Tag Archives: kastil

Summer in Germany #4 : A Day Trip to Hohenzollern Castle

P1150007

Kereta yang membawa kami dari stasiun Tubingen ke Hechingen

“Hoaaaaaheeemmm…” adegan menguap pagi-pagi silih berganti muncul dari wajah kami berdua. Hari ini kami memang bangun terlalu pagi demi sebuah perjalanan ke kota Hechingen, yang masih berada di provinsi Baden Württemberg, Jerman. Jadi, dari kota cantik Esslingen am Neckar tempat keluarga teman saya Mawar tinggal, kami beranjak ke kota lain dengan kereta api. Kami memutuskan untuk menginap di kota bernama Tübingen yang berjarak 37 km dari Esslingen am neckar. Nah cerita tentang kota ini sendiri akan saya lanjutkan di postingan berikutnya yaaa. Yang jelas pagi-pagi ini, kami sudah berada di stasiun Tübingen dan membeli tiket kereta api Baden Württemberg pass senilai 30 euro untuk 2 orang. Pass kereta api ini bisa dipakai untuk 24 jam,selama masih di dalam wilayah Baden Württemberg. Kami naik kereta api sekitar jam 7 pagi menuju kota bernama Hechingen. Mengapa ke kota ini? Karena di kota ini terdapat salah satu kastil tercantik di negeri ini, bernama kastil Hohenzollern.
P1150094

Foto aerial kastil Hohenzollern yang saya jepret dari poster 😀 , epic banget ga siiih???

Sebenarnya dan sesungguhnya salah satu destinasi kastil impian saya di Eropa adalah kastil Neuschwanstein yang berada di Bavaria. Tetapi karena tujuan utama saya ke Jerman adalah untuk menjenguk teman saya Mawar, maka kali ini saya memilih destinasi yang dekat-dekat saja dari kotanya Mawar. Eniwei busway, kami sampai di kota Hechingen jam 8 pagi kurang. Terlalu pagi karena ternyata shuttle bus dari stasiun Hechingen ke Hohenzollern baru tersedia dua jam kemudian *doeeenkk . Kami lalu mencari sarapan dan jalan-jalan di sekitar kota kecil Hechingen untuk mengisi waktu. Di kota kecil ini sebenarnya ga ada apa-apanya, sepi, tidak banyak pertokoan, dan hanya kawasan pemukiman saja. Untungnya, tak jauh dari stasiun kereta api terdapat sebuah kafe dan bakery yang lumayan besar dan ramai. Akhirnya kami menghabiskan waktu untuk sarapan dan ngopi cantik di kafe ini sambil menunggu shuttle bus datang.
P1150015

Kastil Hohenzollern yang saya jepret dari depan stasiun Hechingen. It really resembling fairy tale castle 🙂 .

Shuttle bus yang kami tunggu datang on time, sesuai dengan budaya Jerman yang memang tepat waktu. Kami membayar 2 euro per orang  langsung ke pak supir. Jarak kastil Hohenzollern dari stasiun kereta api Hechingen adalah 5,8 kilometer , kalau jalan kaki lumayan pegel juga euy. Selain shuttle bus dari stasiun ini juga tersedia taksi , tapi saya ga tau berapa harganya untuk ke kastil. Tak berapa lama kemudian sampailah kami di pelataran parkir kastil Hohenzollern. Pengunjung bisa membeli tiket masuk kastil dari loket yang berada di pojok parkiran. Harga tiketnya 12 euro per orang. Dari pelataran parkir ini, pengunjung bisa naik shuttle khusus yang mengantar sampai ke depan gerbang utama kastil dengan membayar ekstra euro, atau jalan kaki mendaki bukit seperti ninja hatori 😛 . Kami berdua jelas tak mau mengeluarkan uang lagi, jadi kami mendaki tangga perlahan-lahan membelah hutan sampai ke pintu gerbang kastil. Saran saya sih, jangan lupa membawa air minum saat perjalanan mendaki ini. Kebanyakan pengunjung kastil ini memang lebih memilih mendaki bukit daripada naik shuttle, meskipun mereka harus menggendong anak-anaknya. Shuttle bus lebih banyak digunakan oleh para manula dan mereka yang membawa bayi.
P1150024

Kastilnya benar-benar di atas bukit. Foto diambil dari  dalam shuttle bus.

Dari foto-foto kastil Jerman di google, menurut saya kastil di Jerman kebanyakan terlihat epic. Mereka sengaja membangun kastil di puncak bukit, di atas tebing atau di lokasi lain  yang membuat semua orang melihat bangunan-bangunan ini berdecak kagum. Sambil berpikir juga, dulu gimana mereka menemukan lokasi seperti ini dan bagaimana membawa material ke atas bukit ? Termasuk kastil Hohenzollern ini, yang letaknya benar-benar berada di puncak bukit berketinggian 855 meter. Sampai di gerbang utama kastil, kami berdua tinggal menunjukkan tiket kepada petugas. Di gerbang utama ini juga terdapat loket yang menjual tiket, tetapi antriannya jauh lebih panjang daripada yang di pelataran parkir. Kami kemudian menapaki jalan memutar menuju ke halaman utama kastil. Lalu memasuki bagian-bagian kastil yang dibuka untuk para pengunjung. Tidak semua ruangan dan bagian kastil ini dijadikan museum dan terbuka untuk umum, karena keluarga keturunan “house of Hohenzollern” masih ada yang tinggal di sini.
P1150030

Mendaki gunung ala ninja Hatori

House of Hohenzollern” , sounds like a royal family from game of thrones or other medieval epic stories 🙂 . Yes, bedanya adalah they are real!!! They are really there inside the history especially the history of Germany. Kastil Hohenzollern yang terletak dipuncak gunung dengan nama yang sama ini, awalnya dibangun pada abad ke 11 atas permintaan Counts of Zolern. Sejarah kastil ini begitu panjang, dan pernah hancur beberapa kali di beberapa masa perang. You know lah, perang di Eropa kan berabad-abad lamanya dan berganti-ganti musuhnya. Kastil ini juga pernah jatuh dibawah kekuasaan “House of Habsburg” salah satu penguasa terkuat di Eropa lainnya. Jangan ditanya House of Habsburg itu siapa saja, karena ceritanya bakal ga habis-habis, jadi silahkan googling sendiri ya. Yang jelas sebagai contoh Marie Antoinette, ratu perancis, adalah salah satu keturunan dari House of Habsburg. Kastil yang bisa dilihat dan dinikmati sekarang ini adalah yang direnovasi dan dibangun kembali pada tahun 1819, oleh putera mahkota saat itu yaitu Frederick William IV of Prussia. Prussia yaa bukan Russia. Prussia adalah salah satu wilayah kerajaan besar di Jerman, Russia dan Eropa tengah ke timur. Nah selama berabad-abad House of Hohenzollern-Prussia lah yang menjadi pemimpin kerajaan ini.
P1150092

Pelataran utama kastil Hohenzollern

Kastil Hohenzollern, adalah salah satu kastil dari beberapa kastil milik House of Hohenzollern-Prussia, tetapi kastil inilah yang utama bagi mereka. Kalau pengen tahu sejarah detil dan hubungan antara House of Hohenzollern dan cabangnya yatitu  House of Hohenzollern -Prussia, yaa harus banyak membaca buku, cari tahu di internet sambil belajar sejarah eropa kuno. Dan sejarah ala mereka ini lebih ribet daripada serial game of thrones 😀 .
Kami lalu memasuki ruangan-ruangan yang dibuka untuk pengunjung. Dari mulai chapel istana, ruang singgasana, ballroom,  ruang koleksi benda-benda bersejarah milik house of hohenzollern, ruang bawah tanah dan beberapa ruangan pameran lain. Terdapat pula ruangan yang memajang koleksi foto-foto pribadi keluarga house of hohenzollern saat ini. Semua ruangan-ruangan ini tidak boleh difoto apalagi direkam tanpa izin khusus. Interior dari ruangan-ruangan utama kastil ini sungguh mewah dan menakjubkan. Terutama ballroom istana, langit-langitnya berarsitektur gothic dengan lampu-lampu gantung yang berkilau seperti di cerita dongeng-dongeng tentunya. Jika  ingin tahu lebih detil tentang arsitektur, interior dan koleksi benda-benda seni di dalam kastil ini, pengunjung bisa menyewa audio guide.
P1150067

Karena ga boleh foto bagian dalamnya, maka saya foto tiketnya aja 😀 .

P1150072

Ruangan ballroom yang cantiiik banget!

Pemandangan di sekeliling kastil ini juga tak kalah cantiknya. Namanya juga di puncak gunung, landscape perbukitan, hutan, kota-kota kecil terlihat menyejukkan mata. Apalagi ketika hari cerah seperti hari ini. Kami lalu berkeliling bagian teras kastil ini. Di komplek kastil ini terdapat satu restoran mewah dan kantin. Sebagai pejalan ngirit yang sudah kelaparan kami memilih makan di kantin kastil. Dan berakhirlah castle discovery hari ini dengan sepiring curry wurst dan french fries seharga 5 euro di kantin 😀 . Eh tapi perjalanan hari ini masih berlanjut ke postingan blog berikutnya yaaa 🙂 .
P1150048

Salah satu pemandangan dari teras kastil

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Summer in Germany #1 : Esslingen Am Neckar, my first German’s town

IMG_1636

Pernah posting wishlist pengen ke Jerman 🙂

Saya mempunyai seorang teman dekat, sebut saja Mawar. Kami bertemu dan berkenalan ketika sama-sama kuliah di UGM. Ia adalah mahasiswa dari Jerman yang mengikuti program pertukaraan pelajar di Yogyakarta. Sejak saat itu, ia jatuh cinta dengan Indonesia dan sering banget mengunjungi Indonesia beberapa tahun sekali. Setiap kali ia ke Jogja, kami selalu jalan bareng serta nongkrong bareng. Saya sangat senang menjadi travel guidenya dan memperkenalkan budaya saya kepadanya. Yang jelas dia lebih sering mengunjungi saya, tetapi saya belum pernah sekalipun mengunjungi dia di Jerman. Bahkan sewaktu pertama kali liburan ke Eropa pun, saya ga sempat ke Jerman *teman durhaka *teman macam apa saya ini 😦 . Sebenarnya sih saya sudah bercita-cita dari dulu pengen jalan-jalan ke Jerman, ditambah lagi Mawar juga beberapa kali memberi saya buku tentang Jerman, tapi saya belum menemukan waktu yang pas. Akhirnya setelah bertahun-tahun berlalu dan kami bahkan sudah berkeluarga, di tahun 2017 ini saya ke Jerman. Khusus untuk mengunjunginya. Ia kini tinggal di suatu kota kecil tak jauh dari kota Stuttgart. Berbekal tiket murah dari air france, saya dan suami saya terbang ke Stuttgart.
P1140681-001

Menunggu dijemput Mawar di depan bangunan iconic di kota kecil Esslingen am Neckar. Di sebelah kiri terdapat gereja protestan gotik dengan dua menara unik.

Kota ini bernama Esslingen Am Neckar. Jaraknya dari bandara internasional Suttgart hanya 16 km saja. Malah lebih dekat ke Esslingen daripada ke pusat kota Suttgart. Kami naik bus no 122 menuju ke pusat kota kecil ini. Sampai di kota nan cantik dan kalem ini kami dijemput Mawar di depan salah satu bangunan tua iconic di pinggir sungai. Melihat dia menjemput kami, rasanya ga percaya. Zaman dahulu ketika kuliah, saya selalu nyeletuk di depannya ” I will visit Germany someday”  atau ” I hope I can visit you back one day” . Rasanya waktu itu semuanya hanya celetukan belaka. Ga terbayang buat saya mahasiswa budget pas-pasan bisa jalan-jalan sampai ke Jerman. Ternyata dari celetukan dan keinginan tersebut , saya ada di sini sekarang. “Selamat datang di Jerman ! ” , Mawar menyambut kami hangat dengan bahasa Indonesia yang lancar. Yaa, ia adalah teman asing saya dengan bahasa Indonesia yang paling lancar jaya.
P1140684

Tower kuno di pinggir sungai neckar ini adalah toko es krim dan apartemen

Siang yang cerah itu juga, kami diajak jalan-jalan keliling Esslingen Am Neckar.  Kota yang berada di lembah sungai Neckar dan dikelilingi perbukitan. Saya dan suami lumayan terkejut juga karena di perbukitan tersebut dipenuhi perkebunan anggur nan hijau dan tertata rapi. Ternyata pemirsa, di Jerman ada wine region juga. Kami pikir Jerman itu bir region semua 😀 *yap stereotyping . Kami lalu diantar Mawar keliling kota. Kali ini dialah yang menjadi guide kami. Ia kemudian bercerita sedikit tentang kota yang sejarahnya dimulai dari zaman neolitikum ini. Konon katanya kota ini sangat berjaya menjadi kota perdagangan pada abad pertengahan. Pada zaman ini pula banyak dibangun bengunan-bangunan dengan arsitektur khas Swabia, campuran batu dan kayu. Sejak saat itu, masyarakatnya pun selalu menjaga kelestarian dan keaslian bangunan-bangunan warisan leluhur tersebut. Sampai sekarang, di Esslingen masih banyak berdiri kokoh bangunan-bangunan unik dari era medieval ini. Dari mulai gedung walikota, restoran, hotel, toko-toko sampai bangunan-bangunan apartemen hampir seluruhnya masih seperti berabad-abad yang lalu. Yang jelas, berada di sini serasa seperti sedang di negeri dongeng kecil ala beauty and the beast. Perasaan yang saya rasakan sebelumnya, ketika berada di kota Colmar, Perancis.
P1140704

Ketemu pawai di Esslingen

P1140735

Komplek market square di Esslingen

Mawar kemudian mengajak kami mampir untuk masuk ke sebuah gereja unik dengan dua menara yang terhubung dengan jembatan. Gereja ini bernama Stadtkirche St. Dionys. Sebuah gereja tua protestan bergaya gotik yang dibangun dari abad pertengahan. Di tempat inilah ia melaksanakan upacara pernikahan secara agama beberapa tahun yang lalu. Sebagai pengunjung, siang itu kami hanya bisa masuk ke ruangan utama gereja saja karena ke dua menaranya sedang direnovasi. Tak jauh dari gereja ini, Mawar juga menunjukkan sebuah bangunan kuno bercat merah yang merupakan town hall kota ini. Ia melaksanakan upacara pernikahannya secara sipil di bangunan cantik ini. Wah rasanya seperti menikah di negeri dongeng 🙂 . Kami kemudian berkeliling kota lebih jauh melewati jalan-jalan dan gang-gang kecil di kota ini. Mawar menunjukkan beberapa tempat lain tempat ia biasa berbelanja dan membeli es krim. Melihat kedai es krim yang tampak enak ini kami ikut-ikutan mengantri bersama pengunjung lain. Harga es krim di kota ini tentu saja jauh lebih murah daripada di Paris 🙂 . Kami kemudian duduk-duduk di taman kota sambil menghabiskan es krim. Taman kota tempat mawar dan keluarganya biasa menghabiskan waktu untuk piknik atau sekedar bersantai.
P1140694

Di dalam gereja protestan gotik di Esslingen

P1140698

Old town hall Esslingen yang cantik

P1140723

Taman kota Esslingen

P1140730

Sudut unik kota Esslingen dengan bendungan dan sungai serta apartemen yang dibangun di atasnya

Dari taman kota bernama Merkel park ini terlihatlah bangunan seperti benteng di atas bukit. Mawar kemudian mengajak kami ke atas sana. Saya dan suami lumayan ngos-ngosan untuk mendaki ke atas, tapi Mawar tampaknya sudah biasa 🙂 . Mawar kemudian bercerita bahwa benteng di atas bukit ini bernama Esslingen burg atau biasa disebut Esslingen castle. Selain sebagai destinasi wisata di kota ini, benteng ini biasanya dimanfaatkan untuk menggelar pertunjukan musik, seni atau screening film ala layar tancap. Benteng atau kastil yang dibangun sekitar abad ke 12 ini lebih difungsikan sebagai tembok pelindung kota daripada sebagai rumah bangsawan kerajaan saat itu. Benteng ini memiliki beberapa tower di sudut-sudutnya yang bisa dikunjungi pada saat-saat tertentu. Sayangnya pas kami ke sana, tower-towernya sedang ditutup untuk umum. Betewe eniwei buswe, kesan pertama saya sebagai penggemar kastil eropah, kastil di Jerman desainnya agak berbeda dari negara-negara lain yang pernah saya kunjungi. Hanya saja saya belum bisa mendeskripsikan perbedaannya. Mawar lalu menunjukkan sebuah lorong panjang dengan pemandangan perkebunan anggur membentang dan pusat kota Esslingen di bawah. It was a very beatiful view! Kami kemudian menghabiskan sore itu  di komplek kastil sampai waktu makan malam tiba.
P1140779

Tower besar di Esslingen burg

P1140763

Vineyards dan kota Esslingen dari atas kastil

Bersambung yaaaah….

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri