Tag Archives: berkemah

Makanan Praktis Untuk Kemping dan Mendaki Gunung

kemping

Kemping = makan-makan , setuju???

Saya adalah penggemar kemping tetapi ga mau ribet membawa bahan-bahan makanan seperti beras, telur, daging segar, minyak goreng dan sayur-mayur. Kecuali kalau saya sedang kemping di pinggir pantai, saya sering membeli ikan segar dari nelayan dan membakarnya di atas api unggun dengan bumbu sederhana. Berikut ini adalah makanan-makanan sebagai pengganti nasi yang sering saya bawa untuk kemping

1. Mie instant. Ini adalah makanan wajib para peserta kemping. Malah menurut saya makan mie instant di alam itu rasanya lebih nikmat ūüėÄ haha. Mie instant bisa dicampur dengan berbagai macam bahan praktis lain, seperti sosis atau bakso. Saya malah pernah makan mie instant campur sarden! Rasanya sebenernya hueek, tetapi karena waktu itu tidak ada makanan lain, terpaksa deh ūüėÄ

cup noodle

cup noodle for camping

2. Roti gandum. Selain tidak berat dibawa-bawa dan mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi, roti gandum juga lebih tahan lama dibandingkan dengan roti putih biasa. Saya biasanya memakan roti gandum sebagai sandwich  dengan sosis, tuna, kornet atau saus sambal.

roti gandum

aneka macam roti gandum

3. Sosis. Bawalah sosis yang siap makan.

sosis

sosis siap makan

4. Kornet. Ada dua jenis kornet yang bisa dibawa, yang siap makan dan yang perlu dihangatkan. Jika anda membawa kornet yang perlu dihangatkan, cukup dihangatkan di dalam panci nesting/trangia yang sudah diberi air secukupnya. Terkadang saya malah membakar kaleng kornet di api unggun sebentar¬† sebelum dimakan ūüėÄ

kornet kaleng

kornet dalam kaleng

5. Chili tuna ayam brand. Yang ini sebut merek :D, karena tuna iris siap makan sepertinya hanya dimiliki oleh merek ini saja. Ada dua jenis, pedas dan tidak pedas. Saya sih lebih suka yang pedas, karena pedasnya gak main-main, benar-benar pedas dari cabe rawit. Buat yang ga tahan pedas sebaiknya jangan makan ini, daripada sakit perut pas kemping. Paling enak tuna ini dimakan bareng roti gandum atau mie instant goreng. Satu kaleng bisa untuk 5 orang.

ayam brand chili tuna

ayam brand chili tuna

6. Baked beans in tomato sauce-nya ayam brand. Ini juga sebut merk, karena cuma merk ini saja yang punya produk kacang dalam kaleng praktis yang siap makan. Tinggal dipanaskan saja di dalam rebusan air atau dipanaskan di dalam api unggun :D. Saya dan teman-teman saya pernah mencoba mencampur baked beans ini dengan tuna pedas dan dimakan dengan roti gandum, rasanya mak nyuuss :D.

baked beans

baked beans dalam kaleng

potato chilli tuna

Nah kalau yang ini adalah kentang iris dicampur chilli tuna ayam brand dan baked beans ayam brand ala mbak elvi sewaktu kami berkemah di dieng

Jangan lupa untuk makanan pendampingnya bawa saja biskuit, coklat/gula jawa dan buah-buahan. Ini adalah cerita makanan praktis saya untuk kemping, apa ceritamu? ^___^

Iklan

14 Komentar

Filed under Travel Food and Fruit

Dingin-dingin Dieng, Camping, Sunrise and Things to Do

welcome to dieng plateau

welcome to dieng plateau

Saya mempunyai kegiatan favorit dengan teman-teman dari komunitas couchsurfing.org. Kami menyebutnya sebagai persami, yaitu perkemahan sabtu minggu ala anak-anak pramuka. Karena sebagian besar dari kami sibuk bekerja dan kuliah saat weekdays, maka hanya di hari sabtu dan minggu inilah kami bisa berkemah. Setelah 3 kali kami sukses berkemah di 3 lokasi yang berbeda, kami memilih dataran tinggi dieng sebagai lokasi perkemahan kami selanjutnya. Dieng, dataran tinggi di tanah jawa tengah yang subur yang meliputi kawasan hutan dan kawasan pertanian yang bertingkat-tingkat. Diapit beberapa gunung berapi dan kawah vulkanik yang masih aktif. Lokasi yang pas dan menarik untuk  merepih alam serta bercengkerama dengan kawan. Salah satu teman saya kemudian mengusulkan untuk berkemah di kawasan telaga cebong, sebuah telaga yang berada di ketinggian 2300 meter dpl yang berada di desa sembungan. Desa ini merupakan desa tertinggi se pulau Jawa. Selain itu, lokasi ini juga merupakan tempak kemping favorit para pemburu sunrise di puncak sikunir. Saya sangat penasaran dengan golden sunrise di puncak sikunir karena banyak yang bercerita tentang keindahan pendar sinar matahari terbit di lokasi ini.

4 jam naik motor dari Yogyakarta plus 2 jam naik minibus carteran dari wonosobo bersama teman-teman tidak membuat saya merasa capek, malah merasa excited. Saya membawa bekal berupa makanan kalengan seperti tuna pedas dan kacang panggang saus tomat. Pertolongan awal saat lapar karena tinggal dihangatkan saja. Beberapa teman saya kemudian membeli kentang hasil dari petani setempat yang sekilonya hanya Rp 5000 saja. Kami kemudian membeli banyak kentang. Terbayang kami akan pesta kentang malam ini. Kami berjalan membelah desa sembungan yang sekarang sudah banyak terdapat homestay untuk menginap. Desa ini dikelilingi oleh kebun kentang yang luasnya berhektar-hektar. Dari desa ke telaga cebong jaraknya hanya beberapa ratus meter saja dan sepanjang jalan saya melewati banyak kentang bertaburan. Mungkin saking banyaknya kentang di sini, kalau kualitasnya tidak baik sedikit saja sudah dibuang. Rasanya saya ingin memunguti kentang-kentang tersebut dan membawanya pulang karena di Jogja harga kentang itu mahal bung!

Setibanya kami di pinggir telaga cebong, kami langsung membangun tenda, mencari kayu bakar dan mempersiapkan makan malam. Kami membuat api unggun supaya tidak kedinginan. Saya rasa suhu udara saat itu ada di bawah 10 derajat celcius. Untung saja saya membawa persenjataan lengkap berupa jaket polar tebal, kaos kaki, kaos tangan, shawl dan topi gunung. Walaupun demikian, saya kok masih merasa kedinginan yah? Jam 7 malam kami mulai berkumpul mengelilingi api unggun dan memasak makan malam berupa kentang campur tuna pedas. Sepertinya memang makanan yang pedas amat sangat diperlukan di suhu seperti ini. Seperti pada acara persami-persami sebelumnya , kami ngobrol dan sharing tentang traveling sampai larut malam. Beberapa dari kami kemudian lanjut trekking ke sikunir jam 2 pagi dan memilih menunggu sunrise di sana. Saya merasa malas berjalan waktu itu dan hanya ingin tidur meringkuk di dalam sleeping bag di dalam tenda. Meskipun sleeping bag saya termasuk tebal, saya tetap merasa kedinginan. Suhu udara dini hari itu mungkin berkisar 5 derajat celsius. Saya jadi teringat cerita teman saya yang pernah kemping di sini saat musim kemarau. Ia bilang suhu di sini bisa mencapai 0 derajat celsius dan embunnya bisa membekukan tanaman pertanian. Embun tersebut terkenal dengan sebutan bun upas. Saya berharap udara malam ini tidak bertambah dingin atau menjadi 0 derajat celcius, karena jaket tebal saya tidak akan kuat menahan suhu dingin di bawah 0.

memasak kentang bersama, photo by Elvi Novariza

memasak kentang bersama, photo by Elvi Novariza

Jam 3.30 pagi saya kemudian mempersiapkan diri untuk trekking sampai ke puncak sikunir untuk melihat sunrise. Saya pikir treknya akan panjang dan melelahkan seperti naik gunung, ternyata hanya sekitar 1 jam saya sudah sampai di puncak sikunir. Meskipun demikian, karena treknya cukup sempit dan licin, menurut saya sebaiknya membawa senter masing-masing. Kami berkumpul bersama-sama sambil menyanyikan lagu-lagu nasional dan daerah menunggu golden sunrise yang sangat terkenal ini. Hingga jam 5.30 sunrisenya belum terlihat. Rupanya cuaca mendung saat itu. Kami agak kecewa karena matahari terbit tertutup mendung tebal saat itu. Tetapi beberapa saat kemudian, kami melihat fenomena alam yang lebih unik dari sekedar matahari terbit. Gugusan awan mendung tersebut membentuk garis lurus seperti memisahkan langit dengan bumi. Dari ujung mendung ini terbias cahaya matahari terbit yang berpendar seperti tirai berkilauan. Saya cukup amazed melihat fenomena tersebut. Kok bisa ya mendungnya lurus banget. Perlahan-lahan hangatnya sinar matahari mulai menyinari bukit-bukit dan gunung di dieng, warnanya oranye keemasan. Mungkin karena warnanya keemasan inilah orang-orang sering menyebut golden sunrise.

mendung golden sunrise

mendung golden sunrise

sikunir golden sunrise

sikunir golden sunrise

telaga cebong dari atas

telaga cebong dari atas

Selepas bersunrise ria kami kembali menuruni bukit menuju ke telaga cebong. Telaga ini tampak indah dilihat dari atas. Kami membongkar tenda dan mengemasi seluruh barang bawaan kami untuk melanjutkan perjalanan ke beberapa obyek wisata yang ada di dataran tinggi dieng. Menurut saya 2 hari tidak cukup untuk menjelajah kawasan dieng karena ada banyak sekali tempat untuk dikunjungi. Tetapi karena hanya memiliki 2 hari maka saya membuat,

Things to do in Dieng for 2 days:

  • – Berkemah di telaga cebong dieng
  • – Trekking dan melihat sunrise di bukit sikunir
  • – Mengunjungi candi dieng
komplek candi dieng wonosobo

komplek candi arujuna dieng wonosobo

  • – Mengunjungi kawah sikidang + merebus telur di sana
kawah sikidang dieng

kawah sikidang dieng

  • – Mencoba kentang “pink” dieng
kentang pink dieng

kentang pink dieng

  • – Mencoba cabe gendut jahanam Dieng yang pedass
cabe dieng gendut pedass

cabe dieng gendut pedass

  • – Minum jamu purwoceng khas Dieng
  • – Bertemu seorang pertapa Dieng di dalam tendanya (kalau berani)
  • – Mengunjungi telaga warna dan telaga pengilon
telaga warna dieng

telaga warna dieng

Tinggalkan komentar

Filed under Berkelana di Gunung, Keliling Indonesia