Tag Archives: bali

Nikmatnya sepiring nasi ayam kedewatan bu Mangku di siang yang hujan

Saya pernah tinggal di pulau dewata selama beberapa bulan untuk bekerja di tahun 2008. Selama itu saya jarang sekali kulineran khas yang benar-benar asli Bali. Waktu itu yang saya tahu cuma babi guling, ayam betutu, nasi jinggo dan rujak kuah pindang saja. Saya tidak tahu kalau ternyata pulau dewata juga kaya akan kuliner tradisional seperti tipat cantok, aneka olahan bebek, lawar, sate lilit dan masih banyak lagi. Agak nyesel juga kenapa dulu pas tinggal di sana kulinerannya ga dipol-polin 😦 . Oke enough curhatnya 🙂 . Ceritanya saya mendapatkan kesempatan untuk liburan di Ubud selama beberapa hari. Seorang teman saya yang asli Denpasar, nyamperin saya ke Ubud dan mengajak saya makan siang. Ia bilang ia akan mengajak saya makan makanan asli Bali. Makanan asli Bali di Ubud? Setahu saya cuma babi guling saja. Di Ubud sajian khas tradisional tampak tenggelam dengan maraknya restoran-restoran ala barat yang ada di mana-mana.

IMG_20140406_142513

A plate of spicy delicious Balinese taste

Teman saya lalu menjemput saya di hotel dan memboncengkan saya menuju ke JL raya kedewatan, meskipun hujan turun begitu deras. Saya dibawa ke sebuah restoran bernama nasi ayam kedewatan bu Mangku. Saya merasa gak gaul nih, karena baru tahu tempat ini. Restoran ini desainnya Bali banget! Terdapat ruang makan utama dan bale-bale makan lesehan. Tanaman bunga kamboja tumbuh di taman-taman sekitar bale-bale. Sungguh asri khas Bali. Karena hujan masih deras, kami memilih tempat duduk di ruang makan utama. Pengunjung restoran ini terlihat 90% nya orang lokal. Teman saya kemudian memesankan saya nasi campur ayam dengan suwiran ayam yang besar, telur, sayuran seperti urap, kering kentang dan sate lilit ayam. Porsinya gedhe banget! Begitu terhidang di meja, langsung dunk saya sikat. Rasanya enak banget dengan bumbu tajam dan pedas khas Bali. Agak susah menerangkan bagaimana rasanya. Yang jelas begitu spicy dan lezat. Saya sampai harus mengambil jeda beberapa kali karena menurut saya pedes banget. Saya mengerti kalau jarang wisatawan asing yang makan di sini karena terlalu spicy untuk lidah barat. Buat lidah Indonesia maknyus banget tentunya :). Satu porsi nasi ayam dan segelas es kelapa muda ternyata cuma habis Rp 25.000 saja. Senengnya lagi, teman saya yang bayarin! Hehehehe. Ga salah deh dibela-belain hujan-hujanan demi sepiring nasi ayam kedewatan :).
Nasi ayam kedewatan bu Mangku on the map :
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Get My Nail Done at Kuta Beach Bali

One fine afternoon before sunset in Kuta Beach Bali. Saya dan pacar saya cuma mau bersantai duduk di pasir sambil melihat matahari terbenam di pantai paling populer di pulau dewata itu. Sembari melamun dan melihat para surfer bermain dengan ombak, ada seorang ibu-ibu mendatangi saya. Biasanya ibu-ibu di pantai Kuta menawarkan jasa mengepang rambut atau pijat. Ibu ini menawarkan jasa untuk pedicure menicure plus nail art di pantai. Wiiih serius nih bu?? Awalnya saya menolak karena sepanjang hidup saya, saya ga pernah meni pedi di salon, apalagi di pantai. Saya memang sangat low maintenance, mandi aja jarang-jarang *Ehh. Ibu itu agak memaksa dengan memasang tarif Rp 100.000 untuk menicure pedicure dan nail art. Harga yang sama seperti di salon-salon. Saya tetap menolak karena saya memang ga pernah tertarik untuk menicure dan pedicure apalagi mewarnai kuku. Ibu itu kemudian menawarkan harga Rp 70.000. Pacar saya yang penasaran kemudian mengiyakan si ibu. Gapapa lah, unik juga punya pengalaman meni pedi di pinggir pantai, katanya. Mungkin pacar saya pengen pacarnya agak sedikit terawat :D.

Akhirnya nyoba meni pedi nail art di pantai Kuta

Akhirnya nyoba meni pedi nail art di pantai Kuta

Si Ibu yang bernama bu Emma itu kemudian mengeluarkan semua peralatanya dari dalam tas. Saya disuruh memilih warna kuteks yang ia bawa. Buset koleksi kuteksnya ternyata banyak banget, sekitar 30an lebih lah. Saya memilih warna dasar biru karena saya memang suka warna biru. Ia kemudian mulai membersihkan kaki saya dengan krim tertentu dan memotong kuku-kuku saya. Ia juga menghilangkan kulit-kulit kasar di sekitar kuku dengan cepat dan tanggap. Wow! hebat bener nih si ibu. Setelah kuku-kuku saya bersih ia baru mengoleskan kuteks di kuku-kuku saya. Ia bertanya kepada saya kukunya mau digambar seperti apa, sambil memperlihatkan contoh gambar. Saya kemudian memilih corak bunga eksotis di kuku saya supaya saya lebih terlihat eksotis :P. Bu Emma mengerjakan kuku saya selama 30 menit saja. Cepat tapi bersih dan cantik! Saya puas dengan hasilnya 🙂 .

Perawatan kuku di pantai Kuta Bali

Perawatan kuku di pantai Kuta Bali

Cantik! hasilnya keren ternyata :)

Cantik! hasilnya keren ternyata 🙂

Finally I've got my nail done at Kuta Beach Bali

Finally I’ve got my nail done at Kuta Beach Bali

Pantai Kuta ini saking populernya memang menjadi sasaran penjual jasa yang unik-unik. Saya jadi penasaran, jasa-jasa apa saja yang ditawarkan di sini ya selain meni pedi, kepang rambut, pijat, lukis diri, tarot, membaca garis tangan dan foto? Jangan-jangan ada jasa creambath atau facial juga di sini? Atau ada biro jodoh juga di sini? 😀  Kalian punya pengalaman apa di pantai Kuta Bali ?

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia