudah menanam kopi. Termasuk kakek-nenek dan bapak-ibunya Pak Rohmat. Semua kopi yang ada di kedai ini berasal dari biji kopi yang dipetik dan dirawat dari kebun sendiri. Kopi tersebut diolah sendiri dengan cara tradisional mulai dari roasting sampai menjadi bubuk. Biji kopinya dipisahkan, yang berbiji tunggal diolah sendiri, karena menurut orang Jawa biji kopi tunggal aromanya lebih kuat. Biji kopi tunggal inilah yang dinamakan kopi lanang. Kebun kopi pak Rohmat letaknya sekitar 20 menit berjalan kaki menyusuri lereng bukit. Sayang karena hari itu hujan kami tidak bisa trekking di kebun kopi. Padahal pengen banget! :). Di sekitar kedai kopi inipun banyak tumbuh subur tanaman-tanaman kopi. Bu Rohmat bercerita bahwa selain wartawan ada pula para traveler-traveler dari luar negeri yang singgah ke kedai yang baru berdiri sekitar 1,5 tahun ini. Mereka tak puas hanya sehari berada di sini. Jika ada yang ingin menginap mereka rela tidur apa adanya dengan tikar di dalam rumah Pak Rohmat. Wiih seru yaa tampaknya 🙂 . Mungkin bagi mereka tempat ini back to nature banget! Selain sajian minuman kopi menoreh, teh menoreh dan aneka makanan, di kedai ini juga terdapat kopi-kopi yang telah dikemas atau biji kopi yang bisa dibeli per kilogram. Teh kemasan asli menoreh dan kopi jahe kemasan ala Pak Rohmat juga ada.

P1100073

Tanaman kopi di halaman kedai kopi

Anyway, there is another little surprise about this coffee shop. Pas di belakang kedai kopi ini terdapat sebuah air terjun kecil yang disebut dengan kedung talang. Kalau cuaca cerah biasanya pengunjung sekalian trekking ke air terjun, sungai dan kebun kopi. Karena cuaca masih agak gerimis saya dan adik saya trekking sebentar hanya sebatas sungai dan air terjun. Sungainya sedang meluap jadi sangat berbahaya kalau main di sekitar air terjun. Setelah hujan reda akhirnya kami pamit kepada Bu Rohmat. It was very special being there. Datang ke kedai ini tak seperti berkunjung ke kedai-kedai kopi pada umumnya. Kami berasa seperti tamu yang disambut dengan keramahan pedesaan yang hangat dengan atmosfer alami yang begitu menyejukkan :).

P1100085

Trekking sebentar di belakang kedai

IMG-20160312-WA0016

2 hari kemudian beberapa teman saya jadi pengen ngopi di sini juga. Air terjunnya pas ga banjir :). Courtesy by Eka Dewi

Kedai kopi menoreh Pak Rohmat di google map :

Iklan

12 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

Tamasya ke kebun buah mangunan

Pemandangan di puncak mangunan

Pemandangan di puncak mangunan

Judul di atas bagaikan karangan cerita liburan anak SD 😀 . Saya beri judul demikian karena saya banyak bertemu dengan anak-anak SD di kebun buah mangunan kemarin minggu tanggal 17 juli 2011 (aa..nevermind..! :)). Awalnya teman satu sekolah saya dulu (bukan teman SD), meng-sms saya, dia ingin sekali pergi ke kebun buah mangunan sekedar refreshing untuk menghabiskan hari minggu. Saya kemudian mengajak satu teman lagi (teman sekolah juga) untuk bergabung bersama kami. Kami berangkat bertiga jam 10 pagi dari kota yogyakarta. Saya tahu maksud kedua teman saya ingin pergi ke kebun buah supaya bisa memetik buah gratisaan (saya juga sih *eh..) . Dari rumah saya punya harapan besar untuk dapat memakan buah durian gratis di kebun buah ini :D.

Rumah kaca dari plastik

Rumah kaca berlapis plastik tempat persemaian cabe, terong dan strawberry

Strawberry

Strawberry? Strowberi?

kebun jambu air

kebun jambu air

kolam bermain sepeda air

kolam bermain sepeda air a.k.a bebek-bebek-an

Untuk menuju ke kebun buah ini dari kota Yogyakarta sangatlah mudah, pacu saja kendaraan anda ke selatan melewati jalan imogiri timur lalu belok ke kiri di pertigaan imogiri. Sebelum makam raja-raja imogiri, anda dapat mengikuti papan petunjuk lokasi kebun buah mangunan ke kanan, lalu naik ke atas perbukitan. Ikuti saja jalan berkelok-kelok di atas bukit tersebut sampai bertemu papan petunjuk arah berikutnya. Kebun buah yang terletak di desa mangunan kecamatan dlingo ini terletak di atas perbukitan, sehingga pemandangan khas perbukitan bisa dinimati di sini. Untuk masuk ke areal yang dikelola pemkab bantul ini, anda diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp 5000 per orang. Sewaktu membeli tiket saya langsung bertanya ke pak satpam yang sedang jaga, “pak bisa metik buah gratis tidak?” , pak satpam langsung menjawab “ga ada buahnya mbak..”. Langsung pupuslah harapan kami untuk makan buah gratisan 😦 , apalagi durian??? :((

Karena kami datang di hari minggu, tempat wisata ini menjadi ramai oleh pengunjung yang kebanyakan adalah keluarga dan anak-anak SD yang sedang bertamasya bersama guru-gurunya. Untuk anak-anak kecil yang tinggal di kota dan jarang lihat pohon buah, tempat ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mereka, paling tidak mereka bisa tahu seperti apa bentuk pohon rambutan atau pohon durian. Sebenarnya pohon-pohon buah yang ada di kebun ini lumayan banyak ada matoa, belimbing, sirsak, jambu air, salak, durian, jeruk, strawberry sampai buah talok 😀 (abaikan..), tetapi sayang banyak yang belum berbuah. Kalaupun ada yang berbuah, buahnya masih muda, dan sepertinya masih mudapun banyak yang sudah dipetik oleh pengunjung (seperti saya :D). Saya sempat memetik dan memakan satu buah jambu air, yang saya yakin kalau benar-benar matang rasanya maknyoos.

Sebagai tempat wisata keluarga, tempat ini menyediakan fasilitas bermain berupa ayunan, sepeda air berbentuk angsa, kolam renang anak-anak, tempat outbond, camping ground sampai flying fox. Salah satu hot spot di tempat ini adalah tempat yang bernama “puncak”. Puncak adalah sebuah view point untuk melihat pemandangan perbukitan dengan sungai oya yang berkelok-kelok yang membelah perbukitan tersebut. Cukup indah memang tempat ini, pandangan anda bisa bebas lepas untuk menikmatinya. Jika anda berutung, anda bisa melihat burung elang jawa yang cukup besar terbang mengitari kawasan ini. Setelah puas memandangi pemandangan di puncak, kami bertiga mencoba melewati jalan setapak naik turun mengitari areal kebun buah ini , maksudnya sih untuk olahraga dan untuk mencari buah gratis (tetep). Siapa tahu saja ada pohon buah yang berbuah banyak dan buahnya belum dipetik 😀 , tapi setelah kami mau pulangpun, tidak ada satupun pohon buah yang berbuah lebat (yaaaah….).

Sungai oya yang memebelah perbukitan

sungai oya yang membelah perbukitan

1 Komentar

Filed under Keliling Indonesia