Tag Archives: benteng

City Escape to Buda&Pest #7 : Fisherman’s Bastion

P1130590

Komplek Fisherman’s bastion dengan patung Stephen I di tengah-tengahnya

Pertama kali mendengar nama tempat di Budapest bernama Fisherman’s bastion atau yang dalam bahasa magyar disebut dengan Halászbástya , saya merasa aneh. Maksudnya apa ya? Saya berusaha menebak-nebak. Apakah ini benteng yang dijadikan pasar ikan atau benteng pertahanan para nelayan ? Ternyata setelah browsing di internet, pada abad pertengahan para nelayan mempunyai sebuah perserikatan yang kuat. Mereka menempati bagian kota Buda di sebelah utara Buda castle , sampai ke pinggir sungai danube. Mereka waktu itu juga diberi tanggung jawab untuk melindungi daerah tersebut dari para penjajah. Pada tahun 1895, dibangunlah sebuah bangunan pertahanan dengan gaya neo-gothic dan neo-roman. Bangunan ini memiliki 7 menara yang merepresentasikan 7 suku di Hunggaria yang mendiami Carpathian Basin. Karena sejarah yang panjang tentang pergerakan para nelayan tersebut, disebutlah bangunan ini dengan nama Fisherman’s bastion.

P1130584

Mattias church

Dan berdirilah kami di antara bangunan Fisherman’s bastion dan gereja Mattias. Di bawah patung perunggu Stephen I, seorang raja Hunggaria dari abad pertengahan. Letak kawasan ini tak jauh dari komplek Buda castle. Untuk menuju ke sini tinggal jalan kaki sejauh 600 meter saja dari Buda castle. Di sepanjang jalan antara ke dua tempat ini sebenarnya ada beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi , seperti museum sulap Houdini. Sayangnya karena kami sedang ngirit, ya kami ga ke situ deh. Eniwei, bangunan megah dan cantik gereja Mattias ini juga termasuk salah satu gereja terpenting di Budapest. Gereja tua ini mulai dibangun pada tahun 1050 dengan gaya roman. Pada abad ke 14 gereja ini dirombak dengan gaya gothic, yang bisa kita lihat sampai sekarang. Waktu itu sedang ada acara sakramen pernikahan di dalamnya, jadi gereja tersebut ditutup untuk wisatawan. Kami menunggu sampai acara pernikahnnya selesai, tapi gerejanya tetap ga dibuka untuk umum sepanjang sore itu. Jadi kami hanya bisa mengagumi keindahan arsitekturnya dari luar saja.
P1130594

Komplek teras dan tangga di fisherman’s bastion

P1130609

Menara tertinggi di fisherman’s bastion, ternyata di dalamnya restoran

Untuk memasuki teras Fisherman’s bastion di sisi yang menghadap ke sungai danube, ternyata pengunjung harus membayar tiket sebesar 800 huf atau sekitar rp 45000. Pemegang Budapest card hanya diberikan diskon 10%. Lagi-lagi karena ngirit, kami menjelajahi sisi benteng yang gratis-gratis saja. Komplek benteng dan terasnya ini konon katanya dikenal sebagai tempat terbaik untuk memandang bangunan gedung parlemen Huggaria yang berada di seberang sungai. Salah satu gedung parlemen tercantik dan termegah di dunia. Mungkin karena hal tersebut, komplek benteng ini terkesan komersial dengan adanya restoran-restoran dan kafe-kafe mahal yang menempati sebagian besar bangunannya. Pengunjung yang rela mengeluarkan uang lebih biasanya akan memilih untuk nongkrong atau makan di salah satu restoran ini dengan view menakjubkan di seberangnya. Kami tak berlama-lama di kawasan ini, dan langsung turun mencari stasiun metro terdekat untuk kembali ke kota Pest. Tampaknya kami agak pusing dengan bejibunnya turis di tempat ini, padahal kami turis juga kan yaa? 😅 Turis kok pusing lihat turis *ehhh.
P1130593

pemandangan gedung parlemen Hunggaria dari balik cafe 🙂

Iklan

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

City Escape to Buda&Pest #4 : Dari Szabadsag Hid ke Puncak Citadel

Keringat mulai mengucur deras di seluruh badan saya yang belum mandi dari pagi 😛 . Suhu kota Budapest siang itu mencapai 30 derajat celcius. Cukup panas dan kering untuk kulit eksotik saya *jiaah. Panasnya Eropa menurut saya lebih menyengat daripada panasnya Indonesia yang cenderung lebih lembab. Mungkin karena panasnya kering, orang-orang benar-benar memilih untuk berpakaian tipis dan terbuka. Saat musim panas di sini juga, yang namanya sunblock, krim-krim pelindung dari sinar UV dan krim after sun , menjadi komoditi utama di supermarket serta apotek. Saya termasuk orang yang cuek. Cukup menggunakan lotion spf 15 saja sudah aman sepanjang hari. Sedangkan suami saya wajib ain menggunakan sunblock karena kulitnya mudah terbakar. Benar-benar gampang merah, perih dan mengelupas. Beruntunglah mereka yang berkulit gelap, lebih tahan banting terhadap sinar matahari. Eh, kok jadi ngomongin panas dan matahari ya? Tapi, beneran deh, hari itu emang panas menyengat setiap saat memang aneh benar 😀 , seperti panasnya gurun.
P1130261

Liberty bridge Budapest

Perjalanan panas-panas itupun berlanjut. Dari pasar sentral, kami melangkahkan kaki menyeberangi jembatan Szabadsag Hid. Hid sendiri adalah jembatan dalam bahasa Magyar. Sedangkan szabadsag berarti liberty. Jadi jembatan ini adalah jembatan kebebasan atau kemerdekaan bagi Hunggaria. Salah satu jembatan terkenal dan tertua yang dibangun pada tahun 1894, yang menghubungkan dua kota besar Buda dan Pest. Bentuk dan arsitektur jembatan besi ini cukup menarik untuk diamati. Biasanya pada sore hari, banyak anak-anak muda nongkrong di Jembatan ini sambil menikmati pemandangan sungai Danube dan kota Budapest. Karena masih siang, hanya terlihat beberapa orang saja yang berani nongkrong panas-panasan 😀 .Ini pertama kalinya saya melintasi jembatan dan melihat sungai Danube yang lebarnya bisa mencapai 800 meter. Sungai terkenal yang alurnya melintasi beberapa negara di Eropa. Ini juga pertama kalinya saya melihat sungai yang lebar dan besar banget di Eropa , dengan banyak kapal-kapal pesiar melintas di tengah-tengahnya.
P1130259

Anak nongkrong jembatan di Budapest 😀

Tak berapa lama sampailah kami di kota Buda, bagian kota Budapest yang cenderung lebih hijau, kalem, dan sejuk. Di ujung jembatan ini terdapat sebuah bukit bernama bukit Gellert. Bukit tertinggi di Budapest yang puncaknya biasa didaki oleh para wisatawan. Di kaki bukit ini terdapat sebuah goa yang disulap menjadi sebuah gereja oleh masyarakat setempat dari puluhan tahun silam. Sebuah destinasi unik, yang dianjurkan oleh situs atlasobscura . Situs yang biasa saya baca sebelum berkunjung ke suatu tempat, yang selalu mereferensikan tempat-tempat unik dan berbeda. Saya bukannya anti mainstream kok, saya cuma suka mendatangi tempat-tempat alternatif , disamping tempat-tempat mainstream yang dianjurkan situs-situs traveling pada umumnya. Jadi saya kadang mainstream dan kadang anti mainstream *apaan siih 😛 . Anyway, tiket masuk ke cave church ini cukup terjangkau, jadi jika kalian pas ke Budapest dan berada di kawasan Gellert, coba deh mampir 🙂 .
P1130316

Bukit Gellert dan gereja goanya

Gereja ini namanya Sziklatemplom Pálos Fogadóköszpont, didirikan pada tahun 1920. Hmm cukup susah juga menyebut namanya 😀 .Setiap pengunjung di cave church ini mendapatkan audio guide gratis yang tersedia dalam berbagai bahasa. Kami meminta audio guide berbahasa Inggris. Meskipun udara di luar sangat panas, suhu di cave church ini cukup sejuk. Katanya sih, di dalam gereja ini kalau musim dingin tetap hangat dan kalau musim panas tetap sejuk, karena bebatuan goanya mampu menahan suhu stabil di setiap musim. Kami lalu menjelajahi cave church ini dari ruangan ke ruangan sesuai dengan petunjuk dari audio guide. Ini juga pertama kalinya saya mendatangi gereja yang dibangun di dalam goa. Sepertinya di Indonesia saya belum pernah tahu ada gereja goa seperti ini. Saya hanya tahu beberapa goa maria, tempat berziarah umat kristiani tetapi kapel atau gerejanya tidak berada di dalam goa.
P1130286

Pintu masuk cave church

P1130266

Ruangan pertama di dalam cave church Budapest

Ada beberapa kejadian sejarah yang dituturkan melalui audio guide. Cerita tentang jamaah gereja ini yang dilarang beribadah pada masa pendudukan komunis Uni Soviet di Hunggaria. Pada tahun 1951 pemimpin gereja ini yang bernama Ferenc Vezer dihukum mati dan beberapa pengikutnya dipenjara karena dianggap mengancam rezim komunis yang anti agama saat itu. Gereja ini ditutup dan disegel selama bertahun-tahun. Gereja ini baru dibuka dan digunakan kembali pada tahun 1989. Mendengar cerita seperti ini , perasaan saya bercampur aduk. Ternyata kebebasan beragama pernah dilarang keras di negara ini. Meskipun sebagian besar penduduk Hunggaria saat itu sebenarnya beragama Katolik, tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa ketika rezim komunis merajai negeri ini. See ? sesuatu yang ekstrim, fanatik dan mengandung unsur intoleransi atas nama apapun (ideologi atau agama) akan memakan korban, dan hanya meninggalkan jejak sejarah buruk. Semoga saja yang seperti ini tidak akan terjadi di negeri saya tercinta Indonesia sampai kapanpun. Juga tidak akan terjadi di belahan dunia manapun *make a wish.
P1130277

Salah satu ruangan altar di dalam cave church

P1130281

Altar utama cave church Budapest

Dari cave church, kami ikut-ikutan mendaki bukit Gellert setinggi 235 meter sampai puncaknya. Terdapat beberapa view point untuk memandangi kota Pest yang terlihat padat di sudut-sudut trek bukit ini. Kebanyakan wisatawan mendaki bukit ini memang untuk mengambil foto kota Pest dari atas. Pemandangannya, cukup instagramable lah 😀 . Perut bukit ini juga menyimpan mata air yang begitu besar, yang airnya dialirkan ke Hotel Gellert & Gellert thermal bath and spa, salah satu thermal bath spa yang terkenal di Budapest. Di puncak Gellert terdapat sebuah citadel atau benteng yang dibangun pada tahun 1851. Benteng ini juga mempunyai sejarah panjang  seiring dengan pendudukan rezim dan pemerintahan dari perang dunia pertama sampai pendudukan Uni Soviet di negara ini. Kini benteng Citadella ini menjadi sebuah museum. Sayangnya, karena kami udah ngos-ngosan, kepanasan dan kehabisan air sampai atas, kami memutuskan untuk kembali ke bawah tanpa mengunjungi museum di dalam Citadella. Yang jelas setelah ini, kami mau bersantai dan berileks ria di Budapest 😀 .
P1130303

Puncak Citadella dengan patung Liberty ala Hunggaria

P1130293

Foto dulu 😀 dengan background kota Pest

P1130306

Sungai Danube dan kota Budapest dari bukit Gellert

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri