Tag Archives: heritage site

Cerita dari Cambodia #5 : Temple hopping hari ke dua di Siem Reap

Hari ke dua temple hopping di Siem Reap, pak Sela supir tuktuk kami berhasil meyakinkan kami untuk bangun pagi-pagi demi sunrise di Angkor Wat. Saya dan suami saya sudah menduga, pasti bakalan ramai banget. Jam 5 pagi, para wisatawan sudah berbondong-bondong masuk ke dalam komplek Angkor Wat. Saya dan suami saya memilih untuk melihat sunrise di tepi kanal di depan gerbang Angkor Wat. Kami mencari tempat duduk yang kebetulan pagi itu tak banyak orang. Saking gelapnya, saya tersandung dan terjatuh. Gara-gara tersandungnya agak parah kaki saya jadi pincang sebelah. Rasanya pengen cepet-cepet ke tukang pijet salah urat, tapi di Siem reap di mana? Walhasil temple hopping hari itu saya jalani dengan kaki pincang. Untung saja suami saya tercinta dengan sabar menuntun saya seharian itu. Untuk temple hopping hari ke dua ini kami tidak mau ngoyo harus mendatangi ke banyak candi seperti hari pertama dengan total 13 candi. Hari ke dua ini kami agak santai. Temple hopping hari ke dua ini tarifnya lebih mahal yaitu 18 $ dari pagi sampai sore, karena rutenya lebih jauh.

Sunrise di Angkor Wat

Sunrise di Angkor Wat

Sunrise di depan Angkor Wat pagi itu terlihat cantik meskipun berawan. Dengan semburat kemerahan muncul di balik bangunan Angkor Wat nan megah. Refleksinya terlihat indah sekali di permukaan air kanal. Beberapa wisatawan terlihat sengaja membawa bekal sarapan pagi sambil melihat panorama sunrise. Kami yang tak membawa apapun hanya bisa melihat sambil ngiler. Akhirnya daripada menahan lapar, sehabis matahari terbit dengan sempurna kami meminta pak Sela untuk membawa kami ke warung makan. Kami dibawa kembali lagi masuk Angkor Thom, ada banyak warung makan dengan harga sekitar 3 $ di depan komplek candi Preah Pithu. Selesai sarapan mumpung di belakang warung-warung ini banyak candi , kami memulai temple hopping hari itu dari sana.
  1. Preah Pithu (Angkor Thom). Komplek yang terdiri dari 5 candi ini kesannya hanya seperti candi-candi abandoned di belakang warung makan dan warung souvenir. Mungkin karena saking banyaknya candi , banyak juga candi-candi yang kurang terawat dan sepi pengunjung seperti candi ini. Candi yang dibangun pada awal abad ke 12 oleh Suryawarman II ini terdiri dari 4 candi Hindhu dan 1 candi Buddha. Candi Buddha di Preah Pithu ini kemungkinan menjadi yang terakhir dibangun. Preah Pithu dikelilingi pepohonan besar yang lebat, oleh karena itu candi ini terlihat lembab dan berlumut. Kami hanya berjalan sejenak mengitarinya lalu kembali lagi ke tuktuk.

    Reruntuhan candi Preah Pithu

    Reruntuhan candi Preah Pithu

  2. Preah Khan. Pak Sela kemudian membawa kami keluar komplek Angkor Thom ke arah utara menuju ke candi Preah Khan. Salah satu komplek candi yang luas dan besar. Komplek ini juga dikelilingi kanal yang tampak mistis. Candi Preah Khan juga dibangun oleh raja Jayawarman VII pada akhir abad ke 12. Kalau Ta Prohm dipersembahkan untuk ibunda raja, candi ini dipersembahkan untuk ayahandanya. Dalam bahasa Khmer Preah Khan berarti sacred sword atau pedang suci. Candi Buddha ini dahulunya juga merupakan tempat untuk belajar agama, perpustakaan dan tempat penyimpanan harta. Seperti halnya di Ta Prohm, candi ini dikelilingi hutan lebat dan banyak pepohonan tumbuh di sela-sela dindingnya. Menurut catatan di Siem Reap visitor guide, pada masa Jayawarman VIII yang beragama Hindhu menjadi raja, simbol Buddha di candi ini banyak yang dirusak. Sebuah relief naga dengan sengaja ditumpuk dengan relief  garuda besar  pada masa Jayawarman VIII sebagai simbol anti Buddha. Duh! ternyata pada jaman itu ada sentimen antar agama juga ya? Saya pikir dengan adanya candi Buddha dan candi Hindhu berdampingan seperti ini mereka pada masa itu damai-damai saja. Kami berada cukup lama di komplek candi ini karena areanya lumayan luas. Kami menjelajahi candi ini dari ruangan ke ruangan. Tampak beberapa koridor terlihat kurang terawat dan hampir ambruk. Candi ini mempunya banyak relief cantik di dinding-dindingnya. Di sebuah ruangan candi terdapat stupa Buddha yang kalau difoto ujung stupanya selalu terkena cahaya matahari. Tidak percaya? coba saja 🙂 . Kami kemudian sampai di sebuah bangunan bertingkat dua yang agak bergaya Yunani dengan tiang bulat-bulat. Fungsi bangunan tersebut belum diketahui sampai sekarang.Kami kemudian berjalan ke menembus hutan sampai di gapura timur candi ini. Yang menarik adalah di timur gapura terdapat danau buatan bernama Jayatataka yang terlihat sangat indah dengan tanaman lotusnya. Candi Preah Khan pagi itu termasuk sepi pengunjung, sangat berbeda dengan candi Ta Prohm yang pengunjungnya berjubel. Preah Khan adalah candi favorit kami selama temple hopping ini.
    Suasana pagi hari di gerbang Preah Khan

    Suasana pagi hari di gerbang Preah Khan

    Kanal yang tampak mistis di Preah Khan

    Kanal yang tampak mistis di Preah Khan

    Kami di depan gapura Preah Khan

    Kami di depan gapura Preah Khan

    Stupa Buddha yang selalu terkena cahaya matahari di puncaknya

    Stupa Buddha yang selalu terkena cahaya matahari di puncaknya

    Bangunan bertingkat dengan pilar-pilar di Preah Khan

    Bangunan bertingkat dengan pilar-pilar di Preah Khan

    Sisi timur Preah Khan nan indah

    Sisi timur Preah Khan nan indah

    Foto romantis di atas danau Jayatataka

    Foto romantis di atas danau Jayatataka

  3. Neak Pean. Danau buatan di timur Preah Khan ini ternyata mempunyai pulau buatan dengan candi di tengahnya. Untuk menuju ke sini lumayan jauh, sekitar 2,3 km jika harus berjalan kaki, jadi kami melanjutkan dengan tuktuk sampai ke sini. Pulau dan danau buatan serta candinya ternyata juga dibangun oleh raja Jayawarman VII sebagai candi pendamping untuk Preah Khan. Candi Neak Pean dalam bahasa Khmer berarti jalinan ular. Candi ini didirikan di tengah kolam yang hanya ada airnya di saat musim penghujan. Untuk menuju ke pulau buatan ini terdapat jalan setapak dari papan yang terlihat cantik ketika difoto :). Tanaman lotus dengan bunga indah besar-besar tersebar di danau ini, membuat para pengunjung sibuk mengambil fotonya :D.
    Walkway menuju pulau buatan

    Walkway menuju pulau buatan

    Neak pean candi di atas kolam di tengah pulau buatan yang danaunya juga buatan :)

    Neak pean candi di atas kolam di tengah pulau buatan yang danaunya juga buatan 🙂

  4. Ta Som . Sekitar 2,7 km ke arah timur candi Neak Pean terdapat candi yang bernama Ta Som. Ta Som juga dibangun oleh raja Jayawarman VII untuk ayahnya Dharanindrawarman II pada akhir abad ke 12. Gaya bangunan candi Buddha ini hampir sama dengan Preah Khan dan Ta Prohm tetapi bentuknya lebih kecil. Di dinding candi ini terdapat banyak relief yang menggambarkan para dewata. Beberapa bagian dinding candi ini juga ditumbuhi pohon besar, salah satunya terdapat di gapura bagian timur. Kami hanya mengelilingi bagian luar candi yang dikelilingi dinding benteng ini, lalu kembali lagi ke tuktuk.

    Komplek candi Ta Som

    Komplek candi Ta Som

    Relief di candi Ta Som, mirip ukiran Bali?

    Relief di candi Ta Som, mirip ukiran Bali?

  5. East Mebon. Tuktuk yang kami sewa kemudian membawa kami ke candi ke 5 hari itu yang berada 2,5 ke arah selatan dari Ta Som. Berbeda dengan candi-candi sebelumnya yang terbuat dari batu hitam, candi East Mebon ini terbuat dari campuran batu dan bata merah. Bentuknya menggunung, bertingkat dan mengerucut ke atas. Candi ini adalah candi Hindhu Siwa yang dibangun pada abad ke 10 oleh raja Rajendrawarman II untuk ke dua orang tuanya. Candi ini dibangun sesaat setelah ia memindahkan ibukota kerajaan Khmer dari Koh Ker kembali ke Angkor. Saya dan suami saya terpesona dengan bangunan candi ini. Mungkin karena di Indonesia kami belum pernah berkunjung ke candi yang terbuat dari batu merah dengan desain yang megah. Di sudut-sudut candi ini terdapat patung-patung gajah yang menghadap ke luar. Karena kaki saya masih sakit untuk berjalan kami beristirahat cukup lama di atas rumput-rumput sambil menikmati bangunan candi ini.

    Selamat datang di East Mebon

    Selamat datang di East Mebon

    3 stupa Hindhu di puncak East Mebon

    3 stupa Hindhu di puncak East Mebon

    Salah satu patung gajah di East Mebon

    Salah satu patung gajah di East Mebon

  6. Prae Roup. Hanya 2 km ke arah selatan East Mebon terdapat bangunan candi dengan gaya yang sama namun terlihat lebih besar dan megah. Candi Prae Roup juga dibangun oleh raja Rajendrawarman II di akhir abad ke 10. Candi Hindhu ini juga dibangun sebagai persembahan untuk dewa Siwa. tetapi selain patung dewa Siwa di candi ini juga terdapat patung dewa Wisnu, dewi Lakhsmi dan dewi Uma. Prae Rup juga terbuat dari tumpukan batu bata merah dengan campuran batu hitam sebagai gapura dan pintu gerbang. Terdapat 4 tangga utama dari ke empat sisi candi untuk menuju ke puncaknya. Konon katanya candi ini dulunya difungsikan sebagai ashram untuk belajar agama Hindhu. Candi ini dikelilingi kanal tetapi hanya di ketiga sisinya saja. Prae Rup merupakan candi terakhir candi hopping kami hari itu. Total candi yang kami kunjungi di Siem Reap adalah 19 candi dari 49 candi. Wuiih masih banyak yang belum dikunjungi ternyata :D. Kapan lagi dunk?

    Komplek candi Pre Rup nan megah

    Komplek candi Pre Rup nan megah

    Tangga menuju puncak stupa candi Pre Rup

    Tangga menuju puncak stupa candi Pre Rup

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Cerita dari Cambodia #4 : Temple hopping hari pertama di Siem Reap

Setelah setengah hari kami habiskan untuk mengunjungi Angkor Wat dan Prasat Bayon, temple hopping dengan tuktuk pun berlanjut. Pak Sela, supir tuktuk kami menunggu dengan setia di bawah pohon di sebuah sudut lapangan di komplek Angkor Thom. Kami hanya tinggal jalan kaki dari candi ke candi di Angkor Thom karena jaraknya dekat-dekat. Selepas Angkor Thom, kami menggunakan tuktuk dari candi ke candi. Kami pasrah saja kepada pak Sela akan membawa kami ke candi yang mana saja. Special request kami hari itu hanya ke candi Tomb Raider yaitu Ta Prohm. Karena saya bingung postingan ini bentuknya seperti apa, lebih baik saya membuat list candi-candi yang kami kunjungi hari itu termasuk Angkor Wat dan Prasat Bayon.

  1. Angkor Wat
  2. Prasat Bayon (Angkor Thom)
  3. Baphuon (Angkor Thom) . Candi Baphuon letaknya hanya 10 menit jalan kaki dari candi Bayon ke arah utara. Candi Hindhu ini dibangun oleh raja Udayadityawarman II pada abad ke 11. Candi bertingkat 3 ini merupakan candi yang bentuknya seperti gunung di komplek Angkor Thom. Baphuon memiliki walkway yang panjang dari gapura sampai ke bangunan utama. Seperti catwalk yang panjang :).  Putri-putri kerajaan Khmer jaman dahulu kala pasti suka berjalan di sini. Kami menyusuri catwalk, eh, walkway ini dari ujung ke ujung. Tak seperti di candi Bayon, Baphuon relatif sepi dari pengunjung. Kami dengan leluasa menjelajahinya dari tingkat ke tingkat. Candi ini memiliki koridor keliling yang berada di tingkat 2. Di tingkat paling atas terdapat sebuah bangunan menyerupai piramid. Bentuk bangunan yang banyak dipakai oleh kerajaan-kerajaan jaman dahulu. Candi Baphuon terbuat dari campuran batu hitam dan batu merah. Ketika kami turun ke bawah melalui sisi barat candi, kami melihat jajaran bebatuan hitam yang tersusun tidak rata, malah tampak membulat menyerupai wajah manusia. Kami berhenti sejenak memandangi tumpukan batu aneh tersebut sambil menebak-nebak. Waktu itu kami tidak sadar kalau jajaran batu tersebut adalah Buddha tidur raksasa yang dibangun pada abad ke 16. Salah satu keunikan candi Baphuon. Yah ga diambil deh fotonya. Maklum buku panduan kami waktu itu terkubur di dalam backpack jadi kami clueless :D.
    Walk way panjang di candi Baphuon

    Walk way panjang di candi Baphuon

    Candi Baphuon nan cantik

    Candi Baphuon nan cantik

    Bangunan utama candi Baphuon

    Bangunan utama candi Baphuon

    Bangunan seperti piramida di puncak candi Baphuon

    Bangunan seperti piramida di puncak candi Baphuon

  4. Phimeanakas (Angkor Thom) . Dari Baphuon kami berjalan kaki ke arah utara membelah hutan menuju candi Phimeanakas. Candi ini dibangun di akhir abad ke 10 oleh raja Jayawarman V. Candi ini juga merupakan candi Hindhu berbentuk pyramid yang bentuknya lebih kecil dari candi Baphuon. Konon katanya candi pribadi raja ini pada jaman dahulu merupakan candi cantik dengan tower yang terbuat dari emas. Candi ini juga terbuat dari campuran batu hitam dan batu merah. Biasanya para pengunjung dan wisatawan hanya mengamati candi ini sekilas saja atau sambil lewat. Candi yang dikelilingi pepohonan hijau ini merupakan tempat yang sempurna untuk kami berdua beristirahat. Duduk-duduk sambil mengelus kaki kami yang pegal sambil memandangi candi di bawah pohon :). Di utara candi ini masih ada 2 candi kecil yaitu Prasat Preah Palilay dan Tep Pranam. Karena perut kami sudah keroncongan, kami memutuskan untuk tidak mengunjunginya dan kembali ke tuktuk.

    candi Phimeanakas

    candi Phimeanakas

  5. Elephants Terrace & Lepper King Terrace (Angkor Thom). Membujur di gerbang candi Phimeanakas terdapat sebuah teras yang terkenal dengan sebutan Elephants terrace. Disebut demikian karena patung-patung dan ornamen reliefnya berbentuk gajah. Gajah merupakan kendaraan utama kerajaan dan hewan yang dihormati pada jaman dahulu kala. Teras gajah ini dibangun oleh raja Jayawarman VII pada akhir abad ke 12. Di sebelah utara teras ini terdapat Lepper King Terrace yang juga dibangun oleh Jayawarman VII di akhir abad ke 12. Dinding Lepper King Terrace penuh dengan relief yang merupakan simbol dari para setan, naga dan makhluk-makhluk mitologi lainnya. Kami berjalan kaki di teras yang panjang ini sampai ke ujung yang tampak seperti labirin panjang. Di luar teras ini ada banyak warung makan berjejer-jejer, tetapi harganya mahal yaitu sekitar 3 $ ke atas.
    Pemandangan dari Elephant Terrace

    Pemandangan dari Elephant Terrace

    Relief makhluk-makhluk mitologi di Lepper King terrace

    Relief makhluk-makhluk mitologi di Lepper King terrace

  6. Chau Say Tevoda. Dari komplek Angkor Thom, pak Sela membawa kami keluar melewati gerbang timur. Tuktuk kami lalu berhenti di 2 candi kecil yang berseberangan. Candi pertama adalah Chau Say Tevoda yang dibangun pada awal abad ke 12 oleh raja Suryawarman II. Meskipun candi yang terbuat daru batu hitam ini merupakan candi Hindhu, relief-relief yang terukir di dindingnya tak hanya bertema Hindhu, tapi juga bertema Buddha. Sebuah lambang bahwa ke dua agama ini tampak rukun di masa itu.

    Candi Chau Say Tevoda

    Candi Chau Say Tevoda

  7. Thommanon. Candi ke dua yang terletak di seberang Chau Say Tevoda adalah candi Thommanon. Candi Hindhu ini tampak sangat terawat karena kegiatan restorasinya berjalan dengan baik sejak tahun 1960. Thommanon dibangun pada akhir abad ke 11 oleh Suryawarman II  di masa yang sama dengan Angkor Wat. Dari dua candi ini kami kembali Candi hopping dengan tuktuk.

    candi Thommanon

    candi Thommanon

  8. Spean Thma. Nah sambil lewat , tak jauh dari Chau Say Tevoda dan Thommanon terdapat tumpukan batu yang bercampur dengan akar-akar pohon. Bangunan ini merupakan jembatan batu kuno peninggalan kerjaan Angkor. Kami berhenti sejenak hanya untuk mengambil gambar dari atas tuktuk.

    Kontruksi jembatan kuno Spean Thma

    Kontruksi jembatan kuno Spean Thma

  9. Ta Keo. Candi Ta Keo merupakan salah satu candi besar yang dibangun pada abad ke 10 oleh raja Jayawarman V. Candi ini merupakan candi Hindhu yang dipersembahkan untuk dewa Siwa. Pada jaman dahulu kala di puncak candi yang berbentuk seperti piramid ini terdapat sebuah ornamen emas besar. Berhubung hari itu candi Ta Keo sedang direnovasi besar-besaran kami hanya bisa melihatnya dari luar.

    Candi Ta Keo

    Candi Ta Keo

  10. Ta Prohm. Setelah beberapa penjelajahan candi kecil yang tak banyak pengunjung, kami kembali lagi ke candi yang penuh dengan wisatawan. Selain Angkor Wat dan Bayon, Ta Prohm adalah candi ke tiga yang diminati para pengunjung. Ta Prohm terletak 7 km dari Angkor Wat dan 4,6 km dari candi Bayon. Untuk sampai ke komplek candi kami harus berjalan kaki membelah hutan dari pemberhentian tuktuk. Candi besar ini menjadi sangat terkenal karena film Tomb Raider yang diperankan oleh Angelina Jolie. Ta Phrom juga dikenal sebagai temple jungle karena banyaknya pohon liar yang tumbuh di antara dinding-dindingnya. Candi Buddha ini dibangun pada pertengahan abad ke 12 sampai awal abad ke 13 oleh raja Jayawarman VII. Ia mempersembahkan candi ini untuk ibundanya tercinta. Candi ini dulunya difungsikan sebagai kuil, asrama dan pusat ajaran Buddha. Selain itu candi ini dulunya juga dijadikan tempat untuk menyimpan emas dan perhiasan. Ada dua rute untuk mengelilingi candi ini, yaitu rute panjang dan rute pendek. Karena sedang semangat 45, kami menjalani ke dua rute tersebut. Candi yang dikerumuni pohon-pohon besar ini tampak gelap dan berlumut, menambah kesan kunonya jadi semakin terasa. Saking banyaknya wisatawan, untuk berfoto di spot-spot dinding yang ditumbuhi akar, pengunjung harus mengantri satu-satu 🙂 . Untung saja salah satu spot foto tempat adegan utama Tomb Raider malah sepi pengunjung, jadi kami dengan leluasa berfoto di sana 🙂 .
    Bagian depan candi Ta Prohm

    Bagian depan candi Ta Prohm

    Akar-akar pohon yang menggerogoti bangunan candi

    Akar-akar pohon yang menggerogoti bangunan candi

    Foto dulu sebelum banyak yang antri :)

    Foto dulu sebelum banyak yang antri 🙂

    Salah satu tempat adegan film Tomb Raider

    Salah satu tempat adegan film Tomb Raider

    Ini lho, cuplikan Lara Croft sedang berkelana di Ta Phrom :

  11. Banteay Kdei. Tak jauh dari Ta Prohm terdapat sebuah candi besar yang gaya bangunannya hampir sama yaitu Banteay Kdei. Tak seperti Ta Prohm, pengunjung candi ini hanya sedikit. Sedikit sekali. Tampaknya kebanyakan turis memang hanya mengunjungi candi-candi yang terkenal saja. Banteay Kdei juga dibangun oleh Jayawarman VII pada akhir abad ke 12. Candi ini dulunya juga difungsikan sebagai kuil dan asrama Buddha. Candi ini juga tampak gelap dan berlumut karena dikelilingi pohon-pohon besar. Seperti di Ta Prohm , beberapa bagian dinding candi di sini juga di tumbuhi akar-akar pohon. Beberapa traveler tampak dengan tenang duduk-duduk sambil beristirahat menikmati sepinya candi ini. Karena kaki saya sudah sangat pegal, kami menelusuri candi ini dari sisi selatan saja.
    Candi Banteay Kdei

    Candi Banteay Kdei

    Bagian tengah candi Banteay Kdei nan panjang

    Bagian tengah candi Banteay Kdei nan panjang

    Altar Buddha di Banteay Kdei

    Altar Buddha di Banteay Kdei

  12. Srah Srang. Begitu keluar gapura candi Banteay Kdei di sebelah timur, terdapat sebuah candi kecil dan danau buatan yang bernama Srah Srang. Danau ini dibangun oleh pada pertengahan abad ke 10, lalu diteruskan pembangunannya oleh raja Jayawarman VII pada abad ke 12. Saat kami ke sini, candi di pinggir danau ini sedang direnovasi. Menurut majalah Siem Reap visitor guide, sunrise di danau ini sangat indah. Salah satu spot sunrise terbaik selain di Angkor Wat.

    Srah srang yang sedang direnovasi

    Srah srang yang sedang direnovasi

  13. Prasat Kravan. Jarum jam di tangan saya menunjukkan waktu jam 5 sore. Kaki saya sudah pegel-pegel ga karuan. Ga kebayang deh kalau nekad sewa sepeda, apa kami bisa bertahan? Kalau hanya mengunjungi bebebrapa candi saja saya kira sih bisa. Kami kembali naik ke tuktuk dari Srah Srang. Pak Sela kemudian membawa kami ke candi terakhir di hari pertama yaitu Prasat Kravan. Berbeda dengan candi-candi sebelumnya yang terbuat dari batu hitam dan campuran batu merah, candi ini murni terbuat dari batu bata merah. Candi kecil ini dibangun pada awal abad ke 10 oleh  Harshawarman I. Seorang bangsawan pada jaman itu. Merupakan candi Hindhu yang dipersembahkan untuk dewa Wisnu. Di candi ini terdapat relief-relief tentang dewa Wisnu dan dewi Lakhsmi.
    Candi Prasat Kravan

    Candi Prasat Kravan

    So? di hari pertama saja kami mengunjungi 13 candi sekaligus. Terlalu hopping banget ga sih?

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri