Tag Archives: arsitektur

City Escape to Buda&Pest #8 : Gedung parlemen Hunggaria nan megah menakjubkan

Judul postingan ini memang terkesan lebay. Tapi kelebayan ini adalah akibat dari apa yang saya lihat langsung di TKP. Dan saya adalah orang yang gampang terkesima dengan bangunan dan arsitektur kuno dengan detil-detil cantik , baik itu kastil, candi , masjid, gereja atau gedung-gedung massive lainnya. Menurut saya bangunan gedung parlemen Hunggaria itu emang keren abiss, megah abiss, epic abiss, serta fairytale look abiss! I’ts huge! kalau kata pak Donald Trump 😀 .Mungkin salah satu yang termegah di dunia. Dulu sih saya cuma bisa melihat dari kartu pos atau gambar-gambar di internet. Kali ini pas ke Budapest , saya bersyukur bisa melihat secara langsung kemegahannya. Saya rasa banyak orang yang merasakan hal yang sama ketika bisa secara langsung memandang eloknya gedung országház ini.
P1130618

Langsung narsis dengan latar belakang gedung ini

Siang itu, untuk menuju ke gedung ini saya dan suami naik kereta bawah tanah jalur M2 dan berhenti di stasiun kossuth lajos tér. Selain naik metro, square parliament building ini juga bisa ditempuh dengan tram jalur 2 atau 2A. Namun siang itu juga penonton harus kecewa, karena penonton yang satu ini baru tahu kalau tiket untuk masuk ke dalam gedung megah ini terbatas per harinya. Yup yup! Pengunjung ga bisa asal beli tiket dan asal masuk seperti di museum-museum lain di kota Budapest. Pengunjung harus mengikuti guided tour terjadwal dan membuking tur tersebut sebelumnya. Alasannya tentu saja karena gedung ini kan gedung parlemen, yang masih berfungsi aktif sebagai gedung berkumpulnya wakil rakyat Hunggaria. Mungkin saking spontannya perjalanan kami waktu itu, saya sampai lupa untuk cek dan ricek informasi tentang kunjungan ke gedung parlemen. Well gapapa lah yaa, mari mengelilingi bagian luarnya saja.
Informasi kunjungan ke gedung parlemen Hunggaria, klik di : http://hungarianparliament.com/tours/   &    http://www-archiv.parlament.hu/angol/eng/leiras.htm
P1130598

Gedung parlemen dilihat dari fisherman’s bastion

Gedung parlemen ini, adalah karya seorang arsitek bernama Imre Steindl. Dibangun di tepi sungai danube pada tahun 1885 sampai tahun 1904 dengan gaya neo gothic dan ecletic. Luas gedung bercat putih ini mencapai 18000 meter persegi, dengan tinggi dome 96 meter. Di sudut-sudut gedung ini terdapat ukiran-ukiran dan patung-patung bergaya gothic yang jumlahnya mencapai ratusan. Ukiran dan patung-patung inilah yang menambah makin epicnya gedung ini.  Sebenarnya sih bagian dalam gedung ini dengan hall utama dan koridor-koridor cantiknya tak kalah megahnya. Apalagi di dalam bangunan ini juga terdapat relic berupa sebuah mahkota raja Hunggaria zaman dahulu. Sayang seribu sayang, saya hanya bisa browsing online saja.
P1130627

neo gothic + ecletic architecture

Kami lalu mengelilingi gedung ini dari ujung ke ujung. Dari bagian yang menghadap ke square sampai bagian yang menghadap ke sungai danube. Tampak beberapa petugas berseragam khusus menjaga gedung ini dengan gaya militer, seperti para petugas yang bertugas di istana presiden. Katanya sih upacara pergantian penjaga di gedung ini juga ditunggu-tunggu oleh banyak pengunjung. Ketika kami berada di square kossuth lajos, terlihat pula beberapa gedung-gedung cantik lain yang merupakan gedung kementrian pertanian dan museum etnografi Hunggaria. Sebenernya sih kami pengen banget masuk museum ini. Sayang, waktu kami hari itu terbatas banget. Kalau cuma asal masuk lalu keluar memang bisa sih, tapi kan museum seperti ini lebih asyik jika menikmatinya seharian sambil mempelajari apa yang dipaparkan di dalamnya.
P1130635
Tak puas melihat gedung parlemen ketika matahari terang benderang, malam itu juga kami kembali lagi menikmati keelokan gedung ini. Hanya saja kali ini kami menikmatinya dari lokasi yang berbeda. Kami naik metro 2 ke stasiun batthyány tér. Selain dengan kereta bawah tanah, square ini juga bisa ditempuh dengan tram no 19, 41 dan TH, serta kereta sub urban jalur D11,D12 dan SH. Square batthyány ini terletak di seberang gedung parlemen dengan sungai danube berada di antaranya. Di square ini saat sunset dan setelahnya, suasananya ramai juga. Orang-orang duduk di bangku-bangku tepian sungai sambil membawa bekal makanan dan minuman sambil nongkrong memandangi gedung parlemen. Saat malam hari, cahaya lampu yang menghiasi gedung ini menambah keelokan arsitekturnya. Pendar lampunya terbias di permukaan sungai danube, menambah suasana di square ini jadi romantis 😀 . Mumpung suasana dan lokasinya pas, yaa enaknya kami duduk-duduk pacaran aja laah. Menikmati atmosfer malam ala magical Budapest!
P1130442

After sunset dari square batthyány, cantiik banget ga sih??

 

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

I lost my heart in Prague #5 : Antara keju goreng dan random night walk

Pernah ga sih sewaktu traveling anda merasa bingung mau ke mana ? Terutama saat malam hari, karena kalau siang hari biasanya kita sudah punya itenerary . Pengen jalan ke mana gitu, tapi ke mana? Ke mana donk? 😀 . Saya terkadang merasa seperti ini. Kalau sedang seperti ini, selain mencari makan malam, saya dan suami saya random walk ke pusat keramaian yang sering dikunjungi oleh warga lokal. Contohnya seperti alun-alun, pasar malam atau jejeran pertokoan setempat. Sekedar untuk melihat-lihat saja. Dan biasanya  selalu saja ada perbedaan-perbedaan unik yang bisa kita temukan.
p1110708

random walk di new town square Praha

Malam itu di kota Praha, karena kami sudah jalan-jalan ke old town square, kami pengen jalan-jalan santai ke new town square atau yang terkenal dengan Wenceslas square. Tetapi sebelum jalan-jalan ke arah square, kami mampir dulu ke sebuah gedung ikon barunya kota ini. Nama bangunan ini adalah Tancici Dum atau dalam bahasa inggris disebut The Dancing House. Sebenernya sih ga baru-baru amat, karena gedung ini sudah berdiri sejak tahun 1996. Gedung ini dinamakan The Dancing House karena bangunannya meliuk-liuk seperti dua orang yang sedang menari. Gaya arsitektur semacam ini katanya sih disebut dengan destructive architecthure. Anyway, saya sangat awam dengan arsitektur, tetapi melihat bangunan seperti ini langsung di depan mata saya, rasanya seperti hiburan tersendiri. Kok bisa yaa bangunannya dibikin asimetris seperti ini tetapi tetap kokoh berdiri. Yang jelas saya ga berhenti gumunan sambil foto-foto 😀 .
p1110684

The dancing house

Tak jauh dari The Dancing House, kami menemukan sebuah restoran dan bar lokal yang lokasinya agak mencit alias agak terpencil, jauh dari keramaian dan jalan raya. Kami memutuskan untuk makan malam di sana. Pas masuk, semua orang memperhatikan kami 😀 . Tampaknya rumah makan ini benar-benar lokal dan jarang banget kedatangan orang asing. Rumah makan ini pengunjungnya kebanyakan bapak-bapak yang merokok sambil minum segelas besar bir. Wiih, ternyata di Praha, merokok di dalam ruangan masih diperbolehkan 😦 . Kami mencari tempat duduk yang berada di no smoking area. Meskipun asap rokoknya masih tercium, tetapi kami tetap memilih untuk makan di sini karena harganya sangat terjangkau. Saya memesan keju goreng ditemani dengan bola-bola kentang dan segelas bir tanpa alkohol. Suami saya memesan sate daging ala Ceko. Keju goreng termasuk salah satu makanan khas Ceko juga. Tak berapa lama keju goreng saya tersaji di atas meja dan porsinya gedhe banget. Saya agak bersusah payah untuk menghabiskannya karena kejunya agak eneg untuk lidah saya :D. Oya nama restoran lokal ini adalah U Zaludu. Suasananya yang lokal banget mengingatkan saya akan tempat nongkrong ala bapak-bapak Indonesia, seperti warung kopi dan angkringan 🙂 .
p1110689

Keju goreng dan bola-bola kentang

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan mengarungi malam nan dingin di kota Bohemia ini. Kami langsung menuju ke Wenceslas square. Sebuah square yang dinamakan atas seorang raja bohemia dari tahun 921, Wenceslas 1 atau Wenceslaus 1. Raja Wenceslas juga dianggap sebagai salah satu saint atau santo di republik Ceko, karena kebaikannya. Sampai-sampai namanya dijadikan sebuah lagu rohani berjudul Good King Wenceslas. Patung St Wenceslas berdiri gagah di ujung square ini, dengan latar belakang museum nasional. Tak jauh dari patung ini, terdapat sebuah memorial untuk Jan Palach dan Jan Zajic. Mereka adalah dua orang demonstran yang membakar diri di square ini sebagai protes atas invasi Uni Soviet yang terjadi di tahun 1969. Nama mereka dikenang sebagai pahlawan oleh bangsa Ceko. Sampai saat ini pun, masih banyak lilin dan bunga-bunga yang dipersembahkan oleh masyarakat Ceko di tengah-tengah square ini untuk mereka. Sebuah memorial berbentuk salib melengkung di atas trotoar tepat di depan museum nasional, juga dibuat untuk mengenang mereka berdua.
p1110695

Patung ST Wenceslas

p1110697

Penghormatan untuk Jan Palach dan Jan Zajic

Wenceslas square memang tak hanya berisi deretan toko-toko dan restoran-restoran saja. Acara-acara besar yang diselenggarakan pemerintah kota Praha biasanya juga dilaksanakan di sini. Demonstrasi yang digelar mahasiswa atau masyarakat biasanya juga mengambil tempat di square ini. Nah, karena eventnya sedang mendekati hari raya natal, maka diselenggarakanlah christmas market di tengah-tengahnya. Deretan stand-stand yang terbuat dari kayu dibagun berjejeran di square ini. Pohon natal kecil dan besar beserta lampu-lampu kelap-kelip dipajang untuk memeriahkan christmas market ini. Para pedagang berjualan aneka makanan tradisional, kerajinan tangan dan pernak-pernik natal. Agak ngiler juga pengen makan lagi aneka makanan yang dijual di sini, tapi sebagai backpacker ngirit yaa kami ga boleh jajan banyak-banyak 😀 . Square ini katanya sih bagaikan Champs Elyseenya Praha, karena memang terkenal sebagai square dengan deretan toko terbanyak dan tempat nongkrong yang beraneka ragam. Tetapi traveler harus hati-hati ketika jalan-jalan di atas jam 10 malam karena banyak orang-orang yang menawarkan pertunjukan aneh-aneh dan obat-obatan terlarang. Pertunjukannya biasanya di dalam strip club, dan tempat ini terkenal sebagai tempatnya scammers.
p1110701

Christmas market di wenceslas square

p1110715

Di ujung wenceslas square , Praha

Setelah berjalan kaki dari dari ujung ke ujung, kami balik lagi ke hotel. Nah pas jalan kembali ini kami nemu beberapa tempat spa. Tempat spa nya tidak seperti tempat spa biasa. Eh, tapi bukan spa plus-plus juga :D. Tempat spa di Praha kebanyakan disebut dengan beer spa. Jadi pengunjung bisa spa sambil minum beer sepuasnya. Tak cuma itu, katanya sih bath tubnya juga diisi air yang dicampur beer. Saya sih pengen-pengen aja mencoba sesuatu yang baru seperti ini. Sayangnya ongkos beer spa juga agak mahal untuk kantong backpacker saya :D. Jadi saya mencoba beer spanya nanti saja kapan-kapan lah, kalau saya udah bisa traveling sambil leisure banget 😀 .
p1110693

Siapa mau mencoba beer spa?

 

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri