Tag Archives: istana

I lost my heart in Prague #3 : Berkeliling di Prague Castle

Pagi hari ketika musim dingin di kota Praha, matahari baru terbit jam 8.30 pagi. Suhu udara menunjuk ke angka – 3 derajat celcius. Meskipun  dingin gila, saya dan suami saya siap untuk sarapan dan jalan-jalan keliling kota Praha di hari ke dua. Kami sarapan di toko roti terdekat dari hotel, karena ternyata reservasi hotel kami ga termasuk sarapan. Pengennya sih sarapan bubur ayam atau nasi soto pedess untuk melawan dingin 😀 , apa daya ga mungkin lah! Kalau pas traveling gini,saya bisa menerima sarapan apa saja yang penting kenyang 🙂 . Sembari duduk-duduk di bakery semi cafe, kami membuka-buka peta, mencari rute terbaik untuk menuju ke Prasky Hrad atau Prague Castle. Kastil kebanggaan masyarakat Ceko ini berada di atas bukit, jadi kami mencari rute supaya kami ga perlu mendaki puluhan tangga ke atas. Jalan terbaik untuk ke sana, adalah menggunakan tram jalur 22 dan berhenti di halte Prasky Hrad.
p1110418

Sarapan ala Paris di kota Praha, yang jelas harganya setengahnya dari Paris 😀

p1110420

Tram di kota Praha, merupakan sarana transportasi paling mudah dan murah untuk mengelilingi kota ini

Tram jalur 22 ini benar-benar mendaki bukit. Ini pertama kalinya saya naik tram yang jalannya berkelok-kelok untuk sampai ke atas 😀 . Jam 9.30 pagi , pintu masuk ke Prague Castle sebelah timur mulai dipadati pengunjung. Seperti di tempat wisata lainnya di Eropa, para wisatawan dicek satu per satu jaket dan barang bawaanya. Pengecekan terjadi agak lama dan lebih detail, mungkin karena Prague Castle masih aktif digunakan sebagai istana kepresidenan. Sewaktu kami akan masuk komplek utama Prague Castle, kebetulan sedang ada pergantian prajurit penjaga. Upacara pergantian penjaga inilah yang sangat menarik untuk dilihat oleh para wisatawan. Uniknya, seperti prajurit penjaga di komplek istana lainnya, mereka yang bertugas dilarang berbicara dan bergerak. Meskipun banyak wisatawan yang nakal, yang berfoto dan terkadang mencoba membuat mereka tertawa. Kalau saya dapat tantangan seperti ini, setengah jam saja pasti saya udah capek dan pengen gerak-gerakin kaki. Salut deh buat mas-mas prajurit ini.
p1110425

Good Morning! Prague Castle!

Untuk mengelilingi komplek kastil yang berdiri sejak abad ke 9 ini, kami tinggal menunjukkan prague card di loket terdekat. Kami mendapatkan tiket secara cuma-cuma untuk mengunjungi beberapa lokasi di dalam Prague Castle sesuai dengan sirkuit B. Kami juga mendapatkan buklet kecil yang berisi peta komplek kastil ini. Eniwei, Prague Castle merupakan komplek kastil terluas dan terbesar di dunia, menurut guinnes book of record. Luasnya mencapai 70000 meter persegi. Entah mengapa disebut “castle” , padahal dari segi desain lebih cocok disebut “palace”. Arsitektur bergaya baroque, terlihat jelas di penjuru komplek ini. Sejak jaman raja-raja bohemia sampai saat ini, Prague Castle masih digunakan sebagai pusat pemerintahan republik Ceko. Di dalam komplek ini terdapat 4 gereja katolik, 4 istana, 5 aula megah, 4 menara, 7 taman kerajaan dan masih banyak bangunan-bangunan lainnya. Kebayang ga sih jadi putri raja atau pangeran penghuni kastil ini? Bisa-bisa nyasar kalau tidak didampingi oleh bodyguard 😀 .
p1110433

Katedral gothic ST Vitus di dalam komplek Prague Castle

Lokasi pertama yang kami sambangi di komplek ini adalah katedral ST Vitus atau Katredala Svateho Vita yang merupakan simbol spiritual negara Ceko. Katedral ini adalah yang terbesar dan terpenting di republik ini. Gereja megah ini awalnya dibangun pada tahun 930 oleh Wenceslas I, seorang Duke of Bohemia. Katedral ini kemudian mengalami perombakan sebanyak 3 kali hingga menjadi yang sekarang ini, yang lebih bergaya gothic. Sebagai orang yang awam dengan budaya eropa, menurut saya, arsitektur bagian dalamnya mirip dengan gereja-gereja gothic yang ada di Perancis. Saya jadi penasaran bedanya gaya gothic Perancis dan gaya gothic Bohemia itu bagaimana sih? Di dalam katedral ini selain terdiri dari kapel-kapel untuk beribadah, juga terdapat makam raja-raja bohemia dan kaisar-kaisar di bawah holy roman emperor. Pada jaman dahulu kala, raja-raja bohemia dan kaisar-kaisar tersebut dilantik dan dinobatkan di katedral ini. Saya dan suami saya lalu mengelilingi katedral ini sesuai dengan tiket kami. Masih ada satu tempat lain yang bisa dikunjungi di dalamnya yaitu menara katedral, tetapi sayangnya tidak termasuk di dalam tiket kami. Bagian paling menarik dan cantik di dalam katedral ini menurut saya adalah kapel wenceslas yang penuh dengan lukisan bergaya bohemia.
p1110439

Katedral tampak dalam

p1110455

Ornamen di dalam katedral yang tampak megah

p1110467

Kapel Wenceslas

p1110472

Arsitektur gothic bohemia

Dari ST Vitus kami melangkah menuju Stary Kralovsky Palac atau Old Royal Palace yang letaknya ada di seberang katedral. Istana ini ini merupakan bangunan pertama tempat tinggal raja di dalam komplek Prague Castle. Dibangun pada abad ke 9 , dan kebanyakan konstruksinya terbuat dari kayu. Pada abad ke 12, seorang pangeran bernama Sobeslav, menambahkan konstruksi yang tersusun atas batu-batu tak jauh dari bangunan aslinya untuk memperkuat bangunan kayu tersebut. Istana mengalami renovasi dari tahun ke tahun sesuai perintah raja bohemia yang berkuasa pada masanya. Pada abad ke 15, istana inipun pernah dikosongkan selama 80 tahun dan difungsikan kembali pada tahun 1483. Sejak saat itulah pembangunan masif bergaya baroque dan renaissance digalakkan dan menjadikan Prague Castle sebagai komplek istana terluas di dunia. Ketika kami menjelajah di dalamnya banyak ruangan-ruangan unik dengan simbol-simbol kerajaan dan simbol ksatria-ksatria tertempel di dinding dan langit-langitnya. Sebuah ruangan di dalam istana ini disebut-sebut sebagai ruangan terpenting pada masa kerajaan dahulu, yaitu The Vadsilav hall, tempat singgasana raja berada. Selama di dalam istana, kami tidak bisa mengambil banyak gambar karena banyak ruangan yang dilarang untuk difoto. Yang jelas, istana ini interiornya lagi-lagi mengingatkan saya akan setting tempat ala abad pertengahan, seperti di game of thrones 🙂 .
img_4931

Aula luas di dalam Old Royal Palace

Kami lalu beranjak ke bangunan selanjutnya, yaitu Basilika SV Jiri atau ST George’s Basilica, sebuah bangunan gereja yang didirikan pada tahun 920. Gereja ini merupakan gereja ke dua setelah katedral ST Vitus. Meskipun luas bangunannya jauh lebih kecil dari katedral, gereja ini tampak indah dengan arsitektur bergaya roman. Kalau menurut saya sih, dibalik keindahannya tetap saja misterius karena basilika ini juga dipenuhi dengan makam, patung dan mumi tengkorak yang dipajang di beberapa kapelnya.  Di dalam gereja ini selain terdapat makam pangeran Vratislav I yang merupakan pendiri gereja ini, juga terdapat sebuah patung tengkorak yang konon terbuat dari tubuh asli mayat yang sudah dikubur. Konon katanya terdapat sebuah urban legend tentang seorang pelukis italia pada abad ke 16 yang membunuh pacarnya bernama Brigita, seorang gadis lokal kota Praha. Pelukis tersebut membuat patung dari mayatnya lengkap dengan ular yang melilit di dalam perutnya, sebagai rasa penyesalan. What a creepy thing I found in this castle!!! Dan yang masih menjadi misteri adalah kenapa pihak kerajaan mau memajang patung ini di dalamnya ya? Apakah supaya arwahnya tidak menghantui kota Praha ?
p1110484

Basilika St Georges

p1110489

Interior Basilika St Georges yang tampak indah

p1110490

Ruang bawah tanah di dalam basilika yang tampak misterius

p1110493

Brigita

The golden lane, adalah tujuan kami berikutnya. Setelah tadi kami sempat merinding disko, akhirnya kami menemukan sisi Prague Castle yang terlihat cute, unik dan berwarna-warni. Entah mengapa jalan kecil dengan rumah-rumah mini ala medieval di dalam komplek Prague Castle ini dinamakan golden lane. Apakah mungkin karena banyak tokoh sastra dan seni yang pernah tinggal di perumahan ini? Seperti Franz Kafka dan Jaroslav Seiffert ? Rumah-rumah mini ini dulunya adalah perumahan untuk abdi dalem, tabib dan prajurit Prague Castle. Lama-kelamaan pada abad ke 19 , penghuninya berganti menjadi para sastrawan, seniman, peramal hingga sutradara pembuat film. Masing-masing rumah memiliki ceritanya sendiri. Saat ini, beberapa rumah mini ini berganti menjadi toko souvenir untuk para turis. Di lantai 2 rumah-rumah ini terdapat ruang pamer senjata, helm dan baju perang dari abad pertengahan. Untuk memasuki kawasan ini pengunjung juga harus menunjukkan tiket, tetapi bila datang seusai jam kunjung, kawasan golden lane ini justru digratiskan.
p1110506

Rumah-rumah mini di The Golden Lane

p1110521

Ruang pamer baju perang

Dari golden lane kami lanjut ke bangunan tower yang berapa tepat di sebelahnya, yaitu daliborka tower. Tower ini merupakan sebuah penjara dan ruang penyiksaan bagi para tahanan dari tahun 1496 sampai tahun 1781. Nama Daliborka diambil dari nama seorang tahanan yang konon katanya dianggap sebagai Robin Hood dari Praha, bernama lengkap Dalibor of Kozojedy. Diceritakan bahwa selama ditahan di tower ini, masyarakat sering mendengar suara biola dari kejauhan, yang dimainkan oleh Dalibor. Menurut legenda ia memainkan biola sambil menunggu hari ia dieksekusi mati. Masyarakat saat itu , banyak yang mengirim makanan untuknya dan memohon ampun kepada raja agar ia dibebaskan. Tower yang terdiri dari ruang bawah tanah dan beberapa lantai di atas ini, tampak suram dan mengerikan. Alat-alat penyiksaan dipajang di beberapa sudutnya. Saya jadi merasa merinding lagi. Tampaknya selain arsitektur yang indah bak istana komplek Prague Castle ini juga penuh dengan bangunan misterius dengan latar belakang yang mengerikan.
p1110553

Ruang penyiksaan di Daliborka Tower

p1110555

Aya naon , kenapa ada tengkorak menggantung di situ?

Di dalam komplek ini sebenarnya masih banyak destinasi yang bisa dikunjungi seperti Lobkowich Palace, Museum Sejarah Prague Castle, Mihulka Tower, Prague Castle Picture Gallery, dan Chapel of The Holy Cross. Namun tidak termasuk di dalam tiket sirkuit B. Jadi kalau mau benar-benar mengunjungi semuanya, tampaknya kami harus membeli tiket sirkuit A. Kami telah menghabiskan waktu 3 jam di tempat-tempat tersebut, jadi kalau mau lengkap ke semuanya sepertinya bisa habis seharian penuh di Prague Castle. Sisa waktu siang itu kemudian kami habiskan untuk melihat pemandangan dari beberapa sudut komplek ini. Kota Praha terlihat seperti negeri dongeng dari beberapa view point ini. Take a deep breath and let your eyes enjoy the beautiful view!
p1110564

View dari Prague Castle #1

p1110570

Gerbang bagian depan Prague Castle

p1110569

Maaf mas, cuma mau numpang foto doank kok 😀

p1110571

View from Prague Castle #2

p1110572

The other view from Prague Castle, Prague tampak seperti negeri dongeng dengan tower-tower kunonya

4 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Backpacking to Strasbourg & Colmar #4 : Museum Hopping dan Mengunjungi Menara Katedral Kota Strasbourg

Hari ke dua di kota Strasbourg, kami berniat untuk mengunjungi museum-museum yang ada di kota ini. Saya dan suami saya mendapatkan buklet aneka museum di lobby hotel kami. Tentu saja dalam kurun waktu sehari, kami tidak mungkin mengunjungi semua museum yang ada di sana. Saya tidak tahu berapa tepatnya jumlah museum yang ada di kota ini, yang jelas perkiraannya ada puluhan museum. Museum yang dikelola oleh pemerintah kota ini sendiri ada 14 museum yang semuanya bisa dikunjungi menggunakan museum pass dengan tarif 12 euro per hari. Museum pass ini bisa dibeli di pusat turisme kota Strasbourg atau di salah satu dari 14 museum tersebut. Letak sebagian besar museum-museum ini ada di sekitar katedral Strasbourg, jadi antar museum tinggal jalan kaki saja.

IMG_0344

Hai again Strasbourg!!

Dari keterangan dan penjelasan di buklet museum Strasbourg , museum pertama yang ingin kami kunjungi adalah Musee Alsacien atau Museum budaya Alsatian. Pagi itu Musee Alsacien buka jam 10 pagi. Kami sudah mulai mengantri bersama pengunjung-pengunjung lain jam 9.30 pagi. Ternyata peminat yang ingin berkunjung ke museum ini banyak juga. Kami membeli museum pass di museum ini. Tarif masuk museum ini saja 6 euro. Jadi daripada rugi beli tiket satuan lebih baik membeli museum pass. Museum ini adalah salah satu museum yang tertua di Strasbourg yang didirikan pada tahun 1907. Alsace sendiri adalah sebuah propinsi di Perancis yang mempunyai budaya dan dialek bahasa tersendiri. Orang-orang Alsace juga mempunyai adat istiadat, pakaian adat dan kesenian khas yang tentu saja berbeda dari daerah lain di Perancis. Nah awalnya, saya ga tau kalau kebudayaan dan kelompok suku di Perancis itu berbeda-beda. Saya cuma tahu ada kebudayaan Basque di Perancis selatan yang memang jelas-jelas berbeda dengan kebudayaan Perancis pada umumnya. Saya baru ngeh, mungkin itu juga yang dipikirkan banyak turis manca negara pas berkunjung ke Indonesia. Mereka baru sadar Indonesia terdiri dari banyak suku setelah masuk di dalamnya. Seperti saya sekarang, baru tahu kalau  Perancis terdiri dari banyak kebudayaan daerah yang berbeda-beda setelah saya ada di sini. Yea! travel really give you a lot of knowledge about other countries culture.
IMG_0386

Halaman bagian dalam musee Alsacien

Musee Alsacien ini merupakan ruang pamer besar kebudayaan orang-orang Alsace. Museum ini menempati sebuah bangunan khas Alsatian kuno yang mempunya ciri khas potongan-potongan kayu di sela-sela temboknya dan ukiran-ukiran ala Alsatian. Museum ini menampilkan ciri khas kebudayaan Alsace kuno seperti bentuk ukir-ukiran, aneka gerabah, baju adat, bentuk dapur, upacara pernikahan, mainan anak-anak dan masih banyak lagi. Semua keterangan tentang benda-benda yang dipamerkan di museum ini tertulis dalam 3 bahasa yaitu Perancis, Belanda dan Inggris. Nah supaya lebih jelas mendingan saya cantumkan spoilernya di foto-foto yang sudah saya ambil 😀 .
IMG_0357

Aneka perabotan ala Alsacien

IMG_0359

Dapur kuno ala Alsacien

IMG_0376

Pakaian adat, dan anke alat makan serta sulaman ala Alsacien

IMG_0354

Miniatur rumah adat ala Alsacien

Setelah selesai menikmati aura kekunoan tentang kebudayaan Alsatian, kami kemudian melanjutkan museum hopping di museum sejarah kota Strasbourg.  Letak museum ini hanya di seberang museum Alsatian. Kami hanya tinggal menunjukkan museum pass kami, dan resepsionis museum memberikan tiket secara gratis kepada kami. Kami juga mendapatkan audio guide dalam bahasa Inggris secara cuma-cuma. Begitu masuk ke ruang pamernya saya begitu amazed dengan tata letak dan desain ruangannya. Rasanya seperti belajar sejarah tetapi dengan cara yang sangat menyenangkan. Nah cara menggunakan audio guidenya cukup canggih dan unik. Jadi di setiap ruang pamer terdapat gambar-gambar headset di lantai. Pengunjung tinggal memposisikan diri di atas gambar headset tersebut dan narator akan menceritakan tentang kejadian-kejadian yang berhubungan dengan benda-benda atau gambar  yang dipamerkan. Karena ini merupakan museum tentang sejarah, maka alurnya seperti timeline dari masa ke masa.

IMG_0415

Museum sejarah kota Strasbourg

Pengunjung ditunjukkan tentang sejarah kota Strasbourg yang apada awalnya merupakan bagian wilayah Celtic pada masa sebelum masehi, kemudian dikuasai oleh kerajaan romawi pada tahun 923 masehi. Kota ini juga meruapakan bagian dari kebudayaan Jerman pada abad-abad awal masehi, kemudian dikuasai Perancis pada tahun 1600an. Pada masa pemerintahan Nazi, kota ini direbut oleh Jerman, lalu kembali lagi menjadi bagian Perancis setelah perang dunia pertama. Jerman memberikan Strasbourg dan kota-kota lain di daerah Alsace kepada Perancis sebagai permintaan maaf akibat perang yang telah ditimbulkan. Nah oleh karena itu di kota ini banyak nama-nama jalan atau tempat dalam bahasa Jerman. Akulturasi budaya antara Jerman dan Perancis sangat terlihat di kota ini. Ya namanya juga kota perbatasan 🙂 . Untuk lebih jelasnya tentang sejarah kota ini, ya paling enak belajar di museum ini :D. Selain ruang pamer, di museum ini juga terdapat wahana sejarah interaktif yang juga asyik untuk dimainkan.

IMG_0395

Pengunjung tinggal mendekatkan diri di tanda headset di bawah dan voila!

IMG_0398

Salah satu sudut timeline di museum sejarah kota Strasbourg

IMG_0405

Koleksi meriam

IMG_0409

Wahana sejarah yang menarik, pengunjung tinggal duduk manis seperti di bioskop

Di postingan sebelumnya, kami pengen banget mendaki ke menara Katedral Strasbourg. Nah setelah keluar dari museum sejarah kota Strasbourg, mumpung kami pas lewat Katedral, loketnya pas buka, maka kami memutuskan untuk mengunjungi menara yang pintu masuknya berada di sebelah timur katedral Strasbourg. Tarif untuk menaiki menara ini adalah 6 euro per orang, tidak termasuk dalam museum pass. Ternyata eh ternyata ada 332 tangga putar yang harus kami panjat tanpa henti. Karena kalau kami istirahat di tengah-tengah, pengunjung lain di bawah kami akan sulit naik ke atas karena sempitnya tangga tersebut. Saya langsung ngos-ngosan ketika berada di puncak. Untung saja kami membawa cukup air minum. Ternyata sampai di atas banyak juga nenek-nenek dan kakek-kakek yang kuat menaiki tangga tanpa merasa letih dan capek seperti saya. Aih kalah sama mereka! Dari atas menara ini, pemandangan kota Strasbourg yang vintage dengan latar belakang pegunungan Alsace dan Alpen terlihat sangat indah.
IMG_0422

Menara katedral Strasbourg

IMG_0426

View kota Strasbourg bagian utara

IMG_0430

View kota Strasbourg bagian barat

Tepat di sebelah timur katedral Strasbourg terdapat sebuah museum yang dinamakan Musee de Louvre Notre Dame. Kami kemudian melanjutkan museum hopping di museum ini. Selain mempunyai nama Perancis, museum yang berdiri sejak tahun 1956 ini juga dikenal dengan nama Frauenhausmuseum dalam bahasa Jerman. Dari luar sih museum ini tampak kecil dan sempit, tetapi ternyata di dalamnya begitu luas dan koleksinya begitu banyak. Benda dan barang yang dipamerkan di dalam museum ini merupakan peninggalan-peninggalan jaman medieval yang ditemukan di propinsi Alsace. Yaitu berupa patung-patung abad pertengahan, hiasan kaca patri dan mozaik, hasil ukiran, kerajinan perak, lukisan dan masih banyak lagi. Patung-patung dan ornamen yang ada di museum ini sebagian besar merupakan patung dari bekas gereja-gereja gothic.
IMG_0438

Museum de Louvre Notre Dame

IMG_0443

Ruang pamer kaca dari abad pertengahan

IMG_0449

Koleksi patung dari abad pertengahan yang ada di museum de Louvre Notre Dame Strasbourg

Hanya beberapa langkah ke sebelah utara dari museum de Louvre Notre Dame, terdapat sebuah istana yang dinamakan Palais Rohan atau Rohan Palace. Istana ini bukan miliknya bangsa Rohan dari Lord of The Ring lho yaa 😀 , melainkan sebuah istana kecil milik keluarga bangsawan Perancis yang berasal dari Britanny. Istana yang berdiri tahun 1742 ini jaman dahulu kala juga dipakai sebagai tempat tinggal pendeta dan uskup yang mengelola katedral. Sejak abad ke 19, istana ini merupakan rumah bagi 3 museum di kota Strasbourg. Yaitu Museum Arkeologi, Museum Seni Dekoratif dan Museum Seni Murni. Di istana ini juga terdapat beberapa gallery yang sering dimanfaatkan untuk berbagai pameran seni. Seperti di museum-museum sebelumnya , kami hanya tinggal menunjukkan museum pass kami, dan resepsionis museum memberikan 4 tiket gratis ke 3 museum dan 1 gallery.
IMG_0487

Palais Rohan

Museum pertama yang kami kunjungi adalah museum arkeologi. Museum ini berada di basement Palais Rohan. Basementnya lusa banget lho! Saya malah jadi membayangkan, jaman dahulu saja di sini mereka sudah membangun basement di mana-mana. Di istana iya, di gereja iya bahkan beberapa rumah biasa juga sudah punya basement. Tentu saja basement memiliki aneka fungsi dari mulai menyimpan barang-barang sampai bersembunyi dari musuh. Nah kalau bikin rumah dengan basement di Indonesia terlalu aneh ga sih? *aduh ngelantur 😀 . Lanjut tentang museum arkeologi, benda-benda peninggalan dan barang-barang temuan yang dipamerkan di sini jauh lebih tua usianya dari yang ada di museum de Louvre Notre Dame. Koleksinya berasal dari zaman batu sampai zaman romawi. Aneka temuan arkeologis seperti alat batu tertua di Perancis yang berasal dari zaman paleolitik, sampai helm baja dari zaman merovingian ada di museum ini. Yang jelas pecinta arkeologi atau sejarah sebelum masehi pasti bakal betah berlama-lama di museum ini.
IMG_0467

Lorong panjang dengan temuan benda-benda arkeologi dari jaman Romawi

IMG_0462

Koleksi arkeologis patung yang berasal dari abad ke 3 sebelum masehi

Museum ke dua yang kami sambangi adalah museum seni dekoratif yang berada di lantai dasar istana ini. Museum ini menampilkan benda-benda dan barang-barang seni aplikatif dan dekoratif dari zaman baroq dan recoco. Koleksinya berupa desain-desain ruangan ala bangsawan pada jaman tersebut. Kalau menurut saya sih ruangan-ruangannya agak mirip dengan ruangan di istana Versailles atau imperial Palace Compiegne, meskipun terkesan lebih sederhana. Koleksi peralatan makan mulai dari porselen super mewah, sendok perak, garpu emas, dan lain-lain dipajang begitu cantik di museum ini. Hmm kebyang ga sih? Bangsawan jaman dahulu makan aja pakai perlatan mewah seperti ini? Di museum ini juga terdapat koleksi jam-jam besar ala jaman baroq dan koleksi mainan kuno yang jaman dahulu hanya bisa dibeli oleh anak-anak bangsawan dan orang kaya.
IMG_0469

Ruang tidur bangsawan dan seni dekoratif pada barang-barangnya

IMG_0470

Ruang perpustakaan di Palais Rohan

IMG_0472

Ruang pamer peralatan makan serba perak di museum art decoratif

Kami kemudian melanjutkan museum hopping di lantai 2 istana ini, yaitu museum seni murni.  Museum seni murni ini termasuk yang terbanyak pengunjungnya dibandingkan dengan museum lain di istana ini. Koleksinya berupa lukisan-lukisan dari sebelum abad ke 20. Jumlah lukisan di museum ini ratusan, tetapi ada 6 masterpieces yang merupakan karya-karya pelukis terkenal seperti Giotto, Raphael, Pieter De Hooch, Willem Claez Heda, Nicolas de Largilliere, dan Gustave Courbet. Dari nama-nama itu, saya cuma kenal Raphael saja, seorang pelukis Italia sekelas Leonardo Da Vinci dan Michelangelo. Mungkin karena namanya juga dipakai oleh teenage mutant ninja kali ya? 😀 . Saya sendiri sebenarnya ga tau apa-apa soal lukisan, cuma tau bagus atau tidak, menarik atau tidak. Tetapi ada beberapa karya yang menarik untuk saya. Alasannya sih karena lukisan ini bisa mempertunjukkan sisi 3 D nya :D. Ada pula lukisan menarik tentang seorang wanita berkulit hitam yang sedang dikelilingi oleh 3 lelaki kulit putih. Lukisan yang menunjukkan bahwa pada tahun 1600-an peristiwa seperti rasisme dan perbudakan masih merajalela di Eropa. Wiih not anymore lah yaa!!
IMG_0484

Ruang pamer lukisan di fine art museum

IMG_0478

Lukisan Raphael dari tahun 1520

Museum ini merupakan museum terakhir yang kami kunjungi hari itu. Kami sudah terlalu gempor kalau harus mendatangi museum yang lain lagi 😀 . Lagian jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, jadi museum lain akan segera habis jam kunjungnya. Buat para pecinta museum yang lagi menjelajah Eropa, kota Strasbourg dan museum-museumnya bisa dijadikan destinasi menarik yang tentu saja akan menambah pegetahuan kita tentang sejarah, budaya dan seni dari propinsi Alsace.
Recommended official website before visiting :

 

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri