Tag Archives: Belgium

Mantai santai di Oostende Belgia

Jadi ceritanya summer☀️ kemarin saya dan suami balik lagi ke Belgia tercinta. Soalnya selain kangen dengan kota Bruges yang cantik , suami saya ngebet pengen nunjukin pantai di Belgia. Tempat dia biasa menghabiskan musim panas sambil berenang dan berjemur. Mungkin karena pas di Indonesia saya udah keseringan nunjukin pantai-pantai Indonesia yang keren , kali ini ia ga mau kalah. Meskipun dari awal suami saya sudah mengakui kalau di Indonesia pantai-pantainya jauh lebih cantik 😀 . Kami menginap di kota Bruges. Menjajah apartemen adik ipar saya selama beberapa hari 😀 yang kebetulan letaknya berada pas di tengah-tengah old town, tak jauh dari menara Belfort. Kami mengajak si adek sekalian main ke pantai.
P1100820

Kereta yang membawa kami dari Bruges ke Ostend

Belgia sebenarnya punya banyak pantai dengan kota pantai yang juga ramai. Dari mulai Knokke-Heist, Blankenberge, Ostend, Middelkerke, Nieuwpoortbad dan masih banyak lagi. Tinggal pilih saja, mau pantai ramai seperti di Miami beach atau pantai sepi yang tenang ada semua. Yang jelas kota pantai yang ada di Belgia ini benar-benar ramai katanya, apalagi ketika musim panas. Pengunjung bisa membludak saat puncak musim panas. Suami saya ingin memunjukkan kepada saya kota pantai yang ramai dahulu supaya suasananya benar-benar ala keluarga Belgia 😀 . Seperti di Indonesia, biasanya untuk acara piknik keluarga mereka memilih pantai yang ramai dan populer. Yaa kayak pantai Kuta Bali atau Parangtritis gitu lah. Pantai yang ramai biasanya lebih terjangkau karena pilihan makan dan akomodasinya banyak. Pengunjung pantai di pesisir barat Belgia ini kebanyakan tak hanya dari Belgia saja, tetapi juga dari negara-negara tetangga seperti Belanda, Perancis dan Inggris. Kami memilih pantai yang dekat dan mudah dijangkau dari Bruges, yang berada di kota Ostend. Kami bertiga berangkat dengan kereta api yang hanya memakan waktu sekitar 20 menit. Jarak Bruges sampai ke Ostend hanya sekitar 28 km.
P1100824

Sampai deh di Ostend

Tadinya saya pikir kota pantai yang ada di Belgia akan terlihat biasa saja ramainya. Tetapi ketika kami mendarat di stasiun Ostend dan menyusuri kota menuju ke pantai, saya amazed juga. Ini sih bagai kota metropolitan di pinggir pantai! Kota ini benar-benar penuh dengan gedung-gedung bertingkat bahkan ada beberapa pencakar langit. Begitu modern lah. Tidak seperti bayangan saya sebelumnya. Ini beneran mirip Miami beach yang ada dalam benak saya 😀 . Dan ini pertama kalinya saya berkunjung ke kota pantai yang benar-benar penuh gedung bertingkat. Sebelum beneran mantai kami membeli makanan dan minuman yang akan kami makan sambil mantai.
P1100828

Tempat parkir boat dan moni yacht di ostend

P1100831

Jalan menuju pantai di tengah kota Ostend

Kami lalu memasuki kawasan pasir pantai yang lumayan luas. Pasirnya berwarna coklat muda. Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung tinggal masuk saja tanpa dipungut biaya apapun. Kami menggelar handuk pantai dan mempersiapkan makan siang di atas pasir. Picnic lunch at the beach gitu lah! 😀 Pengunjung pantai hari itu begitu banyak. Tempat membilas dengan shower dan tempat ganti baju tersedia di berbagai sudut-sudut pantai. Rumah-rumahan pantai yang bisa dibeli dan disewa juga tersedia di pinggir kawasan pantai Ostend ini. Sebelum mencoba merasakan air pantai, kami olahraga dulu nyusurin kawasan ini dari ujung ke ujung . Di kawasan ini terdapat sebuah tanjung kecil yang mempunyai walkway untuk pejalan kaki. Dari ujung tanjung ini kita bisa melihat pemandangan laut, pasir serta gedung-gedung bertingkat sekaligus.
P1100836

Gedung-gedung bertingkat berupa apartemen dan hotel di pinggir pantai Ostend

P1100840

Orang Indonesia kalau ke pantai itu tetep pakai jaket 😀

P1100850

The beach, the sand and the city

Udara siang itu tak sampai 25 derajat celcius dengan angin pantai yang kencang. Matahari bersinar cerah, membuat pengunjung berlomba-lomba berjemur di atas pasir. Mereka juga bermain ombak dan berenang. Kaum anak-anak terlihat lebih banyak bermain pasir, bermain bola dan frisbee. Saya sendiri cuma berani membasahi kaki , karena buat saya airnya masih terlalu dingin. Namanya juga north sea yang airnya bersumber dari samudra atlantik utara. Kami lalu menghabiskan waktu sampai sore bergeje ria sambil memandang lautan,  ditemani es krim enak dari toko es krim terdekat 😀 . Yang jelas pengalaman mantai hari itu begitu berbeda dengan pengalaman mantai saya sebelum-sebelumnya. Semoga kapan-kapan bisa mantai juga di Eropa selatan yang katanya banyak pantai cantiknya 🙂 .
P1100862

Pasirnya lumayan luas

P1100888

ice creaming!!!

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Frituur, gorengan ala Belgia yang endeess :)

P1070825

Aneka macam frituur sebelum digoreng

Meskipun di Belgia ada banyak menu kuliner kelas internasional yang patut difavoritkan, saya memilih frituur sebagai makanan yang paling saya sukai :D. Suami saya memperkenalkan makanan ini ketika saya pertama kali ke negara ini. Ia bilang frituur merupakan makanan favoritnya sedari kecil. Ia dan ayahnya mengajak saya sore-sore ke sebuah kedai tak jauh dari rumah. Kedai kecil ini tampak ramai dipenuhi pelanggan yang mengantri. Suami saya bilang kedai frituur mudah di temukan di seluruh penjuru Belgia layaknya warung bakso atau mie ayam di Indonesia. Bahkan di kota kecil sekalipun pasti punya beberapa kedai frituur. Suami saya bilang frituur pertama kali dibuat pada tahun 1840-an di kota Antwerp. Makanan ini dijual di acara-acara festival dan pasar malam dengan tenda. Cikal bakal street food di Belgia. Lama kelamaan penjual frituur menggunakan food truck atau membuka kedainya seperti sebuah restoran cepat saji. Di Antwerp dan Bruges sendiri katanya ada sebuah museum tentang frituur. Wah segitunya yah? sampai ada museumnya segala. Kapan-kapan kalau ke Antwerp mari kita sambangi :D.

P1070827

Kentang gorengnya banyak banget

P1070826

Frituur lagi 😀

So? makanan seperti apakah frituur ini? Frituur adalah kentang goreng khas Belgia yang dimakan dengan aneka snack goreng ala Belgia. Sekilas sih kentang gorengnya ga ada bedanya sama french fries biasa, tapi begitu dimakan teksturnya lebih mantep. Cobain deh!. Aneka macam snack gorengannya beraneka macam. Di satu kedai frituur paling tidak mempunyai 20 macam variasi gorengan seperti sosis, nugget, meat ball, sate-satean, dan lain-lain. Bahannya dari daging sapi, ayam, ikan atau babi. Agak mirip sih sama tempura-tempuraan yang sering dijual di jalan :D. Tapi tentu saja frituur diasajikan dengan lebih serius. Pembeli bisa memilih aneka macam saus dan mayonesnya sendiri. Ada saus original, saus bbq, saus pedas, saus keju, mustard, samurai, curry dan lain-lain. Saya waktu itu pesan nugget ayam dengan saus mayones pedas. Tapi ya pedasnya kurang nampol kalau buat lidah Indonesia :). Kapan-kapan kalau jajan harus bawa saus sendiri :D. Gorengan yang disajikan begitu gurih ditambah kentang gorengnya yang endess. Mungkin karena saya sebagai orang Indonesia terbiasa makan gorengan begitu dapet makanan beginian rasanya seneng banget. Untuk orang Belgia sendiri, frituur merupakan street food dan fast food ala mereka. Jadi fungsinya tak cuma sebagai snack tetapi sebagai main course juga. Harganya termasuk terjangkau sekitar 3-6 euro per paketnya. Gimana ? Tertarik mencoba?

Jpeg

Pengunjung yang mengantri

P1070828

Enjoy your frituur 🙂

4 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri