Tag Archives: NTT

Menyantap aneka seafood dan ikan bakar di kampung Solor, Kupang

Sebelum pulang ke Jogja, kami diberi kesempatan transit 2 hari di kota Kupang. Malam terakhir kami gunakan untuk farewell party bersama. Sedih juga harus berpisah setelah 50 hari bersama-sama bertualang dan bertugas di kabupaten Manggarai. Sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Teman-teman yang asli Kupang kemudian mengajak kami berkeliling kota untuk mencari oleh-oleh lalu makan malam di kampung Solor. Kampung solor terletak di dekat Tedi’s, tempat nongkrong anak-anak muda kupang sambil melihat sunset tenggelam di laut. Di malam hari kampung Solor selalu berubah menjadi pasar malam dadakan penuh dengan aneka macam makanan dan jajanan terutama sea food dan ikan bakar. Kedai-kedai ini berbentuk warung tenda. Saking banyaknya tempat makan di sini, kami jadi bingung pilih yang mana. Seorang teman yang tinggal di Kupang, kak Imel bilang semuanya enak, yang penting pilih kedai yang ikannya masih segar. Menurutnya ikan segar dimasak apapun rasanya akan tetap enak.

Aneka pilihan ikan segar di kampung Solor, Kupang

Aneka pilihan ikan segar di kampung Solor, Kupang

Kami kemudian menjelajahi kedai-kedai di sini memilih tempat yang ikan-ikannya masih segar. Saking banyaknya pilihan ikan saya jadi bingung. Menurut kak Imel, ikan-ikan di sini dijaring atau dipancing oleh nelayan lokal di laut sekitar kota Kupang. Dalam hati saya iri juga ya sama orang Kupang, gampang banget dapat ikan sesegar dan sebesar-besar ini. Kami lalu memilih satu kedai dengan pilihan ikan yang lumayan banyak, ada ikan kakap hitam, kakap putih, kakap merah, kerapu, ikan dorang ,dan lain-lain. Ada juga aneka seafood seperti kerang, cumi, udang dan kepiting. Kami lalu memilih ikan masing-masing. Saya memilih ikan kakap merah dimasak bakar. Tadinya saya juga pengen memesan udang atau cumi, tapi karena satu prosi ikan saja sudah terlalu besar saya ga mau kemaruk malam itu. Ikan-ikan ini disajikan dengan sambal dan lalapan khas Timor. Sambalnya pedes banget. Per porsinya lumayan murah. Untuk setengah kg ikan, nasi dan minum kami masing-masing habis Rp 35.000. Karena ikannya masih segar, rasa dagingnya lembut dan gurih. Sambil menyantap pesanan kami masing-masing, kami saling bercerita tentang pengalaman di Manggarai sampai malam. Suasana kampung Solor yang makin malam makin ramai dengan pengunjung dan pengamen jalanan menambah meriahnya suasana. Untung saja yaa kami bisa transit di Kupang, dan menikmati kuliner khasnya yang lezat. Kapan-kapan kalau balik lagi ke Kupang, makan di kampung Solor is a must lah yaa 🙂

Our farewell part, sampai jumpa lagi teman-teman :)

Our farewell part, sampai jumpa lagi teman-teman 🙂

Iklan

2 Komentar

Filed under Keliling Indonesia

Nongkrong sore sambil menikmati sunset ala anak muda Kupang

@ Teddy's menjelang sunset

@ Teddy’s menjelang sunset

Waktu itu saya mendapatkan waktu 2 hari transit di kota Kupang sebelum pulang ke Jawa. Ini kedua kalinya saya menginjakkan kaki di ibu kota provinsi NTT . Saat kunjungan pertama saya benar-benar tidak kemana-mana. Rasanya agak menyesal sih tidak ke mana-mana. Kali ini saya ingin lah melihat suatu tempat, setidaknya tempat nongkrong atau tempat yang ramai dikunjungi orang saat sore hari dan tidak perlu jauh-jauh dari pusat kota. Seperti kawasan 0 km di kota saya, Yogyakarta.

Usai membeli oleh-oleh berupa kain-kain tenun mini ala Timor di toko-toko souvenir, seorang teman, kak Sius yang sehari-hari menjadi penduduk Kupang kemudian mengajak saya nongkrong murah. Ia bilang di sanalah biasanya anak-anak muda kupang nongkrong sampai malam hari. Ternyata tempat tersebut hanya tinggal jalan kaki dari pusat oleh-oleh Kupang. Tempat ini dinamakan Teddy’s. Salah satu Pantai yang ada di kawasan padat kota Kupang. Sebenarnya Teddy’s adalah nama bar yang ada di kawasan ini. Tetapi karena  orang-orang Kupang sudah biasa menyebut tempat ini sebagai pantai Teddy’s jadilah seperti itu sebutannya. Di sepinggir pantai Teddy’s ini banyak pedagang minuman dan makanan kecil serta jagung bakar yang harganya terjangkau. Ada banyak bangku dan anak tangga panjang yang bisa dijadikan tempat duduk bersama. Di tempat ini juga ada sebuah dermaga yang biasanya dimanfaatkan orang untuk foto-foto. Untuk menuju ke tempat ini menurut kak Sius sangat mudah karena sebagian besar angkutan kota bermuara di sini.

Ikutan narsis di dermaga Teddy's

Ikutan narsis di dermaga Teddy’s

Ketika menjelang sunset, orang-orang terutama anak-anak muda mulai ramai berdatangan. Mereka bergerombol nongkrong bersama teman-teman sambil makan jagung bakar. Anak-anak kecil kota Kupang juga tak mau kalah menghabiskan sore dengan bermain kotor-kotor di pinggir pantai.  Kata kak Sius sih, sunset di sini adalah yang paling cantik se-kota Kupang. Mungkin karena tempat ini pas menghadap ke barat kali yah? Sunset sore itu ternyata benar-benar indah karena langit sedang cerah-cerahnya. So, jika sempat mampir ke kota Kupang, nikmati juga sunset cantiknya di pantai Teddy’s ini, sembari melihat senyum-senyum ceria anak muda kota ini.

sunset @ Teddy's kota Kupang

sunset @ Teddy’s kota Kupang

Tinggalkan komentar

Filed under Keliling Indonesia