Tag Archives: Jakarta

Mencari Betawi ke Setu Babakan

Setu babakan di saat surut

Setu babakan di saat surut

Selama saya dan suami saya tinggal sebulan di Jakarta ini, kami selalu penasaran ada ga sih tempat yang Betawi banget ? Secara orang asli Jakarta sebelum menjadi ibukota adalah orang-orang Betawi, yang kini telah membaur dengan heterogenitas semua suku dari penjuru Indonesia. Semua teman yang tinggal di Jakarta menyarankan kami untuk ke Setu Babakan, di daerah Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Untuk menuju ke sana dari kost kami di Jakarta pusat, Kami naik KRL commuter line jurusan Bogor turun di stasiun Lenteng Agung. Menurut informasi yang saya dapat dari beberapa blog,  disarankan untuk naik angkutan no 128 dari stasiun. Eh ternyata setelah kami langsung naik angkutan no 128, sopirnya bilang bukan dan menyuruh kami naik angkutan no 83 dan ganti no 128 di pertigaan bolo-bolo. Nah kok no 128 lagi? Saya jadi bingung. Karena kami sedang malas ganti angkutan, kami memilih lewat jalan belakang saja dengan angkot 83. Sebagai informasi angkutan no 83 ini jauh dekat Rp 4000 saja.

aneka macam kuliner betawi

aneka macam kuliner betawi

Setelah kurang lebih 15 menit naik angkot 83, sampailah kami di jalan belakang setu Babakan yang pada hari sabtu kemarin ramai dengan pengunjung. Kalau menurut yang saya baca di wikipedia, Setu Babakan ini adalah danau buatan yang membendung air kali ciliwung seluas 30 hektar. Lumayan jauh juga mengelilingi setu dari jalan belakang ke tempat rumah-rumah adat betawi yang ada di sana. Untung saja niat kami untuk ke sana juga sambil berolah raga.  Sepanjang jalan yang mengelilingi setu terdapat banyak tumbuh-tumbuhan dan pepohonan rimbun, jadi meski tengah haripun suasana tetap sejuk dan nyaman. Salak condet yang dahulu merupakan buah khas betawi juga ditanam di sini. Sayangnya air setu sedang surut sehingga menimbulkan bau-bauan tak sedap dari endapan limbah. Meskipun demikian, banyak juga yang memanfaatkan surutnya air di sini untuk memancing ikan. Di sepinggir jalan yang mengelilingi setu terdapat banyak sekali warung makan makanan dan minuman khas betawi dari mulai toge goreng, laksa betawi, soto betawi, gado-gado, kerak telor, es kembang mayang, bir pletok sampai arum manis. Rasanya sih pengen mencoba semuanya. Tampaknya di sinilah pusatnya semua kuliner Betawi yang paling lengkap. Terdapat pula toko souvenir yang menjual barang-barang ala betawi seperti sandal si pitung serta aneka macam sarung dan kebaya betawi.

di depan rumah betawi

di depan rumah betawi

batik betawi

batik betawi

Kami kemudian mampir ke sebuah kompleks rumah adat betawi yang saat itu sedang penuh dengan pengunjung. Model rumah betawi itu tidak cuma satu saja. Ada rumah betawi kebaya, rumah betawi gudang dan rumah betawi joglo. Di rumah betawi joglo inilah setiap hari minggu diadakan pertunjukan kesenian seperti tari jaipong, lenong, tanjidor, ondel-ondel dan gambang kromong. Saya kira di hari sabtu juga ada pertunjukan. Ternyata kami datang di hari yang salah 😦 . Tidak jauh dari komplek rumah-rumah betawi ini terdapat pusat batik betawi cap maupun tulis dengan pewarna alami. Yang membedakan batik betawi dari batik lainnya adalah motifnya yang berupa ondel-ondel dan motif alat musik betawi. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan batik ini dari mulai membuat pola hingga pewarnaan. Perjalanan kami di setu Babakan diakhiri dengan menikmati sepiring kerak telor bebek dan semangkuk soto betawi dengan kuah kentalnya tak lupa seplastik arum manis tradisional sebagai penutupnya.  Menurut saya, meskipun ramai, sebaiknya berkunjung ke setu babakan pada hari minggu supaya bisa lengkap melihat beraneka pertunjukkan ala Betawi.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Soto Betawi, my first experience

Saya emang lagi keminggris, alias suka nulis judul pakai bahasa Inggris tapi postingannya tetep bahasa Indonesia :D. Jadi ceritanya saya masih berada di ibu kota Indonesia tercinta, Jakarta selama 2 bulan terakhir ini. Makan di kota ini tinggal pilih saja, mau makanan dari ujung dunia pun ada :). Harganya bervariasi dari yang murah banget sampai yang seharga restoran michelin. Saya dan suami saya, terkadang lebih memilih menu-menu makanan yang jarang ada di Jogja seperti soto mie bogor, mie juhi, asinan sampai burger king :D. Sayang saja kalau dilewatkan, sudah sampai Jakarta,kami ingin mencoba yang berbeda. Terutama kami ingin mecicipi aneka menu Betawi. Salah satunya adalah soto betawi. Seumur hidup di manapun saya berada, saya belum pernah makan soto Betawi. Ups, tampaknya saya ketinggalan jaman katenye, seperti di dalam lirik lagu Si Doel Anak Sekolahan :D.

Jpeg

Semangkuk soto betawi mencos H Sarnadi

Berbeda dengan soto khas daerah lain, soto Betawi yang asli menggunakan campuran susu untuk kuahnya. Soto pakai kuah susu? Terdengar aneh but let’s try! Fetuccini carbonara dengan kuah susu saja enak kok :D. Sajian soto yang bertopping daging sapi atau jeroan sapi ini juga mempunyai keunikan rasa dari minyak samin,taburan emping, kerupuk, irisan tomat, daun bawang dan bawang goreng. Hmm bayangin saja saya udah meneteskan air liur. Berhubung saya dan suami saya sedang ngekost di JL Paseban, Jakarta Pusat, saya pengen nyobain soto betawi yang dekat-dekat saja dulu. Dekat tapi otentik :). Seorang teman yang suka kuliner memberi rekomendasi untuk makan di warung soto mencos H Sarnadi. Kata teman saya usia warung ini sudah 40 tahun lebih. Warung soto betawi ini mempunyai ciri khas unik yaitu soto betawi dengan topping kaki sapi. Soto di warung kecil tapi ramai ini, disajikan terpisah dengan nasi. Sebagai pelengkapnya disajikan pula jeruk nipis dan acar mentimun bawang merah. Begitu sotonya di depan mata, langsung saja kami nikmati. Rasanya sungguh lezat! Kuah kentalnya magteh dan sama sekali tidak eneg walaupun ada campuran susunya. Mungkin karena campuran bahan segar dan asam seperti tomat dan jeruk nipis. Daging dan kikil sapinya juga pas empuk dan kenyalnya. Suami saya dengan lidah baratnya pun doyan banget. Dia bilang sih kapan-kapan pengen makan soto ini lagi. Anyway, 2 porsi soto dengan minum harganya Rp 50.000 saja. Finally! Saya ga ketinggalan zaman lagi :P. My first soto betawi experience was great! Well done pak H Sarnadi :).

P1050363

Super yummy soto betawi

Lokasi soto mencos H Sarnadi, JL Percetakan negara no 2D, Paseban, Jakpus.

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia