Tag Archives: Europe

Chilling in Bratislava #3 : Berburu sarapan di pasar tradisional Trhovisko Miletičova

Dobré ráno kota Bratislava! Kami lapar! 😀
Terinspirasi dari perjalanan ke pasar tradisional di Budapest, kami berdua pagi itu penasaran sekali dengan pasar tradisional di kota Bratislava. Setelah cek di internet, kami mendapatkan nama Trhovisko Miletičova. Sebuah pasar tradisional yang terletak agak jauh dari Old Town. Pasar ini tidak seperti grand market hall yang ada di Budapest, yang memang menjadi tujuan wisata. Pasar ini benar-benar lokal untuk berbelanja sehari-hari masyarakat kota ini. Jam 7.30 pagi kami sudah siap untuk berjalan kaki ke pasar ini, karena kami benar-benar lapar 😀 . Dari kawasan Old Town, kami melewati sisi lain kota Bratislava yang penuh dengan gedung-gedung pencakar langit modern. Benar-benar sangat berbeda dengan kawasan Old Town. Bratislava sendiri memang dibagi menjadi 2 kawasan, kawasan kota tua dan kawasan kota baru. Jadi apa yang digambarkan di film Eurotrip itu jangan dipercaya yaa 😀 .
P1130909

Kota baru Bratislava

Pasar Trhovisko Miletičova pagi itu sudah ramai oleh pengunjung. Kesan pertama ketika melangkahkan kaki di pasar ini, malah mengingatkan saya akan pasar-pasar di Indonesia. Pasar ini ga jauh beda lah suasananya dengan pasar yang ada di negeri kita tercinta. Sebelum muter-muter pasar, kami bertekad bulat untuk mengisi perut dahulu. Kalau bisa sih kami ingin mencoba aneka kue-kue tradisional Slovakia yang ada di sini. Bagian makanan jadi yang ada di pasar ini bentuknya berupa kedai-kedai terbuat dari kayu berjejeran. Di depan kedai biasanya disediakan meja-meja tempat menaruh makanan dan minuman tetapi ga ada kursinya. Jadi orang-orang yang membeli roti dan kue dan ingin makan di tempat bisa makan di meja-meja tersebut sambil berdiri. Lalu makanan khas apa yang patut dicoba di pasar ini ? Banyak sih! Kami sampai bingung, dari roti-rotian yang dipanggang sampai roti yang digoreng. Yang nama-namanya sangat asing di mata dan telinga kami.
P1130911

Mari berkeliling pasar di Bratislava

P1130922

Salah satu kedai roti dan kue

P1130916

Antri pesan langose

Pas kami melihat sebuah kedai dengan antrian yang cukup banyak, kami ikut ngantri juga. Ternyata kedai ini spesial berjualan langoše. Hmm makanan apa ini? Langoše adalah roti goreng khas eropa timur, seperti Hunggaria, Slovakia dan Serbia. Anehnya pas kami di Budapest, kami sama sekali ga nemu yang jualan langoše. Langoše yang sudah matang biasanya diberi toping bermacam-macam di atasnya sesuai dengan khas kota/negara tersebut. Toppingnya bisa keju, sosis atau minyak bawang. Kami berdua lalu memesan dua roti langoše dengan olesan minyak bawang seharga 70 cent euro per bijinya. Murah kan ? Selain itu juga tersedia saos tomat dan saos tartar yang bisa dibeli terpisah sebagai dipping nya. Pas pesanan kami matang ternyataaaa gedhee bangeet men!! Ini mah satu roti bisa dimakan berdua. Rasa dan tekstur roti goreng ini ternyata oh ternyata mirip seperti bolang-baling asin atau cakwe. Tiba-tiba saja saya berharap ada saos sambel jatuh dari langit untuk melengkapi dan menikmati langoše saya. Saya mengunyah roti ini dengan terharu, roti ini mampu mengobati rindu saya terhadap Indonesia. Maklum, saya sering banget jajan cakwe untuk sarapan 😋.
P1130918

gedhe banget rotinya

P1130920

Me trying to finish my cakwe eh langose

Kami berdua yang tadinya kelaparan dan lapar mata, langsung merasa kekenyangan setelah satu porsi langoše. Perut kami ga muat kalau mau beli roti-roti yang lain. Kami lalu menghabiskan pagi itu dengan berkeliling pasar. Pasar ini dibagi menjadi beberapa bagian, ada bagian bunga, bagian sayur, bagian baju dan bagian daging serta ikan. Uniknya di bagian baju dan aneka macam konveksi yang jualan kebanyakan orang Asia dari Vietnam. Mereka merantau jauh-jauh sampai ke sini. Mungkin karena itulah pasar ini mirip dengan pasar di Indonesia, karena susunan dagangannya ala-ala Asia 😀 . Bagian sayur-mayur di pasar ini hampir mirip dengan pasar di Perancis, tetapi komoditas aneka cabai terlihat menonjol di sini. Ada sebuah cabai bulat yang bentuknya mirip seperti tomat, kata penjualnya dengan bahasa Inggris patah-patah, cabai ini adalah cabai pedasnya Slovakia. Jangan-jangan orang-orang Slovakia suka makanan pedes-pedes kah?
P1130923

Bagian bunga dan konveksi di dalam pasar

P1130929

Bagian sayur mayur dan buah-buahan segar

Petualangan kami pagi-pagi di pasar di negeri orang hari itu membuat kami bersemangat untuk menjelahi Bratislava. Poďme, objavte bratislavu!!
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Chilling in Bratislava #2 : Slovak pub, tempat wisata kulinernya Slovakia

P1130886

Slovak pub

Setiap kami berada di negara yang baru kami injak, kami selalu penasaran, orang-orang di negara ini makanannya apa sih? Terutama makanan khas dan makanan tradisional mereka. Seperti biasanya kami mencari referensi dari travel blog dan situs traveling seperti trip advisor. Kami lalu menemukan nama slovak pub, which is so obvious! Ini tempat dengan simpelnya dikasih nama Slovak pub gitu ? pub nya orang-orang Slovakia ? Nah, dari review yang kami baca sebelum berkunjung, Slovak pub ini sangat touristy , tetapi karena ga banyak turis asing di kota Bratislava, pub ini termasuk yang recommended untuk disambangi. Selain turis, masyarakat lokal juga kerap menyambangi pub ini untuk menghabiskan sore dan malam mereka. Jadi pub ini adalah pub bareng-barengnya turis dan masyarakat lokal 😀 .Slovak pub ini berlokasi di Obchodná 613/62 , di pusat kota Bratislava. Dari apartemen yang kami sewa, letak Slovak pub hanya 10 menit jalan kaki.

P1130907

Lorong di dalam Slovak pub

Kesan pertama kali menginjakkan kaki di pub ini, adalah interiornya yang cukup unik. Ala-ala zaman medieval gitu deh. Pub ini memperoleh peringkat ke 23 dari 100 pub terbaik di dunia, oleh Lonely Planet. Perolehan ini dipajang di lorong masuk pub. Di lobi utama pub ini terdapat toko souvenir mini yang menjual aneka pernak-pernik Bratislava dan Slovak pub sendiri. Meskipun pengunjung pub ini banyak, karena ruangan-ruangan di dalamnya banyak juga, pengunjung pasti kebagian tempat. Pub ini gedhe dan luas banget! Sepertinya ini pertama kalinya kami mengunjungi pub seluas ini. Suasana di dalam pub ini juga terlihat cozy, membuat pengunjung betah duduk berlama-lama. Kami berdua lalu disambut oleh mas-mas waiter dan dipersilahkan duduk di ruangan bertema Basnicka izba, yang artinya The poet’s room dalam bahasa Inggris. Di dinding ruangan ini tertulis puisi-puisi dalam bahasa Slovak. Kami langsung disodori buku menu. Di dalam buku menu ga cuma tertulis menu makanan dan minuman saja lho, tetapi sejarah tentang pub dan penjelasan tentang ruangan-ruangan uniknya. Di buku menu tersebut juga dijelaskan mengapa bir dari pub ini adalah salah satu bir terbaik dan terenak di Slovakia. Eniwei, Slovakia juga salah satu beer country di Eropa, jadi kadang harga birnya lebih murah daripada air mineral botol 😀 .
P1130904

Salah satu ruangan di dalam pub

P1130895

Toast!!!

Menu makanan di pub ini sebenernya buanyak banget. Tetapi sesuai dengan niat kami dari awal untuk mencoba kuliner tradisional ala Slovakia, kami memilih untuk makan halušky. Halušky adalah dumpling yang terbuat dari kentang. Nah seperti yang pernah saya tulis di postingan tentang dumpling ketika saya makan Hunggaria, ternyata ga cuma negara-negara Asia dan Italia saja yang punya dumpling. Hunggaria dan Slovakia juga punya dumpling. Nah katanya negara-negara di Eropa timur juga punya dumpling nya masing-masing. Jadi harus dicobain satu-satu pas ke sana nih :D. Di Slovak pub ini, menu halušky nya bermacam-macam. Kami sampai bingung mau pilih yang mana. Kami akhirnya memesan halušky dengan topping keju kambing dan sosis. Harga satu menu halušky di pub ini 5-6 euro per porsi besar. Jauh lebih murah daripada menu main course di restoran di Paris 😀 . Kami juga memesan minum segelas bir dan cider khas Slovak pub.
P1130903

halušky

 

Sewaktu halušky nya tersaji di meja kami, awalnya saya sempat ragu, apakah saya akan doyan atau tidak, karena tampilannya terlihat eneg dan berlemak banget. Berbeda dengan suami saya yang justru seneng banget makanan eneg-eneg. Sepiring dumpling milik saya disajikan dengan susu kambing dan keju kambing! Porsinya besar lagi! Kebayang ga enegnya? Saya benar-benar takut ga bisa menghabiskan. Setelah saya mencicipi sesendok, ternyata oke juga. Atau mungkin karena lapar ya? 😀 Hanya saja okenya halušky bagi saya, bukan menjadi makanan yang akan sering-sering saya makan atau makanan yang akan saya rindukan. Mungkin makanan seperti ini cocoknya dimakan saat puncak musim dingin untuk menghangatkan tubuh. Setidaknya malam itu, saya udah pernah nyobain halušky, lidah dan mulut saya mendapatkan pengalaman baru dari negara ini. Setelah makan halušky, kami juga memesan dessert ala Slovakia. Berupa kue yang terbuat dari poppy seed. Saya sendiri sejujurnya malah ga tau poppy seed itu bentuk dan rasanya kayak apa. Jangan-jangan biji bunga opium lagi ? 😀 . Nama kue ini adalah makovnik , dan rasanya enak dan manis. Kue ini juga merupakan mahkluk baru untuk lidah saya. Kami berdua bersantai cukup lama di dalam pub sambil pelan-pelan menghabiskan minuman ala Slovakia. Toast!! Our first chilling day in this city went so chilly!
IMG_7652

Makovnik yang terbuat dari poppy seed

Website resmi Slovak pub : http://www.slovakpub.sk/en/#about-us

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri