Tag Archives: mata air

A glimpse of Candi Umbul, petirtaan kuno di lembah Grabag, Magelang

Sambil menyelam minum air, sembari balik ke Jogja mampir dulu ke candi umbul. He jayus amat sih, bikin peribahasa tapi gagal :D. Karena saya dan 2 travelmates saya belum tau di mana lokasi tepatnya, maka kami mengikuti petunjuk dari mbah gugel untuk menuju ke sana dari Ambarawa. Ternyata lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan raya Magelang-Semarang. Tapi jalan yang kami lalui hanya cukup untuk kendaraan roda dua saja. Sepertinya kendaraan roda empat harus melewati jalur lain yang lebih lebar. Sebelum ke lokasi ini kami sempat googling karena di sekitaran Yogyakarta dan Magelang tidak banyak situs petirtaan kuno. Menurut saya, petirtaan kuno adalah sebuah situs unik yang perlu dikunjungi. Candi umbul adalah sebuah petirtaan kuno dengan air hangat yang berlokasi di desa Kartoharjo, kecamatan Grabag, Magelang. Umbul dalam bahasa jawa berarti mata air yang keluar dari dalam tanah. Tempat ini disebut dengan candi umbul karena umbulnya terbuat dari batu-batu candi dengan corak-corak ukiran batu dan arca ala candi.  Lokasinya berada di sebuah lembah yang dikelilingi persawahan bertingkat. Saat kami ke sana sawahnya sudah habis dipanen, jadi kalau lagi pas hijau-hijaunya, area ini pasti indah banget. Kami membayar Rp 3000 per orang untuk bisa masuk ke dalam area candi.

Jpeg

Petirtaan yang lebih kecil di Candi Umbul

Hari itu hari minggu. Awalnya kami ingin mencoba berendam di dalam umbul candi yang terbuat dari batu andesit ini, tetapi karena saking padatnya orang, kami mengurungkan niat. Candi umbul benar-benar dipadati pengunjung yang ingin mandi di sana. Lagi cendol-cendolnya pokoke :D. Sayangnya para pengunjung banyak yang membuang sampah sembarangan dan  duduk-duduk di atas arca-arca candi tersebut. Oh no! Mereka apa ga tau ya kalau itu peninggalan sejarah ratusan tahun yang lalu? Seharusnya sih dirawat dan diperlakukan dengan baik 😦 . Ini kan petirtaan kuno, bukan seperti kolam renang biasa :(. Kalau ada umat Hindhu atau Buddha yang datang untuk beribadah kemari dan melihat orang sembarangan duduk di atas arca, mereka pasti akan sedih.
Jpeg

Candi Umbul

Jpeg

Jejeran arca dan batu candi di Candi Umbul

Kami akhirnya hanya duduk-duduk saja dengan lemas sambil googling tentang sejarah candi ini. Ternyata pembangun petirtaan ini masih dipertanyakan, apakah wangsa syailendra yang beragama Buddha yang juga membangun candi Borobudur atau wangsa Sanjaya yang bergama Hindhu karena terdapat arca lingga dan yoni di komplek ini. Candi umbul ini diperkirakan dibangun pada abad ke 7 sampai abad ke 10. Konon katanya sih candi ini merupakan tempat pemandian raja-raja, permaisuri serta putri-putri pada jaman dahulu. Kolamnya ada 2, kolam air hangat dan kolam air dingin. Kolam air hangatnya  katanya sih bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Jika ingin ke candi ini sebaiknya sih saat weekday supaya sepi bak kolam pribadi 🙂 . Kami sih masih penasaran kalau ada ritual Hindhu atau Buddha yang diadakan di tempat ini akan seperti apa. Ada yang pernah berkunjung saat ada ritual?
Lokasi Candi Umbul di google map:

7 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

Melarikan diri dari panasnya kota Jogja ke blue lagoon ngemplak

blue lagoon tirta budi ngemplak

blue lagoon tirta budi ngemplak

Saya selalu penasaran sama apapun yang berwarna biru. Apalagi sebuah kolam alami berwarna biru tosca bening yang letaknya ternyata tidak jauh dari kota Jogja. Saya baru tahu tempat ini dari internet beberapa hari yang lalu. Belakangan ini karena kota Jogja suhunya mencapai 35 derajat celcius ke atas, rumah saya yang bermodal kipas angin ini masih terasa panas. Rasanya ingin sekali menceburkan diri ke kolam air tersebut. Gambarnya di beberapa situs sungguh menggiurkan untuk diceburin. Berhubung tempat ini sedang menjadi trending topic maka saya memilih salah satu hari weekdays untuk ke sana supaya tidak terlalu ramai. Sesampainya di sana, hmm yang datang udah banyak juga yah, gumam saya. Dari parkiran motor saja lumayan banyak. Pemandian yang bernama resmi tirta budi ini sebenarnya sudah ada dari sedari dulu  di dusun dalem, desa widodomartani, ngemplak, sleman, Kata bapak yang menjaga loket tiket, tempat ini menjadi populer beberapa bulan yang lalu akibat para mahasiswa yang sedang ada kegiatan di sana membuat website untuk pemandian ini. Sebenarnya di tahun 2009 saya pernah penelitian di desa ini dan tinggal di base camp yang letaknya hanya 200 meter dari dusun dalem, tetapi kok saya ga tau tempat ini ya? 😀 .

blue lagoon yogyakarta

blue lagoon yogyakarta

blue lagoon yogyakarta

blue lagoon yogyakarta

sendang lanang di tirta budi

sendang lanang di tirta budi

suasana sungai nan alami di tirta budi

suasana sungai nan alami di tirta budi

Menurut saya wajar saya sih tempat semacam ini menjadi booming didatangi banyak pengunjung. Mereka juga pasti penasaran seperti saya. Siapa yang tidak penasaran melihat air biru alami yang terlihat sangat menyegarkan? Setahu saya di Jogja memang banyak mata air, sendang atau umbul tetapi tidak semenggiurkan di tirta ini. Kalaupun ada pemandian seperti ini biasanya tepiannya sudah disemen atau dibentuk seperti kolam renang, jadi menurut saya menjadi kurang alami. Mengunjungi pemandian ini juga mengingatkan saya akan masa kecil saya bermain di belik dan sungai di dekat rumah saya yang sekarang sudah tidak seperti dahulu lagi. Sungainya kotor dan beliknya sudah tidak keluar airnya. Saya benar-benar menikmati nostalgia masa kecil saya di sini. Tirta budi juga memiliki beberapa sendang yaitu sendang lanang dan sendang wedok yang pada waktu dahulu dipakai masyarakat untuk mandi dan mencuci. Selain laguna biru dan sendang, sungainya juga bersih dan alami dengan beberapa pancuran air tanah dari sisi sungai. Lalu kenapa warnanya bisa biru yah? saya rasa karena kedalamannya sekitar 3 meter dan sumber airnya memang masih sangat bersih. Karena dalam inilah beberapa orang berani beradu loncat tinggi silih berganti. Selain itu di mata air ini juga terdapat ikan-ikan kecil yang suka memakan kulit mati alias ikan terapi. Jadi kalau tidak berani berenang bisa duduk dipinggirannya sambil digigitin ikan. Wilayah sleman utara sebagai tempat penyimpan mata air tanah utama di Provinsi DIY, saya kira memiliki ratusan mata air atau sendang atau sungai yang masih sangat alami. Saya jadi penasaran ada tidak ya umbul lain yang seperti ini?

3 Komentar

Filed under Keliling Indonesia