Tag Archives: museum

Chilling in Bratislava #6 : Bratislava Castle

P1140199

Bratislava castle di senja hari

Hari selasa yang cukup cerah di kota Bratislava, hari terakhir kami berada di Slovakia. Kami check out pagi-pagi sekali dari apartemen yang kami sewa lewat airbnb. Sambil menenteng backpack , kami mencari sarapan pagi di kawasan kota tua Bratislava. Kali ini kami ga makan langose, sarapan tradisional khas Slovakia. Kami berniat mencari kafe nyaman yang menyediakan sarapan, agar kami bisa duduk-duduk lama sembari menunggu jam buka Brastislava castle. Menemukan kafe seperti ini tentu tidaklah sulit. Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, kota ini penuh dengan kafe dan restoran yang cozy untuk minum, makan dan nongkrong. Kami memilih kafe yang berada di pojokan hviezdoslavovo námestie atau square hviezdoslav yang menyediakan menu sarapan lengkap ala english breakfast seharga 6 euro per orang. Duduk manis sambil nyarap dan people watching di kota ini ternyata asyik juga 😀 .
IMG_7708

English breakfast in Bratislava

Jam 9 kurang sepuluh menit, kami sudah sampai di pelataran Bratislava castle. Sebuah kastil putih dengan 4 menara megah di setiap sisinya. Kastil ini berada di puncak bukit kecil, sehingga dari pelatarannya pengunjung dapat melihat pemandangan cantik sungai danube dan kota Bratislava. Di dalam bangunan kebanggaan masyarakat Slovakia ini terdapat slovak national museum. Tentu saja, menurut kami mengunjungi museum ini adalah wajib ain, karena di dalamnya terdapat koleksi sejarah dan arkelogi penting milik Slovakia. Sebelum museumnya buka, kami muter-muter dulu melihat taman di sekitar kastil dan gedung parlemen Slovakia yang letaknya ga jauh dari kastil. Tiket masuk untuk ke museum kastil cukup terjangkau yaitu 7 euro.
P1140210

Gerbang kuno di Bratislava castle

P1140218

Tangga untuk sampai ke pelataran kastil

P1140213

Sungai danube dan jembatan ufo dari pelataran kastil

P1140234

Bangunan kastil dilihat dari gedung parlemen

Museum di dalam Bratislava castle ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu tentang kastil dan sejarahnya termasuk ruang bawah tanah, kapel istana, koleksi seni, koleksi arkeologi, dan sebuah ruangan yang menerangkan tentang sejarah kedatangan bangsa Slavic di tanah ini. Ternyata bangsa Slavic baru datang ke tanah yang kini menjadi Slovakia pada abad ke 5 masehi. Slavic adalah suku bangsa besar dari eropa timur, yang kini mendiami negara-negara seperti Rusia, Ceko, Polandia, Ukraina, Belarusia, Serbia, Bulgaria, Slovenia, Kroasia, Montenegro, Masedonia, Bosnia, Kosovo dan tentu saja Slovakia. Oleh karena itu, bahasa negara-negara ini mirip satu sama lain. FYI, negara tetangga Slovakia yang bukan suku bangsa Slavic adalah Hunggaria, Austria, Romania dan Moldova. Austria, jelas lah asalnya adalah suku bangsa germanic. Nah, saya pikir sebelumnya Hunggaria dan Romania yang sama-sama dari eropa timur, berasal dari suku bangsa besar yang sama. Ternyata tidak, euy, kalau ga traveling mungkin saya juga ga tau karena saya kan jarang baca buku soal sejarah 😀 . Dan meskipun saya hanya seorang traveler yang datang berkunjung ke Hunggaria dan Slovakia, saya bisa merasakan perbedaan bahasa antara ke dua negara ini, yang ga ada mirip-miripnya. Tentu saja bahasa yang dipakai di Slovakia lebih mirip dengan bahasa di Ceko, negara yang pernah saya kunjungi juga.
P1140316

Ruang bawah tanah kastil, merupakan fondasi lama dari bangunan celtic, romawi hingga abad pertengahan

P1140308

Peninggalan arkeologi dari zaman Romawi

Sebelum kedatangan bangsa Slavic, tanah Slovakia berada di bawah kekuasaan bangsa Celtic hingga kekaisaran Romawi. Nah sejarah bukit kecil tempat kastil ini berada berawal dari zaman pra sejarah, celtic dan romawi. Di tempat kastil ini berdiri pernah ditemukan peninggalan-peninggalan arkeologi berupa koin, aneka gerabah dan juga beberapa fondasi dasar bangunan. Ketika bangsa Slavic datang , mereka memanfaatkan dasar bangunan ini untuk bangunan yang lebih besar dan megah, dengan benteng mengelilinginnya. Bangsa Slavic terus mendiami tanah ini, dengan timeline sejarah yang panjang di bawah kekuasaan berbagai bangsa lain dan berbagai kerajaan, seperti Nitrian, Great Moravia, kerajaan Hunggaria hingga zaman Maria Theresa dari Austria pada periode baroque. Yang jelas pas saya berada di ruangan timeline sejarah Slovakia di dalam kastil ini, saya merasa ga mungkin menyerap semua informasi hanya dalam waktu singkat. Tetapi yang saya tangkap, orang-orang Slovakia baru bisa menjadi tuan rumah sebenar-benarnya di tanah mereka sendiri justru ketika sudah menjadi negara bernama Slovakia. Seperti postingan-postingan saya ketika mengunjungi negara-negara eropa yang lain sebelumnya, saya menemukan lebih banyak lagi cerita kalau bangsa-bangsa di Eropa saja saling menjajah satu sama lain, bahkan ada yang mendapatkan kemerdekaannya lama setelah Indonesia merdeka. Dan kalau mereka bisa cepat move on dari penjajahan dan perang, kenapa kita tidak ? Eh kita udah move on atau belum sih sebenernya ? 😀
P1140258

Tangga cantik bernuansa renaissance dan baroque yang pernah didekorasi oleh Maria Theresa

Koleksi seni di dalam kastil ini lebih banyak menampilkan koleksi dari zaman renaissance dan baroque, berupa lukisan keluarga Maria Theresa dari House of Habsburg , koleksi karpet dekoratif , koleksi patung, keramik dan lain-lain. Koleksi lukisan potret keluarga dan lukisan-lukisan lainnya terdiri dari beberapa ruangan. Siapakah Maria Theresa ? Tentu saja ia adalah ibunda Marie Antoinette. Dan mengapa ia ada di Bratislava ? Jawabannya tentu saja tak bisa dipisahkan dari sejarah para keluarga kerajaan, bangsawan dan aristokrat eropa raya yang saling menikah satu sama lain serta mbuleett bangettt. Jauh lebih mbuleett dari cerita Game of Thrones tentunya 😀 . Dan tentu saja saya ga mungkin asal nulis di sini. Yang jelas, pada masa itu Maria Theresa yang berkedudukan utama di Austria dan menjadi ratu kerajaan Hunggaria raya *nah lho bingung ga? 😛 , sempat tinggal di kastil ini. Ia kemudian merekonstruksi dan merenovasi kastil ini agar lebih modern, cantik dan indah sesuai zamannya. Suatu saat nanti, mungkin saya akan mendapatkan pelajaran sejarah yang lebih lengkap lagi soal ratu Maria Theresa, ketika saya berada di Wina Austria. Kapan yaaa bisa mengunjungi Wina ? Walaupun hanya berjarak 60 km dari Bratislava, kami sudah kehabisan waktu untuk ke sana.
P1140268

Koleksi lukisan keluarga Maria Theresa

Setelah lumayan banyak menyerap cerita tentang sejarah, yang tentu saja ga cukup dipelejari hanya dalam waktu sehari, kami berdua lalu mengunjungi satu dari empat tower yang ada di dalam kastil ini. Kami naik sampai ke puncaknya. Dari sini terlihatlah pemandangan kota Bratislava yang ternyata dikelilingi bukit dan sungai danube dengan jembatan ufonya. Pemandangan ini membuat kepala saya dingin dan pikiran saya segar kembali 😀 .Pada zaman dahulu kala (abad ke 13) ternyata di kastil ini hanya ada satu tower utama saja yang dinamakan dengan korunna veza atau the crown tower. Tower ini berfungsi sebagai tower pertahanan. Pada abad ke 17, tower ini pernah difungsikan sebagai ruang penyimpanan mahkota raja. Oleh karena itu namanya lebih dikenal sebagai menara mahkota.
P1140286

Kota Bratislava dilihat dari tower kastil

P1140278

Kota Bratislava ternyata berbukit-bukit

Ga terasa sudah dua jam kami berada di dalam kastil. Kami ga punya waktu lagi untuk jalan-jalan di Bratislava karena kami harus terbang sore itu juga kembali ke Paris. Karena takut salah jalan menuju ke bandara, kami cepat-cepat mencari cara untuk menuju ke bandara Bratislava yang letaknya cukup jauh dari pusat kota. Dan ternyata kami salah ambil bus 😀 , untungnya kami ga telat sampai ke bandaranya. Eniwei ngomong-omong soal judul “chilling in Bratislava” , mengapa demikian? Karena menurut saya kota ini emang atmosfernya chilling banget. Ga seperti kota-kota besar Eropa lain yang cendrung hectic. Apalagi dengan banyaknya tempat nongkrong seperti kafe yang nyaman di berbagai penjuru kota ini, menambah atmosfernya yang semakin chilling. Yang jelas saya merekomendasikan kota ini untuk dikunjungi ketika eurotrip, meskipun bukan destinasi utama seperti kota-kota lain. Take a break and chilling here seems to be a good reason to visit 😀 .
Zbohom Bratislava!!!!!
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

City Escape to Buda&Pest #11 : Hero Square dan Kastil Vajdahunyad

I’ts officially our last day in Budapest. Dan hari itu, Budapest card 48 jam kami hanya berlaku sampai jam 2 siang. Sebagai manusia yang mau untung kami ingin memanfaatkan kartu ini semaksimal mungkin sebelum expired. Saya dan suami tercinta bangun pagi-pagi, langsung jalan-jalan dengan public transport menuju ke kawasan Hero Square. Sebuah landmark kota yang ketenarannya di kota ini setara dengan Arc de Triomph di Paris. Katanya sih, kalau ke Budapest ga foto-foto di square ini, rasanya ada yang kurang 😀 . Persamaannya lagi dengan Arc de Triomph, bangunan ini didirikan untuk menghormati para pahlawan. Yaa dari namanya saja sudah jelas sih, Hero Square ,atau yang dalam bahasa Magyar disebut Hősök tere. Di monument kebangsaan ini terdapat 7 patung kepala suku Magyar yang telah berjasa menjaga area Carpathian bassin pada abad pertengahan dahulu kala, serta patung-patung pahlawan Hunggaria lainnya yang berdiri kokoh di kolom-kolom monumen. Patung-patung ini terlhat gagah, epic dan hidup. Selain itu, di square ini juga terdapat pusara para pahlawan tak dikenal yang telah gugur berjuang demi Hunggaria. Berbagai acara nasional biasanya diselenggarakan di square yang sehari-harinya selalu ramai oleh wisatawan ini.
P1130677

Hero square

Di kawasan Hero Square terdapat museum-museum dengan arsitektur bangunan yang cantik seperti fine art museum , contemporary art museum, transport museum serta agriculture museum. Yang jelas, kami ga mungkin mengunjungi semuanya, jadi kami harus memilih salah satu saja karena keterbatasan waktu. Di belakang square ini juga terdapat taman luas yang nyambung dengan kebun binatang Budapest dan Széchenyi thermal bath, pemandian terbesar dan teramai di Budapest. Hari itu hari minggu, jadi taman kota yang asri ini tampak dipenuhi masyarakat yang ingin bersantai dengan keluarga. Mereka sekedar piknik, atau bermain sepeda air di atas danau buatan.
P1130684

Pusara pahlawan di Hero Square

Di tengah-tengah komplek taman hijau ini terdapat sebuah kastil, bernama kastil Vajdahunyad. Kastil ini terlihat kuno dengan arsitektur dari abad pertengahan. Kalau dilihat dari jauh, kastil ini seperti kediamannya dracula. Terlihat agak-agak angker gimanaa. Baru melihat saja, bulu kuduk saya merinding *eh. Saya merasa dejavu pernah melihat kastil ini sebelumnya di televisi. Ternyata eh ternyata kastil ini aslinya bukan dari abad pertengahan. Kastil ini baru dibangun tahun 1896, dan desain utamanya merupakan imitasi dari kastil Hunyad/ Hunedoara di Transylvania, Romania, kastil aslinya dracula. Pantesan! Saya pernah menonton acara televisi berjudul The scariest places on earth, dengan setting di kastil asli di Romania. Saking banyaknya penampakan di kastil itu, saya sampai masih mengingatnya sampai sekarang 😀 . Tapi ada-ada aja sih, kenapa harus membangun kastil imitasi dari Romania ya ? Ternyata, daerah Transylvania tempat kastil Hunyad asli berada dulunya merupakan bagian dari kerajaan Hunggaria.
P1130691

Gerbang kastil Vajdahunyad Budapest

Kastil Vajdahunyad sendiri arsitekturnya tak hanya ala abad pertengahan saja, melainkan gabungan arsitektur berbagai zaman. Bagian timur kastil ini, desainnya merupakan campuran gaya renaisance dan baroque. Kastil yang didesain oleh Ignac Alpar ini menjadi rumah untuk museum agrikultur terbesar di Hunggaria bahkan di Eropa. Kami berdua lalu memutuskan untuk menghabiskan sisa mata uang forin di museum ini. Meskipun di luar kastil ini tampak ramai oleh turis, tak banyak pengunjung yang mengunjungi bagian dalamnya. Hanya terlihat beberapa masyarakat lokal yang menjadi pengunjung museum ini pagi itu. Selain museum, pengunjung juga bisa menyambangi tower-tower dan kapel di dalam kastil ini dengan membayar tiket ekstra.
P1130696

Saah satu tower yang tertutup tanaman merambat

Kami berdua menjelajahi hampir seluruh ruangan di dalamnya, termasuk kedua towernya. Agrikultur yang dipaparkan di dalam museum ini tak hanya dari bidang pertanian saja, tetapi juga sejarah awal berburu dan meramu di tanah Magyar. Makanya di dalam museum ini banyak dipajang taxidermy binatang-binatang hasil perburuan masyarakat Hunggaria di masa lalu. Contohnya seperti beruang, babi hutan dan rusa. Bahkan ada satu ruangan besar yang memajang khusus tanduk rusa. Jumlahnya mungkin sampai ribuan tanduk, saking banyaknya. Ini pertama kalinya kami menyambangi museum agrikultur yang cukup besar dan lengkap. Jadi kami berdua merasa terpukau dengan banyaknya koleksi di museum ini. Museum ini bahkan mempunyai ruangan-ruangan tersendiri yang memaparkan tentang minuman lokal Hunggaria seperti bir, wine dan minuman penghalau dingin lainnya. Minuman lokal dengan bahan baku buah dan gandum asli Hunggaria, yang menjadi minuman sehari-hari para petani dari dulu sampai sekarang. Yang jelas kalau mau serius belajar tentang pertanian dan kaitannya dengan kebudayaan Magyar, bakalan bisa berhari-hari berada di museum ini. Sisi kultural masyarakat Magyar yang ditampilkan di sini juga sangat menarik untuk diamati. Agrikultur memang ga bisa dipisahkan dari budaya dan kebiasaan masyarakat setempat yang turun-temurun dari zaman dahulu.
P1130734

Salah satu ruangan unik di dalam kastil yang penuh dengan tanduk rusa dan kepala binatang lainnya

Berkunjung ke museum ini malah mengingkatkan saya tentang budaya agrikultur dan bahan makanan pokok di Indonesia, karena sebenarnya ga semua orang Indonesia itu makanan pokoknya beras. Tapi karena program swasembada beras yang dicanangkan saat era orde baru, pola konsumsi masyarakat jadi bergeser dan tergantung pada beras. Contohnya masyarakat Gunung Kidul di DIY yang tadinya terbiasa makan thiwul dan gaplek , sekarang lebih memilih makan dengan beras, karena berbagai anggapan yang beredar di masyarakat. Padahal tanah di daerah itu lebih cocok ditanami ketela daripada padi. Bertanam ketela juga lebih mudah dan murah di daerah ini. Akibatnya masyarakat memaksakan diri untuk makan beras , dengan harga yang semakin mahal per kilogramnya dari tahun ke tahun. Eniwei , saya sendiri malah belum pernah ke museum yang berhubungan dengan pertanian di Indonesia. Waktu itu mau ke museum tani jawa yang ada di Bantul, tapi museumnya pas tutup. Saya sih mikirnya bakal menarik banget kalau Indonesia punya museum besar tentang agrikultur yang tentu saja berhubungan dengan budaya dan kearifan lokal setiap tempat dan suku. Bakalan jadi wahana belajar yang menyenangkan dan membuka pandangan masyarakat kan?
P1130803

Kastil Vajdahunyad dilihat dari pinggir danau

Sisa siang itu, kami habiskan untuk bersantai di sekitar taman sampai satu jam terakhir sebelum masa berlaku Budapest card kami habis. Meskipun masih betah di kota ini, kami harus segera beranjak ke destinasi lain menggunakan kereta api. Kira-kira kami akan ke kota mana ya ? Ikuti terus postingan saya selanjutnya *iklan mode on 😀 .

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri