Tag Archives: Cambodia

Cerita dari Cambodia #16 : Hari terakhir di Kamboja, kar lea kna!

Bukan hari terakhir juga sih, hari terakhir adalah ketika saya dan suami saya meninggalkan Sihanouk Ville langsung ke bandara internasional Phnom Penh untuk pulang. Hari ini adalah sehari sebelum hari terakhir. Ribet amat sih ? 😛 . Kami sempat menginap semalam di kawasan turis Sihanouk Ville. Kami mendapatkan kamar dengan harga 16 $ di Led Zephyr pub. Kamar murah meriah dengan ac dan kamar mandi dalam. Untung saja keramaian pubnya tidak terdengar sampai ke kamar kami. Penginapan dan resort di kawasan ini banyak sekali, dari yang gratis sampai yang mahal. Entah apa maksudnya gratis, tapi banyak penginapan yang menawarkan kamar dorm gratis melalui spanduk-spanduk di depannya. Mungkinkah gratis tapi harus bantu bersih-bersih atau cuci piring? 😀 . Yang jelas kamar dorm berbayar di kawasan inipun cukup murah hanya 3$ sampai 8$. Menginap di area ini mengingatkan saya akan gang poppies yang ada di Kuta. Ramai dan padat serta penuh dengan bar dan restoran ala barat. Kalau malam suasana hidup sekali full music di mana-mana.

P1090840

Serendipity beach, Sihanouk ville

Sebagai farewell moment dengan negara kerajaan ini, kami main-main ke serendipity beach. Pantai paling terkenal dan paling banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara di Kamboja. Kalau dibandingkan dengan Indonesia, kemahsyurannya sudah seperti pantai Kuta di Bali atau Parangtritis di Jogja. Kemarin kami sudah main ke tempat-tempat yang agak sepi, saatnya melihat keramaian lagi di tempat ini. Kami ke pantai ini bukan untuk main air dan berenang, melainkan untuk melihat-lihat. Ga tergoda juga berenang di pantai ini karena airnya keruh dan agak kotor. Yah, kami hanya duduk-duduk pesan minuman di sebuah kafe lokal sambil mengamati wisatawan atau pedagang yang lalu lalang. Entah mengapa buat saya mengamati interaksi antara warga lokal dan para wisatawan menjadi hal yang menarik. Di pantai ini ada banyak warga lokal menawarkan jasanya, sama seperti di pantai Kuta. Ada yang menawarkan pijat, kepang rambut, pedicure-menicure, lukis wajah sampai temporary tattoo. Dari pengamatan saya, turis-turis asing lebih suka ditawari pijat daripada jasa yang lain. Mungkin karena mereka kecapean kebanyakan main :). Ada sebuah pemandangan yang err, kasih tau ga ya? Saya cuma agak risih saja melihatnya karena tidak cuma satu dua orang saja yang melakukan itu. Pemandangannya adalah banyak bapak-bapak kulit putih tua berumur sekitar 60 tahun ke atas yang dengan sengaja niat banget merayu atau mengganggu mbak-mbak lokal. Biasanya sih dicuekin sama mbak-mbak lokalnya. Entah mereka merasa menjadi don juan di Kamboja karena banyak mbak-mbak eksotis atau bagaimana :D. Ups saya kok jadi judgemental?

P1090869

walk way dan jejeran cafe di serendipity beach, sihanouk ville

Pedagang-pedagang makanan keliling di pantai ini juga menarik perhatian kami. Mereka kebanyakan menjual aneka buah-buahan,minuman, lumpia, dan sea food bakar. Para pedagang ini dengan santainya menawarkan dagangannya sambil masuk ke kafe-kafe. Mereka tidak dilarang oleh penjaga-penjaga kafe, hanya dibiarkan saja. Ternyata kafe-kafe di sini memperbolehkan tamu-tamunya membeli makanan dari mereka. Wah baik sekali yah. Akhirnya saya memanggil seorang pedagang lumpia dan membeli darinya. 4 buah lumpia dijual dengan harga 1 dollar saja. Yummy!

P1090866

Ibu-ibu penjual jajanan sea food bakar

P1090864

Ibu penjual lumpia

P1090865

Lumpia ala Kamboja

Mau cerita apa lagi ya? Tampaknya saya sudah kehabisan bahan deh 🙂 . Saya cuma mau berbagi saja soal budget traveling di kerajaan ini. Meskipun awalnya saya sudah tahu pengeluaran di negara ini akan lebih banyak dibandingkan dengan di Thailand, saya agak price shock juga. Kamboja ini mahal-mahal bener yaa, apa-apa pakai dollar. Untuk akomodasi kami sudah mencari yang murah, seharga 12$ – 18$ per malam per kamar. Makan juga sebagian besar di warung-warung pinggir jalan yang harganya 2$ -3,5$. Tiket masuk yang paling mahal 40$ per orang untuk komplek Angkor selama 3 hari dan 20$ per orang untuk floating village di Tonle Sap lake. Transport seperti menyewa tuk-tuk hanya kami lakukan waktu di Siem Reap, selebihnya kami berjalan kaki saja. Transport antar kota hanya 3 kali rata-rata 10$ – 13$ per orang. Kalau dihitung sehari-hari kami menghabiskan uang 35 $ -45$ berdua untuk akomodasi, makan dan transport. So? What do you think? Dengan pengeluaran seperti itu budget traveling di Kamboja termasuk murah atau mahal?

P1090867

Bye-bye Sihanouk Ville! Bye-bye Kamboja!

Petualangan kami di Kamboja berakhir sudah. Overall pengalaman kami sangat menyenangkan kecuali pas kena spam di Tonle Sap lake itu :D. So we just wanna say kar lea  kna Kamboja! Saum arkoun anak samreab avei krob yeang!
Iklan

6 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Cerita dari Cambodia #15 : Beach escape di Koh Rong

Ternyata banyak untungnya juga tinggal di kampung nelayan. Selain bisa makan hemat 2$ di warung-warung lokal, kampung ini juga sangat jauh dari pusat turis di pulau Koh Rong. Inn the Village, penginapan kami juga mempunyai paket lengkap untuk island hopping , diving dan snorkeling dengan harga yang wajar.Harganya 20$ – 25$ untuk snorkeling seharian per orang lengkap dengan biaya sewa perahu dan guide. Tadinya kami sudah mendaftarkan diri untuk menjadi peserta snorkeling hari itu. Kami sangat excited untuk melihat keindahan alam bawah laut di Kamboja. Yaa meskipun kami lebih yakin kalau di Indonesia lebih keren sih :). Sayang, ombak hari itu sedang tidak bersahabat dan air laut sedang kabur-kaburnya. Pihak Inn the Village kemudian mengcancel kegiatan snorkeling hari itu. Kecewa sih, tapi tak menghentikan saya dan suami saya untuk melakukan kegiatan alternatif lain yaitu bermalas-malasan di pantai :D.

P1090756

OTW to Coconut Beach, bukit kecilnya penuh dengan ilalang

P1090771

Selamat datang di Coconut Beach Koh Rong

Pantai terdekat dari kampung Sangkat Damsal ini berjarak 15 menit berjalan kaki dengan sedikit mendaki bukit. Namanya coconut beach. Kami kemudian menyiapkan seluruh peralatan perang kami berupa baju renang, sun block, kain pantai dan air minum. Sampai di pantai ini, wiiih nobody there. Ke mana orang-orang ya? Sepi sekali tak ada wisatawan satu pun di sana. Padahal di tempat ini ada satu penginapan dan satu restoran juga. Kami kemudian menggelar kain pantai di bawah pepohonan, gegoleran bak di surga milik sendiri. Karena ombak memang agak besar, kami cuma berani bermain ombak saja, tidak berani berenang. Yang penting badan ini basah kena air laut Kamboja :P. Coconut beach ini pantainya berpasir putih lembut dan garis pantainya lumayan panjang. Di sebelah utara pantai ini sebenarnya juga terdapat spot snorkeling yang menarik jika air laut sedang tidak kabur. Di saat ombak tenang, kata sarah, pengelola Inn the Village, wisatawan bisa berenang dengan glowing plankton di malam hari di pantai ini. Oh! We so want that! Agaknya hari itu kami memang harus berdamai dengan keinginan-keinginan kami yang tak terlaksana. White sand beach, blue water, blue sky and a lot of trees in the beach not bad laaah to spend the rest of the day in Koh Rong 🙂 .

P1090760

Hello wave!

P1090765

Pasir putih dan laut biru Coconut Beach , Koh Rong

P1090777

Untung saja banyak pohon di pantai ini jadi bisa berteduh 😀

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri