Tag Archives: lombok

Sate Bulayak, sajian sate khas pulau Lombok

Malam terakhir setelah 1 bulan lebih bertugas muter-muter pulau Lombok, saya penasaran sama pedagang sate yang berjualan di ujung jalan basecamp saya di Sesela. Meskipun hanya berjualan secara sederhana, sate ini tampak ramai pembelinya. Sate apakah itu?  Teman saya yang asli Lombok kemudian bilang bahwa si Ibu itu berjualan sate bulayak, salah satu makanan tradisional khas pulau ini. Ya elah sebulan lebih tinggal di Lombok ga ada yang ngajak saya makan sate bulayak sih ? Biasanya teman-teman saya yang asli Lombok lebih suka mengajak saya makan plecing kangkung dan nasi balap 😀 . Sebagai farewell moment saya dengan pulau Lombok, saya niat ngantri demi makan sate ini.

Seorang ibu penjual sate keliling di daerah Sesela, Lombok

Seorang ibu penjual sate keliling di daerah Sesela, Lombok

Sate bulayak sebenarnya mudah ditemukan di kota Mataram di sore sampai malam hari. Pedagang sate ini biasanya menggunakan gerobak atau berkeliling kampung seperti penjual sate madura. Di tempat nongkrong seperti di jalan udayana atau di pantai ampenan, ada banyak penjual sate bulayak. Sate bulayak adalah sate dari daging dan jeroan sapi yang dibumbui pedas kemudian dibakar di atas arang. Sate ini disajikan dengan kuah kental yang terbuat dari kacang yang dihaluskan tetapi pedas dan teksturnya lebih mirip kuah kari. Saya jadi penasaran nih, bahan kuahnya apa saja ya?  Sate ini dimakan dengan lontong yang berbentuk segitiga. Lontong inilah yang biasa disebut dengan bulayak. Lontong ini biasanya dibuat dengan daun pisang atau daun kelapa muda. Satu porsi sate bulayak harganya terjangkau sekitar Rp 10.000. Saya membeli satu porsi sate dan lontong lalu memakanya di basecamp supaya bisa dicicipi bersama-sama dengan teman-teman. Saya tidak berani makan banyak-banyak karena banyak jeroan sapinya 🙂 . Rasanya berbumbu dan pedas banget! Cabenya benar-benar terasa. Sangat berbeda dengan sate-sate dari daerah lain yang pernah saya cicipi sebelumnya. Sate ini layak dicoba kalau pas berada di Lombok terutama di kota Mataram. Kalau tidak ke Lombok, mungkin saya ga tau kalau di pulau ini juga punya sajian dan budaya makan sate kreasi mereka sendiri :).

Sate sapi berbumbu pedas dan lontong bulayak

Sate sapi berbumbu pedas dan lontong bulayak

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia

Be happy at pink beach Lombok

Saya kira pantai berpasir pink itu hanya di pulau komodo saja. Ternyata di pulau Lombok juga ada. Kalau menurut wikipedia sih, di dunia ini hanya ada 7 pantai yang pasirnya berwarna pink dan salah duanya ada di Indonesia.

welcome to pink beach lombok!

welcome to pink beach lombok!

Setelah satu setengah bulan lebih mengerjakan tugas penelitian di pulau Lombok, akhirnya saya dan teman-teman tim saya mengambil jatah libur kami. Waktu itu pihannya ada dua, ke gili trawangan atau ke pantai pink. Berhubung menurut teman-teman satu tim saya gili trawangan terlalu mainstream, kebanyakan turis dan mahal, maka kami memutuskan berlibur ke pantai pink. Kami diantar dengan mobil oleh rekan-rekan penelitian kami yang asli lombok supaya tidak kesasar. Mereka yang asli Lombok sangat antusias menunjukkan keindahan pantai-pantai yang ada di pulau mereka. Ahh senangnya! Dari kota mataram kami berangkat sebelum matahari terbit supaya kami bisa berlama-lama di sana. Kami mengambil rute mataram – kota praya – jerowaru. Pantai pink ini berada di wilayah kabupaten lombok timur. Jadi kalau dilihat dari peta pulau Lombok letak kota Mataram ke pantai pink seperti dari ujung ke ujung. Dalam benak saya, pantai pink ini seperti pantai kuta di lombok selatan yang sudah ramai pengunjung dan untuk menuju ke sana aksesnya mudah. Ternyata benak saya salah besar. Jalan utama dari kota praya sampai simpang masuk ke arah kecamatan jerowaru memang masih mulus-mulus saja, selepas itu perjalanan semi off road keluar masuk hutan. Saya takjub juga ternyata di Lombok masih banyak wilayah yang masih alami dan hutannya sangat rimbun. Semoga saja akan tetap seperti ini. Off road gapapa deh biar ga banyak wisatawan 😛 . Kami sangat beruntung karena selain menggunakan mobil 4WD, hari itu cuaca cerah. Saya ga bisa bayangin kalau hujan, pasti jalanan akan penuh lumpur dan licin.
3 jam berlalu sampai juga kami di pantai pink. Mobil hanya bisa diparkir di pinggir jalan, selepas itu kami harus berjalan kaki menuruni bukit untuk sampai ke pantai. Dari jauh warna laut biru berkilau menyihir mata saya yang jarang banget melihat yang segar-segar. Kami lalu mepercepat langkah kaki kami untuk membuktikan pasir merah mudanya. Ternyata memang benar, warna pasirnya terkesan merah muda. Apalagi pas sehabis tersapu ombak. Ketika saya mengambil segenggam pasir di tangan saya, memang ada serpihan-serpihan terumbu karang atau renik laut yang warnanya merah tercampur bersama pasir.

Kami menghabiskan waktu hampir seharian di pantai ini. Waktu itu pengunjung pantai bisa dihitung dengan jari alias jarang sekali, padahal hari itu hari sabtu. Mungkin untuk masyarakat Lombok sendiri letak pantai ini terlalu jauh dan masih susah diakses. Tidak ada kendaraan umum untuk menuju ke sini. Fasilitas umum pun tidak ada. Jika ingin ke kamar kecil harus menumpang ke penduduk. Kalau saya sendiri sih malah lebih suka pantai yang seperti ini. Masih perawan, bersih dan alami. Rasanya pantai milik sendiri :D. Nelayan yang ada di pantai ini biasanya menyewakan jasanya untuk berperahu mengelilingi pantai-pantai dan pulau-pulau batu yang banyak terdapat di sini. Kami memilih susur pantai dan berenang. Kami menyusuri pantai ke arah utara dan naik ke atas bukit kecil. Dari sini pemandangannya dahsyat! keren banget! Apalagi banyak terdapat gazebo atau baruga untuk berteduh di sana. Jadi ga usah khawatir kepanasan, ada banyak tempat berteduh di pantai pink. Di bukit kecil ini ada satu spot yang menurut saya menarik. Seperti terowongan alami di tepian tebingnya. Kalau suka mengambil foto landscape tempat ini ciamik deh! Dari ujung tebing ini pemandangan lautan bening berkilau dengan pulau-pulau kecil dan bayangan terumbu karang seakan mengundang kita untuk menyelam atau sekedar snorkeling. Sayang kami tidak membekali diri dengan peralatan snorkeling.

Pink beach dari atas bukit kecil

Pink beach dari atas bukit kecil

tebing cantik di pink beach

tebing cantik di pink beach

Rasanya pengen snorkeling!

Rasanya pengen snorkeling!

Sembari menghabiskan hari di tepian pantai kami menggelar makan siang kami dan sesekali berenang atau bermain ombak. Kami beruntung karena sudah membeli nasi bungkus di jalan. Di pantai ini hanya ada warung-warung kecil yang menjual makanan kecil dan mie instant.
Dari banyak pantai yang pernah saya kunjungi di Lombok maupun di Indonesia, pantai pink ini termasuk pantai terindah yang pernah saya kunjungi. Salah satu yang top markotop menurut beach award saya 🙂 . Teman-teman Lombok saya pasti sangat bangga bisa menunjukkan keindahan yang seperti ini kepada rekan-rekan mereka dari luar Lombok 🙂

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia