Tag Archives: Luxembourg

Ternyata Luxembourg kece juga! #6 : Our last walk in this country

Musim semi, pagi hari suhu bisa serendah 8 derajat celcius. Siangnya panas mencapai 22 derajat celcius dengan sinar matahari yang menyengat. Kami memang cukup beruntung karena Luxembourg terkenal sebagai negara yang sering diselimuti awan mendung. Sedangkan selama kami di sana langit sedang cerah-cerahnya. Masalahnya hari itu saya salah kostum, saya mengenakan baju berlapis-lapis karena takut kedinginan, eh ternyata malah kepanasan 😀 .
P1130043

Panoramic bridge Luxembourg City

Kami berjalan kaki menuju ke sebuah taman yang berada di utara city centre. Di taman ini terdapat sebuah atraksi baru bagi masyarakat kota ini dan juga para wisatawan yang diresmikan beberapa minggu yang lalu. Namanya adalah Pffafental Lift Aufzug. Merupakan sebuah panoramic bridge lengkap dengan panoramic lift menuju ke bagian bawah kota ini. Sebenernya sih lift ini termasuk fasilitas umum yang memang berfungsi sebagai sarana transportasi masyarakat. Kasihan juga kan orang-orang yang tinggal di kota bawah , kalau mau ke city centre harus mendaki ratusan tangga setiap hari. Bahkan ada yang terpaksa mendaki sambil membopong sepeda mereka. Dengan lift umum ini, mereka tinggal masuk dan pencet tombol saja. Mereka juga diperbolehkan membawa sepeda mereka ke dalam lift. Untuk wisatawan seperti kami, yaa lift ini termasuk unik, apalagi karena di ujungnya terdapat panoramic corner yang lantainya juga transparan terbuat dari kaca. Agak menyeramkan memang, apalagi untuk orang-orang yang phobia ketinggian. Tapi untuk saya, untung saja lantai kacanya sudah agak buram jadi ga transparan-transparan amat 😀 . Jadi bisa mengurangi ketakutan saya yang adrenalinless ini.
P1130045

Di ujung panoramic bridge

P1130047

Untung kacanya burem 😀

P1130058

Outdoor elevatornya cukup tinggi juga

Kami turun ke kota bawah dengan lift ini, lalu menjelajahi peninggalan-peninggalan benteng yang ada di kawasan ini. Kami amazed juga, bangunan benteng yang mengelilingi kota ini benar-benar panjang, dan entah ujungnya ada di mana. Nama jalur penjelajahan yang ada di bawah kota sampai ke barat adalah jalur Vauban. Kami lalu mengikuti panah petunjuk jalur ini. Beberapa menara-menara pengawas kuno masih berdiri tegak di sepanjang benteng ini. Kami melewati satu menara yang sekarang disulap menjadi rumah penduduk. Asyik juga yaa bisa tinggal di menara kuno. Saya penasaran penghuninya menyulap bagian dalamnya seperti apa. Di seberang menara ini terdapat menara lain yang terbuka untuk umum. Kami lalu masuk kedalamnya. Di dalam terdapat ruang menonton film pendek tentang penemuan-penemuan artefak di benteng-benteng kuno ini. Jalur vauban ini tampak sepi dari turis, sangat berbeda dengan kawasan city centre.
P1130060

Sungai Alzette dengan latar belakang jembatan Grand Duchess Charlotte

P1130071

Benteng kuno dengan dua menara

Meskipun matahari tambah terik, kami terus berjalan mengikuti petunjuk yang sangat mudah ditemui di sudut-sudut jalan. Sepertinya pemerintah kota ini, benar-benar sudah mendesain jalur heritage walknya agar mudah diikuti oleh para wisatawan. Kami memilih jalur yang naik ke atas ke sebelah barat kota ini, meskipun kami harus melalui ratusan anak tangga. Untung saja kami membawa air minum yang cukup. Sampai di atas eh ternyata kami ketemu hutan. Hutan ini adalah hutan kota yang merupakan bagian dari Parc des Trois Glands. Kami menyusuri bagian pinggir hutan yang juga terdapat sisa-sisa benteng kuno, seperti benteng Niedergrunewald dan benteng Obergrunewald. Tak berapa lama  kami sampai ke sebuah bangunan unik yang kini menjadi sebuah museum sejarah nasional negara ini. Kami lalu memutuskan untuk masuk ke museum ini.
P1130112

Tembok benteng yang tersisa dan masih berdiri kokoh

Museum ini bernama Drai Eechelen. Kami tinggal menunjukkan Luxembourg card saja, lalu kami mendapatkan tiket secara gratis. Museum ini berada di dalam sebuah benteng bernama Fort Thungen yang didirikan pada abad ke 18. Ruangan pameran di dalam museum ini didesain sebagai timeline sejarah bangsa ini mulai dari tahun 1443 sampai tahun 1903. Keterangan sejarahnya terpapar dalam tiga bahasa di setiap ruangan-ruangannya. Terdapat banyak artefak-artefak kuno seperti senjata, maket, peta kuno, buku-buku serta lukisan-lukisan yang dipajang sesuai dengan jamannya. Ruangan-ruangan pameran di museum ini dulunya merupakan casemate-casemate kuno yang telah direnovasi. Selain itu, di bangunan fort Thungen ini juga masih terdapat banyak casemate-casemate rahasia yang hanya bisa dikunjungi melalui guided tour.
P1130134

Fort Thungen dan museum Draai Eechelen

Dari kesimpulan yang bisa saya ambil, sejarah Luxembourg cukup complicated juga karena pernah dijajah negara-negara tetangganya seperti Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman. Benteng-benteng kokoh mereka banyak yang digempur habis saat perang. Meskipun seperti ini, tampaknya masyarakatnya tak menyisakan dendam terhadap bangsa-bangsa tetangganya. Luxembourg kini malah terlihat lebih sejahtera meskipun hanya dianggap sebagai negara kecil. Pastilah mereka jaman dahulu lebih ikhlas dan cepat move on ya, sehingga sekarang bisa menjadi negara yang tak kalah maju dari tetangga-tetangganya. Melalui kunjungan seperti ini saya banyak mendapatkan wawasan sejarah tentang bangsa-bangsa Eropa yang dulunya ternyata saling menjajah satu sama lain.
IMG_6840

Casemates rahasia di Fort Thungen

Di belakang fort Thungen, sebenarnya terdapat sebuah museum besar bertema seni nasional negara ini. Karena kami takut terlambat untuk menuju ke stasiun , kami terpaksa melewatkan museum ini. Kami lalu kembali ke jalur Vauban yang mengarah ke kota bagian bawah lagi. Jadi hari ini kami berjalan naik turun naik turun 😀 . Kami terus berjalan melewati berbagai macam bekas-bekas tembok benteng. Beneran deh, saya ga pernah nemuin benteng semassive ini. Saya mencoba membayangkan seperti apa kota ini ketika benteng-benteng ini masih tegak berdiri. Perjalanan kami hari itu akhirnya berakhir di chemin de la corniche, teras tercantik di negara ini. Kami berjalan pelan sambil menikmati pemandangan dan suasana kota ini.
P1130194

Chemin de la corniche, teras tercantik di negara ini

Luxembourg is an underrated country! Emang bener sih, negara ini ternyata kece  dan worth to visit. Kalau saya pribadi sih merekomendasikan negara ini untuk dikunjungi sebagai bagian dari eurotrip 🙂 .
Gutt Äddi Luxembourg! Du bass schéin!

6 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Ternyata Luxembourg kece juga! #5 : Menyusuri lorong bawah tanah di Casemates du Bock

” Lho kok tutup ? ” 😭
Saya nyeletuk agak keras di depan pintu masuk Casemates de La Petrusse, yang terletak di Place de La Constitution. Pasalnya hari itu salah satu casemates tujuan wisata kami di Luxembourg City sedang direnovasi dan ditutup untuk umum. Penonton memang kecewa tapi hidup harus terus berjalan *eh 😅. Saya jadi ingat, selama saya dan suami traveling di kota-kota di Eropa, kami kadang mengalami kejadian seperti ini. Museumnya tutup, kastilnya tutup atau kastilnya sedang direnovasi, museumnya sedang diperbaiki. Apalagi ketika musim dingin sampai awal musim semi, banyak museum, kastil dan tempat bersejarah lainnya menutup diri karena tak banyak pengunjung yang datang. Musim dingin adalah saat yang tepat untuk renovasi dan perawatan gedung, untuk menyambut pengunjung yang lebih banyak saat musim semi, musim panas sampai musim gugur. Traveling saat musim dingin dan awal musim semi (low season) memang lebih murah di Eropa, tetapi ya dengan resiko banyak destinasi yang tutup juga.
P1120934

Cassemates du Bock dilihat dari Chemin de la Corniche

Casemate itu bangunan apa sih? Casemate adalah bagian dari benteng pertahanan berupa lorong-lorong bawah tanah yang panjang dan beruang-ruang. Ruangan ini fungsinya macam-macam seperti penjara, ruang amunisi, sampai ruang tempat menembakkan meriam. Kalau di Indonesia seperti goa Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat atau di kaki gunung merapi, Yogyakarta. Kebayang kan, tempat-tempat seperti ini biasanya mempunyai aura dingin dan menyeramkan karena merupakan peninggalan zaman perang yang memakan banyak korban. Di kota Luxembourg ini panjang keseluruhan casematenya mencapai 23 km! Panjang banget! Dan merupakan yang terpanjang di dunia. Tetapi yang dibuka untuk umum dan wisata hanya dua bagian yaitu Casemates de La Petrusse dan Casemates du Bock. Lorong-lorong dan benteng penuh misteri yang konon adalah the most envied fortress in Europe ini, terdaftar sebagai warisan UNESCO heritage site sejak tahun 1994. Mengapa menjadi the most envied in Europe?  Kalau kalian berkunjung ke kota ini, kalian pasti tahu jawabannya 😊 . Karena casemates de la petrusse tutup, kami berdua beralih ke Casemates du Bock yang letaknya tak jauh dari city centre Luxembourg.
P1120986

Lorong di dalam cassemates du Bock

Pagi itu, pintu masuk casemates du Bock baru saja dibuka. Kami tinggal menunjukan Luxembourg card untuk masuk ke dalamnya. Kami juga mendapatkan buklet petunjuk dan sejarah tentang casemate di kota ini dalam bahasa Inggris. Menurut buklet tersebut, casemates de la Petrusse dibangun lebih dulu sekitar tahun 1644 oleh para insinyur dari Spanyol, baru pada tahun 1745 casemates du Bock didirikan oleh para insinyur dari Austria. Menariknya di cassemates de la Petrusse terdapat 450 anak tangga yang harus didaki. Hmm untung deh ga jadi masuk ke sana *eh 😅.Oya sebelum masuk casemate, terdapat papan peringatan bahwa pengunjung diharapkan memakai sepatu trekking atau paling tidak sepatu olahraga. Tidak dianjurkan mengenakan sepatu atau sandal high heels 😀 . Pengunjung yang memiliki penyakit jantung dan phobia ruangan sempit juga tidak dianjurkan untuk masuk. Bayi dan balita juga dianjurkan untuk tidak diajak masuk ke dalam casemate.
P1120969

Beberapa lorong dipasangi lampu berwarna-warni

Kami lalu masuk ke ruangan-ruangan Bock sesuai dengan petunjuk di buklet tersebut, satu per satu. Kami akan mejelajahi lorong-lorong sepanjang satu kilometer seperti pengunjung-pengunjung yang lain. Di dalam lorong-lorong ini terdapat ruangan yang dibentuk seperti museum yang menampilkan timeline sejarah arkeologi di lokasi ini. Ternyata pada abad ke 10, area ini merupakan bagian dari Chateau Comtal, atau kastilnya pendiri kota ini yaitu Count Sigefroy, count pertama di negeri ini. Selain paparan sejarah tentang kastil ini, juga terdapat sebuah legenda tentang Melusine yang cantik. Melusine konon adalah istri dari count Sigefroy. Sebelum menikah, ia mengajukan syarat kepada Sigefroy untuk tak menemuinya di hari-hari tertentu. Karena penasaran Sigefroy mengintip apa yang dilakukan istrinya pada satu hari larangan di salah satu ruangan di kastil ini. Sigefroy kemudian melihat istrinya memiliki ekor seperti ikan. Sejak saat itu, Melusine menghilang dengan cara menceburkan diri di sungai Alzette yang terletak di bawah kastil ini. Penasaran Melusine bentuknya seperti apa? Itu lhoo seperti logonya starbucks coffee 😄 . Ruangan E di casemate ini merupakan ruangan di mana Melusine, katanya sering menampakkan diri. Untung saja pas kami di sana, ia pas ga menampakkan diri. Kalau sampai iya mungkin saya hanya akan berpesan, “Mbak green tea latte 🍵 nya satu ya! ” *eh 😅👻.
P1130004

Sungai alzette dan benteng-benteng yang mengitarinya

P1120964

Jendela-jendela batu

P1120991

meriam perang di dalam Bock

Dari peta petunjuk sih hanya ada 10 bagian di Bock caseemate. Tetapi kami sempat nyasar di ruangan-ruangan sempit dan tangga-tangga berputar dengan banyak anak tangga. Tangga-tangga ini juga sempit dan terjal. Kami yang ga punya phobia ruangan sempit saja rasanya seperti agak susah bernafas. Apalagi karena udara sangat lembab, bau tanah tercium sangat tajam. Meskipun ruangan-ruangan di dalam casemate ini agak tricky, di sudut-sudutnya terdapat telepon-telepon darurat. Jadi kalau bener-bener nyasar dan bingung, tinggal telpon saja petugas jaganya. Ruangan-ruangan di dalam Bock ini terlihat penuh misteri yang menjadi saksi bisu masa-masa perang di Eropa. Meriam-meriam perang terlihat masih terpajang di beberapa sudutnya. Beberapa pengunjung tampak berfoto dengan meriam-meriam ini dengan latar belakang kota di kejauhan. Selain lorong-lorong, pengunjung juga bisa melihat pemandangan sudut kota Luxembourg melalui teras dan jendela-jendela batu. Tentu saja tak hanya rumah dan apartemen saja yang bisa dilihat tetapi juga pemandangan bekas bangunan benteng dengan menara-menaranya.
P1120975

Lorong tangga sempit, tetapi ini bukan yang tersempit

P1130001

Benteng dan menara tua dilihat dari Bock

 

Dari area G yang merupakan ujung dari cassemates du Bock, kami kembali berjalan menyusuri lorong-lorong sebelumnya sampai ke area J yang merupakan sebuah castle bridge yang didirikan pada tahun 1735. Salah satu jembatan batu yang merupakan ikon kota ini.  Area J merupakan pintu keluar menuju ke Chemin de la Corniche yang konon merupakan teras tercantik di Eropa. Petualangan hari terakhir kami di kota dan negara ini tak berakhir sampai di sini. Kami masih punya waktu 6 jam untuk menyibak misteri di dalamnya *jiaaah. Ceritanya bersambung lagi di postingan berikutnya 😊 .
P1130012

Lorong di castle bridge

P1130016

Penampakan castle bridge

5 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri