Tag Archives: perkotaan

Chilling in Bratislava #5 : Dari gereja biru, taman kuburan sampai sunset di bawah jembatan UFO

Siang menjelang sore yang begitu terik di kota Bratislava, rasanya sih kami cuma pengen nongkrong pindah dari kafe ke kafe di kawasan kota tua. Saking banyaknya tempat nongkrong yang terlihat nyaman dan mengundang di kota ini. Tapi masa iya kami mau ngabisin duit buat nongkrong ? Sekali nongkrong di kota ini memang jauh lebih murah daripada nongkrong di Paris. Tapi kalau nongkrong berkali-kali jebol juga euuy 😀 . Lalu mau ngapain lagi ketika semua museum dan tempat bersejarah kota ini tutup hari itu ? I’ve got some plans! Menurut beberapa website tentang destinasi tak biasa seperti atlasobscura.com , di kota ini ada beberapa tempat unik yang bisa disambangi. Tentu saja kami juga ga bisa menyambangi semuanya hanya dalam waktu sehari saja 🙂 .
P1140155

Strolling the clean city Bratislava

Tujuan pertama kami siang itu adalah gereja biru! Mengapa disebut gereja biru ? Yaa karena it’s simply blue luar dan dalam. Saya tertarik untuk sight seeing di gereja ini karena memang biru adalah warna kesukaan saya. Jadi ketika di sebuah kota atau di tempat tujuan traveling saya ada bangunan biru seperti masjid biru, gedung biru, kastil biru atau kuil biru , saya akan meluangkan waktu untuk mengunjunginya. Saking sukanya saya sama warna biru saya mempunyai niat untuk mengunjungi beberapa kota biru di dunia seperti Chefchaouen di Maroko, Juzcar di Spanyol atau Jodhpur di India. Semoga niat saya ini akan menjadi kenyataan someday 🙂 . Eniwei, gereja biru ini letaknya ga jauh dari pusat kota tua Bratislava. Dari gedung opera, tinggal jalan kaki saja ke arah timur selama 10 menit.
P1140093

The blue church Bratislava

Gereja ini aslinya bernama St Elizabeth atau dalam bahasa setempat disebut Modrý kostol sv. Alžbety. Gereja berarsitektur art nouveau hunggarian seccesionist ini didirikan pada tahun 1909 dan merupakan gereja katolik . Saya sendiri belum pernah mendengar tentang aliran arsitektur ini sebelumnya, tetapi yang jelas tampak luar gereja ini bentuknya unik dan berbeda, seperti kue tart raksasa 🙂 . Gereja ini katanya sih bagian dari sekolah yang berada di sampingnya, yang mempunyai gaya arsitektur sama. Pas kami berada di depan gereja ini, ternyata banyak juga turis yang penasaran ingin melihat gereja ini. Pengunjung ga bisa sembarangan masuk ke gereja ini hanya untuk sight seeing, karena gereja ini benar-benar diperuntukkan untuk ibadah. Jadi jam bukanya pagi-pagi sekali atau malam hari, atau ketika ada misa saja. Untungnya kami masih bisa melihat bagian dalamnya dari pintu kaca. Interior gereja ini juga berwarna biru dan putih, dengan ornamen-ornamen berwarna kuning dan emas. Bagian dalamnya, menurut saya juga seperti kue tart 🙂 . Semoga yang beribadah di dalamnya selalu khusyuk yaa, kalau saya punya tempat ibadah seperti ini bakalan lebih sering mikirin kue tart atau marshmallow deh.
P1140086

Interior gereja biru

Ngomong-omong tentang arsitektur art nouveau hunggarian seccesionist , di kota ini terdapat banyak gedung dengan gaya ini. Kami berdua lalu random walk sambil mengamati gedung-gedung berarsitektur art nouveau ini, yang berjejeran dengan gaya arsitektur lain seperti renaissance, baroque dan gaya soviet. Menurut saya, kota Bratislava ini kaya dengan aneka macam bangunan-bangunan bergaya unik dan berbeda.
P1140095

Arsitektur bergaya art nouveau

P1140153.JPG

Gedung cantik yang juga bergaya art nouveau

Tujuan ke dua kami ga jauh dari apartemen sewaan kami. Jadi sehabis istirahat siang menjelang sore, kami tinggal jalan kaki 3 menit untuk menuju ke tempat ini. Tempat ini adalah sebuah kuburan! Kuburan ini bernama ondrejský cintorín ,yang merupakan père lachaisenya kota Bratislava. Sebuah kuburan tertua bersejarah dari tahun 1784, dan terdapat banyak tokoh Slovakia dimakamkan di tempat ini. Tokoh-tokoh tersebut merupakan mantan presiden, keluarga bangsawan, seniman bahkan selebriti. Meskipun begitu, kuburan ini jauh berbeda suasananya dengan père lachaise yang ada di kota Paris, yang terkesan angker banget. Kuburan ondrejský cintorín ini tak hanya difungsikan sebagai kuburan saja tetapi juga sebagai taman kota dengan tumbuhan hijau di mana-mana. Meskipun menurut saya masih ada kesan angker karena banyak patung-patung serem di dalamnya, suasana di kuburan ini begitu nyaman dan adem. Apalagi pas cuaca panas seperti hari ini, duduk-duduk di bangku yang tersebar di dalam kuburan sambil menghirup udara segar dari pepohonan. Masyarakat sekitar banyak yang mengunjungi kuburan ini untuk sekedar duduk-duduk sambil membaca buku, jalan-jalan dengan kereta bayi bahkan berolahraga.
P1140097

Salah satu pusara di kuburan ondrejský

P1140104

Bersantai di kuburan, mengapa tidak kalau kburannya seperti ini

P1140128

Kuburan ondrejský

Tujuan terakhir kami hari itu adalah melihat sunset dari jembatan UFO. Sebuah jembatan yang juga merupakan landmarknya kota Bratislava. Untuk menuju ke sana, kami memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri sungai danube. Dan ternyata di pinggir sungai ini terdapat kawasan pedestrian yang hijau dan enak banget buat sekedar jalan-jalan. Di samping pedestrian hijau ini terdapat jejeran gedung-gedung modern dengan mall, cafe dan banyak restoran. Pokoknya tempat nongkrong di mana-mana gitu deh. Suasananya malah mengingatkan saya akan kawasan nongkrong di Jakarta. Meskipun hari senin, kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat lokal. Mereka duduk-duduk di atas rumput sambil berjemur atau membaca buku. Saya kira sih, pasti ga banyak turis tahu tempat ini, karena agak jauh dari kota tua. Yang jelas, kalau suatu saat nanti saya balik lagi ke kota ini, saya pengen aja nongkrong atau ngafe di sini 😀 .
P1140147

Pedestrian hijau di pinggir sungai danube

Sesampainya kami di jembatan UFO, atau yang dikenal dengan nama most SNP, kami ga jadi naik ke menara UFOnya karena tiketnya 10 euro per orang. Sebagai traveler ngirit dan agak ga modal, 10 euro itu terlalu mahal untuk kami. Akhirnya kami nyunsetnya di pinggir sungai danube ga jauh dari jembatan UFO. Saya sebenarnya penasaran banget kenapa puncak menara jembatan tersebut berbentuk UFO. Apa jangan-jangan dulu ada alien mendarat di kota ini? Most sendiri berarti jembatan dalam bahasa Slovak dan SNP adalah slovenského národného povstania yang berarti slovak national uprising. Jembatan yang diresmikan tahun 1972 ini panjangnya 430 meter dengan tinggi menara mencapai 84 meter. Di dalam bangunan berbentuk UFO, di atas menara tersebut terdapat sebuah restoran mewah dan gardu pandang. Dari gardu pandang inilah, katanya pengunjung bisa melihat sunset tenggelam di sungai danube.
P1140201

Jembatan UFO atau most SNP yang merupakan landmark utama kota Bratislava

Walaupun terkesan kere, ngemper di pinggir sungai danube yang saat itu lagi sepi banget, pemandangan sunset dari bawah jembatan ini juga ga kalah cantiknya. Kami juga bisa memandang kemegahan Bratislava castle dengan lampu-lampu yang meneranginya. Yang jelas buat kami pemandangan sunset hari itu terasa epic banget 😀 . Esok pagi, kami akan mengunjungi bangunan megah di seberang kami tersebut.
P1140184

Sunset di Bratislava

P1140199

Bratislava castle di senja hari

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri, Travel Food and Fruit

City Escape to Buda&Pest #5 : Bersantai di kolam thermal bath ala Hunggaria

Hunggaria adalah negeri di mana terdapat puluhan sumber air panas (thermal bath spring) .Masyarakatnya mengunjungi tempat-tempat ini sebagai ritual merilekskan diri setiap minggu atau paling tidak setiap bulan sekali. Sumber air hangat, panas dan alami ini biasanya ditampung di beberapa kolam, seperti kolam renang. Di dalam komplek thermal bath spring juga dilengkapi dengan fasilitas lengkap spa dan sauna. Mengapa Hunggaria mempunyai banyak kolam mata air hangat alami? Ternyata sejarahnya bermula sejak zaman romawi. Merekalah yang menemukan potensi adanya sumber air hangat kaya mineral di negara ini. Mereka pula lah yang membagun thermal bath & spa pertama kalinya di negeri ini. Sayangnya thermal bath asli dari jaman romawi telah hancur menjadi reruntuhan. Pada masa kesultanan Ottoman di Hunggaria, thermal bath spa mulai ngetrend lagi. Beberapa thermal bath peninggalan Turkish ini masih berdiri dan berfungsi dengan baik seperti Kiraly baths dari tahun 1565 dan Rudas bath dari tahun 1550. Memang sih kedua thermal bath ini ga sebesar dan seluas thermal bath baru yang dibangun sesudahnya. Tetapi buat para pengagum thermal bath kuno dengan arsitektur Ottoman , ke dua tempat ini bisa dijadikan tujuan relaksasi spesial.
P1130342

Random picture of Budapest’s sewer door 😛

Di kota Budapest sendiri terdapat banyak thermal bath yang bisa dikunjungi. Yang paling besar, luas dan terkenal tentu saja adalah Széchenyi Gyógyfürdő és Uszoda. Sayangnya, thermal bath yang menjadi tujuan utama wisatawan ini tidak termasuk dalam Budapest card kami. Kami harus membayar 10 euro untuk masuk ke komplek tersebut. Dari beberapa review yang kami baca pula, saking ramaianya thermal bath ini, banyak scammer yang akan meminta biaya ekstra untuk tempat penitipan barang dan lain-lain. Waduh masak sih ada scammer di thermal bath ? Thermal bath yang satu ini juga terkenal sebagai tempat pool party paling hits di kota Budapest. Wiiih party ? Jadi ketika malam telah tiba, pada hari-hari tertentu mereka mengadakan acara pool party lengkap dengan musik dan lampu-lampu disco. Bisa dibayangkan ? 😀
P1130355

Jalan masuk ke Lukacs thermal bath

Jam 2 siang, akhirnya kami mulai mengaktifkan penggunaan Budapest card kami. Kami naik tram jalur 4 ke arah halte margit hid. Kami tetep bakal ke thermal bath spring, tetapi yang gratis dari Budapest card yaitu Lukács thermal bath. Dari review yang kami baca, komplek kolam mata air ini lebih sepi dan kebanyakan pengunjungnya adalah masyarakat lokal. Masyarakat lokal yang berkunjung ke thermal bath ini juga kebanyakan yang sudah berumur katanya 😀 . Jadi kebayang deh kami akan berileks ria bareng bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-kakek dan nenek-nenek. Benar saja! Pas kami ngantri untuk masuk dan menukarkan Budapest card kami di loket, kami ngantrinya bareng orang-orang tua 😀 . Eniwei, dengan Budapest card kami ga perlu bayar apa-apa untuk masuk dan kami juga mendapatkan fasilitas loker gratis dan sauna gratis. Kami berdua mendapatkan gelang khusus berwarna biru sebagai kunci masuk ke dalam area dan sebagai kunci loker. Warna gelang ini juga sebagai penanda fasilitas yang akan didapatkan selama di dalam komplek ini. Yang jelas yang warna biru yang fasilitasnya basic 😀 . Warna gelang lain seperti merah atau hijau bisa mendapatkan fasilitas spa lain seperti pijat dan kolam-kolam khusus VIP.
P1130375

Kolam outdoor bersuhu 22 dan 26 derajat celcius

Lukács thermal bath ini ternyata luas banget!!! Kami bisa aja nyasar dengan mudahnya. Dengan gelang biru ini kami boleh menggunakan beberapa kolam outdoor yang bersuhu 22 derajat, 26 derajat , dan tentunya kolam air panas bersuhu sekitar 35 derajat. Kolam bersuhu 22 dan 26 derajat bentuknya yaa seperti kolam renang, tetapi airnya seger banget! Tidak seperti di kolam renang biasa yang banyak mengandung kaporit. Yaa jelaslah seger, kan langsung dari mata air 🙂 . Mungkin kalau di Indonesia kolam ini seperti kolam dengan air sendang kali yaa. Untuk pengunjung yang ga bawa baju renang dan ubo rampenya, komplek ini menyediakan toko-toko yang menjual baju renang dan sunblock. Selain itu terdapat pula beberapa kantin yang menjual makanan. Jadi pengunjung bisa makan tanpa harus ganti baju dulu. Kami mencoba semua kolamnya mulai dari yang paling dingin ke yang paling panas. Kami juga mencoba  kolam refleksi yang terletak tak jauh dari kolam air panas. Kami tadinya juga pengen mencoba sauna, sayangnya kami ga membawa handuk lebar yang wajib ain dibawa ke dalam ruang sauna.
P1130370

Refleksi kaki 😀

P1130384

Kolam outdoor air panas

Lukács thermal bath ini sebenarnya juga salah satu yang bersejarah di kota Budapest. Pada abad ke 12 di lokasi ini terdapat thermal bath yang dibangun oleh kesultanan Ottoman yang kemudian menjadi reruntuhan. Pada tahun 1880, baru berdirilah thermal bath spa seperti yang sekarang ini dengan arsitektur bergaya Hunggaria. Selain sebagai pemandian dan tempat spa, di dalam komplek ini juga terdapat klinik kesehatan yang fasilitas terapinya banyak berhubungan dengan kolam air. Di komplek ini juga terdapat beberapa kolam indoor. Yang jelas, kolam-kolam indoor ini khusus untuk pengunjung VIP saja 😀 . Thermal bath seperti ini, katanya sih paling enak dinikmati ketika musim dingin daripada musim panas. Pas musim dingin uap kolamnya membentuk seperti kabut. Berhubung kami di sini pas menjelang musim panas, paling enak yaa nyemplungnya di kolam bersuhu 22 derajat atau 26 derajat. Eniwei, kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam berada di sini. Kami cukup senang menghabiskan waktu bersantai ala orang-orang Hunggaria. Akhirnya hari itu, kami yang sengaja ga mandi dari pagi merasa segar maksimal, berkat mata air alami yang kaya akan mineral 😀 .
P1130383

Kolam air panas yang juga dilengkapi kolam arus

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri